hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

June 17th, 2008

Luthfi Dikeroyok Karena Blog

Gara-gara mengkritik Ospek Jurusan melalui blognya, Luthfi—mahasiswa IPB—dikeroyok kakak angkatannya. Selain dipukul kepalanya, Luthfi dituduh telah melakukan pencemaran nama baik IPB hingga ada mahasiswa baru yang mengundurkan diri.

Kejadiannya bermula ketika Luthfi melihat Ospek departemen ITK IPB, lalu menuliskannya di situs bloggeripb.wordpress.com (tulisan asli sudah dihapus) pada 17 Februari 2007:

Tadi malem (hampir jam setengah 9) keluar dari lab mau pulang, eh gak taunya… di depan A1C lagi ada ospek anak ITK (Ilmu dan Teknologi Kelautan).

Payah nih, hare gene masih ospek *timpuk anak ITK pake batu* …. sori gak ada screenshoot, daripada gw digebukin anak-anak 40, mending gw pergi ke warteg aja buat makan.

Tulisan tersebut mendapat komentar kritis dari sejumlah pengunjung yang mengaku alumni ITK. Belakangan diketahui kalau tulisan dan komen-komennya telah beredar dari satu milis ke milis IPB yang lain.

Pada tanggal 28 Mei 2008, seorang mahasiswa departemen ITK menghubungi Luthfi untuk mengajak diskusi soal tulisan tersebut. Sebagai syarat, Luthfi meminta perwakilan dari ITK dua orang saja.

Dalam pertemuan di kantin IPB, kedua mahasiswa ITK mempermasalahan 4 hal. Pertama, tulisan Luthfi mengandung fitnah dan mencemarkan nama baik jurusan dan himpunan di IPB dan nasional. Pencemaran secara nasional, terutama, disebabkan oleh komentar Antobilang:

antobilang: solusinya IPB dibubarkan. dan lutpi bebas menggunakan header “blogger IPB”.

Kedua, sejumlah jawaban-jawaban Luthfi di bagian komentar blog dianggap tidak pantas, karena yang berkomentar adalah dosen. Luthfi menjelaskan bahwa dia tidak tahu kalau yang berkomentar adalah dosen, karena identitas di bagian komentar tidak menunjukkan demikian.

Ketiga, mereka merasa tersinggung atas penggunaan header IPB dan domain bloggeripb.wordpress.com, karena seharusnya penggunaan nama IPB harus memakai ijin resmi.

Keempat, menurut mereka, ada seorang mahasiswa baru yang mengundurkan diri dari ITK IPB setelah membaca postingan tersebut.

Dari penjelasan Luthfi, satu per satu mahasiswa lain bergabung hingga ada kurang lebih 15 orang, dan ikut membentak-bentak. Mereka menjewer-jewer dan memukuli kepala sebanyak 3 kali.

Saat situasi dirasa terlalu memanas, Luthfi diajak ke sekretariat himpunan mahasiswa bersama 3 mahasiswa lain untuk merundingkan penyelesaian masalah. Di sana, dia diminta untuk menuliskan solusi, dan mereka boleh menerima dan menolak. Setelah itu dia diperkenankan pulang dan mereka berjanji akan menghubungi. Hingga saat ini Luthfi belum dihubungi.

Akibat kejadian itu Luthfi sempat merasa takut kalau ke kampus. Dia baru ke kampus seminggu setelah kejadian tersebut. Namun, nampaknya Luthfi tidak begitu takut ketika diwisuda IPB hari Kamis kemarin.

***

Mungkin ada yang lupa, kalau ciri negara merdeka juga melingkupi kemerdekaan dalam berpendapat dan rasa merdeka dari ketakutan. Luthi hanyalah warga negara biasa yang mempraktikkan haknya untuk mengutarakan pendapat. Jika ada yang keberatan dengan argumentasinya, bisa dimusyawarahkan atau diselesaikan di jalur hukum. Jangan sampai ada penyelesaian intimidatif seperti ini, karena cara seperti itu bukan ciri masyarakat yang beradab.

150 Comments

Anonymous

Setuju Mon! Tapi di Indonesia mental preman masih banyak. Susah!

arya

Kekerasan oh kekerasan. Kenapa ranah merdeka semacam blog bisa menyulut kekerasan? sedih saya

venus

heh? main fisik?? keroyokan pulak???? hmmm…

daaan

Ahh mental primitf, bisalah evolusi ndak sempurna *ngaciir*

--ambar--

hasil ospek ya begini. kekerasan kok dipliara

mercuryfalling

yeeeeee beraninya maen keroyokan…

anjing aja satu lawan satu kalo berantem. eh ini bukan berantem yak..ah beda tipis

Nazieb

Untun ndak dilaporin polisi..
:P

Mbilung

SPMB tidak melakukan saringan kelakuan.

cK

jadi lutpi udah lulus?? :-?

Anang

inikah buah penjajahan selama lebih dari 3 abad. saat merdeka seolah lepas dari belenggu penderitaan dan terobsesi membuat orang lain menderita, senang melihat orang lain menderita, mengupayakan orang lain untuk menderita, dan lain-lain. ah entahlah…

++retno

saya menyesali tindakan temen2 ITK.
saya salah satu alumni ITK yang komen pertama di postingan Lufti tersebut. gimana ya, ngakunya blog IPB kok ada yang provokatif gitu, saya kutip tulisannya “timpuk anak ITK pake batu”. duh duh, saya sih cuma prihatin, kok blog IPB dijadikan wadah mencerca.

antonbilang

antobilang ki pancen rese’

Dino

Kalo mahasiswanya aja kayak gitu, rakyat biasa seperti apa ya.. ngeri

nico wijaya

Ospek pake kekerasan = basi!!!
Super duper basbang!

yahya

LUTHFInya MANA! ayo sini lapor.. mosok lulus ra kondo2 ..
mangan2 e endi le?

wkkk

Cempluk

jadi biang keladi nya si mas antobilang ?? *timpuk pake sepatu*

kekerasan sudah seharusnya dihilangkan dari dunia ospek perkampusan..

contohlah kampus cempluk di its perjuangan, beuh,,,udah ilang men…suer…sapa dulu mantan rektor nya pak nuh..

hehehe

*moga gak ada senior yang baca komen cempluk ini..* ^_^

ruben

ah.. intinya terjadi kekerasan karena terlalu menjunjung tinggi senioritasan.. tape deh.. :D

Aftri Marriska

*timpuk senior*

*kabuuurrrr*

M Fahmi Aulia

*timpuk Herman pake Luthfi*

alle

saya udah pernah njajal ospek disana :D

iway

ngemeng-ngemeng kapan tika wisuda ya :D **selamat buat lutfi**

detnot

IPDN, STIP, skrang IPB?
calon2 intelek kok gak pada malu sama anak TK.

*saya kok lom pernah denger anak TK di OSPEK dengan pake kekerasan :mrgreen:

silly

Sejujurnya saya pengen komentar yg lebih nyinyir dari antobilang, tapisaya khawatir bukan tidak mungkin bakalan ada lagi korban2 seperti lutfi dibelakang hari… (kalo gak malah gue yg jadi korban, hehehe)

Ahhh, kekerasan kok makin menjadi “Raja” dinegri ini yach… Tahun berapa saya lupa… ada 1 anak mahasiswa ITK Unhas juga yg meninggal gara2 opspek

(saya masih kecil, smp kalo gak salah, kebetulan papa saya tigas di makassar, dan itu membekas sekali dikepala saya,sampe saya pernah bilang sama papa saya, kalo kuliah masih ada OPSPEK, saya gak mo kuliah… ogahhh!!, untung pas kuliah di kampus jaket kuning itu, senior2 saya manis2 dan baik2… ndak seseram yg saya bayangin)

*duh, menyesal kenapa masih ndak bisa komentar pendek2*

UDAH!!! INTINYA… STOP KEKERASAN, DAN STOP KOMENTAR2 YG BISA MEMICU PERTIKAIAN, hahahaha…

*dirajam anto*

wongdidit

wew..seharusnya kan OSPEK waktunya cari kenalan/gebetan..!.

aq dunk..dapet gebetan cewek hasil OSPEK..:p

kw

kok masih ada aja kekerasan. apa aja yang mereka pelajari?

suprie

ah kenapa gak ambil jalur hukum saja, bukannya sekarang lagi banyak tuh berita tentang kaya gitu an di Endonesia

Hedi

Selamat tinggal bangsa yang ramah tamah. Negeri ini mulai dikenal sebagai bangsa penganiaya :(

mumu

adan tenan edaaan, wis pindah negoro wae yuk. klo orang2 kampus yg notabene terpelajar saja perilakunya kyk gitu, gmn kita gak semakin paham knp premanisme dan kekerasan semakin merajalela.

Anonymous

kalo saya sih setuju sama ospek.
karena pengalaman saya ospek di kampus dulu sangat membantu adaptasi ke lingkungan kampus.
yang saya gak setuju kalo ospeknya pake kekerasan atau senior ngasih tugas2 ga jelas yang maksudnya cuma ngerjain itu…

nb:saya kuliah di PT kedinasan,dan di kampus saya kagak ada yang namanya pukul2an tuh…..

Ogi

banyak yang merasa nikmat “njotos” orang lain

bloggerbercerita

Tsaaahhh… Makin keras aja tinggal di Indonesia. Sepertinya apa2 diselesaikan dengan jalan kekerasan. Dodol.

Cecep

yang marah hanya gara-gara tulisan *timpuk anak ITK pake batu* pasti gak pernah nge-blog, atau gak pernah baca-baca blog.

itu kan gaya becanda khas blogger :P

nonadita

ah oke…
saya jadi ingat memori lama. Curhat dikit boleh kan? boleh ya mas momon

Satu tahun setengah yang lalu, saya bersama beberapa teman menulis di halaman Rostrum- Media Indonesia. Waktu itu judul artikel utamanya memang rada “menggoda”: IPB Semakin Tidak Mirip Institut Pertanian.

Wah sayah dicari sama salah satu Wakil Rektor, dimarahin sampe speechless sama salah satu petinggi Rektorat IPB.. karena dianggap mencemarkan nama IPB. Padahal niat utama saya dan teman2 adalah memberikan otokritik terhadap kampus sendiri. Peristiwa itu terjadi pas satu minggu sebelum saya diwisuda.

Saya sempat takut saya ndak jadi diwisuda, takut tiba2 ada sniper ketika saya maju ke depan untuk menerima ijazah, dll. Tapi ternyata saya tetap diluluskan, tetap jadi sarjana.

Buat dek’ Lutfi, jangan kehilangan semangat kritismu. Memang beberapa orang (atau institusi) butuh waktu untuk menerima kritik mengenai dirinya sendiri. Untuk kasus IPB, kita berdua pernah mengalaminya sendiri kan. *kedip kedip*

@antobilang
bubarin IPB? emang itu kampus punya mbahmu?

andri

Memang masih butuh kedewasaan dan kecerdasan dalam menyikapi era internet yang terbuka ini, isu online harusnya juga dihadapi secara online pula, bukan secara kekerasan. Akibatnya malah makin banyak berita buruk yang tersebar, termasuk lewat blog ini.
btw, siapa sih yang komennya memicu pertikaian ? :-D

Anjar Priandoyo

Parah juga, gara-gara blog bisa beginian

dnial

Aku dan temen2ku ngritisi mahasiswa ITS belum pernah sampek bonyok kayak gitu. Paling cuman ditunda kelulusannya.

Tapi eniwais, kebebasan memang harus bertanggungjawab. Jangan internet dan blog dijadikan sarana untuk lempar batu sembunyi tangan.

Prinsip dasarnya, kalau kamu ndak berani ngomong di depan umum dan nggak berani mempertanggungjawabkan kebenaran tulisanmu, jangan ditaruh di blog.

Bagaimanapun juga, tindakan main hakim mahasiswa itu sudah keterlaluan. Harus ditindak tegas. Laporin aja ke rektorat atau polisi.

setanmipaselatan

siyal! gara2 nulis di blog, kalo gini caranya, bisa2 saya juga dikeroyok sama roi surio

didats

kalo kata-kata “timpuk mahasiswa itk pake batu”, itu dijadikan alasan untuk marah, berarti memang ga tau rimbah internet seperti apa.

kata kata yang di apit tanda bintang kan bukan sebuah kalimat yang artinya serius.

capek ah!

rere

TIDAK BISA DIBIARKAN…

SAMPAIKAN KE LUTFI DIA HARUS LAPOR POLISI, JANGAN LUPA VISUM BEKAS PUKULAN DI RS TERDEKAT…

APABILA ADA SAKSI YG KUAT SESUAI PASAL 183 DAN 184 KUHAP, PARA PENGEROYOK BISA DIKENAKAN PASAL 170 KUHP, DAN BISA DITAHAN (BIAR TAU RASA)

HIDUP BLOGGER…

MaNongAn

Luthfi : dipukul kepanya itu …. dijitak, di jegug, atau benar-benar dihajar dgn keras?

Kekerasan yg enak yah cuma pas bangun pagi aja sih kalo menurutku.

Pengeroyok Luthfi : monggo datang ketempat saya, dengan senang hati nanti saya hidangkan SAREN !

.::he509x™::.

Ahmad Husein

halah, ITK IPB. Saya alumnus Perikanan IPB. Dulu tahun 1989 saja, saat masuk perikanan IPB saya adalah segelintir dari –kalo tak salah 222 mahasiswa baru- yang protes opspek. Tahun berikutnya, 1990, giliran kita yang megang dan berniat mengganti metode opspek, akhirnya geger. saya tau kok, banyak mahasiswa senior yang ternyata doyan kekerasan. dan dosennya juga ada, uhuk, terutama yg muda. Dulu sempat keluar keputusan dilarang opspek dengan gaya preman spt itu. Eh, skr berulang lagi. Tenang Lutfhi, yang ngeroyok itu ntar bisanya jadi preman kok….

ManusiaSuper

MANA LUTPI?? MANA LUTPI??

ulan

komen bukan nya hak semua orang ya??
kenapa bisa komen nya om anto jadi pemicu ya??
ckckckkcck..
kenapa enggak ngobrol asik aja sih, sambil nyruput kopi

Alex

ada-ada saja ya..
moga bisa mengambil pelajaran

salam kenal mas

R. Topan Berliana

Emang Indonesia udah parah. IPB bukan kampus sembarangan lho. Kalau mahasiswanya aja sudah seperti itu, ya nggak usahlah terlalu berharap banyak thd negeri ini.

biyung nana

lama ga blogwalking.. ternyata banyak yg terjadi… saya ndak pernah tau rasanya jadi mahasiswa.. ternyata begitu ya..

hehehehehe

nonadita

@ R. Topan Berliana

>>..IPB bukan kampus sembarangan lho.

Heee..??
Kata siapa? Hahahahaha

khofia

saya kecewa, lantaran pada awalnya saya mengira jagat BLOG adalah jagat dimana kita “kebal hukum” dan dilindungi meski melontarkan kritik2 sosial yang pedas…

Donny Verdian

Wah wah wah!
Beraninya keroyokan… saya merindukan perkelahian yang satu lawan satu.

IPB lagi.. IPB lagi.. nggak doktor nggak mahasiswa..:)

andrisihebat

wah kacau!
tapi ko himpunan nya si lutfi diam aja ya?ga ngebelain?
hueheheh…gw juga mengalami kasus yg
agak mirip…
posting soal maki2 manajer di kantor…postingan dari february,tapi baru rame pas sekarang2…
takut juga sih,hueheheh…mangkanya tulisan nya diapus…untungnya si manajer ga sempet baca,,,
oia,slam kenal ya!

aRuL

wah koq bisa seperti ini :D

goldfriend

Ah, ternyata IPB itu punya segelintir orang ya ? Dan mahasiswa ternyata masih akrab juga dengan kekerasan.

*luar biasa pendidikan di negeri ini*

aRuL

padahal kemaren luthfi juga membela almamaternya lho..

Domba Garut!

Semuanya dicontohkan dari atassampe ke bawah - mentalnya meresap trus merasuk jadi pola pikir dan kebijakan tingkah-laku.. jadilah intimidasi2 ngawur itu.

Sabar, Luthfi.. lepas ini akan dapet banyak ganti yang lebih barokahlah. Stay tough!

faridyuniar

mulut mu adalah harimau mu.
Mulut lebih tajam daripada pedang.

doc_wong

Baru jadi mahasiswa kelakuannya udah kayak preman begitu. Bagaimana kalo pelaku kekerasan itu menduduki jabatan pemerintahan di indonesia? Apa yang akan terjadi?

PangTama

Sebenernya apa si intinya Ospek? kok kayak gk ada gunanya gitu? bukannya itu program perkenalan sekolah ya?

ika

senior memang edan,,, saya benci senioritas

didut

bah 2008 kok msh main pukul, primitip!!

Debt Consolidation

Saya sedih kalo dengar atau melihat Mahasiswa yang nota bene kaum Intelek masih menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan atau menyikapi maslah…, pake dong inetektualnya….

Blogger Bukan Hacker

Ada-ada aza … kekerasan udah masuk dunia blogger juga ya boss ? kalo posting tentang KK **** :) gpp haki yee :d

Aryo Satyo Ramadhani

aduh, sebagai mahasiswa mohon berprilaku lebih intelek lah. terlebih lagi mahasiswa dari IPB yang ntabene perguruan tinggi negeri. dengan peringkat IPB yang cukup baik di asia tenggara seharusnya dosen serta para pejabatnya bisa mengatasi hal ini. kita terlalu lama terpenjara oleh gaya ORBA yang sedikit sedikit membungkam lawan politiknya. rupanya hal ini diikuti mahasiswa yang sedikit sedikit membungkam mereka yang berbeda paham. sayang sekali …

jenderal

dasar “mahasiswa”…!!!

masciput

Setiap tindakan ada tanggung jawabnya! seperti juga komentar dari Lutfi, tapi juga tidak boleh berbuat semena-mena!

Yogie

Walah.. ternyata masih ada ya hal beginian..

*kemana aja gw*

yogie

masya allah…. apakah indonesia telah berubah dr negri yg murah senyum ke negeri yang murah bogem mentah???

zak

slm kenal…
hehe… life is not only about like and dislike.. but always be a big shit for beginners… ceunah.. hehe

sapimoto

sampe segitunya gara-gara tulisan di blog…
hehehehehehe….
ada-ada aja dunia ini….

andaru

ah, siapa tho yang tidak suka kekerasan, bahkan ibu-ibu yang udah berumahtangga pun suka yang keras-keras, bahklan kalo tidak bisa mngeras harus pake diobatri segala

sawali tuhusetya

sungguh, hanya manusia yang masih punya nurani yang tdk mau melakukan kekerasan terhadap sesamanya, apapun dalih dan motifnya.

serdadu95

*ikut prihatin*
Mungkin disana perlu dibuka fakultas hukum juwega kalee Kang…??!! :lol:

aLe

uh,
makin ironis saja perilaku bangsa ini :(

nokiaedition

parah juga nie bangsa kita

main hantam aza

Yoyo

itu mah sirik aja mereka yang gebukin nggak punya blog, coba komentar di blog, mungkin lebih arif. hari gini nggak punya blog ?

yati

postingan ini ga akan menambah derita Lutfi kan, Mon? yaaaah, mengingat dia kuliah di kampus yang dihuni orang2 primitif yang mendewakan kekerasan dan ga bisa menerima perbedaan pendapat.
kelakuan mereka ga ada bedanya ma polisi2 yang menyebabkan anak Unas meninggal
*harap2 cemas*

Linda Leenk

pada ga gentle banget sih…gimana negara mo maju klo dikit2 maen fisik..pukul…dll…
kenapa ga adu argumen ato adu kepinteran *hehehe sok banget*
kan cape nya pake otak ga mpe bikin orang berdarah2..
;p

danalingga

Ngeblog emang berbahaya. *menimbang untuk anonom murni*

abdee

Ayo dikeroyok genti wae…
Dibondage rame rame… :D

chodirin

aneh.. mahasiswa IPB yang katanya intelek kok otaknya preman

Zainlite

Oknum tuh, bukan cuma di IPB kalee…

vei

kasian juga lutfhi..
jadi inget flem lentera merah.. hihi
mungkin sejenis ini.. tapi kejemnya mereka malah bunuh orang yang berpendapatnya.. hihihi..

lain kali hati” aja masalah commentar.. :P

M. Yusuf

Memang yang namanya kritik tdk enak didengerin dan bikin kuping panas. Asal kritiknya membangun,lebih baik diterima dengan lapang dada demi kemajuan bersama…

~

Diajak ribut gara2 tulisan di blog? Pernah. Gw sekolah di tempat yg jauhnya 5000 kilo dari Indonesia aja masih ngalamin yg sama. Tebak siapa yg ngajak gw ribut? Iya, orang kita juga.

Joe

Melangar HAM…

dani

tinggal menunggu anak tk tawuran.. :(

Anonymous

To All Itekers :

Behave Yourselves.

Salam ITK,
Itekers ‘35

rommy

ini kan ciri khas budaya bangsa mas..

leksa

komenntar udah 80-an…
terus apa kabar derita?

ah,..
kalo gini saya dukung ITKnya aja,..
si lutfi cupu ah…

dennyekop

terlalu sadis caramu…

azizraharjo

rasah melu opspek yo lulus kok…

do ngopo je melu opspek, wis mbayar, dibentaki pulak…

*dadi kelingan jaman kuliah*

anton

wah, payah. hare gene msh aja main fisik. memalukan..

adie

trus yang jaga kantin sapa mas?

*kabur*

ning

ntok..anto,
emang dirimu itu “sang pemicu” … ku.

*mesam-mesem*

Anonymous

Kayak gitu sok ngritik preman, tentara dan polisi yang katanya tukang main pukul. Kayak gitu mo ngritik Roy Suryo (yang nyalahin Blogger). Padahal kelakuan sama aja. Mahasiswa masih harus ditata kelakuannya. Atau itu emang udah jadi ciri mahasiswa Indonesia?

Ardianto

Edan…
Parah, ini harus diperbaiki segera…

atrix

ya niatnya cari kata sepakat, koq main keroyok, premansiswa kah ini ?@# *wondering*

Muhammad Yusuf

Berarti kesimpulannya mahasiswa IPB itu Chicken. Kalau aku sih mending hajar aja orang kayak gitu.

touranku

pengecuuuuuuuuuuuuutttttttttt ..
beraninya maen keroyokan

jack al gondhex

ya ya ya..berunding berunding berunding..NICA datang juga, sudahlah…jangan bertempur, kubilang jangan bertempur masih bertempur juga..itulah.

kulihat,banyak yang geram…yang kufaham,tak ada orang yang tinggal diam busuknya dikasih lihat.
ada yang berkoar soal aibnya…bungkam mulutnya pake sandal,mau dikampung mau dikota,mahasiswa apa pejabat..tak jauh beda

Acta Withamana

Assalamualaikum Wr.Wb

Saya Acta Withamana ITK 41..
mmmm…Cukup sensitif ya pembicaraan kali ini, akan saya coba jelaskan. Karena saya adalah termasuk orang yang berada di “TKP”.

Kronologis yg saya ketahui…
Saya ketika itu sedang makan di Dolphin, kantin FPIK, dan ngeliat anak2 ITK kumpul..dan rupanya mereka sedang membicarakan masalah blog..
Sy juga termasuk yang berbicara di forum tersebut.

Buat mas Herman sang TS yang saya ingin bertanya darimana anda mendapatkan cerita ini??
Karena ada hal yang tidak benar dalam tulisan ini.

Pertama :
“Dari penjelasan Luthfi, satu per satu mahasiswa lain bergabung hingga ada kurang lebih 15 orang, dan ikut membentak-bentak. Mereka menjewer-jewer dan memukuli kepala sebanyak 3 kali.”

Sebenarnya pihak HIMITEKA sendiri telah mengusulkan untuk bertemu di sekret HIMITEKA yang suasananya lebih kondusif. Entah kenapa Lutfi memilih untuk bertemu di kantin FPIK. Sehingga banyak pihak yang sekedar lewat, menjadi terpancing ke dalam forum. Lalu untuk masalah dibentak-bentak memang benar adanya, toh tulisan lutfi pun memancing emosi banyak pihak. Pukul meja pun terjadi beberapa kali (termasuk saya melakukannya). Tapi DIPUKULI dan DIJEWER?? Saya tidak melihat kejadian tersebut..Bisa anda tanyakan saksi2 penjaga kantin yang ada di kantin tersebut. Kita sebagai anak ITK memilih menyelesaikan secara diplomatis..sehingga menuntut lutfi untuk memberikan solusi yang bisa menyelesaikan masalah, dan toh kita terima solusi tersebut. Karena hal ini sekali lagi menyangkut nama baik ITK, mohon klarifikasi kejadian tersebut.

Kedua :
“Saat situasi dirasa terlalu memanas, Luthfi diajak ke sekretariat himpunan mahasiswa bersama 3 mahasiswa lain untuk merundingkan penyelesaian masalah. Di sana, dia diminta untuk menuliskan solusi, dan mereka boleh menerima dan menolak. Setelah itu dia diperkenankan pulang dan mereka berjanji akan menghubungi. Hingga saat ini Luthfi belum dihubungi.”

Lutfi memang dibawa ke sekretariat Himpro THP (saya lupa euy singkatannya). Karena kita ingin menyelesaikan secara diplomatis, dan Lutfi pun dalam blognya mengatasnamakan “ITK” sebagai lembaga yang dia kritik. Oleh karena itu kita memilih menyelesaikan secara kelembagaan. Lutfi pun pulang dan berjanji untuk merealisasikan solusi tersebut esoknya. Karena solusi tersebut telah dilaksanakan, jelas kita tidak perlu menghubunginya lagi. Buat apa?? Toh masalahnya sudah beres

Sekali lagi, kita debat secara terbuka, Lutfi pun bebas mengungkapkan pendapatnya. Aksi bentak-membentak buat saya suatu hal yang wajar ketika yang disulut adalah emosi KELEMBAGAAN ITK. Tapi kita tidak anarkis, mas. Bahkan kita sempat nanya untuk solusi kepada Lutfi, “Kamu maunya apa??” karena berkali2 jawaban dia selalu “nyeleneh” dia menjawab “Mau Pulang…” heh??…sebenarnya letak MAU menyelesaikan masalahnya dimana??. Apa kita Intimidatif? Awalnya kita menawarkan untuk berdiskusi di Sektret HIMITEKA loh..tapi Lutfi sendiri yang memilih di kantin. Isi kepala setiap orang tidak sama, begitu pula emosinya. Jadi tidaklah layak dikatakan bila “ITK” intimidatif.

Mas, Blog salah satunya adalah membangun public opinion. Blog ini juga termasuk salah satu yang sensitif karena permasalahan kita adalah (sekali lagi) nama baik ITK yang tercemar. Masalah yang sudah selesai bisa tersulut lagi. Jadi tolong mas Herman bisa mengklarifikasi ke narasumber dan saksi. Apabila tidak bisa mengklarifikasi, tolong HAPUS blog ini. Kalau ingin bertemu saya dan ingin mengklarifikasi kejadian ini, saya akan layani tanpa INTIMIDASI. Saya Tunggu RESPON dari mas Herman.

Wassalam

Jawaban Pengeroyokan di IPB - hermansaksono

[...] Withamana dari ITK IPB hari Minggu kemarin mengirimkan komentar perihal tulisan saya yang berjudul Luthfi Dikeroyok Karena Blog. Komentar ini sekaligus menjadi klarifikasi dari pihak mahasiswa [...]

iqbal Goeltom

beberapa yang perlu diklarifikasi dalam masalah ini. dan saya minta “empunya” blog ini jangan merilis tulisan ttg masalah yang sebenarnya udah beres dengan bumbu yang bisa memancing amarah lagi.

1.”[b]Mungkin ada yang lupa, kalau ciri negara merdeka juga melingkupi kemerdekaan dalam berpendapat dan rasa merdeka dari ketakutan. Luthi hanyalah warga negara biasa yang mempraktikkan haknya untuk mengutarakan pendapat. Jika ada yang keberatan dengan argumentasinya, bisa dimusyawarahkan atau diselesaikan di jalur hukum. Jangan sampai ada penyelesaian intimidatif seperti ini, karena cara seperti itu bukan ciri masyarakat yang beradab[/b]”

pernyataan luthfi
“[b]Payah nih, hare gene masih ospek *timpuk anak ITK pake batu* …. sori gak ada screenshoot, daripada gw digebukin anak-anak 40, mending gw pergi ke warteg aja buat makan.[/b]”

apakah anda (herman) memandang pernyataan luthfi sesuai dengan teori anda? semuanya di negri ini bebas berpendapat.kita memang negara demokrasi.tapi banyak yang lupa bahwa kita menganut DEMOKRASI PANCASILA, mengkritik dengan bahasa yang memabngun. kita sudah menyelesaikan dengan cara yang damai, bahkan jalur hukumpun telah sempat kita upayakan.

untuk semua warga itk saya rasa masalah ini tidak usah kita tanggapi lagi. saya mencium ada upaya memancing kita untuk menjadi seperti yang beberapa pihak inginkan.

Herman

Terima kasih atas komentarnya Mas Iqbal.

Apakah bahasa kritik harus membangun? Sebaiknya iya, tapi tidak wajib. Apakah kritik dengan bahasa tidak membangun perlu diselesaikan dengan cara lain di luar musyawarah dan legal? Menurut saya tidak pantas.

Menurut saya pernyataan Luthfi adalah sesuatu yang wajar. Apabila penyampaian pernyataan tersebut menyinggung, dan ada yang tersinggung, saya rasa itu juga wajar. Saya memahami kegusaran anda, tapi dapat menerima jika kegusaran tersebut ditranslasikan menjadi tindakan2 intimidatif.

sluman slumun slamet

kampus yang aneh…
gak ada konser musik
:D
ehhh… ntar saya diluluskan lho ya…
takut di DO
:D

a-a

jangan sembarangan ngomong dech kalo belum tau ceritanya!!!jangan sok jago.
jangan pula seenaknya kirim2 komen klo lo sendiri permasalahannya sperti apa.
blog ini udah mencemari nama baik itk. gw sebagai mahasiswa itk merasa dilecehkan

kuasa hukum ITK

yg punya blog cm cari sensasi supaya blog nya rame dkunjungi, masalah nya aja udah beres..sadar ga c kl secara ga langsung mas herman udah mencemarkan nama ITK IPB???siap ga untuk dituntut??kita punya saksi dan bukti

kagome

kok jadi begini sich??
perasaan ga gini dech ceritanya….
dan masalahnya juga udah beres. Tolong klarifikasi bahwa berita itu ga bener,,,mas herman!!!
dan yang kasih komen jangan sok tau dech..
buktiin dulu baru boleh ngomong!!!!

ryosaeba

bukti: sebuah blog posting dihapus karena intimidasi.

really wanna go with this route?

lantip

dituntut maneh mon?
muka kriminil ya kamu? hihihi

btw, ipb, berhentilah mempermalukan diri sendiri. atau siapapun deh yang mengatasnamakan ipb, tahan diri deh

sevenco

itu yg komen dgn nama ‘kuasa hukum ITK’, boleh saya lihat surat kuasa dari klien saudara? tentunya saudara punya kartu ijin praktek yg masih berlaku kan? jangan lupa baca lagi ketentuan pasal 31 UU 18/2003 ttg advokat:

Pasal 31
Setiap orang yang dengan sengaja menjalankan pekerjaan profesi Advokat dan bertindak seolah-olah sebagai Advokat, tetapi bukan Advokat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta) rupiah.

sevenco

@acta withamana

Pukul meja pun terjadi beberapa kali (termasuk saya melakukannya). Tapi DIPUKULI dan DIJEWER?? Saya tidak melihat kejadian tersebut..Bisa anda tanyakan saksi2 penjaga kantin yang ada di kantin tersebut.

anda mengaku tidak melihat, tapi luthfi yg jadi korban mengaku dianiaya (”dipukuli dan dijewer”). hak dia utk melaporkan tindak pidana itu, dan wewenang pengadilan utk menentukan terjadi atau tidaknya tindak pidana, bukan anda. kalau IPB tidak punya peraturan yg melarang perkelahian mahasiswa dan menghukum mahasiswa yg menganiaya orang, biar polisi saja yg menangani ini.

Sekali lagi, kita debat secara terbuka, Lutfi pun bebas mengungkapkan pendapatnya. Aksi bentak-membentak buat saya suatu hal yang wajar ketika yang disulut adalah emosi KELEMBAGAAN ITK.

ini aneh. katanya luthfi bebas mengungkapkan pendapat, kalo gitu kenapa harus dibentak2? pake pukul2 meja segala. dan kalo memang ingin menyelesaikan secara diplomatis kenapa anda dari pihak ITK IPB tidak bisa mencegah aksi menjurus anarkis dari mahasiswa2 ITK IPB? apa memang begini cara orang menghargai kebebasan berpendapat di ITK IPB? kalo begini saya sih tidak akan menyarankan adik-adik saya utk sekolah di sana.

noto

gw bingung..masalah udah beres kok jd dperpanjang lg??kdua belah pihak sendiri sudah berdamai sbelum ada nya tulisan dr mas herman ini..

cm4nk

@Noto
“Berdamai” atau dipaksa damai karena ada ada yg mengintimidasi??
ck..ck..ck..

noto

@cm4ank
wah saya jg ndak tau mas..saya jg bkn anak itk.saya cm menyimpulkan apa yg saya baca dan berusaha utk positive thinking dl…toh brita ini jg blm tau kbeneran nya gmana.

Acta Withamana

“btw, ipb, berhentilah mempermalukan diri sendiri. atau siapapun deh yang mengatasnamakan ipb, tahan diri deh”

I agree..lebih baik gunakan nama asli atau nick dan berkomentar yang baik..klo bisa Kuasa Hukum ITK atau entah sapalah itu konfirmasi ke saya..

I smell something fishy…

StupidHuman

menghina, merendahkan, mengadu domba bukan pula ciri suatu masyarakat beradab :-D

kenapa banyak orang selalu lari ke urusan hukum jika pada saat yg bersamaan hukum itu dipertanyakan keampuhannya

iqbal Goeltom

segala keberatan atas tindakan ITK kepada Luthfi bisa menggunakan hak hukumnya dan ITK siap melayani hak hukum tersebut.

-terima kasih-

iqbal Goeltom

btw mas herman saya sudah mempelajari tindakan sensasi anda sejak 2005.hehehe. ternyata anda bukan orang sembarangan.siiip dah.selamat melanjutkan sensasi demi kemajuan blog anda.more visiter more money.hehehe

Iya, sensasi yang murahan memang banyak.

Makanya sekarang saya banyak menulis isu yang menyangkut masalah kemanusiaan, seperti kekerasan, intimidasi, korupsi, dll. Hal-hal seperti ini penting bagi saya, walaupun tidak berkaitan langsung dengan saya.

dhim

ITK lg ITK lg,,,klo ngk da masalah ngk kan ribet seperti ini kan…
Solusinya cuma satu yaitu HAPUS SEMUA bentuk OSPEK dimn pun itu, berikan permohonan tersebut kepada Rektor yg bersangkutan kemudian diawasi oleh seluruh elemen kampus, apa bila terdapat kegiatan seperti itu (biasanya terselubung/sembunyi-sembunyi) lakukan tindakan sesuai aturan yg berlaku.
Sebagai manusia kita saling menghargai, bukan menghujat dan menjatuhkan satu sama lain dengan dalih mendidik,itu TIDAK BENAR.
Logika nya gini,klo kalian dah masuk dalam suatu “keterikatan” yg telah membudaya maka akan terasa wajar saja apapun bentuk perbuatan yg dilakukan tersebut namun, tidak secara objektif, Inget ngk tingkat satu padahal telah diajarkan SOSIOLOGI disitu kalian pasti dah ngerti makna2 nya (buat yg ngerti!nyatanya banyak yang dapat nilai C), pikir dg jernih aja..

iqbal Goeltom

@dhim
saya rasa yang kami lakukan bukan ospek…ospek itu menyuruh orang untuk melakukan sesuatu semata mata hanya untuk kesenangan seniornya.
di ITK ada push up, toh di mata kuliah Selam Ilmiah harus ada push up agar lengannya kuat sewaktu exit ke kapal.
di ITK ada tamparan, toh kalau melaut dengan nelayan kalau kita melamun di kapal kita ditampar oleh nelayannya
di ITK ada bentakan, toh kalau kita menghadapi nelayan turun lapang tidak semua bersikap baik.
di ITK kegiatannya di beri responsi semua mata kuliah oleh semua seniornya, lantas apa itu disebut ospek?
apa anda kira kami melakukan pembinaan terhadap adik kelas kami dengan KALUNG JENGKOL dan NYANYI2?atau dibedaki dan diberi LIPSTIK??
Atau anda kira kami melakukan pembinaan terhadap adik kelas kami dengan MEMUKUL ULU HATInya???atau MEMUKUL TULANG KERINGNYA?atau membuat MUKANYA BONYOK??
semua kegiatan dilakukan dengan pertimbangan MANFAAT.baik senior, junior maupun DOSEN terikat pada peraturan kegiatan yang harus dipatuhi.
Disini saya akan mengklarifikasi 3 hal
1. permasalahan dengan luthfi sudah selesai
2. tidak ada kekerasan dalam penyelesaian tersebut
3. tidak ada kekerasan dalam kegiatan pembinaan kami

3 pernyataan terakhir
1. saya kira siapa yang tidak senang dengan kegiatan kami bisa berdiskusi langsung kepada kami setiap saat dengan CARA YANG BAIK dan didukung FAKTA
2. pihak manapun yang tidak senang dengan kasus ini dapat MENGGUNAKAN HAK HUKUMNYA
3. Seluruh warga ITK saya imbau untuk tidak lagi melanjutkan komentarnya disini

-iqbal goeltom-

Joan

@ Kuasa Hukum ITK: Kredibilitas Anda saya pertanyakan, dari sudut tata bahasa Anda yang kacau itu.

dhim

@Iqbal
Benerkan Ada Bentarkan hingga TAMPARAN, TERBUKTI!
Mudahnya gini,.
1. setiap Mahasiswa baru pasti tidak akan setuju dengan kegiatan tersebut tanpa adanya paksaan atau bujuk rayu serta tindakan baik atau tidak baik dari seniornya (Dibenarkan kah perbuatan itu?TIDAK).Karna dari hati nurani Mahasiswa baru tersebut sudah mnolak hal tersebut.

2. Pasti Seniornya Senang dan sangat stuju dengan kegiatan-kegiatan smacam itu, biasanya tujuannya unjuk gigi, biar populer lah, dan yg pasti minta dihargai (manusia bgt) sedangkan Mahasiswa barunya merasa tertekan dan tidak nyaman,hak nya untuk dapat hidup bebas tertindas (DIbenarkan kah hal itu?TIDAK)

3. Lihat lah komentar orang-orang awam yg sudah banyak ini, stujukah mereka, pasti jawabannya TIDAK. apa yg menyebabkan ketidaksetujuan tersebut adalah pendapat yang Objektif. Tindakan kekerasan sebagaimana pun tujuan nya, mau dia nantinya kelaut terus ditampar nelayan atau apa pun tidak dibenarkan. Orang tua nya saja tidak pernah menampar malah ditampar senior. Tahukah kalian Buat yang muslim, Nabi Muhammad SAW saja mengajarkan kita mendidik orang dengan kelembutan BUKAN dengan kekerasan. Dunia hanya sementara klo kalian smua tau, Knapa mendidik untuk kehidupan didunia saja dengan tindakan seperti itu, bagai mana dengan akhirat yang paling penting, didikan seperti apa??Pasti banyak yg jawab, ITU URUSAN PRIBADI MASING2..ya begitulah

iqbal Goeltom

@dhim
dimiliterpun jauh lebih parah pendidikannya.apakah termasuk kekerasan?begini bung dhim,setiap bagian dunia punya kebutuhan masing2
1. pendidikan ini tidak ada urusannya dengan unjuk gigi atau popularitas senior. lelah dalam membimbing tidak sebanding dengan popularitas (kalau itu yang anda tuduhkan).
2. tidak ada paksaan dalam kegiatan ini.toh yang tidak ikut dalam kegiatan pembinaan kami masih hidup sehat wal afiat dan lulus. tak ada paksaan
3. ya benar orang AWAM tidak akan setuju,karena jelas mereka AWAM dan tidak tau apa kebutuhan untuk tantangan yang kami hadapi di lapangan
4. ”orang tuanya saja tidak pernah menampar…”
saya tidak yakin anda berani berkata demikian kepada nelayan diatas kapalnya ketika anda termenung pada saat melaut.dan saya tidak yakin anda berani berkata menampar itu salah apabila anda seorang tentara yang sedang di bina, padahal itu sudah kebutuhan mereka.
5. tentang Nabi SAW, bisakah anda beri hadist yang shahih selama hidup nabi, dia selalu menggunakan cara yang lembut,nah tolong definisikan kelembutan nabi SAW dan bandingkan dengan apa yang kami lakukan.
6. o iya satu lagi silahkan protes ajaran islam yang mewajibkan orang tua memukul anaknya kalau tidak mau shalat. karena menurut anda itu juga kekerasan bukan??
7.hal yang penting sebelum menilai adalah melihat dan mendengar. anda baru saja mendengar (dan sumbernya juga belum pasti)
saya sarankanlengkapi dengan melihat langung dan mendengar dari sumber yang benar pula.

asri

hah? kaget gw. jurusan adek gw d IPB masuk blog… *kmane aja lw ri br tw*
tp britanya aneh2 gini
busyet, ospek d jurusan-mu sptnya lebi repot drpd d kampuz mbakmu ini
@iqbal
no 2, kt adek gw, klo ga dtg ospek jurusan ini kasian tmn2 skelompoknya… ntah lah…
no 6, beu dmn kt2 mewajibkan? yg ada kata2 boleh dipukul klo ga mw sholat, tapiiiiiiii itu jg pk proses, ga tb2 aja lgsg pukul… itu jg sbg peringatan k anaknya, spy membiasakan dg sholat yg emg wajib!
*beuh, mlh bw2 SARA dimari*

telpon adek ahhhh “dek, hayu pindah kampuz aja….”

-jgn dkira bnran telpon adek gw loh-

bLogger emg keren! *cari bahan ah bwt buang sampah Lg d tmpt sampah*

bLogger itu hacker yah? *ngakak sambil kabur*

manusia biasa

@iqbal…
anda mempertanyakan hadist, sepertinya anda sangat GERSANG DAN HAUS

terhadap hadist atau ayat2 suci Al Quran, atau anda jarang sholat jumat

(just nanya, karena dalam setiap cEramah2 ada di sentil hadist tentang

indahnya perilaku nabi Muhammad SAW)… ini saya beri ayat dari ribuan

hadist yang memberikan tuntunan agar kita menggunakan kelembutan dalam

setiap tindakan (setidaknya saya tahu walaupun saya masih harus banyak

berbenah dan memuhasabahi diri karena jauh dari sempurnanya perilaku

kelembutan *hiks*) …

ayat 125 dari surat Annahl ini, “Ud’u ila sabili rabbika bilhikmati wal

mauidzati hasanati wa jadilhum billati hiya ahsan!” Artinya Serulah

manusia ke Jalan Allah dengan jalan hikmah (dengan dalil yang kuat) dan

dengan pelajaran yang baik, serta bantahlah mereka dengan baik!

kemudian anda membandingkan kekerasan di militer dengan di kampus anda,

(emangnya mahasiswa di kampus ente disiapin untuk perang yah?) anda

meng-ANALOGIKAN DUA HAL YG BERBEDA BUNG! KALAU MENURUT LOGIKA ANDA YANG

NGAWUR ITU APAKAH MAHASIWA YANG MASUK KAMPUS HUKUM HARUS DI HUKUM JUGA

(DIPENJARA MISALNYA) SEHINGGA IA SIAP KETIKA SUDAH LULUS NANTI,

TOENGGGGGGGGGGG…. NGACO EUY ;)
sehebat apapun jurusan yang anda ambil, ITK, Atau apa lah, bukan suatu

hal yang bisa membenarkan kekerasan kan… renungi, kalau hati nurani

manusia belum mati tentu ia tidak akan melakukan kekerasan. MESKIPUN

KEADAAN MEMUNGKINKAN HAL ITU.
SARAN SAYA, BELI KAMUS YAAH, CARI ARTI MENGKRTIK DI SITU, ya udah kalau

anda merasa berat nyari ilmu (tapi tangan nya ga berat kan buat mukul

junior, hohoho)
menurut KBI hal 527 bahwa singkatnya “mengkritik adalah memberi

pertimbangan dengan menunjukan mana-mana yang salah; mencela;

mengecam”, dari definisi itu jelas bahwa kritikan tidak bisa di bagi

atas bahasa yang digunakan dengan kritikan halus ataupun kasar, toh

dalam definisinya saja sudah termuat bahwa krtitikan itu mencela,

NGERTI KAN BUNG… kritikan bisa di bagi dengan dua segi, yaitu

kritikan membangun atau meruntuhkan, dan sepertinya para blogger

sependapat bahwa si lutfi melaksanakan kritikan yang membangun.

@anak-anak ITK (yang melakukan kekerasan di kampus saja, karena saya

yakin sebagian dari mahasiswa di sana masih punya hati)
pertama saya ingin nanya alamat kampus anda yang lengkap biar kalau ada

yang ingin mengirim sesuatu seperti di bawah ini bisa nyampe:
-karangan bunga, sebagai simbol MATI nya hati nurani di kampus kalian.
-kolor (entah warna apa), sebagai simbol pecundang yang beraninya main

keroyokan.

sebagai kaum intelek seharusnya anda menyikapi kritikan dengan

cara-cara yang intelek donk, janga pake kekerasan
TIDAK ada ASAP kalau TIDAK ADA API
lutfi bekoar karena ia melihat ada kekerasan di kampusnya, kalau tidak

ada ngapain juga nulis begituan, mendingan ngeBlog yg rame2 ya FI? (tos

dengan lutfi walaupun mungkin badannya masih pegel karena kena jewer

DLL, hehehe)…

kayaknya kuping mahasiswa ITK pada kebakar tuh, hehehe, baru tau rasa

lo kritikan dari banyak orang (blogger) itu bisa sangat pedas dan

membentuk opini publik.
saya MENGERTI KENAPA PARA SENIOR ITU BERANG:
MEREKA TAKUT berita ini menyebar dan terbukti (emang terbukti kok *

dijitak lutfi*) maka tahun ajaran depan ga ada mahasiswa yang masuk

jurusan mereka, truuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus, ga ada lagi deh yang

bisa di bentak dan di pukuli, wakakakakaka…
kasian yah,asumsi saya, mereka kalau ga marah2 barang beberapa waktu

aza bisa kena alergi gitu hihihi *ngakak-guling-guling*

@noto.
saya anggap masalah ini tidak selesai sebelum ospek tanpa kekerasan

berhenti di ITK, tul ga temen-temen bloger?

@orang yang ngaku kuasa hukum IPB?
ceileeeeeh gaya lu, yang cuma tahu cara membentak dan memarahi junior

aza sok ngomong hukum lu, sadar ga lu sudah melanggar HAM, dan itu bisa

di tuntut loh, suer, mau nyoba?….
mmmm beneran nih mau nuntut, hayuk atuh,,,, di tunggu, biar IPB masuk

TIVI gara2 mukulin orang yang melontarkan kritik membangun bagi

kampusnya sendiri, wakakakakakaka. IRONIS dan MEMALUKAN

@a-a (yang katanya mewakili mahasiswa ITK)
anda menyalahkan kami melakukan koment dan merasa dilecehkan, WAIT!

anda sadar sudah melecehkan mahasiswa pada umumnya, anda melakukan hal

yang tidak terpuji terhadap mahasiswa yang melaksanakan TANGGUNG JAWAB

SOSIALNYA terhadap kampusnya sendiri, JANGAN MELECEHKAN ORANG KALAU

TIDAK MAU DI LECEHKAN

@Acta Withamana
Anda menjawab pertanyaan anda sendiri!
apakah ada tindakan ITIMIDATIF saat diskusi di kantin itu, dan anda

menuliskan pembicaran itu pake bentak-membentak, nah lo? hehehe, pusing

kan….
trus anda menulis kalau menurut anda bentak-membentak itu wajar, waw…

luar biasa, bagi saya hal itu tidak wajar BU! mungkin anda sudah

terkontaminasi dengan budaya ospek kampus anda sehingga pemikiran anda

berekonstruksi jadi kotradiktif dengan nurani, ya itu, anda menganggap

bentak-membentak itu wajar! *tepuk tangan yuk buat ITK* yang bisa

mengubah budaya bentak-mebentak sebagai suatu yang wajar…. hoekkkk.

@lutfi
selamat atas keberhasilannya lulus, sujud syukur tuh karena udah keluar

dari kampus yang humanismenya udah pudar. dan kalau bisa jangan ampe

trauma yah menyuarakan kebenaran. CUKUPLAH ALLAH PELINDUNG KITA.

oh iya mas iqbal… ga semua bloger kerjaanya cari uang lho, mungkin

anda belum memahami bahwa ada beberapa hal dalam hidup yang tidak bisa

digantikan dengan uang, kepuasan menulis salah satunya…

leolintang

Wah.. saya anak IPB…

dakomi

Ospek kaya gitu kayanya udah ngga perlu lagi deh…kuno boss

nurussadad

setuju sama mas sluman slumun slamet:
kampus yang gak ada konser musiknya

chinMoL

menurut saya….
Yah….gitu deh,,,,
krNa beLom dewasa jadi nggak tahu harus ngomong apa….

kaLo mau bikin tulisan yang nggak bikin darah orang jadi bLeBup bLukutHuk (alias mendidih)

nGgak usah pake nama asli duNk…

atO blognya nggak usah dikasih poto pribadi biar nggak ada yang membentak….

emang kalo org indonesia itu gampang prihatin ama korban…..

??????????????

chinMoL

1 : 15 eh salah 3 : 15 deng………….

salha besar seharusya yang nggak tahu nggak usah ikut campur dan seharusnya 1 : 1 ato 3 : 3

salah besar kalo orang hanya 1 tapi yang ngadilin banyak

iqbal

@manusia biasa
1. sadar atau tidak bahwa anda adalah orang yang mengidentifikasi diri sebagai tuhan, karena tidak/belum tau fakta lapangan anda sudah mengadili orang seenaknya
2. saya tidak berusaha menggeser isu ini menjadi isu SARA, tapi yang saya minta adalah hadist yang shasih (dan hati2 sudah ada 25000 hadist palsu yang ditemukan) tentang sikap Nabi SAW mendidik orang (hadist lo bukan ayat)
3. iya saya jarang shalat jumat, cuma 1 minggu satu kali
4. pukul di militer bukan kekerasan, tapi di Taman kanak2 itu kekerasan.kenapa?karena kebutuhan anak TK dan TNI berbeda. push up dan tampar di ITK bukan kekerasan tapi di SD atau institusi lain itu kekerasan.kenapa?karena itu kebutuhan di ITK (saran sebelum komentar:baca posting saya sebelum ini)
5. ya kami disiapkan untuk berperang, berperang melawan kemiskinan dan kebodohan masyarakat, terutama masyarakat pesisir
6. ”kritik…bla2..”
anda mungkin tidak sadar hidup di Indonesia, bagaimana cara orang “berpancasila” menyampaikan kritiknya (kecuali sudah bukan wni atau tidak mengaku wni atau tidak pernah belajar PMP/P4/PPKN))
7. kampus kami jl. Rasamala , kampus IPB Dramaga, Bogor
8. kalau anda membaca tulisan luthfi, harusnya anda sudah tau betapa “intelek”nya dia mengkritik sehingga muncullah asap
9. oh iya bung, tahun ajaran baru (angkatan 44) ini jumlah peminat ITK di IPB no 2 tertinggi lho. dan akreditasi ITK TETAP A juga.wah senangnya
10. wah sepertinya anda yang paling PAHAM tentang hidup ya?padahal saya tidak mengeneralisasi semua blogger cari uang lho.
11. satu lagi kegiatan kami resmi dikampus
12. duh hampir lupa, mumpung megang KBBI, tolong liatin defenisi kekerasan donk (boleh donk…?)

@chinmol
emang kebanyakan orang cepat simpati terhadap korban.hehehe
@nurussadad
apakah klo gak ada konser musiknya kampus kami gak bisa Terakreditasi A?kayaknya enggak deh, akreditasi IPB A.atau gak bisa menghasilkan Doktor?enggak juga kampus yang dosennya memiliki gelar Doktor terbanyak se indonesia itu di IPB. wah kayaknya itu gak menghalangi kami berprestasi dan meraih tujuan kampus “sebernarnya”.
oia sadar atau gak sadar anda bisa makan beras juga karna IPB masih eksis lo (mudah2an tau ceritanya)

Bonar

Lae Iqbal Gultom,

Katakanlah Lae benar, Bahwa tampar menampar di ospek itk itu adalah hal yang wajar. Itu tidak serta merta membenarkan intimidasi terhadap orang yang tergelitik berpendapat tentang ospek tersebut.

Katakanlah lagi, Luthfi itu brengsek dan tidak intelek dalam mengkritik. Tapi lagi-lagi itu tidak serta merta membenarkan pembredelan terhadap postingan di “rumah”nya si luthfi sendiri.

Betapapun Iqbal tidak mengindahkan Moral, PPKN, PMP, P4, tidak serta merta menjadikan Lae sebagai orang yang berhak menghakimi moralnya, dan menetapkan hukuman fisik maupun ‘ide’.

…And whats the point bawa-bawa kehebatan IPB?

Entah seberapa besarpun jasa-jasa IPB terhadap Indonesia, dunia, dlsb, entah seberapa hebat pun rating dari IPB, semuanya itu tidak serta merta memberikan hak kepada mahasiswa ITK untuk mengancam seseorang diluar ITK untuk menuruti kemauan ITK.

Itu semua(di ITK kekerasan itu valid, luthfi tidak intelek, IPB berjasa, dan IPB hebat) samasekali tidak relevan jadi alasan untuk membolehkan siapapun dari IPB maupun ITK untuk melakukan intimidasi.

Bahkan jikalaupun Lae memberi saya makan, tidak serta merta berarti lae jadi berhak mengintimidasi saya, apalagi melakukan kekerasan.

Jika logika tersebut tetap dipakai, pertanyaannya adalah: apa batasannya? Apakah setiap orang yang berjasa serta merta berhak menampar orang satu kelompoknya, atau mengintimidasi orang lain diluar kelompoknya, lalu membredel “rumah” orang lain?

Dont get me wrong, Saya sungguh-sungguh mengakui bahwa IPB itu hebat, tidak ada yang mengatakan sebaliknya, dan itu tidak hanya untuk menyenangkan hati Lae. Sayang sekali, ada “oknum-oknum” yang membuat segala kehebatan itu terasa kosong.

PS: Saya sebagai bagian dari masyarakat pesisir merasa terhina, karena Lae sebagai orang intelek dari ipb mengata-ngatai kami bodoh dan layak diperangi. :) [satire mode on] Saya menuntut Lae mencabut pernyataan tersebut, lengkap dengan permintaan maaf! [satire mode off]

Bonar

koreksi:
par 3 seharusnya “betapapun Luthfi …dst”

Aki Herry

Aha…seneng mukul mah salah jurusan atuh.
Mustinya ke mesjid, mukul bedug.
Ato ke Sasana Tinjow men..

daeng limpo

Dulu sih kami juga mengalami kekerasan dalam Opspek angkatan 26 IPB, itu dulu…waktu babeh ORBA masih berkuasa. Lha jaman reformasi sekarang yang gituan kok masih dipelihara……dasar norak !!!

Puang Maraja

Udah ahh capek bacanya, ngga selesai-selesai masalahnya….biarkanlah Luthi, Herman dan ITK serta IPB yang ngetop…

untung bukan di TV, di TV yg terkenal kan cuman 3, Politikus, Artis dan Kriminal:)

DAMAI

Tabe’k

iqbal

@Bonar
1. nah sekarang lae tuntut saya minta maaf karena masyarakat pesisir saya katakan miskin dan bodoh. lae bonar, saya sekarang lagi perjalanan lapang di Bintan Kep.Riau. itu kenyataan yang saya lihat. dan setiap wawancara mereka selalu bilang ” yah beginilah dek, kite ni orang bodoh, miskinlah. dulu cume sekolah SD. abis tuh tak lah lanjut..”
apa saya harus bilang masyarakat pesisir kita kaya??
kami memerangi kemiskinan dan kebodohan bukan berarti kami sudah kay dan pintar! tapi harus diakui bahwa cara berpikir tentang masa depan orang yang sekolah yang tidak itu pasti beda. kalu sama yah untuk apa ada sekolah???

2. tidak ada intimidasi terhadap luthfi. semua diawali dengan dialog. kami tawarkan 3 opsi (damai dengan permohonan maafnya, jalur hukum, jalur di luar opsi 1 dan 2). kalau dia merasa TERTEKAN atau TERINTIMIDASI, dia pasti MAU menyelesaikan dengan JALUR HUKUM. tapi itu tidak dia pilih. nah apakah itu salah kami??

3. SEMUA yang akan ikut pembinaan kami atas dasar KERELAAN. lae bisa lihat yang tidak ikut tidak ada cacat fisik dan mental sampai dia lulus.

4. saya harap jangan terlalu cepat bersimpati terhadap “korban”.

5. hendaknya berkomentar dengan lebih dahulu mengetahui fakta di lapangan.

bloggerx

yg nulis juga mental preman nih
gak pake otak.
masalah orang kok di besar-besarkan
sama persis kayak gaya preman jalanan
sok peduli dan setiakawan
tanpa tau benar salah.

budi sutomo

HARI GINI MASIH MAIN FISIK, CIRI-CIRI MAHASISWA GA CERDAS DAN KETINGGALAN ZAMAN, BERKARYA MAN…!

maruria

ya ampuuun…adekku dikeroyok???? Kereenn.. Hidup Luthfie..!! sebegitu berpengaruhnya tulisanmu sampe membuat banyak orang kebakaran jenggot. hahaha…

adit

heran deh saya, bangsa ini kok beraninya maen keroyokan yah ?

iwanzabogar

@daenglimpo
Saya alumni FPIK IPB dan saya sangat setuju dengan anda. Sebaiknya adik2 mahasiswa IPB sekarang tidak usah OSPEK saja. tidak ada gunanya. Lebih baik langsung masuk FDC, WANADRI, MENWA atau organisasi lain yang bermanfaat. Proses pendidikan di organisasi tersebut jauh lebih terarah. Dan sangat berguna untuk pekerjaan kelak. Anak buah saya yang dulu bersekolah di tempat yang katanya banyak kekerasannya, ternyata begitu masuk dunia kerja kebanyakan tidak punya mental juang sama sekali, terlalu banyak menuntut sedangkan prestasi kerja tidak ditunjukkan dengan baik. Sebaiknya kawan-kawan IPB jangan seperti itu. Dan prestasi itu harus ditunjukkan sejak kuliah.
@iqbal gultom
Saya sangat menyayangkan sekali anda masih meneruskan budaya kami dulu. Anak baru ITK tidak butuh OSPEK semacam itu. Penggal kepala saya kalau saya bohong. Mereka akan membutuhkan pendidikan seperti itu kalu memang masuk organisasi atau pekerjaan yang yang mengharuskan anggotanya memiliki disiplin tinggi. Jadi biarkanlah pendidikan mental milik porsi organisasi lain, bukan HIMITEKA atau senat FPIK. Begitu anda lulus, anda bukan lagi ITK, BDP, PSP, MSP, SEI, atau THP, atau bahkan IPB. Publik cuma ingin tau anda bisa apa dan menghasilkan apa.
Anda sudah ke bintan, sudah ketemu masyarakat pesisir, seharusnya mahasiswa harus lebih banyak mencurahkan pikiran untuk mengatasi masalah di lapangan daripada hanya mengurusi OSPEK saja.

kiki

searching di google: ipb kekerasan… monggo

Mahasiwa dari kampus gak ngetop gak kayak ipb

mental udah kayak preman banget tuh si iqbal,,

ngeri banget.. gimana kalo jadi pejabat tuh orang,

bener gak tuh dia peduli ama rakyat pesisir.. orang ngritik aja digituin..

parah2,,, tobat lah genk…

trus jangan bawa2 Islam napa,, baca lg buku2 islam.. biar gak asal ngemeng aja

pahlevi

kasian mental penjajah masih ada aje zaman sekarang,,,,kaciaannn,,

ospek masih ada,,uhh,,di kritik malah ngamuk,,dasar,,( emang susah kalo otak penjajah ” sudah merasuk dan darah penjajah sudah merasuk ke bangsa indonesia,,)

tingkatkan cara berfikir yang logis dong,,dikampus adalah dunia pemupukan intelegensi bukan pemupukan calon koruptor dan eksekutor,,kawan,,

pahlevi

LUCU, SOMBONG, NORAK, DAN SO ” IPB GITU LOH,,( ITULAH YG PANTAS DITUJUKAN KEPADA IQBAL DAN KAWAN2 LAINNYA TERMASUK ANAK2 IPB ),,KACIAAN,,DECH,,( DARAH PENJAJAH DAN KORUPTOR MERASUK KEDALAM TUBUH ,,,SUDAH SANGAT SUSAH UNTUK DIBERI KOMENTAR,,KASIAN,,),,,KARENA ORANG TUA MEREKA MEMANG SUDAH ,,MENDIDIK ANAK2NYA UNTUK SELALU MENJADI PEN JA JAH..

TUK IQBAL : ANDA SEPERTINYA HARUS BELAJAR AGAMA LEBIH BANYAK MAS,,,( KASIAN,,),,SEOLAH-OLAH ANDA PALING MENGERTI TENTANG HADIST DAN AL’QURAN,,( KACIAN,..).

ISLAM ITU LUAS MAS,,JELAS,, LUGAS DAN TEGAS,,BUKAN BER-ARTI ” TER-KERANGKENG”..KITA HARUS MELIHAT PERBEDAAN ILMU FIKIAH DLM ISLAM..MAS

ANDA BOLEH MEMBENCI YG MENURUT ANDA TDK SESUAI DENGAN HADIST DAN ALQURAN ( TERMASUK ANDA MEMAKAI CELANA DAN KEMEJA , DIJAMAN ROSULULLOH BELIAU TIDAK PERNAH MEMAKAI CELANA PANJANG DAN KEMEJA/KAOS KETIKA SHOLAT !!! ITU BID’AH MAS,,) PERTANYAAN NYA APAKAH IQBAL MENGIKUTI HADIST ROSULULLOH ?? JAWABANNYA ADALAH “TIDAK” KARENA ROSULULLOH SETIAP SHOLAT MEMAKAI GAMIS YANG PUTIH BERSIH DAN WANGI,,

JANGAN BERBICARA HADIST DAN ALQURAN DAHULU,,SEBELUM ANDA BELAJAR DENGAN PARA USTADZ DAN KIYAI YANG JUJUR ..
DAN PERBANYAKLAH BELAJAR,,,, ILMU2 PERBEDAAN FIKIH DLM ISLAM
BELAJARLAH HADIST2 SERTA ILMU2 DARI ORANG YG BENAR,,JANGAN AROGAN,,
JUGA BELAJAR LAH ILMU2 FIKIH DARI PARA IMAM SYAFIIE, HANAFI , MALIKI DAN HAMBALI ( DISITULAH ANDA BISA MEMAHAMI PERBEDAAN AMALIAH TTG ISLAM!!!! BUKAN SYARIAT!! )..

SAKING HEBATNYA DAN PINTARNYA ANDA..
SAMPE-SAMPE APA YG DISAMPAIKAN ORANG2 PESISIR LANGSUNG DISAMPAIKAN KE PUBLIK BAHWA MEREKA MISKIN DAN BODOH,,( TDK MENGERTI JURNALISTIK,,)..???

” KETIKA ANDA MASUK KE DALAM DUNIA KERJA” ANDA TIDAK DINILAI APAKAH ANDA LULUSAN IPB, ITB, UI DSB,,KALO MASIH BANGGA DENGAN INI ( KASIAAN,,,!!!!)
BANYAK BELAJAR MAS,,TERUTAMA IQBAL TTG ISLAM YA,,,,SELAMAT BELAJAR TTG ISLAM MAS IQBAL,,,