March 28th, 2008
Pertanyaan Jebakan
Dalam topik logical fallacy (logika yang menyesatkan) ke dua, saya akan membahas pernyataan Menkominfo RI, Muhammad Nuh:
“Tolong berikan saya jawaban, bagaimana cara membangun bangsa ini dengan menyuburkan pornografi,” tegasnya.
Sebuah pertanyaan yang membingungkan? Iya, karena sebetulnya itu adalah dua buah pertanyaan yang dijadikan satu:
- Apakah pornografi tidak membangun bangsa?
- Bagaimana cara membangun bangsa kalau pornografi subur?
Sesat logika ini disebut plurium interrogationum. Atau pertanyaan jebakan/jamak, di mana premis kedua menjebak penjawab menyetujui premis pertama. Contoh lainnya:
- “Kamu masih sering mbolos kuliah?”
- “Kamu masih sering gonta-ganti pacar?”
Jika pertanyaan tersebut dijawab, maka otomatis si penjawab menyetujui pernyataan pertama, yaitu sering membolos kuliah dan sering gonta-ganti pacar.
Pertanyaan pertama Nuh sebetulnya juga sesat logika, tepatnya non causa pro causa, atau sebab-akibat yang salah. Nuh bertanya apakah pornografi tidak membangun bangsa. Padahal, korelasi pornografi dengan pembangunan bangsa masih sangat diperdebatkan. Negara seperti Inggris, Perancis, Jepang, Cina, Singapura, dan Arab Saudi, misalnya; ada mengijinkan pornografi ada yang tidak, toh mereka tetap negara maju. Contoh lain sebab-akibat salah adalah:
- “Harga sembako naik gara-gara reformasi.”
Pernyataan Nuh juga mengandung sesat logika yang ketiga, yaitu false dillema, atau dilema sempit. Sesat model ini menyempitkan pilihan menjadi dua, walaupun pada kenyataannya ada pilihan. Dalam kasus ini, Nuh bahkan menyempitkan pilihan menjadi satu. Contoh false dilemma:
- “Subsidi BBM harus dikurangi kalau tidak APBN kita jebol.”
Mari cermati. Sesat false-dilemma besutan Menkominfo ini dimulai dengan sesat non causa pro causa. Sesat ini menjebak jawaban menjadi ‘tidak’, karena hubungan sebab akibat antara pornografi dan pembangunan tidaklah saklek ya-tidak.
Kemudian Nuh membungkus lagi pernyatannya dengan sesat plurium interrogationum, sehingga pilihan jawaban cuma ‘tidak ada’, karena pernyataan pertama jawabannya ‘tidak’.
Maka lengkaplah pertanyaan pendek Nuh, menjadi sesat combo 3.
Saya tidak terlalu menyalahkan ketika logika sesat dipakai orang awam. Walaupun menjerumuskan diskusi ke arah debat kusir, perlu tidaknya retorika dalam diskusi adalah isu abu-abu. Yang jelas, logika sesat sangat tabu dalam konteks akademik.
Tapi saya menyalahkan ketika logika sesat dilontarkan seorang Menteri RI yang juga mantan Rektor ITS, karena itu merusak komunikasi dan menutup diskusi. Mungkin beliau capek, atau khilaf. Tapi saya mengharap lebih.
Terkait:
- bagaimana cara membangun bangsa ini @ ryosaeba
37 Comments
-
Herman Saksono
-
Mohon jangan serang saya dengan argumen:
“Tapi kan tujuannya baik”
karena itu juga termasuk logical fallacy.
March 28th, 2008 at 9:44 am -
MelodY
-
Terpujilah Tuhan, yang menciptakan orang seperti kamu,
dan terimakasih untuk postingan ini.Mungkin terlalu berlebihan
March 28th, 2008 at 10:28 am
tetapi saya tercerahkan, karena saya sering memikirkan hal yang kurang lebih sama, tetapi tidak mampu mengutarakannya menjadi sesuatu yang runut seperti apa yang kamu utarakan.
Again Thx
-
Yahya Kurniawan
-
Apa sumbangan Momon thd pembangunan bangsa?
March 28th, 2008 at 10:39 am
Tidak ada, kalau begitu darah Momon halal.
Lama-lama bisa jadi begitu khan? -
gagahput3ra
-
Tuh, tuhan dah baek bener menciptakan manusia seperti Momon, apalagi yang kurang coba? xixixixi
*yg diatas ini logical fallacy bukan?
March 28th, 2008 at 11:58 am -
Guhpraset
-
“Karena melontarkan pernyataan-pernyataan yang sesat logika dalam kapasitas sebagai menteri dari sebuah bangsa yang besar, maka sebaiknya badut sesat itu dipecat saja.”
March 28th, 2008 at 1:04 pm
Kalimat itu termasuk fallacy tidak? -
Hedi
-
jebakan atau enggak, aku tetep aja ga bisa jawab
March 28th, 2008 at 1:05 pm
-
-tikabanget-
-
walopun dah dijelasin panjang lebar, semalem, aku tetep ndak ngerti.
March 28th, 2008 at 1:16 pm -
Herman Saksono
-
Hedi
jebakan atau enggak, aku tetep aja ga bisa jawab
Jawab gini aja mas:
Caranya dengan memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme hingga akar-akarnya. Termasuk, mungkin, di Depkominfo.

MelodY
terimakasih untuk postingan ini.
sama-sama
Yahya Kurniawan
Lama-lama bisa jadi begitu khan?
Iya pak, bener. Dan ketika itu terjadi, biasanay sudah debat kusir
@gagahput3ra & guhpraset:
March 28th, 2008 at 1:21 pm
kayaknya iya, mungkin
-
edy
-
mungkin itu salah satu syarat untuk bisa jadi mentri
March 28th, 2008 at 1:51 pm -
fikri
-
luar biasa!!
March 28th, 2008 at 1:54 pm
perlu berkali-kali membaca untuk memahami..
terima kasih atas pencerahannya.. -
Teguh Budi
-
Membayangkan jadi logical person. Pertanyaan itu muncul dari orang yang selalu lulus sekolah S1, S2, S3.
March 28th, 2008 at 2:07 pm
Nah, kritisinya datang dari orang yang S1-ne wae lulus nganggo muntah getih (hehehe). Jadi harus percaya yang mana ya? -
Akhmad Fathonih
-
terimakasih mon atas pelajarannya yang menyegarkan. Terus terang, saya sempat bingung menjawab “pertanyaan” pak menteri yang ternyata retorika dan agak menyesatkan
March 28th, 2008 at 2:40 pm
-
didi
-
kayak ngeliat orang ngutak ngutik togel. 3×6=24. gimana caranya pokoknya pornografi gak perlu disensor. kalo perlu tunjuk masalah laen. keliatan banget keperluan lu mon. hahahaha
March 28th, 2008 at 3:21 pm -
choirul
-
Salut atas analisis dan telaah linguistik yang diberikan oleh mas momon.
Tapi sebenarnya pertanyaan pak menteri juga patut diacungi jempol karena mengandung multi interpretasi dan tidak saklek terhadap satu pemahaman. Apa yang diungkapkan oleh sdr momon bisa jadi salah satu interpretasi perspektif beliau, dan saya yakin bahwa pasti masih ada banyak interpretasi lain yang muncul ketik a seseorang mendalami dan menelaah pertanyaan pak menteri tersebut.
March 28th, 2008 at 3:49 pm -
kw
-
mon kapan kau bikin kelas dengan topik ini?
*balik ke baca postingan lagi
March 28th, 2008 at 7:11 pm
-
yati
-
karena dia yang megang toa, maka berapa juta orang yang terjebak pertanyaan ini?
March 28th, 2008 at 7:42 pm -
Ojat
-
*bingung*..baca lagi ah…
March 28th, 2008 at 8:46 pm
-
Hidayatullah
-
wekekekeK

baca se-bait aja udah bikin aku ngakak.aku nggak mau ikut-ikutan. tapi suara hatiku berteriak, “pemblokiran situs porno adalah tidak penting. tidak perlu dilakukan. situs porno adalah kebutuhan. my necessary. our necessary. oopss.. ]_[
March 28th, 2008 at 8:51 pm -
iman brotoseno
-
Ini sama juga dengan permintaan Moh Nuh waktu Pesat Blogger …
” Blogger mari buat lagu kebangsaan “
March 28th, 2008 at 10:52 pm -
didut
-
kayaknya hrs dibaca berkali-kali neh
March 29th, 2008 at 6:14 am -
bawZz
-
emang sejauh mana sih pemerintah bisa nge blok perbokepan di internet?.. okay 100% ke blok, pelacuran msh ada.. kepingan2 bokep msh 10rb dpt 4.. truss?.. sisi baiknya org2 mah jd sadar internet walau awalnya liat bokep.. bangun negara mah bangun fasilitas pendidikan, gak ada hub nya ma pornografi..
March 29th, 2008 at 10:07 am
-seks adalah solusi- -
Anonymous
-
kapan hari aku mergokin komputer iki dg video cewek telenji yg anunya keluar rantai ck ck ck….di block ama bapake, besoknya nongol lg video yg beda.
biarin ajalah. palingan masturbasi
March 29th, 2008 at 10:41 am -
Parta
-
wah.., tetap gak mudeng mas..
March 29th, 2008 at 2:55 pm
otak ku masih rakyat jelata -
Eko SW
-
serius.
aku ga ngerti mon
* belum mbaca link log fal mu juga sih,cuman, berpikir cara berpikir memang unik ya? jadi ada semacam fenomena pencerahan “ooowh, jadi sbenarnya gitu ya?”
Momon bahkan sudah mennyiapkan benteng pertahanan : “habis aku mau jawab gitu sih?” ^_^
Salut mon.
Terlepas dr Log Fal atau tidak, intinya sih, yg disampein pak Nuh kan jelas (iya ga ya?) : Porn bad, eliminate porn.
apa ga gitu ya Mon?
* apa ini malah pertanda bener2 ga ngerti ttg postinganmu?
March 29th, 2008 at 7:11 pm -
alle
-
nganu mon,..
March 29th, 2008 at 7:33 pm
mungkin beliau pakarnya fuzzy logic (logika samar)
-
dina
-
Ini adalah posting tentang logical fallacy tho mon?
Karena menyerang pak mentri untuk mempertahankan bebasnya pornografi di INA adalah Ad Hominem
March 29th, 2008 at 8:27 pm
-
Herman Saksono
-
sepertinya sudah cukup jelas kalau inti postingan ini mengulas logika argumentasi pak menteri, bukan mempertanyakan pornografi itu salah atau tidak.
March 29th, 2008 at 11:57 pm -
Hoek Soegirang
-
mungkin maksudnya agar rakyat endonesa, setelah mendengar statement beliau jadi berpikir seperti dikau kawand. jadinya khan Endonesa bakal maju kalo setiap orangnya berpikir sampe segitu jauhnya kek dikau…
March 30th, 2008 at 12:39 pm -
kramero
-
halaahh..
March 31st, 2008 at 6:57 am
Lagi2 soal logical fallacy.. -
zam
-
“membahas sesuatu yang membingungkan membuat blogpot jadi mudah dikomen..”
logical fallacy?
April 1st, 2008 at 7:35 am -
doc_wong
-
Tulisan argumentatif yang sangat bagus. Saya copy paste tulisan ini ke milis yang saya ikutin. Maap ye, tanpa ijin, tetapi saya mencantumkan sumber tulisannya berikut linknya.
Termasuk juga tulisan ryo saeba yang kamu kaitkan, saya copy paste full tanpa ijin sebelonnya.
Yang pasti, secara jelas-jelas kedua blog memang membahas lagical fallacy, bukan baik tidaknya situs porno
April 1st, 2008 at 3:41 pm -
Anonymous
-
Menurutku ini tulisan terbaik yang pernah kamu bikin, Mon.
April 1st, 2008 at 5:38 pm -
Eko SW
-
^_*
Benar, saya yang salah.Yup, tulisan terbaik. (so far)
April 2nd, 2008 at 1:14 am -
leksa
-
“…Yang jelas, logika sesat sangat tabu dalam konteks akademik…”
kenyataannya ga sejalan dengan logika itu. Logika sesat banyak diplintir untuk kemajuan akademis.
berapa banyak sarjana, akademisi yang mikir kayak kamu?
April 5th, 2008 at 3:09 am -
mong
-
bingun tambah bingun baca artikelnya, tapi melihat dari bahasanya kayaknya keren tuh…kapan-kapan saya belajar gituan deh….
April 9th, 2008 at 12:32 am -
isman
-
Mungkin sebagian pembaca bingung di bagian jebakan dua premis. Kalau contoh bolos dan pacar digabung, akan lebih terlihat:
“Kamu masih sering mbolos kuliah selagi gonta-ganti pacar?”Jawaban ya maupun tidak sama-sama menjebak.
Atau dimiripkan dengan pernyataan Nuh, “Gimana caranya supaya nggak sering mbolos kuliah kalau masih gonta-ganti pacar?”
Padahal, seperti yang dikatakan Herman, nggak ada hubungan sebab akibat secara langsung.
April 16th, 2008 at 12:48 pm -
Herman Saksono
-
Wah Sdr. Isman contohnya benar-benar jitu. Saya tidak kepikiran memberi contoh spt itu.
Maaf buat yang lain, kalau penjelasan saya sukar dipahami.
April 16th, 2008 at 1:29 pm
I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.