Puting Beliung UGM

Hari Jumat 7 November, sekitar pukul 15.00 WIB, angin kencang disertai hujan mulai bertiup di sekitar Gedung Pusat UGM. Lima menit kemudian angin menjadi lebih kencang dan mulai mengoyang pepohonan di sekitarnya. Di sebelah selatan, tepatnya di Lapangan Pancasila GSP, angin puting beliung mulai membentuk dan bergerak mendekat:

Angin puting beliung sempat terkumpul dan membesar, tapi tidak sempat mencapai Gedung Pusat, karena meluruh ketika bertumbukan dengan bangunan Grha Sabha Pramana. Akibat dari angin kencang ini sejumlah pohon di UGM tumbang. Saya juga mendapat kabar kalau angin merontokkan pohon dan atap di daerah Bulevard UGM, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Sekip, dan Masjid Kampus.

Berikut ini adalah rekaman areal di depan Fakultas ISIPOL UGM setelah hujan angin selesai:

Lihat juga:

71 thoughts on “Puting Beliung UGM”

  1. musibah bisa datang kapan saja, tak mengenal tempat dan kondisi…. turut berduka buat warga UGM yang mendapati kenyataan buruk ini.. wah mon kowe jan memper wartawan tenan ki… salut!

  2. kantormu aman-aman wae to dab? aku dulu ngantornya di wisma UGM, berarti hancur berantakan yo? pojokan bunderan tempat aku tahun lalu makan bakso sama sup buah bareng antobil, tika, helgeduel dan arya yo ajur mumur to??? ndherek belosungkowo, hanya bisa mbantu doa dari seberang lautan …

  3. Untuk semua, agar mewaspadai jika keadaan turun hujan dan disertai angin kencang..saya ikut prihatin dengan kejadian di kawasan UGM..semoga semua ini menjadikan kita semakin dekat pada-NYA..

  4. mon.. kayanya sekarang tiap taon jogja kena angin puting beliung ya? dan kalo gak salah selalu pas pergantian musim. Inget gak waktu gosong (pake x) dikejar angin puting beliung di daerah lempuyangan? Itu kejadiannya kalo gak salah taon lalu kan ?

  5. UGM mungkin perlu introspeksi? Kenapa kok bisa terkena bencana. Jangan hanya salahkan alam saja! Mungkin selama ini kurang peka!

  6. kowe nge-syutnya di parkiran yg biasa ada bis UGM itu ya ?? ^^

    benernya, lesus kecil ini kan ‘cuma’ fenomena alam biasa aja to, ya, mon ?? pas kapan liat di tipi, beberapa daerah juga kena lesus mini ini, dan marak mulai tahun kmrn.
    apa ada hubungannya dg perubahan iklim ya mon ??
    aku ndak tau soal iklim, tp katanya lesus terjadi krn adanya perbedaan tekanan (??) yg cukup ekstrim.

    jam 15an ya ?? pantesan, jam segitu aku kok rasanya pengen ngabur dr daerah UGM (pas di daerah situ) dan di terban, kok orang2 pd ngeliatin ke arah utara/atas.

    tp yg aku prihatinkan, kl tjd bencana alam spt ini, knp dikaitkan dg penghukuman Tuhan, dan lantas menyalahkan pihak yg terkena bencana, lalu disuruh utk introspeksi.
    capeeeeee deeeeehhhhhhhh…..

  7. dan emang kekuatan media visual itu gede banget. sepertinya seluruh jogja parah gt, kayak waktu badai lempuyangan.

    pdhl pas jam yg sama lesus menerjang UGM, di daerah tugu dan stasiun tugu dan sekitarnya, sangat aman sentausa.

  8. Peringatan Tuhan buat UGM yang dulu terkenal sebagai kampus KERAKYATAN, pengabdian pada masyarakat yang tak terlupakan terutama oleh warga masyarakat daerah-daerah terpencil, kini UGM sudah syarat semua serba uang, uang, dan, uang, tak peduli kualitas sumberdaya manusia yang masuk dan tidak peduli lagi dengan masyarakat kurang mampu. Lebih mahal dari UI (yang berada di metropolitan).
    Kini masyarakat cerdas tapi kurang mampu tak lagi dapat kuliah. Negeri aja mahal, swasta pun sama. Mana jiwamu UGM?
    Yanan (alumnus UGM 1997)

  9. iya mas, jadi kalau dalam beberapa hari ke depan ada masalah dengan layanan hosting web CA, mohon dimaklumi yah, soalnya kantor JMN remuk, tower utama dan beberapa parabola vsat dvb juga rusak :(

  10. lempuyangan – ugm – ?

    besok2 lagi mana ya? perlu bawa helm kemana2 nih kayaknya.

    too bad yang kena’ daerah sekitar UGM, poon2 tuanya jadi tumbang. jangan sampe ini dijadikan alasan buat membangun poon2 beton lagi.

  11. yanan menulis:
    Peringatan Tuhan buat UGM yang dulu terkenal sebagai kampus KERAKYATAN, pengabdian pada masyarakat yang tak terlupakan terutama oleh warga masyarakat daerah-daerah terpencil, kini UGM sudah syarat semua serba uang, uang, dan, uang, tak peduli kualitas sumberdaya manusia yang masuk dan tidak peduli lagi dengan masyarakat kurang mampu. Lebih mahal dari UI (yang berada di metropolitan).
    Kini masyarakat cerdas tapi kurang mampu tak lagi dapat kuliah. Negeri aja mahal, swasta pun sama. Mana jiwamu UGM?
    Yanan (alumnus UGM 1997)

    komentar itu seperti komentar dari orang yang ndak bisa mikir secara logis saja, apa sebuah wilayah yang dikena bencana harus selalu dikaitkan dengan hal semacam itu? awas mas, komentar seperti itu justru bisa menyesatkan buat orang-orang awam, hati-hati, anda lulusan UGM kan…? bukan saya membela univ tempas saya kuliah, tapi harap pikir matang2 atas apa yang anda tulis..

    terima kasih

  12. secara klenik/spiritual/otak-atik gathuk, itu mungkin saja (spt kt mas yunan), selain apa yg dbilang mas yunan, pihak UGM (entah apa hubungannya, rektorat ato apa) juga mengambil alih tanah rakyat di pagilaran semarang utk kepentingan usaha dana kampus..
    yaa, allahuallam, who knows urusan Tuhan YME.

  13. @areep
    mungkin ada benarnya yang disampaikan mas yanan, kalo saya sih nggak sejauh itu melihatnya…cuma… misalnya,liat aja..ugm sekarang banyak kebijakan aneh aneh yang berhubungan dengan lalulintas di dalam kampus, yang menurut pandangan saya, demi menjaga ekslusivsme gedung rektorat, yang jangankan buat orang umum..buat orang kampus aja merepotkan….
    kemaren waktu ada bencana..malah semua orang dengan bebas masuk..melihat kalo ugm itu hancur..

    Kalau angin puting beliung yang di Baciro itu pertanda apa? Penduduk Baciro yang sering telat iuran ronda?

  14. Saya bukan alumni UGM tapi alumni Jogja.
    Dan karena UGM ada di Jogja maka peristiwa itu tak luput dari perhatian saya.

    Satu hal yang paling menyesakkan adalah ketika sesuatu terjadi diluar kehendak ketika kita sudah tidak ada di sana.

    Salam duka dari jauh, Mas Herman!

  15. Saya turut berduka cita atas kejadian yang menimpa UGM yang tercinta ini. Semoga warga disana diberi ketabahan atas cobaan yang diberikan allah swt. agar kita semua harus mengikuti semua perintahnya dan menjauhi larangannya. Semoga di saat saya pulang ke kampus UGM ini semua fasilitas telah kembali normal. Amin.

  16. Klo cm krugian materi gpp, ugm msh cukup brlebih duit kok utk sgala perbaikan bangunan. Tp yg lbh disaygkan adl tumbangnya pohon2. Lwt skitar jln ugm skrg panas,ga teduh lg. Bth wkt brp lama bwt bkin teduh lg ya,hiks..

    Kerugian akibat pohon tumbang itu memang tak terukur :(

  17. kekeke … seru lho tapi berada di seputaran bunderan waktu itu *nonton dari dalem kantor, merinding2 asyik*

    sayang gara-gara angin ini jadinya gerobak jagung manis depan GMC sepertinya akan absen beberapa waktu T_T

    Kasian ya mereka sonx?

  18. Ada benarnya, msetiap musibah atau kesuksesan itu kan atas ijin dari Tuhan yang tujuannya untuk mendidik kita bahwa kita adalah manusia yang terbatas dan hina. Musibah ini bisa jadi introspeksi buat UGM, untuk berubah semakin lebih baik dan dapat menampung rakyat banyak untuk bersekolah. Termasuk masjid UGM yang kena, semua jemaah harus introspeksi untuk semakin lebih baik. Jangan berdosa dan mencemarkan masjid UGM dengan berbuat maksiat dan kejahatan2 sosial dalam bermasyarakat dan bernegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *