Setelah demam iga bakar, lalu gandrung bebek goreng, berikutnya Jogja mau mabuk ramen. Tiba-tiba saja ada warung ramen yang berjamuran di kota yang sibuk sendiri ini. Saya mau menceritakan kesan-kesan mencicipi 5 warung ramen di sekitar jalan Kaliurang dalam 7 jam bersama Alle, Choro, Lina, dan Funkshit.

Ramen

Jalan Kaliurang, Depan Superindo

Ramen

Jangan tanya nama warungnya apa, karena papan nama yang terpasang cuma bertuliskan “Ramen” saja, tanpa merek. Diracik oleh mas-mas dengan baju chef Jepang, ramen “Ramen” tergolong otentik Jepang. Mie ramen-nya, walaupun sedikit kematangan, tetap licin dan kenyal di lidah. Sayangnya kuahnya terasa kurang utuh, ada rasa yang hilang di antara kaldu shoyu, ayam, dan ikan. Mungkin kurang garam juga. Dengan harga Rp 10.000 per mangkuk, ramen “Ramen” bisa dibilang lumayan banget, apalagi Anda bisa minta sayurannya dibanyakin.

Samurai Ramen

Jalan Kaliurang, tepat pertigaan Merapi View

Samurai Ramen

Saya agak bingung ini ramen macam apa. Walaupun mereknya “Samurai” tapi rasanya seperti fusi antara ramen, soto, tom yum, dan sop vietnam. Soto karena memakai suwiran ayam goreng, telur puyuh dan bawang goreng; tom yum karena asem, dan sop vietnam karena ada rasa kayu manisnya. Mustinya dinamai ASEAN ramen saja. Saya tidak bilang rasanya nggak enak, cukup layak makan malah, tapi ini bukan ramen. Agak berat melepas Rp 9000 kalau niatnya makan ramen.

Sapporo Ramen

Jalan Kaliurang, seberang kebun buah naga

Sapporo Ramen

Suasananya sederhana sekali, cuma warung tempel biasa. Satu sisi ditutup anyaman, satu sisi dipasang tulisan “tidak buka cabang di tempat lain”. Miso Ramen yang kami pesan rasa kuahnya terlalu asem, tanpa ada kehangatan miso. Dagingya seperti daging rebus saja, dan sayurannya cuma kubis dan parutan wortel. Dengan harga Rp 12000 per mangkok, ramen Sapporo jadi terasa mahal.

Sentana Bistro

Jalan Kaliurang sebelum Ring Road

Ramen Sentana Bistro

Suasana jajan gaya Jepang lekat dengan restoran sepi pengunjung ini. Begitu masuk Anda langsung dikasih gulungan handuk dingin, sencha complimentary, dan salad kentang. Miso ramennya enak. Kentalnya kuah miso cocok banget dimaem anget-anget di saat hujan. Per mangkuk Rp 23.000, lebih mahal daripada yang lain, tapi isinya juga lebih lengkap. Ada bakso ikan merah-putih (kamaboko), cacahan ayam masak teriyaki, dan sayuran standar ramen. Sayangnya seluruh kelezatannya harus turun satu strip karena mie ramennya masih kurang licin di mulut.

Shilla

Ring Road Utara, sekompleks sama Happy Puppy

Ramen Shilla

Porsi shoyu ramennya gede, bisa untuk 2-3 orang. Tidak begitu otentik sebetulnya, karena ada rasa-rasa Indonesia yang bersembunyi di tiap sudut mangkuk. Tetap enak sih, walaupun bisa lebih enak jika rasa Royco-nya tidak membekas di lidah. Dengan harga Rp 23.000 per mangkuk, sebetulnya isinya bisa lebih dari sekedar ayam rebus, bok choi dan taoge. Jika memang diniati menjadi ramen porsi besar, mengapa mie ramennya cuma seperti mie telur biasa ya?

Kesimpulan

Saya jatuh hati dengan miso ramennya Sentana Bistro, kuah misonya yang kental menggenjot stamina badan. Tapi dengan harga 23.000, memang agak kemahalan untuk kelas Jogja. Ramen “Ramen” depan Superindo Jalan Kaliurang bisa menjadi pilihan alternatif yang lebih murah meriah.

Baca juga review Alle dan Choro.

Ramen di Jogja
Tagged on:

60 thoughts on “Ramen di Jogja

  • March 25, 2011 at 9:15 am
    Permalink

    ebuset, 5 resto dalam 7 jam? gak mempengaruhi penilaian rasa tuh (kewaregen soalnya), hehehe…
    Btw, steak bisa meledak karena murahnya, bebek karena rasanya yg maknyoss, kalo ramen kira2 daya tariknya apa tuh? yg hg diatas 15rb siap2 minggir aja tuh, hehe

    Reply
  • November 27, 2011 at 7:04 pm
    Permalink

    sapporo tu ramennya enak mangkoknya jumbo, tapi ya emang agak gak kerasa sih kuahnya,,

    Reply
  • February 11, 2012 at 11:42 am
    Permalink

    kayae nama gak jadi masalah, di jepang aja gak ada patokan baku untuk masakan ramen, tiap daerah dijepang beda beda mulai dari resep maupun topingya gak ada yang sama, toh kalau saya masak mie ayam lalu saya namai ramen khas asal daerah saya juga gak ada masalah kan?. indonesia aja punya soto, soto daerah satu dengan yang lain gak ada yang sama bumbunya. yah apa arti sebuah nama?

    Reply
  • January 27, 2013 at 12:36 pm
    Permalink

    Numpang posting ya boss, ada warung angkringan Japanese food di jl Prof Yohanes, Sagan, disana banyak menu jepang dengan harga angkringan ada Ramen (dg variant byk bgt) baik yg berkuah atau yg goreng, ada UDON (byk variant), ada DON (nasi), Ada Yakimeshi (nasi Goreng jepang), ada Sushi (wooow menu sushinya byk banget, ada yg harnyanya cuma Rp. 5.000), ada juga cemilan spt TAKOYAKI,OKONOMIAKI, dan GYOZA….semuanya enak dan murah….gak rugi makan disana

    Reply
  • January 16, 2015 at 2:30 pm
    Permalink

    I’m grtufeal you made the post. It’s cleared the air for me.

    Reply
  • August 7, 2016 at 4:38 am
    Permalink

    LEGO Realty Menyediakan produk dan layanan terbaik untuk membantu properti anda terjual lebih cepat, serta memberikan kemudahan dan perlindungan bagi para calon pembeli dalam memperoleh rumah idaman.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.