Pembakaran Gereja di Temanggung

Massa yang disebut-sebut dari FPI ini membakar Gereja Temanggung dan merusak sejumlah fasilitas publik.

Belum kering air mata kita akibat pembantaian Ahmadiyah, hari ini terjadi lagi kekerasan beragama di Temanggung. Massa yang disebut-sebut dari FPI ini membakar Gereja Temanggung dan merusak sejumlah fasilitas publik.

Pembakaran Gereja Katholik Temanggung
Gereja Katholik Temanggung yang terbakar, foto dari Tommy Indra

Massa mengamuk setelah jaksa membacakan tuntutan 5 tahun penjara untuk tersangka kasus penistaan agama oleh Antonius Richmond Bawengan. Antonius dituduh menistakan agama karena mengedarkan selebaran yang mengatakan hajar aswad merupakan kelamin perempuan. Kecewa dengan tuntutan 5 tahun penjara yang dianggap terlalu ringan, massa yang berjubah dan bersurban lantas mengamuk.

Dari laporan Eri Sutrisno melalui Twitter, beberapa Romo dipukuli di Gereja Katolik Kanisius Temanggung. Eri juga melaporkan terjadi sweeping KTP di Temanggung. Orang yang tidak berjilbab dan beragama Kristen dipukuli. Sementara itu, Tommy Indra melaporkan kalau sejumlah suster diungsikan ke BRI, dan diberi pakaian biasa untuk menghindari kekerasan terhadap atribut agama.

BRI Temanggung
Suasana Di Depan Kantor BRI Temanggung yg bersebelahan dengan Gereja Katholik Temanggung, foto oleh Tommy Indra

Massa juga dilaporkan membakar dan melepari batu sekolah dan playgroup Shekina pada jam sekolah. Keponakan Tessy Penyami dikepung dan terjebak di dalam.

Ini sudah kesekiankalinya kekerasan beragama terjadi di Indonesia, dan saya yakin kejadian hari ini cuma akan mengulang pola-pola yang sama. FPI akan balik menuduh bahwa kekerasan itu terjadi karena umat Islam terprovokasi. SBY akan merasa prihatin. Polri berjanji akan mengusut, walaupun belum berani tetapkan tersangka. Dan kemudian akan muncul beberapa orang (yang mengaku) Islam yang setengah membela kekerasan itu.

Selama pola-pola seperti ini terulang terus, maka kekerasan beragama tidak akan pernah habis, dan justru bergulir lebih buruk.

***

Ini adalah developing news. Artikel akan terus diupdate jika ada perkembangan baru. Mohon tidak komentar yang memancing kebencian terhadap agama lain. Komentar yang melanggar akan dihapus.

Update 16.50: Gereja yang mengalami perusakan adalah Gereja Bethel Indonesia, Gereja Pantekosta Temanggung, dan Gereja Katolik Santo Petrus. (via Kompas)

Update 17.17: Kapolda Jateng mengatakan massa pelaku kerusuhan berasal dari pinggiran kota Temanggung dan luar daerah Temanggung. Mereka datang setelah mendapatkan SMS undangan mengikuti acara dakwah. (via Tempointeraktif)

Update 18.08: Romo Benny, pendiri Setara Institute, menjelaskan kalau tidak ada romo ataupun suster yang dipukul. (via Detikcom)

Update 9 Feb 2011: Foto-foto kondisi Gereja Santo Petrus Paulus setelah diamuk massa (via Pujusumarta):

Selain itu, belum ditemukan indikasi bahwa FPI terlibat dalam insiden ini.

Video Pembantaian Ahmadiyah Cikeusik

Video yang diunggah oleh Andreas Harsono adalah sebagian dari rekaman kekejaman ketika terjadi penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik kemarin.

Jika Anda kuat melihat manusia ditelanjangi, dipukuli, dilempari batu sampai entah mati atau sekarat, silahkan menilik video seorang Ahmadiyah yang dibantai. Sekali lagi saya ingatkan video ini sangat kejam, dan jika Anda tidak kuat, saya sarankan untuk tidak melihatnya.

Video yang diunggah oleh Andreas Harsono adalah sebagian dari rekaman kekejaman pada penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik hari Minggu (2/7) kemarin. Dan video itu menunjukkan betapa berbahayanya dan betapa membunuhnya orang-orang yang tidak toleran.

Akan tetapi, ada orang-orang yang lebih berbahaya dan lebih jahat dari itu.

Mereka adalah orang-orang yang mengamini dan membela tindakan kejam terhadap umat Ahmadiyah. Umat muslim boleh meyakini kalau ajaran Ahmadiyah salah, tetapi meyakini bahwa umat yang berbeda layak untuk dianiaya adalah sifat yang biadab.

Kekalahan Obama Sebelum ke Indonesia

Bagaimana perasaan Obama ketika mendarat di Jakarta, dan disambut dengan keramahan khas Indonesia? Sementara di lain sisi, partainya telah mengalami kekalahan pemilu paruh yang terburuk dalam 68 tahun terakhir?

Barack ObamaSiang nanti (9/11) Obama akan mendarat di Jakarta, untuk kemudian disambut dengan keramahan meriah ala Indonesia. Saya penasaran bagaimana Obama menikmati sambutan ini, ketika di tanah airnya, partainya baru saja kalah telak di pemilu paruh.

Partai Demokratik yang merupakan partai pendukung Obama, telah kehilangan 15% kursinya di DPR AS dalam pemilu paruh tanggal 2 November kemarin. Amerika Serikat memang mengenal pemilu paruh, di mana tiap 2 tahun sekali, isi DPR dan Senat dipilih ulang.

Pengamat menilai, kekalahan terburuk sejak 68 tahun terakhir ini disebabkan karena belum membaiknya keadaan ekonomi AS selama 2 tahun pemerintahan Obama, dan disahkannya UU Jaminan Kesehatan oleh Partai Demokratik. UU yang mereformasi sistem jaminan kesehatan AS ini menjadi amunisi kubu Republikan untuk menyerang partai Obama.

Kemarin malam, saya ngobrol dengan Bryan, mahasiswa Harvard yang sedang penelitian di Indonesia. Saya tentu penasaran, apakah dia juga kecewa, secara dia adalah relawan kampanye Obama yang diturunkan di negara bagian New Hampshire pada pemilu AS tahun 2008. Di negara bagian itu, Bryan pergi door-to-door mengajak calon pemilih untuk “mencontreng” Obama. Bryan pernah berseloroh kalau Obama “berhutang” kepadanya atas kemenangannya di New Hampshire.

Tapi tidak terlihat garis-garis kecewa sedikitpun di ekspresi Bryan. Dia cuma bilang, jika dengan peta politik baru ini kedua belah kubu bisa bekerja sama, maka hasilnya akan positif bagi negaranya. Saya mengartikan bahwa Demokrat harus lebih fleksibel dengan agenda ekonomi terkendalinya, sementara Republikan harus lebih lunak dalam mengusung faham pasar bebasnya.

Begitulah demokrasi, bukan sebuah hasil, melainkan proses. Proses tarik ulur untuk menemukan ekuiblirium yang pas, karena memang manusia tidak ada yang paling benar, sementara di lain sisi maunya banyak.

Di akhir pertemuan itu kami membahas istana Kura-Kura Ninja yang dihadiahkan oleh Sultan Brunei kepada putra mahkotanya sebagai hadiah ulang tahun. Saya mencoba mencari di Wikipedia soal itu, tapi tidak ada. Ya mungkin cuma kabar burung. Tapi di ujung artikel tentang Brunei ada satu baris yang menarik perhatian saya: “Bentuk negara: Absolut monarki”.

Saya bergidik.