Kemerdekaan Berekspresi di ASEAN

“Di Malaysia memang ada kebebasan berekspresi, tapi tidak ada kebebasan SETELAH berekspresi,” kelakar Irwan Abdul.

ASEAN Bloggers
ASEAN Bloggers

Mendengarkan setiap delegasi konferensi blogger ASEAN menceritakan perkembangan blog dan social media di negaranya masing-masing, mengingatkan bahwa perjuangan untuk kemerdekaan berpendapat di kawasan ini masih panjang. Brunei Darussalam, walaupun masyarakat onlinenya meriah, tetapi tidak ada yang namanya blog politik. Reeda Malik, blogger Brunei, menjelaskan bahwa mengkritik pemerintah dilarang oleh hukum.

Hal yang serupa juga terjadi di Thailand. Di negeri gajah putih itu, ketika kita mengkritik pemerintah, secara tidak langsung kita juga mengkritik monarki. Dan ini selalu menjadi masalah, ujar Chandler Vandergrift, reporter Kanada yang telah berada di Thailand selama 7 tahun. Menurut Chandler, blogger Thailand (yang kebanyakan anonim) terjepit oleh jaringan monarki yang terdiri dari elit, militer, dan pengabdi-buta.

ASEAN Bloggers
Blogger dari Sarawak, Vietnam, Indonesia, Kamboja, Malaysia.

Akan tetapi acara di Kuala Lumpur ini bukanlah konferensi kelam tentang suka duka masyarakat sipil. Beberapa presentasi menggambarkan perkembangan social media di negaranya dengan meriah. Mbak Sopheap Chak dari Kamboja dengan bangga menyebut dirinya “Clogger” alias “Cambodian Blogger”—langsung mengundang tawa dan tepuk tangan hadirin. Dalam bahasa inggris, “Clogger” juga berarti penghambat.

Demikian juga dengan Vietnam dan dua wakilnya, Hy Huynh and Anh Minh Do. Dua bujangan ini—dengan gaya celelekan—menceritakan bahwa blogger Vietnam menulis berputar-putar, dengan kiasan dan sindiran, supaya tidak diciduk yang berwenang. Vietnam mengatur blog dengan standar yang lentur. Blog-blog yang mengancam keamanan nasional atau memuat informasi yang tidak akurat akan diblokir.

Mengikuti jejak China dengan Baidu-nya, kini Vietnam sedang membuat Facebook sendiri.

Sayangnya blogger Laos dan Myanmar tidak hadir. Menurut panitia, tidak ada tanggapan dari kedua negara tersebut.

Herman Saksono's presentation at ASEAN Blogger Conference
Saya memberikan overview tentang peran blog dan social media di Indonesia.

Indonesia dan Filipina bisa dibilang lebih beruntung daripada negara-negara ASEAN yang lainnya (paper dan presentasi Indonesia dapat didownload di sini). Blogger di kedua negara tersebut lebih bebas berbicara. Walaupun pencemaran nama baik diatur oleh kitab hukum pidana dan diperkuat oleh UU ITE, dalam prakteknya pasal-pasal ini jarang dipakai pemerintah untuk menjerat blogger. Kemewahan ini bukannya tanpa ancaman, saat ini DPR sedang menyusun RUU Tindak Pidana TI. Tonyo Cruz juga bercerita kalau parlemen Filipina sedang menyiapkan RUU Kejahatan Online dan RUU Sensor Internet.

Di Malaysia, walaupun menganut sistem hukum Anglo-Saxon [Britania Raya] (Indonesia menganut hukum Continental [Eropa]), sejumlah blogger seperti Rocky Bru, Zakhir Mohamad, Firdaus Abdullah dan Irwan Abdul sempat berurusan dengan aparat gara-gara tulisannya di internet. Irwan Abdul dituntut setelah menulis berita parodi yang mengkritik perusahaan listrik Malaysia. Tuduhan tersebut akhirnya dicabut setelah Irwan meminta maaf dan mencabut tulisan tentang “PLN Malaysia menuntut Earth Hour”.

“Di Malaysia memang ada kebebasan berekspresi, tapi tidak ada kebebasan SETELAH berekspresi,” kelakar Irwan.

Anirudh Bhati, lawyer dari dari India, berpendapat bahwa dalam praktiknya tuduhan pencemaran nama baik sering dipakai pemerintah untuk menekan rakyatnya. Ketika seorang blogger dituntut atas tuduhan pencemaran nama baik, maka otomatis dia tertimpa beban untuk membuktikan tidak bersalah; sementara penuntut tidak terbebani apa-apa.

Kadang-kadang represi pemerintah memang tidak dalam bentuk hukum pidana. Mendekati pemilu awal Mei besok, pemerintah Singapura secara sepihak mengukuhkan situs politik The Online Citizen sebagai perkumpulan politik. Status baru ini membawa banyak konsekuensi. Gerak-gerik The Online Citizen diatur secara ketat, harus mempublikasikan nama ketua dan bendahara, tidak boleh memperoleh dana dari luar negeri, tidak boleh melibatkan orang asing, dan tidak boleh membahas politik pada hari tenang sebelum pemilu.

Walaupun begitu, media konvensional seperti televisi dan radio Singapura (yang sahamnya dimiliki pemerintah) masih diperkenankan untuk membahas politik dan pemilu.

Konferensi blogger regional di Kuala Lumpur ini memang pengalaman yang membuka mata, dan mengingatkan kita bahwa masalah yang dihadapi negara sekawasan adalah masalah kita juga. Insiatif Bloghouse Malaysia untuk memulai dialog ini harus diacungi jempol.

Bloghouse Malaysia adalah asosiasi blogger Malaysia, terutama untuk blogger dengan topik sosial dan politik. Asosiasi yang baru saja berdiri ini memiliki pelindung mantan perdana menteri Tun Dr. Mahatir Mohammad. Dengan suhu politik yang pasti akan semakin memanas mendekati pemilu Malaysia tahun depan, semoga asosiasi ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

English Version: Freedom of Speech in ASEAN

Observing the ASEAN delegates share the latest development of blogging and social media scene in their nation will reminds you that the road to freedom of expression in the region is a long way ahead. In Brunei, while having a large and vibrant online community, doesn’t have any political blog. According to Reeda Malik, blogger from Brunei, criticizing the government is against the law. Continue reading “Kemerdekaan Berekspresi di ASEAN”

Akankah Gempa Jepang Mengulang Bencana Nuklir Chernobyl?

PLTN Fukushima remuk setelah gempa 8,9 skala Richter menghantam Jepang. Apakah kita akan menyaksikan bencana nuklir yang lebih buruk dari Chernobyl?

Tes Radiasi Nuklir Jepang

Remuknya PLTN Fukushima akibat gempa 8,9 skala Richter yang menghantam Jepang, menimbulkan pertanyaan: apakah kita akan menyaksikan bencana nuklir yang lebih buruk dari Chernobyl?

Bencana nuklir selalu identik dengan PLTN Chernobyl, Rusia, yang meledak pada 26 April 1986 dan menelan 50 nyawa. Sekitar 4000 orang meninggal secara tidak langsung akibat radiasi nuklir (kebanyakan karena kanker). Korban bukan hanya mereka yang terpapar langsung, tapi juga bayi-bayi yang lahir setelah kejadian itu. Bahkan efek radioktif Chernobyl tertiup angin hingga menyebar sampai ke Swedia yang jaraknya sekitar Jakarta-Bali.

Persebaran Asap Radioaktif Chernobyl
Persebaran asap radioaktif Chernobyl mencapai Asia, Amerika Utara, dan Eropa

Terpapar radiasi berdampak serius karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh dan meningkatkan resiko kanker, tumor, dan kerusakan genetik. Gejalanya antara lain pusing, muntah-muntah, dan rambut rontok. Terpapar dalam kadar sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.

Hingga saat ini masih diperdebatkan apakah bencana Chernobyl disebabkan oleh kelalaian operator PLTN, atau desain pembangkit yang buruk. Pasca kejadian 336.000 penduduk setempat direlokasi, meninggalkan kota itu menjadi kota mati dengan tingkat radiasi tinggi.

Kondisi Chernobyl 21 tahun kemudian

Kondisi sedikit berbeda di Jepang. Sejumlah pakar yang dikutip oleh Reuters masih optimis bahwa bencana nuklir tidak berpotensi terjadi di Jepang karena PLTN mereka jauh lebih aman. Profesor Paddy Regan dari Surrey University, Inggris melihat tabung baja pengaman radioaktif masih dalam kondisi utuh. Salah satu peyebab efek radioaktif Chernobyl menyebar luas adalah tidak adanya tabung baja pengaman pada reaktor mereka.

Untuk mencegah reaktor meledak, pemerintah Jepang berusaha mendinginkan reaktor Fukushima dengan mengaliri pembangkit dengan air laut. Asisten peneliti MIT, James Walsh berpendapat bahwa tindakan itu menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini. Air laut yang sifatnya korosif akan merusak reaktor sehingga tidak akan bisa digunakan lagi. Artinya pemerintah rela investasi mereka hangus, guna mencegah situasi yang lebih buruk.

Ini memang sedikit berbeda dengan Chernobyl, di mana reaktor yang belum rusak masih dioperasikan sampai tahun 2000. 14 tahun setelah kejadian.

Hingga saat ini sembilan orang positif terkena radiasi dalam kadar tinggi pada kulit dan baju.

Baca Juga

  • Tanya jawab soal gempa dan efektnya terhadap pembangkit nuklir Jepang (CNN).

Update

  • New York Times melaporkan sempat terjadi kerusakan pompa air laut pada pembangkit no 2. Terjadi ledakan pada tabung pengaman, dan diduga membuat kebocoran pada bagian bawah. Akan tetapi, tingkat radioaktif tidak naik setelah terjadi ledakan, sehingga dianggap tidak terjadi kebocoran.
  • Terjadi ledakan pada reaktor nomer 4, namun sudah berhasil dipadamkan. Reaktor ini tidak beroperasi pada saat gempa terjadi, namun menyimpan bahan bakar nuklir yang telah layu. Nuklir layu masih memancarkan radiasi, walaupun kadarnya tergantung pada usianya.
  • Pihak yang berwenang menginstruksikan 800 pekerja PLTN untuk meninggalkan Fukushima, walaupun 50 masih tetap berada di lokasi untuk menanggulangi situasi. Penduduk pada radius 30km diminta untuk tidak keluar rumah, menutup jendela dan pintu, serta mematikan AC.

Festival Wayang Indonesia 2

Pada awalnya wayang kulit purwa untuk hajatan dan untuk hiburan televisi itu berasal dari galur yang sama: wayang beber. Kesenian itu lantas berevolusi menjadi wayang kulit gagrak Mataraman dan kemudian berevolusi lagi menjadi gagrak Surakarta. Barulah setelah perjanjian Giyanti diteken, dunia pewayangan terpecah menjadi dua: gagrak Solo dan gagrak Jogja. Selanjutnya, kedua aliran itu berkembang sendiri-sendiri berkat ego chauvinistik dua kerajaan itu.

Baru akhir-akhir ini saja, dengan sangat perlahan-lahan, dua gagrak itu menyatu menjadi sebuah gagrak campuran. Ki Manteb misalnya sering mengadopsi bentuk wayang Jogja. Demikian juga dengan dalang Jogja, banyak yang mulai memakai gaya Solo karena lebih nyaman dimainkan.

Kesenian memang seperti organisme kehidupan: berubah dan berkembang, sesuai permintaan jaman. Tugas sebuah masyarakat adalah merawat kesenian klasik sekaligus memicu kesenian baru untuk terus berkembang. Beruntunglah bangsa seperti Britania yang bisa rutin mengadakan repetoir musik klasik, sekaligus menelurkan musisi-musisi revolusioner seperti Beatles, Queen, Rolling Stones, dan Spice Girls.

Selanjutnya…

Puting Beliung UGM

Hari Jumat 7 November, sekitar pukul 15.00 WIB, angin kencang disertai hujan mulai bertiup di sekitar Gedung Pusat UGM. Lima menit kemudian angin menjadi lebih kencang dan mulai mengoyang pepohonan di sekitarnya. Di sebelah selatan, tepatnya di Lapangan Pancasila GSP, angin puting beliung mulai membentuk dan bergerak mendekat:

Angin puting beliung sempat terkumpul dan membesar, tapi tidak sempat mencapai Gedung Pusat, karena meluruh ketika bertumbukan dengan bangunan Grha Sabha Pramana. Akibat dari angin kencang ini sejumlah pohon di UGM tumbang. Saya juga mendapat kabar kalau angin merontokkan pohon dan atap di daerah Bulevard UGM, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Sekip, dan Masjid Kampus.

Berikut ini adalah rekaman areal di depan Fakultas ISIPOL UGM setelah hujan angin selesai:

Lihat juga: