Herman Saksono

Indonesia matters

Posts Tagged ‘serba-serbi’

Uncategorized - January 17th, 2008

Orang Jawa Tidak Kenal Biru

Konon orang Jawa kuno itu tidak mengenal istilah ‘biru’ untuk menyebut sesuatu yang berwarna seperti langit atau laut. Sebagai gantinya dipakai istilah ‘ijo’ untuk biru dan hijau. Artinya, partainya Amien Rais itu ‘wernoné ijo’.

Ini beneran. Temen saya menemui ketidakwajaran ini ketika mengunjungi desa-desa pelosok yang masih jauh dari peradaban modern. Orang-orang desa rupanya tidak kenal ‘biru’, karena biru itu ‘ijo’. Saya curiga kalau istilah ‘biru’ di Bahasa Jawa sebetulanya merupakan serapan dari Bahasa Melayu. Untunglah suku Jawa tidak sendirian, karena orang Thailand dan Vietnam juga begitu.

Masalahnya jadi agak rumit kalau kita mencermati Perjanjian Gianti pada tahun 1755 ketika kerajaan Mataram dibagi dua menjadi Kasunanan Solo dan Kasultanan Yogyakarta. Setelah perjanjian itu, Pangeran Mangkubumi mulai membangun kratonnya. Supaya tidak sama dengan kraton Solo yang ciri khas-nya biru, Kasultanan Yogya memilih warna hijau. Lantasss… bagaimana bisa orang jaman dulu membedakan warna Solo dan warna Yogya, kalau kedua-duanya disebut ‘ijo’?

‘Bagaimana pula dengan Buto Ijo?’, tanya Tomas. Jangan-jangan julukan itu maksudnya makhluk besar yang kebiruan. Kebiruan karena pucat akibat anemia. Emang buto bisa anemia? Bisa aja kalau lima organ tubuhnya sudah tidak berfungsi.

Anecdotes - June 25th, 2007

Seberapa Sakitkah Seandainya Diinjak Stiletto?

Para adam, coba pilih: diinjak perempuan cantik memakai stiletto warna merah, atau diinjak gajah jantan?

Percaya atau tidak, diinjak sepatu berhak-tinggi ternyata 16 kali lebih menyakitkan daripada diinjak gajah jantan dewasa.Kalau masih ingat rumus tekanan waktu pelajaran fisika dulu, besar tekanan (P) sama dengan gaya (F) dibagi luas permukaannya (A). Semakin kecil permukaannya, semakin tinggi tekanannya, semakin sakit pula injakannya:


Mari dihitung. Luas permukaan hak sebuah stiletto sama dengan 0,000113 m2 (jari-jari 6 milimeter). Sementara itu luas telapak seekor gajah jantan dewasa itu sekitar 0,15 m2. (diameter 45 cm).

Anggap saja massa perempuan yang memakai stiletto sekitar 70 kilo dan massa seekor gajah jantan ± 12.000 kilo. Dari angka-angka tadi kita dapat menghitung tekanan tiap kaki:

Kaki Luas Permukaan
(m2)
Massa
(kg)
Berat
(massa x 9,8 N)
Tekanan
(Pa)

Gajah
0,15 x 2 kaki 1 12.000 117.600 369.898

Stiletto
0,000113 70 686 6.068.648

Nah, dari hasil itung-itungan di atas, ternyata tekanan ketika diinjak stiletto sama dengan tekanan diinjak 16 gajah jantan. Kalau begini caranya, kalau harus memilih, mending diinjak perempuan cantik memakai stiletto, atau diinjak gajah jantan?

1 Luas permukaan kaki gajah dikalikan dua karena ketika berjalan gajah perpijak pada dua kaki.
Foto dipinjam dari sini. Lebih lanjut baca ini.

Indonesiana - March 8th, 2007

Yunani untuk Greece

Gara-gara dikasih tahu kw, saya menyadari kalau Indonesia itu hanya sekian sedikit negara yang menyebut negara yang di ujung selatan semenanjung Balkan dengan istilah Yunani. Selain Indonesia dan negara berbahasa arab, dunia mengenal Yunani dengan sebutan Greece, Grecia, Griechenland, Griekeland atau semacamnya. Sisanya—termasuk bangsa Yunani sendiri—memanggilnya Hellas. Malaysia, yang secara geografis dan historis mirip dengan Indonesia, dulunya menyebut Yunani dengan nama Yunani, tapi entah kenapa sekarang memakai Greece.

Sekian factoid of the week hari ini.

Anecdotes - January 15th, 2007

Scientology Beckham

Berita tentang David Beckham di detikcom ini memang bikin penasaran. Rupanya, pebola mahsyur dari Inggris itu sempat konsultasi dengan Tom Cruise sebelum pindahan ke klub LA Galaxy di Amrik. Emang kenapa kalau Tom Cruise?

Mas Cruise itu, selain dikenal dengan insiden loncat-loncat di sofanya Oprah Winfrey, juga dikenal sebagai promotor agama Scientology yang juga taat. Konon, pernikahan Tom dengan Nicole Kidman kandas karena Tom ingin Nicole—yang Katolik—pindah ke Scientology. Tom juga pernah bikin Brooke Shields tersinggung gara-gara mengkritik mbakyu Brooke memakai obat penenang setelah melahirkan; karena bagi orang Scientology, psikiater dan obat penenang itu haram hukumnya.

Scientology yang didirikan oleh Ron L Hubbard memang sering mengundang kontroversi. Kepercayaan ini dikritik karena tindakan-tindakan yang berbau cuci otak serta menguras uang penganutnya. Cerdasnya, gereja Scientology suka memakai seleb Hollywood untuk mengendorse agama mereka. Scientologist yang seleb antara lain John Travolta dan Kristie Alley, selain juga Tom dan istri barunya Katie Holmes.

Kebiasaan merekrut selebriti ini mengundang pertanyaan. Ketika Tom dan Beckham nampak semakin dekat, apakah Tom juga hendak menjadikan David Beckham dan Victoria penganut Scientology? Fantastis memang membayangkan publisitas yang diperoleh gereja Scientology kalau atlet sengetop Beckham turut mengendorse agama ini.

Akan tetapi kalau kita perhatikan catatan di situs ini, Beckham sudah terdaftar sebagai penganut Scientology sejak tahun 1978, serta telah mencapai kemuliaan tahap pertama di tahun 2003. Entah ini David Beckham suaminya Posh Spice, atau David Beckham yang tukang ngangsu di istana Buckingham.

Anecdotes - January 13th, 2007

The Politics Behind Every iPod


I have always been curious with the markings you’d found behind every iPod. It’s the ambiguous ‘Designed by Apple in California, Assembled in China’ thingy. Were Steve Jobs refering to the Republic of China, or the People’s Republic of China?

You see, those pretty MP3 players were assembled in Taiwan, by a lesser known company called Foxcomm, which happens to employ 60,000 people in Shenzen. A report by the Mail newspaper revealed that the workers were underpaid, which—of course—Foxcomm and Apple later denied.

This leads us to wonder, why couldn’t Apple put ‘Taiwan’ instead of ‘China’, if those iPods is really are produced in Taiwan?

Thats half of the story. In January 9th, Apple repeated their hidden political gesture when Steve Jobs announced his new toy: The Almighty and also The Alcontroversial: iPhone.


If you look closely to iPhone’s demo video, you’d notice that Apple used a page from NYTimes which happens to display a news on US’s Democratic Party’s recent winning in the midterm election. Complete with a huge picture of Nancy Pelosi, the current US’ Speaker of The House (thats Ketua DPR to you Indonesians). They could have used a different story, but they go with this one. Why? Thats something you’d have to ask Steve Jobs. Politely.

Conclusion: Apple make pretty phones; doesn’t recognize the Republic of China as a nation; and is a pro Democrats. :)

Anecdotes - January 10th, 2007

Kenapa kita berkendaran di kiri jalan?

“Repot sekali, mau naik motor aja harus di lajur kiri”, gerutu seorang pengendara motor yang baru saja ditilang Rp 30 ribu. Siapa sih yang iseng banget bikin aturan seperti ini?

Mari kita runut.

Di jaman Inggris kuno, para ksatria suka naik kuda. Berhubung para ksatria tidak kidal, maka pedang selalu dipegang tangan kanan dan perisai di tangan kiri. Nah, karena perisai dipegang tangan kiri, untuk melindungi dada ketika hendak naik kuda, mereka selalu dari naik-turun dari sisi kiri kuda. Selain itu, kalau lagi asyik kuda-kudaan lalu si ksatria diserang, berduel di sisi kiri jalan jauh lebih enak. Kebiasaan ini lama-lama diundangkan dan menjadi aturan formal. Adat ini juga diadopsi oleh negara-negara Eropa lain.

Di Jepang ada sejarahnya sendiri. Di jaman Edo, samurai Jepang punya adat untuk berkuda di kiri jalan untuk mencegah dua samurai yang saling berpapasan brantem gara-gara kedua pedang mereka bersenggolan (PMS?). Akan tetapi, pada masa itu penduduk non-samurai tetap saja berkuda di sembarang sisi jalan. Pembakuan aturan berkendaraan di sebelah kiri baru muncul setelah kereta api dari Inggris mulai masuk ke negeri mungil seribu gempa nan-kaya itu.

Amerika lain lagi. Karena semula koloni Inggris, orang Amerika berkuda di kiri jalan. Akan tetapi, saking sakit-hatinya sama Inggris, penduduk Amerika berusaha menanggalkan citra koloni Inggris. Antara lain, mereka memutuskan untuk berkuda di kanan jalan. Pindah ke kanan konon juga untuk menghormati Perancis yang telah membacking perang melawan Inggris.

Perancis?

Jadiii… bangsawan Perancis itu aslinya juga berkuda di kiri jalan. Tetapi setelah revolusi Perancis, untuk melawan kemapanan, orang Perancis banting haluan ke kanan jalan. Napolen yang pada masa pemerintahannya mengekspansi Perancis ke negara-negara Eropa turut menyebarkan kebiasaan ini. Walhasil, negara yang disatroni Perancis seperti Belanda juga ketularan berkendaraan di kanan jalan.

Kalau orang Belanda berkanan-jalan, kenapa kita berkiri jalan? Ternyata, walaupun Belanda memang dikuasai Perancis pada tahun 1795, sejak tahun 1602 Belanda (yang waktu itu masih di sebelah kiri) sudah menjajah Indonesia dan terlanjur menularkan kebiasaan berkiri jalan. Rupanya benar juga kalau old habit die hard.

Fyuff… sekian, factoid hari ini kita cukupkan sampai sini.