
Sebetulnya oke-oke saja menaikkan harga BBM demi menyeimbangkan APBN, toh kalau negara bangkrut masyarakat juga yang kena susahnya. Permasalahnnya, kondisi ekonomi rakyat sedang susah. Apakah tidak ada solusi lain, seperti misalnya mengefisiensikan internal pemerintah dan memperbaiki sistem migas kita?
Adik saya menanyakan itu kepada Boediono, Gubernur BI dan Mantan Menko, di sela-sela kuliahnya di UGM hari Sabtu kemarin.
Boediono menjawab dan menjelaskan bahwa solusi tersebut adalah solusi jangka panjang. Mengurangi subsidi adalah untuk mengatasi permasalahan 1-2 tahun ke depan.
Harapan saya pemerintah benar-benar membuat dan melaksanakan solusi jangka panjang itu. Kalau tidak, rakyat cuma akan menjadi penonton episode demi episode kenaikan BBM. Jika keterusan, maka suatu saat nanti harga Bensin akan semahal di Inggris, tapi standar hidup kita lebih rendah daripada Vietnam.
Dan ketika saya bilang 'pemerintah', itu juga termasuk DPR.
NB: Salut untuk mahasiswa yang sudah berdemo dan turun ke jalan, walaupun BBM tetap naik tapi demo tersebut sudah mengingatkan pemerintah kalau kenaikan BBM kali ini sangat membebani ekonomi penduduk miskin. Dan tidak salut dengan tokoh-tokoh yang ikutan mendompleng isu BBM untuk keperluan 2009.