March 5th, 2008
Kartu Ad Hominem

Dalam lomba debat, peserta yang melontarkan argumen menyerang pribadi lawannya akan langsung mendapat Kartu Ad Hominem. Mirip seperti pebola yang mendapat kartu merah: untuk selanjutnya dia tidak diperkenankan meneruskan debat dan dinyatakan kalah.
Kenapa begitu? Sebab, ad hominem adalah salah satu bentuk logical fallacy. Dan logical fallacy itu salah besar, karena bisa menjebak perdebatan konstruktif menjadi debat kusir penuh retorika. Dan yang paling penting, logical fallacy menghasilkan kesimpulan yang sesat karena tidak disusun dengan logika yang benar.
Logical fallacy jenis ad hominem—alias serangan pribadi— adalah argumen yang menyerang pribadi lawan debat, bukan argumennya. Parahnya, walaupun serangan pribadi itu salah, dia sukar dipatahkan. Parahnya lagi, ad hominem dapat dilontarkan sangat frontal, dan dapat juga dikemas sangat halus hingga tidak ada yang menyadarinya.
Contoh ad hominem yang lazim:
- Si A
- FPI merazia hotel2 untuk memberantas perbuatan zinah!
- Si B
- FPI lagi? Dasar orang-orang munafik.
Salahnya cukup kentara kan? Argumen kedua mengolongkan FPI ke golongan munafik, sehingga perbuatan mereka jadi ‘nampak’ salah. Padahal, terlepas seseorang itu munafik atau tidak, jika yang dia lakukan benar, maka dia benar. Lagipula kita kan meributkan sah tidaknya ormas merazia hotel dengan alasan moral, bukan FPI munafik atau tidak
Contoh lain adalah ketika Megawati mengkritik pemerintahan SBY yang seperti menari poco-poco. Menganggapi komentar itu, juru bicara kepresidenan Andi Malaranggeng menjawab:
“Itu bukan tari poco-poco … tapi saya senang juga dengan pengandaian Ibu Mega karena poco-poco tarian asli dari Sulawesi”
Ini jawaban yang bener-bener bikin saya geli. Bukan karena tidak suka Mega, tapi karena tangkisan Andi yang begitu maut tanpa terlihat galak. Bagi saya ini sudah termasuk ad hominem, karena secara tidak langsung Andi merendahkan keseriusan kritik Megawati, sehingga Mega nampak konyol dan argumennya tidak sahih. Padahal, bisa jadi kan SBY dan tim-nya memang poco-poco?
Ada banyak contoh ad hominem, tapi komen-komen di blog saya kayaknya juga ada beberapa, termasuk juga *mungkin* di postingan-postingannya blog ini. Semoga tidak. Amin.
Satu hal yang pasti, bangsa ini baru akan maju jika sudah terbiasa berdiskusi secara konstruktif, termasuk juga bebas dalam kesalahan berargumentasi.
Sampai ketemu di postingan lain soal logical fallacy, ya Bu?
23 Comments
-
Eko SW
-
bismillah
* soalnya yg pertama kali commentMungkin masalah ad-homimem adalah masalah tak bisa menerima kenyataan, sehingga akhirnya subyeknya yg dicari2 kesalahannya. Kalau saya Bu Mega (gleks), dan saya melihat kondisi Negara di bawah Pak SBY, mungkin saya tak bisa mengomentari dengan bijak jalan pemerintahannya.
Juga sifat merendahkan orang lain, termasuk bagian dari kecacatan pribadi. Pun itu juga pertanda tidak bs memandang tinggi orang lain.
March 5th, 2008 at 5:36 am -
dewi
-
don’t shoot the messenger, just shoot the message. ah, moga2 ga kena ad-hominem.
March 5th, 2008 at 8:13 am
-
leksa
-
mon, kamu ga usah menggurui logical fallacy..
ada postingan kamu yang adhominem juga yang gue tahu,…*komentar ini contoh adhominem kan Mon?
March 5th, 2008 at 8:49 am -
antobilang
-
terimakasih kuliah singkatnya mon, saya jadi faham soal adhominem dan tetek bengeknya.
saya nggak nyangka seorang sarjana teknik elektro kayak kamu bisa ngomong ginian.
:ngakak:
March 5th, 2008 at 9:18 am -
Herman Saksono
-
Leks, kamu tu tau apa soal ad hominem?
*contoh lain ad hominem…*
March 5th, 2008 at 9:48 am -
nico wijaya
-
Kemana Aja Lu Mon!
March 5th, 2008 at 11:18 am
*termasuk contoh bukan* -
iman brotoseno
-
Kalau ini Ad hominem nggak ?
Anto : Saya ke Jakarta sampai Senin
March 5th, 2008 at 1:42 pm
Sarah: Saya ke Jogja sampai Senin
Tika : Sookooooorrrrrr -
yati
-
ah, macam yang tau saja soal ad hominem si momon ini…
March 5th, 2008 at 2:06 pm
-
funkshit
-
ini pasti postingan iseng.. secara momon yang nulis. dia kan orang paling iseng
March 5th, 2008 at 3:20 pm -
Effendi
-
Ad-hominem saudaraan sama adsense ya?
Ad-hominem = Ad-sensi
*kabur*
March 5th, 2008 at 4:07 pm -
aRdho
-
*terkesima*
March 5th, 2008 at 6:48 pm -
kramero
-
Misalnya si A plintat plintut dan gak konsisten argumennya dalam debat.
Trus gue bilang, “Halaahh.. Lo kalo ngomong aja plintat plintut! tadi ngomong C, sekarang ngomong D. Sekolah dulu sana. Ntar 10 tahun kedepan baru kita debat lagi.”
Itu Ad Hominem bukan..?
March 6th, 2008 at 7:21 am
-
Herman Saksono
-
Itu tergantung kita melihatnya gimana. Yang salah adalah:
A mengeluarkan pernyataan P
A juga mengeluarkan pernyataan yang tidak konsisten dengan P.
Maka, P salah.Itu adalah yang salah. Yang benar:
A mengeluarkan pernyataan P.
A juga mengeluarkan pernyataan yang tidak konsisten dengan P.
Maka, A adalah sumber informasi yang tidak konsisten.
Sumber informasi yang tidak konsisten tidak dapat dipercaya.
Maka, A adalah sumber informasi yang tidak dipercaya.Begitu katanya…
March 6th, 2008 at 9:43 am -
doc_wong
-
wah, Mon, apa loe gak takut nulis2 ttg pejabat2 penting? < << argumentum ad baculum (salah satu bentuk logical fallacy)...hehehehe
March 6th, 2008 at 2:32 pm
di blog saya, ada 21 model, ad hominem itu model no #1. Argumentum ad baculum no #6. -
Herman Saksono
-
Wah di postingannya udah lengkap itu. Lalu ngapain ya saya nulis ini?
March 6th, 2008 at 2:41 pm -
iim fahima
-
‘Masuk aja ke kulkas, biar ngga basi’
March 6th, 2008 at 7:49 pm
Kategori ad homimem, ga?
-
M Fahmi Aulia
-
jika a maka b
March 7th, 2008 at 4:04 pm
jika b maka c
maka a dan c selalu terkait dg b
*halah…opo meneh iki?* -
mercuryfalling
-
wah aku pernah kenak tuh, mon. gara2x eyang harto.
March 8th, 2008 at 1:42 am -
kw
-
saya suka membahas soalan ini, meski sampai sekarang masih agak paham tentang “sesat pikir” ini dalam tulisan /kalimat.
March 9th, 2008 at 7:40 pm -
kw
-
*nambah. kamu keren mbahas ini. di tunggu selanjutnya ya haha
March 9th, 2008 at 7:41 pm -
erander
-
Cool ..
ad hominem mudah terjadi ketika di dalam pikiran ada usaha untuk menang. Padahal, jika ingin menemukan solusi, maka bersama2 saling membahas substansi masalah bukan menginginkan pendapatnya diterima yang lain.
Bukan begitu bos??? *halah* ad hominem dah.
March 17th, 2008 at 1:26 pm -
-maynot-
-
Dulu sekali pernah ingin menyanggah pendapat Mas Herman di entry ini, tapi connection error.. hehehe.. Baru ingat lagi setelah melihat tautan dari aRdho

Hmm.. setahu saya, logical fallacy adalah “pengambilan kesimpulan berdasarkan logika perangkaian informasi yang salah”. Sementara argumentum ad hominem adalah “argumen yang menyerang pribadi (bukan pendapat) lawan”.
Nah.. argumentum ad hominem TIDAK SELALU merupakan hasil perangkaian logika yang salah. Bisa jadi itu merupakan hasil perangkaian logika yang benar. Jadi.. antara logical fallacy dan argumentum ad hominem tidak selalu berhubungan, apalagi dikatakan bahwa “argumentum ad hominem” adalah salah satu jenis dari “logical fallacy”.
May 3rd, 2008 at 11:28 am -
Herman Saksono
-
Argumen yang menyerang pribadi guna mematahkan argumen lain itu kan termasuk logical fallacy juga

Salam kenal mas
May 3rd, 2008 at 6:28 pm
I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.