January 30th, 2006
Sedang lucu-lucunya
Kalau kenalan anda punya anak kecil, lalu anda beramah-tamah dengan bertanya:
“Putrinya sekarang apakabar mas?”
Pasti jawabannya…
“Sedang lucu-lucunya! Kamu kalau ketemu pasti gemes…”
Hmmm… oke. 3 bulan kemudian kalau kita kembali beramah tamah. Jawabannya juga…
“Sedang lucu-lucunya!”
Satu tahun kemudian, lagi-lagi ketemu lagi, dan lagi-lagi beramah-tamah. Dan jawabannya:
“Sedang lucu-lucunya!”
Ya ampuuunnn!!… anak kecil kok lucu terus ya. Masa sih bisa lucu 24 jam, nggak pernah jayus? Padahal tidak semua anak itu lucu lho. Ada yang berbakat lucu, dan ada yang berbakat menyebalkan. Coba perhatikan foto-foto bayi yang saya temukan lewat Google:

Bayi ini udah ketahuan kalau nanti gede akan memiliki masalah kepribadian karena alisnya nyambung. Tapi alis nyambung tidak menjamin seorang bayi menjadi preman lho. Buktinya:

Beda lagi dengan bayi yang dibawah ini, belum umur 17 tahun udah berani nyoblos di Pemilu 2004:

Mungkin orang tuanya tokoh partai yang kekurangan suara, sampai-sampai anaknya yang baru seumur jagung dipaksa nyoblos. Tapi bayi-bayi tadi bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan yang ini:

Dari gayanya, udah keliatan banget kalau bayi ini belagu. Masih kecil aja udah pelihara kumis.





I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.