Hong Kong adalah surga seafood dan masakan kanton. Seafood yang segar dari samudera itu dimasak dengan presisi kanton tapi memakai bumbu-bumbu yang aromanya kuat. Agak sedikit berbeda dengan masakan chinese yang biasa kita temui di tanah air

Fun Guo, Lin Heung Tea House

Lin Heung Tea House penuh oleh orang setempat. Ini adalah pertanda yang baik, dan memang terbukti demikian. Walaupun pilihan dim sumnya tidak banyak (tidak ada har gau), tetapi semua yang ada enak. Seperti pangsit kukus isi udangnya. Udangnya getas segar, dan ketika digigit mengelurkan sari daging yang sudah diraciki bumbu khas.

160-164 Wellington Street, Central, Hong Kong. Dim sum disajikan dari 6.00 sampai 11.30. HKD 30 per orang.

Wonton with Fresh Sea Shrimp Fillings, Chee Kee

Chee Kee, walaupun tempatnya kecil, adalah restoran yang mendapat satu bintang Michelin (tertinggi tiga bintang). Walaupun kuahnya bukan jenis yang fantastis, tetapi wonton udangnya benar-benar enak berkat suplai seafood yang tak terbatas di Hong Kong. Kelezatan kuahnya akan teraktivasi setelah kita menambahkan kecap asin dan minyak cabe.

84 Percival Street, Causeway Bay, Hong Kong. MTR Causeway Bay, Exit A, belok kanan. HKD 50 per orang.

Cart Noodles with Chicken Wing Tips, Cuttlefish Heads and Turnips, Wing Kee
Wing Kee menyediakan mie dengan sayap ayam yang dimasak empuk, gurita, dan turnip. Kuahnya memakai kecap, manis legit melengkap cita rasa semua isinya. Mengenyangkan dan memuaskan.

27 A Sugar Street, Causeway Bay, Hong Kong. HKD 40 per orang.

Roast Goose, Joy Hing Food Shop
Joy Hing Food Shop menyediakan ayam, bebek, dan angsa pangang ala kanton. Angsa panggangnya empuk dan bumbunya meresap. Sementara kulitnya gurih dan legit membuat satu porsi terasa kurang.

Shop C, 265-267 Hennessy Road, Wan Chai, Hong Kong. MTR Wan Chai Exit A2. HKD30 per orang.

Congee with Fishballs, Beef, and Snakehead Fillets, San Kee

San Kee Congee menyediakan congee (bubur) kanton yang hangat untuk sarapan. Saya memesan bubur premiumnya yang berisi bakso ikan, daing sapi, dan fillet ayam. Setelah kecap asin dituangkan ke bubur untuk mengaktivasi kelezatannya, saya mulai menyantap bubur hangat itu. Fillet ikannya lumat dan bercampur dengan tiap suap bubur. Potongan daging sapinya matang dengan pas, lembut, dan penuh cita rasa. Ini wajib dilengkapi dengan teh susu ala Hong Kong.

Saya makan ini sebelum ke Disneyland, dan tidak merasa lapar sampai malam.

7-9 Burd Street, Sheung Wan, Hong Kong. MTR Sheung Wan Exit A2 Belok Kanan. HKD $30 per orang.

Egg Tart, Lord Stow's Bakery

Lord Stow’s Egg Tart adalah kue khas Macau yang berupa pie crispy dan berisi custard susu yang sangat lembut. Sangat enak dan wajib dicoba baik kalau di Macau atau di Hong Kong. Versi Lord Stow menggunakan kulit pai ala Portugis, tetapi custardnya ala Inggris.

1 Rua da Tassara, Coloane Town Square, Macau. MOP 8 untuk satu egg tart.

Kuliner Hong Kong dan Macau
Tagged on:     

22 thoughts on “Kuliner Hong Kong dan Macau

  • December 15, 2010 at 10:08 am
    Permalink

    foto2nya keren…herman di hongkong sekarang?

    Reply
      • December 15, 2010 at 11:43 pm
        Permalink

        btw, di jerman, eh hongkong dalam konteks apa tho???

        high class yaks ^^

      • December 16, 2010 at 10:41 am
        Permalink

        dalam konteks wisata aja sih mas… :D

  • December 15, 2010 at 10:59 am
    Permalink

    100 persen kangen Hong Kong.

    Kalo mau bebek panggang yang halal bisa didapat di Wai Kee, Shop 5, 1/F, 2/F Bowrington Road Market, 21 Bowrington Road Wan Chai

    Makan di pasar, warungnya jelek, tapi bebek dan karinya eeeenaaaaak!

    Reply
    • December 15, 2010 at 11:01 am
      Permalink

      Makanan yang enak biasanya tempatnya jelek :D

      Reply
    • June 14, 2011 at 12:12 am
      Permalink

      salam kenal,
      victor..tau tempat makan lain yg halal selain yg disebutkan sblmnya? terutama hongkong…tks.

      Reply
  • December 15, 2010 at 11:43 pm
    Permalink

    fiuh, syukurlah fotonya dah kembali ke nuansa modern. artikel sebelumnya, serasa kau dah ga ada aja di dunia ini.

    serasa ngeliat foto klasik, dimana kita tinggal kenangan masa lalu…

    Reply
  • Pingback: Lost in HongKong (2): Kuliner « @beradadisini

  • July 16, 2011 at 4:12 pm
    Permalink

    coba mie pedes yg tsuen wan. . .
    blkg city landmark. . .
    d jamin mak nyoss. . .

    Reply
    • January 17, 2015 at 9:33 pm
      Permalink

      I have been so bewlrdeied in the past but now it all makes sense!

      Reply
  • July 20, 2011 at 5:36 pm
    Permalink

    Thanks for every other informative blog. The place else may just I get that type of information written in such a perfect approach? I’ve a project that I’m simply now operating on, and I have been on the glance out for such information.

    Reply
  • September 6, 2011 at 8:17 pm
    Permalink

    Wonderful post even so , I was wanting to know if you could write a litte more on this subject? I’d be really thankful in the event you could elaborate a bit bit further. Bless you!

    Reply
  • September 25, 2011 at 8:17 am
    Permalink

    wehhh..eunaak tenan ….

    Reply
  • September 11, 2012 at 3:49 pm
    Permalink

    I’m extremely impressed along with your writing talents and also with the layout in your weblog. Is this a paid theme or did you modify it your self? Anyway keep up the excellent quality writing, it is uncommon to peer a great blog like this one nowadays..

    Reply
  • December 9, 2013 at 4:50 pm
    Permalink

    For the reason that the admin of this web site is working, no
    hesitation very quickly it will be famous, due to its feature contents.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *