Sejak hasil Ujian Nasional SMU dipublikasikan Senin lalu dan banyak siswa yang tidak lulus karena nilainya dibawah 4.25, bertubi-tubi kritikan terus melayang ke pemerintah. Mulai dari “tidak sensitif terhadap permasalahan”, sampai ke “pemerintah melanggar HAM!”. Sayangnya hampir semua kritikan tidak
Majority Rule & Majority Right
Gara-gara blognya Toni jadi loncat ke blog tausiyah dan menemukan artikel tentang sikap kaum Hindu terhadap Islam. Membaca dua kubu agama saling melontarkan tuduhan dan kebencian saja sudah cukup menyedihkan, apalagi membaca ini: Tetapi, seyogyanya, kaum Hindu yang minoritas juga
Mari menginjak Playboy Indonesia
Seorang simpatisan FPI menginjak majalah Playboy karena majalah tersebut adalah bentuk intervensi Amerika. Saya tentunya tidak sabar melihat simpatisan-simpatisan lain menginjak kedelai dan katun dari Amerika, karena bisa jadi keduanya adalah bentuk intervensi Amerika.
Pemboikotan Produk Australia
Buntut pemberian suaka kepada 42 warga Papua oleh pemerintah Australia rupanya akan berbuntut panjang. Mulai 6 April 2006, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) mengumumkan kalau akan memboikot produk Australia. Kenapa oh kenapa… bangsa kita cenderung bereaksi dengan cara yang
Menolak RUU Anti Pornografi
RUU APP diperlukan untuk mencegah kerusakan moral! Ketika kita berbicara tentang undang-undang kita berbicara tentang negara. Ketika kita berbicara tentang negara kita berbicara seluruh rakyat Indonesia. Disini kita perlu kembali bertanya, moral yang mana yang dimaksud? Dan yang paling penting,
Definisi Kebebasan Berpendapat
Mari kita definisikan free-speech: Orang boleh mengkritik, menghujat, ngatain, curhat, membual, nyerocos, memberi masukan, mengungkapkan, mendemo, atau memprotes, berdasar pada apa yang dianggapnya benar. Sebaliknya, anda juga dapat mengkritik, menghujat, nyerocos, memberi masukan, mengungkapkan, mendemo, memprotes, atau mengatai balik orang
RUU Anti Pornografi
Rabu sore kemarin, dalam rapat dengar pendapat soal RUU Anti-Pornografi di DPR, Rhoma Irama kembali memarah-marahi Inul sekaligus menolak gaya berpakaian yang ketat dan sleeveless. Akibatnya, Inul sang Ratu Ngebor tidak kuat manahan emosinya hingga menangis terisak-isak. Entah Rhoma Irama
Lagi-Lagi Playboy Indonesia
Aneh-aneh aja akhir-akhir ini. Kalau bulan lalu saya dituduh melakukan penghinaan terhadap lambang negara, bulan ini, ibu-ibu PKK sampai FPI meributkan penerbitan Playboy Indonesia. Contohnya kemarin KH Ma’ruf Amin, Ketua Komisi Fatwa MUI, berujar: “Saya sangat tidak setuju dengan rencana
Pajak SMS
Gara-gara si Tika panik soal pajak SMS, akhirnya saya kok jadi gatel untuk berkomentar. Pajak SMS, yah gimana lagi? Emang negara butuh duit, apalagi defisit APBN mulai meningkat akibat berbagai situasi yang tidak menguntungkan. Belum lagi sektor migas mulai tidak
Koizumi dan Kantor Pos
Melengkapi kontradiksi yang saya paparkan sebelumnya… kalau walikota Sydney sibuk kampanye soal menekan keterlambatan bis kota yang semula 5 menit; dan koran terkemuka Singapura menjadikan konservasi pohon tua sebaga headline, Jepang tidak kalah lucu. PM Koizumi mendapat tekanan dari parlemen