February 28th, 2007
Kasak-kusuk sebelum Serangan Umum 1 Maret
28 Februari, 1949
| Pak A: | Boeng X, konsep serangan oemoem tanggal 1 Maret besoek soedah djadi beloem? | |
|---|---|---|
| Bung X: | Ah santai sahadja Pak A, kan masih ada waktoe 2 hari lagi |
February 28th, 2007
28 Februari, 1949
| Pak A: | Boeng X, konsep serangan oemoem tanggal 1 Maret besoek soedah djadi beloem? | |
|---|---|---|
| Bung X: | Ah santai sahadja Pak A, kan masih ada waktoe 2 hari lagi |
February 27th, 2007

Pada perhelatan Academy Awards 25 Februari kemarin, Helen Mirren dianugerahi piala Oscar untuk permainannya di film The Queen. Dalam film ini Helen memerankan Pemimpin Monarki Inggris, Ratu Elizabeth II yang bimbang menyikapi reaksi publik atas kematian Lady Di, Diana. Peran Helen memikat, Ratu Inggris di film ini bisa nampak ragu-ragu tetapi juga penuh pendirian. Sebuah paradoks bukan?
Di lain sisi, tahun ini Meryl Streep harus pulang dengan tangan kosong (lagi). Meryl mendapat nominasi atas permainannya sebagai editor majalah fashion yang kejam, Miranda Priestly, di film The Devil Wears Prada. Kata orang, karakter Miranda Priestly terinspirasi oleh editor majalah Vogue, Anna Wintour, yang konon juga kejam. Seperti juga Helen, permainan Meryl memang penuh gereget, karena, walaupun menyebalkan, Miranda tidak menyebalkan-menyebalkan amat. Seperti paradoks, benci tapi rindu.
Meryl memang hebat. Hingga detik ini dia sudah 14 kali mendapat nominasi Oscar. Rekor dunia itu. Sayangnya dia hanya menang 2 kali. Entah ini kong-kali-kong para juri Oscar atau apa, tetapi rasanya pasti kurang sedap. 14 kali nyaris menjadi juara, tetapi tidak jadi. 14 kali nyaris jadi nomer satu, tapi tidak jadi.
Ini membuat saya berpikir. Kalau harus memilih, mana yang lebih enak: sering nyaris menjadi nomer satu, tetapi gagal terus; atau menjadi nomer satu, tetapi hanya satu kali saja?
February 22nd, 2007
Dulu saya ditantang Luthfi, bisa tidak bikin top ten setelah pesawat murah-meriah mendarat. Akhirnya terpaksa dibuat Top Ten pasca naik pesawat murah meriah. Inilah sepuluh kasak-kusuk penumpang low-cost carrier setelah mendarat darurat dengan selamat:
10
“Sumpah Bud, aku tadi dengar pilotnya teriak ‘Arsenik-ku!!!’”
9
“Halo halo? Kantor Pusat? Pesawat saya mendarat darurat! Tidak ada korban jiwa atau luka2, tapi seluruh penumpang keracunan jus jeruk”
8
“Yah, dengan terpaksa aku harus pegangan ke dada pramugari yang itu…”
7
“Dua puluh ribu untuk Betadine dan perban. Terima kasih telah terbang bersama kami.
“
6
“Poligami itu pintu darurat? Lihat apa yang telah terjadi kalau Papa iseng membuka pintu darurat di tengah jalan!”
5
“Maaf bu, walaupun kita mendarat darurat, ibu tetap kami kenakan biaya jika mencuri pelampung kami. Tiga biji ya bu?”
4
“Sudah aku bilang, lain kali bawa sabuk pengaman sendiri.”
3
“Hah! Kita mendarat darurat to mbakyu? Kok seperti pendaratan biasa ya?”
2
“Aku baru tahu kalau celana bisa ditelan. Tadi sebelum mendarat darurat, aku lewat ruang pilot. Aku dengar pramugarinya bilang: ‘Pak Pilot, celananya dilepas aja biar saya bisa telen.’”
1
“Halo halo? Ini Herman Saksono? Saya ada usul buat top-ten-mu!”
February 22nd, 2007
Pembaca blog yang budiman dan budiwati, apakah anda sudah bermain tktq.net? Sudah sampai level berapa?
Sebetulnya, saya itu menghindari segala jenis game, karena membikin ketagihan. Tapi gara-gara perempuan laknat ini, saya jadi ikut-ikutan. Lha gimana lagi, dia sampai tidak tidur gara-gara mencari clue game laknat ini. Wajar kan kalau saya jadi penasaran.
Saya melihat. Saya mencoba. Saya ketagihan.
Saya terhenti di level 28 .
February 20th, 2007

Malam itu, Kaserse Udin duduk termenung di mejanya, masih berusaha menemukan benang merah sebuah kasus pembunuhan seorang mahasiswi perhotelan di Bandung. Tragis sekali, dibunuh ketika tidur di kamar indekos. Sudah sejak lama Kaserse Udin memelototi berkas-berkas itu. Tentu yang paling menarik perhatiannya adalah transkrip chat yang ditemukan di laptop milik si mahasiswi naas. Novi memang terakhir chat dengan seseorang misterius sebelum tidur.
pangeran_dewa: rambutmu wangi sekali
evanova: kamu siapa sih!
evanova: ini dendi yaaaaa
pangeran_dewa: bukan sayang ![]()
evanova: lalu siapa
pangeran_dewa: dulu kita pernah ketemu sekali
evanova: kapan?
pangeran_dewa: sejak itu aku tidak bisa melupakanmu
pangeran_dewa: kadang2 aku harus menyayat kulitku
pangeran_dewa: karena rasa sakitnya membantu melupakanmu
evanova: jangan bikn takut dong
pangeran_dewa: malam ini kamu akan bertemu denganku untuk kedua kalinya
pangeran_dewa: jangan kuatir, aku akan mencekikmu pelan pelan
pangeran_dewa: supaya tidak sakit
pangeran_dewa has signed out (9/28/2003 11:38 PM)
Kaserse Udin menutup map berkas-berkas, mematikan lampu, lalu meninggalkan ruangannya. Dia berusaha merekonstruksi kejadian demi kejadian dalam benaknya.
Menurut data yang berhasil dikumpulkan kepolisian, Novi memang sangat ketakutan sesaat setelah seseorang dengan identitas pangeran_dewa itu sign out. Dia langsung menutup laptopnya, mengambil bantal & selimut, dan naik ke tempat tidur saudaranya yang juga roommate-nya (yang saat itu sudah tidur), lalu bersembunyi di balik selimut. Di laporan, katanya Novi sempat melihat sosok besar menerawang korden jendela kamar kostnya. Yang jelas Novi berusaha tidur, walaupun tidak bisa. Dari laporan si roomate ini pula, sosok besar itu sepertinya masuk ke dalam kamar, walaupun kunci pintu tidak pernah dibuka.
Aneh betul, pikir Kaserse udin, yang masih tidak paham.
Tentu saja Kaserse Udin tidak paham. Dia hanya tahu kalau keesokan harinya, Novi terbangun dan mendapati teman kamarnya sudah tidak ada di tempat tidur. Kasur yang mereka berdua pakai basah dan baunya seperti bau kencing. Ketika menoleh ke atas jantung Novi nyaris copot ketika mendapati temannya, Eva, tewas digantung di atas tempat tidur. Lehernya tercekik. Mulut dan kedua lengan & kakinya membiru.
Kaserse Udin juga hanya tahu juga kalau Novi masih syok, belum bisa ditanya lebih detail.
Yang Kaserse Udin belum tahu, malam itu Eva belum sign-out dari Yahoo Messenger, dan ancaman dari pangeran_dewa ditujukan kepada YahooID Eva, bukan orang yang memakai komputer.
February 19th, 2007
Kemarin, Toni dan Alvons teman saya (yang geek tulen) menyaksikan langsung angin puting beliung yang membuat daerah sekitar Baciro, Jogja, berantakan. Selangkapnya ada di laporan pandangan matanya Alvons. Continue reading …