Tifatul Sembiring dan Bencana Pornografi

picture-3

Tidak ada yang bisa menghalangi orang lain beropini, seabsurd apapun opini itu. Ketika Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan kalau seringnya terjadi bencana disebabkan karena akhlak manusia yang semakin rusak, sebetulnya sah-sah saja.

Perkara pernyataan itu kemudian menyebabkan headline konyol di BBC, saya tidak mengeluh karena negara ini sudah membiasakan pendudukanya  dengan kekonyolan.

Sesungguhnya ada korelasi langsung atau tak langsung, ada hubungan yang kuat antara musibah fisik dengan musibah moral atau akhlak manusia.

Sering terjadi bencana, sebab akhlak manusia yang telah rusak. Terlalu banyak berbuat maksiyat dan melawan kepada Allah SWT.—Tifatul Sembiring, dari Facebooknya

Perihal fakta bahwa Indonesia terletak pada pertemuan dua lempeng bumi yang sedang tidak stabil, saya malah kurang tahu apakah Menkominfo tahu soal ini.

Permasalahannya, Pak Tifatul adalah orang yang dekat dengan kebijakan. Posisinya di kabinet cukup strategis, apalagi hubungannya dengan PKS yang termasuk fraksi berpengaruh di DPR.

Jika beliau tidak paham penyebab bencana-bencana kemarin ini, bagaimana mungkin dia bisa menangani bencana-bencana yang akan datang?

24 thoughts on “Tifatul Sembiring dan Bencana Pornografi”

  1. mungkin dia masih memposisikan dirinya sebagai Presiden PKS, bukan sebagai bagian dari Kabinet. Yang bikin saya heran, di Kabinet yang lalu posisi Menkominfo juga diisi oleh orang yg lebih dikenal krn latar belakang agamanya/ormas islam yg dibelakangnya. Apa karna kominfo (dlm konteks ini, baca: internet) identik dengan pornografi? lantas yg jadi menteri harus ‘kiyai’?

  2. dari prinsip religius saja, ungkapannya masih bisa diperdebatkan, apalagi jika masuk prinsip ilmu pengetahuan. kelihatan sekali si bapak tak menguasai inti permasalahan. ironisnya dia seorang menteri.

  3. Ironisnya memang dia sebagai menteri, yang harapnnya itu bisa profesional dan tidak bias begitu pengetahuannya, tapi kok bisa mengaitkan dengan aneh.

    Mungkin maksudnya, getaran ranjang yang menyebabkan gempa.

  4. Kalau dicari korelasinya antara moral dan bencana, ya pasti ada. Tapi titik temunya kan tetap di ranah manusia. Banjir misalnya, terjadi karena penggundulan hutan (bukan sekonyong2 banjir). Penggundulan hutan mungkin akan jarang terjadi kalau moral manusianya tidak suka menggunduli hutan. Moral ini bisa dihubungkan dengan persoalan ibadah. Tapi far fetched, masih harus lewat berbagai disiplin ilmu sehingga akhirnya titik moral bisa bertemu dengan bencana banjir.

    Yang mungkin susah diterima dari pernyataan pak menteri ini adalah betapa persoalan bencana ini disimplifikasi.

  5. Intriguing statement Ton. Makes a lot of sense.

    Tapi nganu… Pak Tifatul lebih banyak elaborasi soal gempa dan morality yang tidak terkait lingkungan, jadi aku agak ragu juga apakah pola deduksinya sekeren kamu Ton.

  6. Jika beliau tidak paham penyebab bencana-bencana kemarin ini, bagaimana mungkin dia bisa menangani bencana-bencana yang akan datang?

    Antisipasi dengan pemberantasan maksiat. :D

  7. Biasanya kalau sudah tidak mampu ngapa2in lagi, baru menyerah pasrah ke Tuhan. Tapi kalau belum apa-apa sudah pasrah? Kok serasa jaman baheula ya? Gak ada hujan? Korbanin perawan.

    tweet @danrem siang ini bagus sekali. Tidak sepenuhnya berelasi, namun kurasa masih bisa dikaitkan.
    “Knp tuhan selalu dibawa-bawa ketika dlm keadaan terdesak dan perlu pembelaan? Sebegitu murahnyakah?”

  8. 65 juta tahun yang lalu, sebuah bencana besar terjadi yang menyebabkan musnahnya begitu banyak spesies di bumi (K–T extinction event). Apa ini terjadi karena dosanya dinosaurus?

  9. bwahahahahahah pak dhe nge-skak mat:

    “65 juta tahun yang lalu, sebuah bencana besar terjadi yang menyebabkan musnahnya begitu banyak spesies di bumi (K–T extinction event). Apa ini terjadi karena dosanya dinosaurus?”

  10. Wah.. tak bisa mengharapkan bapak menteri ini mendukung “proyek pengembangan sistem peringatan dini tsunami” dong ya. Dia akan bilang, mending uang banyak itu buat memperbaiki akhlak manusia aja, gak usah beli alat-alat canggih *memandangi kerjaan*

  11. Pidato Tifatul yang sebenarnya bernada ‘pelurusan’ menurutku justru menguatkan anggapan bahwa benar, ia memang menyangkutpautkan bencana dengan kerusakan moral.

    Dia ada di zona yang salah.. harusnya SBY peka membaca ini dan melempar Tif ke zona menteri agama atau kalau masih nggak cocok juga (karena barangkali ada banyak yang keberatan kalau insan PKS jadi menag) presiden harus bikin kementerian baru yang ngurusi moral dan akhlak.

    Oalah!

  12. Mungkin ini urutan pikirannya Pak Menteri:
    1) Umat berbuat dosa
    2) Tuhan marah
    3) Datanglah bencana

    Gak salah sih, tapi pola ini cenderung mengabaikan pertolongan pasca bencana yang seharusnya dilakukan.
    Apa gak marah para korban, sudah tertimpa musibah, dikatai pula rusak akhlaknya.

  13. Hanya masalah keyakinan saja,
    berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia saat ini, memang belum bisa membuktikan bahwa bencana memang ada hubungan dengan kerusakan akhlak, siapa tahu di masa depan bisa dibuktikan ada hubungan atau tidaknya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *