Herman Saksono

Indonesia matters

Posts Tagged ‘art and design’

Design - August 17th, 2010

Koin-Koin Inggris

receh_inggris
Sekilas mata, uang receh Inggris seperti potongan-potongan gambar tidak karuan. Ambil contoh receh satu penny. Denominasi terkecil ini hanya bergambar ujung harpa dan sepenggal kaki singa. Tetapi receh dua puluh penny lebih kasihan: gambarnya pantat singa.

“Kecantikan” desain uang logam keluaran tahun 2008 ini baru terlihat setelah kita menyusunnya sedemikian rupa, sehingga menjadi lambang negara Britania Raya:

British coins

Entah bagaimana pendapat Anda, tetapi bagi saya, ini pintar. Ada interaksi di sini. Kita diajak bermain dengan koin-koin itu untuk “menemukan” Perisai Agung Inggris. Ada pula unsur kejutan dan reward setelah koin-koin itu diatur dengan tepat.

London Underground Big BenInggris memang sering mengejutkan dalam soal desain. Logo London Underground yang modern dan fungsional misalnya, ternyata dirancang tahun 1908. Itu adalah era di mana semua orang masih sibuk dengan langgam Art Nouveau yang cantik. Perhatikan juga kekontrasan antara logo simplistis dengan ornamen era lama yang serba mendakik-dakik; bukankah itu kerap menjadi pakem perancangan jaman sekarang?

Tentu tidak semua kejutan Inggris mengesankan. Logo Olimpiade Inggris 2012 yang mirip Lisa Simpson mengoral sesuatu, misalnya, adalah eksperimen yang tanpa arah. Demikian juga maskotnya. Tapi untuk uang-uang logam ini, menurut saya nakal dan kreatif.

Nah kira-kira sudah mampukan Indonesia merancang uang logam sekreatif itu? Jika membayangkan reaksi masyarakat seandainya Garuda Pancasila dicacah-cacah seperti di receh Inggris, nampaknya kita masih belum siap.

Design - July 9th, 2010

Logo World Cup 2014 Brazil

Logo Piala Dunia Brazil 2014

Inilah logo Piala Dunia Brazil 2014.

Maksudnya tangan yang memperebutkan bola. Aneh juga, karena sepakbola kan pakai kaki, bukan tangan. Soal bentuk, konon sejelek-jeleknya logo piala dunia, kita jadi terbiasa setelah logo itu muncul di koran, televisi, kaos, dan merchandise lainnya.

Tapi kalau logonya tepok jidat? Apakah berarti Brazil menjanjikan yang lebih buruk daripada Vuvuzela dan Jabulani?

Yaaa daripada kayak Lisa Simpsons mengoral sesuatu.

Reports - December 19th, 2008

Blogger Bicara Wayang

Dalam vidcast ini, saya menanyai tikabanget, ekowanz, iphan, choro, dan gunawan; tentang pertunjukan wayang yang barusan mereka tonton. Tidak cuma yang wayang Purwa Jawa, tapi juga wayang Palembang, Sasak, Banjar, dan Cirebon. Apakah mereka suka? Atau malah bosan?

Reports - December 13th, 2008

Berbagai Wayang Indonesia

Dalam Vidcast pertama saya, Anda dapat mempelajari beberapa wayang-wayang langka di Indonesia.

Reports - December 13th, 2008

Festival Wayang Indonesia 2

Pada awalnya wayang kulit purwa untuk hajatan dan untuk hiburan televisi itu berasal dari galur yang sama: wayang beber. Kesenian itu lantas berevolusi menjadi wayang kulit gagrak Mataraman dan kemudian berevolusi lagi menjadi gagrak Surakarta. Barulah setelah perjanjian Giyanti diteken, dunia pewayangan terpecah menjadi dua: gagrak Solo dan gagrak Jogja. Selanjutnya, kedua aliran itu berkembang sendiri-sendiri berkat ego chauvinistik dua kerajaan itu.

Baru akhir-akhir ini saja, dengan sangat perlahan-lahan, dua gagrak itu menyatu menjadi sebuah gagrak campuran. Ki Manteb misalnya sering mengadopsi bentuk wayang Jogja. Demikian juga dengan dalang Jogja, banyak yang mulai memakai gaya Solo karena lebih nyaman dimainkan.

Kesenian memang seperti organisme kehidupan: berubah dan berkembang, sesuai permintaan jaman. Tugas sebuah masyarakat adalah merawat kesenian klasik sekaligus memicu kesenian baru untuk terus berkembang. Beruntunglah bangsa seperti Britania yang bisa rutin mengadakan repetoir musik klasik, sekaligus menelurkan musisi-musisi revolusioner seperti Beatles, Queen, Rolling Stones, dan Spice Girls.

Selanjutnya…

Life - May 16th, 2008

Majalah Cantik

Pertamanya dia minta tolong dibuatin sampul majalah fashion semacam Bazaar dan Vogue. Tapi namanya Cantik. Buat tugas kuliah, katanya.

Majalah Cantik

Lalu dia tanya merek kosmetik yang kelas atas itu apa.

Lalu nyuruh saya beli batik. Naik becak.

Lalu tanya soal make-up.

Sayapun bertanya-tanya, apakah Omith hendak menguji kefeminiman saya?