hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Posts Tagged ‘thoughts’

September 3rd, 2008

Tatoo

Adalah jadul kalau berpersepsi tatoo itu domain preman dan napi. Jaman sekarang tatto adalah pernyataan berbusana bung! Kalau sanggup, saya mau punya tatoo. Masalahnya, saya tidak sanggup. Mengapa? Karena tatoo itu komitmen abadi untuk dunia yang selalu berubah. Bagaimana jika saya bosan? Atau desain tatoonya sudah mulai katro dan pasaran. Ganti mobil atau ganti istri urusan gampang. Ganti tatoo, nyaris mustahil. Bahkan ganti agama lebih mudah.

June 11th, 2008

Tentang Gagasan

Evey Hammond pernah menyaksikan sendiri keagungan sebuah gagasan. Dengan mata dan kepalanya ia menyaksikan orang membunuh atas nama sebuah gagasan, dan mati membelanya.

Tetapi kita takkan bisa mengecup gagasan, takkan mungkin merabanya, atau memegangnya… gagasan tidak bisa dilukai, ia tidak merasakan perih. Ia tak merasakan cinta.

Kita bisa membunuh orang karena gagasannya. Tetapi gagasan tidak bisa dimatikan, karena ia tahan sabetan pedang dan belaian peluru panas.

—V for Vendetta

May 26th, 2008

BBM Naik Jangka Pendek Jangka Panjang

tanki bbm
Sebetulnya oke-oke saja menaikkan harga BBM demi menyeimbangkan APBN, toh kalau negara bangkrut masyarakat juga yang kena susahnya. Permasalahnnya, kondisi ekonomi rakyat sedang susah. Apakah tidak ada solusi lain, seperti misalnya mengefisiensikan internal pemerintah dan memperbaiki sistem migas kita?

Adik saya menanyakan itu kepada Boediono, Gubernur BI dan Mantan Menko, di sela-sela kuliahnya di UGM hari Sabtu kemarin.

Boediono menjawab dan menjelaskan bahwa solusi tersebut adalah solusi jangka panjang. Mengurangi subsidi adalah untuk mengatasi permasalahan 1-2 tahun ke depan.

Harapan saya pemerintah benar-benar membuat dan melaksanakan solusi jangka panjang itu. Kalau tidak, rakyat cuma akan menjadi penonton episode demi episode kenaikan BBM. Jika keterusan, maka suatu saat nanti harga Bensin akan semahal di Inggris, tapi standar hidup kita lebih rendah daripada Vietnam.

Dan ketika saya bilang ‘pemerintah’, itu juga termasuk DPR.

NB: Salut untuk mahasiswa yang sudah berdemo dan turun ke jalan, walaupun BBM tetap naik tapi demo tersebut sudah mengingatkan pemerintah kalau kenaikan BBM kali ini sangat membebani ekonomi penduduk miskin. Dan tidak salut dengan tokoh-tokoh yang ikutan mendompleng isu BBM untuk keperluan 2009.

May 22nd, 2008

Pertunangan Ellen dan Portia

Portia DeRossi dan Ellen DeGeneresKomedian Ellen DeGeneres resmi bertunangan dengan aktris Portia DeRossi. Penggemar Ally McBeal pasti ingat kalau Portia adalah pemeran Nelle Porter, advokat cantik yang blonde itu.

Entahlah. Saya rasa DVD Glodok sudah membuat jamak bahwa pasangan lesbian haruslah sama-sama seksi dan bahenol. Maka ketika melihat Portia dipadukan dengan Ellen, rasanya jadi aneh. Tidak berarti Ellen jelek loh, cuman Ellen tidak seperti mbak-mbak yang di DVD Glodok.

Mungkin Ellen orangya baik dan lucu. Atau mungkin stereotipe saya salah.

May 21st, 2008

10 Tahun Reformasi

Reformasi
Bagi saya yang pada tahun ‘98 masih SMA, tidak banyak rincian kejadian masa-masa reformasi yang dapat saya ingat. Awalnya harga pangan naik dan jadi langka, kemudian wacana kebobrokan orde baru terangkat, demonstrasi dimana-mana, dan ditutup dengan mundurnya Soeharto dari kursi kepresidenan.

Kurang lebih, hanya itu kejadian yang dapat saya ingat.

Tapi saya ingat betul semangat yang membahana pada waktu itu. Wacana perubahan begitu mendidih membakar darah di nadi-nadi. Itu adalah semangat kemenangan dan kemerdekaan.

Sayangnya, bersama dengan waktu, setiap orang harus kembali ke hidupnya untuk menjalankan roda-roda rumah tangga. Semangat itu harus disimpan dan ditaruh di lemari, sehingga tanpa kita sadari, banyak yang lupa semangat itu. Setelah 10 tahun setelah reformasi, negara ini justru sering tergoda untuk berjalan mundur mengabaikan demokrasi, melupakan sejarah, dan mengamini korupsi dan koruptor.

Oleh karena itu blog ini didirikan dan dipelihara supaya menjadi catatan kejadian reformasi serta rekaman semangat luar biasa itu, supaya kita tidak lupa kalau kita punya mimpi bersama untuk menjadi besar dan agung.

NB: Ada yang ingin sharing cerita?

May 17th, 2008

Perlukah Kita Mati Dengan Keren

coffin
Kebanyakan orang meninggal dengan cara biasa. Di kasur atau di rumah sakit. Serangan jantung juga termasuk cara yang lumrah. Sampai saat ini, penyakit jantung masih pembunuh nomer satu sedunia, disusul oleh stroke.

Ini berbeda jika seandainya meninggal karena kanker setelah berbulan-bulan dikemoterapi. Atau tewas terlindas mobil. Atau kecelakaan pesawat terbang. Cara begini shock valuenya lebih garang.

Tentu tidak semua orang berpulang dengan cara tragis atau cara umum. Heath Ledger justru meninggal dengan cara yang konyol. Hasil otopsi menunjukan bahwa aktor pemeran Joker ini meninggal karena mencampur-campur obat resep.

Hari Sabtu ini, aktor lama Sophan Sophian meninggal karena lubang di jalan, kata Okezone. Diantara banyaknya penyebab kematian, Alm. Sophian harus pergi karena hal seremeh lubang di jalan.

Demikian juga dengan Benazir Bhutto yang meninggal bulan Desember 2007. Hasil forensik Scotland Yard menunjukan bahwa tokoh sekaliber ini tewas karena kejedhug atap mobil.

May 14th, 2008

Naik Bus Transjogja

Bis Transjogja. Foto © Transjogja.netAda satu dua hal yang menarik kalau anda naik TransJogja, katakan, beda jauhlah dengan TransJakarta. Bagaimanapun juga membandingkan Jogja dengan Jakarta itu seperti membandingkan apel dan wortel.

Yang paling kentara itu penjaga halte dan kenek bus TransJogja yang rupanya sangat peduli dengan kesejahteraan para penumpangnya! Benar, mereka akan menanyakan tujuan kita, dan memberi tahu kalau sudah sampai. Kalau kita kelihatan bingung, mas-mbak yang baik itu bakal ngasih saran rute mana yang sebaiknya dipilih. Sesekali mereka mengajak kita ngobrol.

Di Dalam Transjogja. Hari Pertama. Foto © Herman SaksonoAura guyub juga lebih terasa di TransJogja. Menurut adik saya Mimit penumpang Jogja lebih friendly. Beberapa kali dia menyaksikan dua penumpang saling asing yang berkenalan, dan kemudian ngobrol sampai ke tujuan. Backsound musik campursari dan dangdut mungkin turut berkontribusi.

Yang menganggu itu banyaknya petugas halte laki-laki (yang menurut saya) jayus. SECARA rasio petugas halte yang cewek dan yang laki itu 2 banding 1, MUNGKIN petugas laki berusaha charming dengan berlagak lucu. Padahal tidak lucu. Jadilah jayus.

Gambar pertama pinjam tanpa ijin dari transjogja.net. Makasih mas Thomasarie! :D