hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Posts Tagged ‘thoughts’

February 2nd, 2010

Lima Tahun Ngeblog

Dua Februari, lima tahun silam, saya membuat janji ini:

This should be my first post on this blog. Here, you will find my personal rants, a tad of random thoughts, and some annoying quick-facts. Please note that this blog represents my very inner ego, which, quite frankly doesnt represents me in real life.

Anyway, have fun!

Herman

Syukur, hingga saat ini saya masih menulis keluh-kesah, pikiran-pikiran acak, dan fakta-fakta gak penting. Saya tidak bangga dengan ini, tapi saya bangga dengan warga komunitas online Indonesia yang sudah memanfaatkan medium internet untuk membuat perubahan-perubahan besar lewat social-media.

Kita memang telah melalui jurang dan bukit. Ketika UU ITE digolkan dan menulis di internet dipidanakan, kita melewati jurang. Tetapi itu bukan apa-apa ketika kita telah mengumpulkan koin untuk mendukung Prita, ketika Facebook digunakan untuk membela yang teraniaya, ketika blog digunakan untuk menggalang kepedulian terhadap korban bencana, ketika masyarakat twitter mengawasi jalannya sidang Pansus Bank Century, ketika Prita dinyatakan tidak bersalah, ketika 1500 blogger Indonesia berkumpul sebagai satu bangsa. Jurang kita tidak sedikit, tetapi puncak-puncak yang terlewati jauh lebih tinggi.

Jika Anda berkenan, saya mohon doa restunya agar bisa ngeblog lima tahun lagi saja supaya bisa menjadi saksi atas hal-hal besar yang akan Anda lahirkan.

Herman

January 29th, 2010

Makan-makan

Ciri-ciri negara miskin itu setiap kali ada teman yang lagi senang, ultah, jadian, atau yang lain, pasti akan dimintai makan-makan.

January 25th, 2010

Ruby Alamsyah dan SMS Roy Suryo

Saya percaya jaman sudah berubah. Pengetahuan yang disembunyikan, tidak akan kemana-mana. Tentu saja dia tidak akan menghasilkan efek negatif, karena dia juga tidak pernah akan menghasilkan hal positif.

Ketika masyarakat diperlihatkan cara kerja skimming ATM, maka secara jelas dan langsung masyarakat telah dilibatkan untuk waspada dan mencegah modus kejahatan seperti ini. Posisi masyarakat sudah satu sama sama para maling itu.

Jadi kalau ada orang yang menyatakan keberatannya kepada Ruby lewat SMS, saya kasihan sama orang itu karena dua hal: satu karena dia hidup di masa lalu, dan kedua karena di jaman twitter, facebook, email; dia masih terjebak di SMS.

January 3rd, 2010

Books

The greatest gift, ever, is probably books. They don’t decay, nor out of date. The mold with you and shape your mind. They may die with you, but their offspings—ideas—lives, eternally.

Popping thought at Soekarno-Hatta airport.

October 27th, 2009

Selamat Hari Blogger dan Pesta Blogger

Walaupun hari-hari ini adalah kali ketiga kita merayakan Pesta Blogger dan memperingati Hari Blogger Nasional, sebetulnya saya masih was-was dengan masa depan para narablog.

Blog di Indonesia sebetulnya sudah lebih dari diary yang bisa ditulis-tulis. Walaupun yang isinya tentang diary tetap banyak, tapi banyak juga yang menggunakan blog untuk menyuarakan perasaannya, baik tentang anggota DPR, menteri, rumah sakit, jalan, toko, tempat makan, operator seluler dan banyak lagi.

Ketika menulis tentang itu, sebetulnya blogger ada dalam posisi terancam. Pertama karena kebanyakan dari kita tidak memiliki beking legal yang mantap; kedua karena pasal-pasal karet di KUHP; dan ketiga karena pasal-pasal di UU yang lain. Jika poin dua dan tiga digabung, maka blogger yang minim dukungan legal bisa dijerat dengan ayat yang berlapis-lapis.

Pasal-pasal apa saja?

Mas Anggara yang saya temui di Pesta Blogger kemarin, sempat cerita kalau selain RUU Rahasia Negara yang bermasalah itu, akan digodok pula RUU CyberCrime, yang diduga juga akan memuat pasal-pasal yang jusru tidak memberikan kepastian hukum bagi orang seperti kita. Gabungkan itu dengan UU Pornografi, UU ITE, dan KUHP; maka blogger akan sulit bergerak.

Oleh karena itu blogger masih harus terus kerja keras supaya “kemerdekaan” ini tidak dirampok. Tidak harus berdemo, teriak, mengumpat, melobi. Sekadar terus menulis, jujur, selalu crosscheck; sudah cukup. Ini memang remeh, tetapi jika keremehan ini dilakukan oleh ratusan ribu blogger bersama-sama, maka yang terjadi adalah agregat citra positif.

Selain itu blogger juga harus terus memperkuat jaringan silaturahim, karena dengan bergerak dalam satu kesatuan, blogger lebih susah diuyel-uyel. Itulah mengapa pertemuan akbar semacam Pesta Blogger sangat penting. Bukan untuk menyatukan atau menyeragamkan, tapi untuk merintis kerjasama. Yap, ini proses yang lama, tidak cukup satu dua tahun.

Saya senang bisa datang ke Pesta Blogger kemarin. Syukurlah 1200 1440 blogger tidak terkecoh dengan istilah “pesta”, karena sejatinya itu adalah konferensi blogger bergagasan besar, yang dikemas dengan istilah ringan; supaya tidak terdengar terlampau berat.

NB: Saya tempelin video di PB2009 tentang keragaman Indonesia: The Promise of One.

October 5th, 2009

Ayat-Ayat Qur’an di Gempa Padang

Saya kutip langsung dari eramuslim dan sini:

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar … (selengkapnya silahkan dibaca di sini)

Jam, menit, dan detik itu cuma buatan manusia. Waktu, hanyalah perjanjian-perjanjian sederhana antar manusia yang begitu kecil jika dibandingkan dengan alam semesta yang begitu besar dan agung.

Ketika ciptaan manusia yang serba relatif dibenturkan dengan ayat-ayat Allah yang suci dan absolut, maka jelas tidak akan pernah pas. Yang ada justru merendahkan kitab suci.

September 20th, 2009

Mohon Maaf Lahir Batin?

Kadang-kadang tradisi menjadi absurd. Contohnya pagi ini ada banyak SMS dari teman kuliah yang intinya: mohon maaf lahir dan batin.

Oh please.

Kita udah gak pernah kontak-kontakan satu tahun lebih (masehi dan hijriyah). Bagaimana caranya dia bisa bikin salah sama saya?