Saya kutip langsung dari eramuslim dan sini:

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar … (selengkapnya silahkan dibaca di sini)

Jam, menit, dan detik itu cuma buatan manusia. Waktu, hanyalah perjanjian-perjanjian sederhana antar manusia yang begitu kecil jika dibandingkan dengan alam semesta yang begitu besar dan agung.

Ketika ciptaan manusia yang serba relatif dibenturkan dengan ayat-ayat Allah yang suci dan absolut, maka jelas tidak akan pernah pas. Yang ada justru merendahkan kitab suci.

Ayat-Ayat Qur’an di Gempa Padang
Tagged on:

52 thoughts on “Ayat-Ayat Qur’an di Gempa Padang

  • October 5, 2009 at 11:28 am
    Permalink

    Mosok cara kerja Tuhan disamakan dengan cara kerja Nazi dan gerombolan garis keras…wadoooh

    Reply
  • October 5, 2009 at 11:54 am
    Permalink

    Jam, menit, dan detik itu cuma buatan manusia — exactly :) (langsung ingat The Da Vinci Code) hehehe.

    Reply
  • October 5, 2009 at 12:03 pm
    Permalink

    berarti orang orang itu tidak menghargai Allah..

    Astagfirullah, memang jaman sudah kebalik, semudah itu manusia berpikir menyamai Tuhannya, padahal tak ada satupun manusia yang (seharusnya) mampu menerka apa keinginan Allah.

    jangan sombong

    Reply
  • October 5, 2009 at 2:34 pm
    Permalink

    ya ndapapa to mon, seni menghitung, mentafsir dan menerjemahkan simbol-simbol, dan atau ayat-ayat kitab suci itu kan sudah setua kitab suci itu sendiri berhubung islam tidak mempunyai kabbalah ya jadinya praktek-praktek seperti ini ada di wilayah abu-abu

    secara personal, saya suka kreatifitas menghubung-hubungkan macam ini, berasa novel-novel dan brown

    Reply
  • October 5, 2009 at 3:52 pm
    Permalink

    Sakjane aku yo pengen komentar gini tapi.. takut diomelin FPI :)

    Reply
  • October 6, 2009 at 10:15 am
    Permalink

    Wal Ashr: Demi waktu (Allah bersumpah untuk waktu).
    “Jam, menit, dan detik itu cuma buatan manusia” – manusia, hati dan akal pikirannya beserta ayat-ayatnya adalah absolut ciptaan Allah.
    Musibah-musibah yang terjadi apakah sekedar fenomena alam, teguran Allah atau azab Allah?
    Masing2 manusia punya hati dan pikirannya utk menilai dengan waktu2 yg terjadi Wallahu a’lam. Kita sbg manusia cm bs bertawakkal.
    Bagaimana dengan Anda?

    Reply
  • October 7, 2009 at 5:46 am
    Permalink

    Ah itu mung ngepas-ngepaske ding. Sebenarnya gempa pertama jam 17.19 (menurut jam saya) dan gempa kedua jam 17.57 (jam saya lagi). Yang di Jambi jam 08.56 (jam saya juga). Lha trus yang bener mana? Ya yang bener yang buat gempa. :)

    Reply
  • October 7, 2009 at 12:01 pm
    Permalink

    sebetulnya ada baiknya….ALLAH menunjukan bahwa AL,QUR,AN itu benar,,, penyadaran diri terhadap manusia,,,

    Reply
  • October 7, 2009 at 12:08 pm
    Permalink

    intinya, segera reparasikan jam anda dan sinkronkan dengan NTP server.. :p

    Reply
  • October 7, 2009 at 4:13 pm
    Permalink

    Setuju. Segala hal ingin dikait2kan.. Memang terkadang bencana alam itu adalah azab atau hukuman dari tuhan. Tapi ya saya katakan tidak untuk tulisan yg mengkaitkan di atas

    Reply
  • October 7, 2009 at 5:00 pm
    Permalink

    Masak ayat-ayat Al-Quran hanya sampai jam 23.59, ayat-ayat yang lain nggak terpakai…?

    Reply
  • October 7, 2009 at 9:50 pm
    Permalink

    yang jelas banyaknya bencana kalau kita lihat dari al Qur’an sendiri adalah disebabkan banyaknya dosa dan maksiat yang dilakukan manusia. mukhasabah akhii wa ukhtiii.

    Reply
  • October 7, 2009 at 11:39 pm
    Permalink

    mantab. ane sepakat sama agan. islam digituin jadi mirip dukun. heuheu,,,

    Reply
  • October 8, 2009 at 1:57 am
    Permalink

    Kalau menurutku
    Masuk akal saja kalau ada orang2 percaya ini pesan dari Allah SWT.

    Sederhananya dengan cara pikir begini,
    Allah SWT Yang Maha Kuasa itu memang memilih waktu gempa sesuai ayat yang sudah ada di Alquran tsbt. Mungkin dengan cara itu Dia berkomunikasi dan menitipkan pesan.

    Jika memang begitu, bagaimana dengan gempa di Tasikmalaya, Jogja, Afganistan?

    Reply
  • October 8, 2009 at 8:58 am
    Permalink

    Allah lah yg tau tentang musibah yg ditimpakan ke pada hambanya, ujian, hukuman atau teguran. Sebagai umat islam, diluar semua itu marilah kita introspeksi kepada diri kita sendiri, sudahkan kita menjalankan perintahNya dengan benar, sdhkah kita meninggalkan laranganNya dengan sekuat tenaga kita? Sudahkan kita siap mati jika Allah nanti, besok, atau kapanpun Allah memanggil kita. Saya rasa pesan sms atau otak-atik gathuk tidak bermaksud merendahkan ayat Allah (Al-qur’an). Kita hanya disuruh ingat, bahwa ada tangan yang Maha Kuasa yang menjalankan semuanya itu, dimanapun atau kapanpun semuanya bisa terjadi pada diri kita. Apalagi jika ingkar terhadap perintahNya kapanpun, mungkin didunia atau mungkin di ahkirat pasti kita akan menerima azab yang sangat pedih. Walaupun kita dibenteng yang kokok. Walaupun kita punya ilmu teknologi yang canggih….. mari kita bertaubat….wallahu a’lam

    Reply
  • October 8, 2009 at 11:10 am
    Permalink

    setuju……………..!

    Reply
  • October 8, 2009 at 1:05 pm
    Permalink

    Tepuk dada Anda, tanya Iman Anda??
    “Ketika ciptaan manusia yang serba relatif dibenturkan dengan ayat-ayat Allah yang suci dan absolut, maka jelas tidak akan pernah pas. Yang ada justru merendahkan kitab suci”

    memangnya sumber ilmu pengetahuan dan teknologi datangnya dari mana? Al quran adalah sumber dari segala pengetahuan dunia dan akhirat.
    Mohon Bung Herman jangan tersinggung ;)

    Kenapa sih kutilkejepit sewot terus kalau saya tersinggung. Jangan-jangan yang tersinggung sebetulnya itu kutilkejepit.

    Reply
  • October 8, 2009 at 1:17 pm
    Permalink

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Sudah tentu kejadian-kejadian seperti ini adalah teguran,bukankah bumi ini juga mendapat wahyu?
    Sesuatu yg mendapat wahyu sudah tentu dapat bertindak.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Sayyid

    Saya rasa mustahil ya berharap Anda memakai akal?

    Reply
  • October 8, 2009 at 1:45 pm
    Permalink

    persis spt yg saya pikirkan

    *jadi inget debat ama temen tadi pagi :”>

    Reply
  • October 8, 2009 at 1:58 pm
    Permalink

    menurut saya
    teori gotak gatuk yg beredar saat ini
    sptnya kok membuat ‘kitab suci’ malah bersifat lokal dan temporer saja.
    Seolah2 peringatan dr kitab suci hanya menjadi teguran dan konsumsi lokal untuk orang padang saja.

    Pdhl setau saya isi ayat dan surah dalam kitab suci berlaku utk sepanjang masa dan di mana saja.

    *Kalo umpamanya bencana tidak terjadi pukul 17.16 berati Tuhan seolah2 tidak akan pernah ngasih peringatan dong….

    Reply
  • October 8, 2009 at 3:08 pm
    Permalink

    “Jika memang begitu, bagaimana dengan gempa di Tasikmalaya, Jogja, Afganistan?”

    lha ini kan tulisannya membahas ayat2 quran di gempa padang,
    bukan apakah ada ayat2 quran di gempa lainnya Mon..

    lagian suka2 Tuhan lah mau ngasih pesan atau tidak, dimana atau kapan..

    FYI, sebenarnya aku tertarik dengan alur pikir di postingan mu ini yg menurutku kurang pas :
    “Ketika ciptaan manusia yang serba relatif dibenturkan dengan ayat-ayat Allah yang suci dan absolut, maka jelas tidak akan pernah pas. Yang ada justru merendahkan kitab suci.”

    Itulah dasar komentar ku diatas..

    Reply
  • October 8, 2009 at 3:18 pm
    Permalink

    Bukan jal, ini membahas mengkaitkan waktu dengan ayat.

    “lagian suka2 Tuhan lah mau ngasih pesan atau tidak, dimana atau kapan..”

    nah itu justru membuat sosok Tuhan menjadi tidak universal.

    Reply
  • October 8, 2009 at 3:24 pm
    Permalink

    saya penasaran, di tasikmalaya kemaren itu jam berapa ya?
    atau tsunami di aceh kemaren itu?

    Reply
  • October 8, 2009 at 9:11 pm
    Permalink

    Assalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh,

    Allah berfirman “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, Dia berkata kepadanya dan kepada bumi :”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”, keduanya menjawab :”Kami datang dengan suka hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (Fussilat : 11-12).Allah juga berfirman :”Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. (al-Anbiya : 30)

    Apakah anda mengerti percakapan Allah kepada langit dan bumi?
    Saya berbicara memakai akal yang sehat.

    Wassalamualakum warahmatullahi wabarakatuh.
    Sayyid.

    Reply
  • October 8, 2009 at 9:12 pm
    Permalink

    Di sini kita berdiskusi, bukan pembacaan ayat… mas Sayyid.

    Reply
  • October 9, 2009 at 6:54 am
    Permalink

    mas mon, njenengan ndak pernah belajar dari saya ya? gyahahaha :mrgreen:
    tapi ya gimana lagi, mbalesin komennya orang-orang yang berlagak jadi tukang tafsir nomer wahid di dunia itu terkadang memang seperti candu. dibales percuma, tapi kalo ndak dibales ya lumayan bikin gatel juga.
    apapun itu, tapi setidaknya lumayanlah buat bahan postingan. yah, setiap perkara memang ada hikmahnya :D

    Reply
  • October 9, 2009 at 8:15 am
    Permalink

    semua pendapat itu patut dihargai, tergantun kita setuju opo gak, sing penting iku iso nambah keimanan lan ketaqwaan seseorang berarti pendapat itu positif, gak ngunu a cak,….

    Reply
  • October 10, 2009 at 1:23 pm
    Permalink

    Terus-terang hati saya menjadi sakit, kalau ada orang yang sedang ditimpa musibah, terus malahan disalahin: “Rasain kamu sudah kena bala Allah, Azab Allah, sekarang, kamu banyak buat dosa sebelumnya”. Coba bayangkan, kalau daerah anda terkena musibah, eh bukannya orang lain malah menolong, malah menyalahkan anda. Apa tidak sakit hati,

    Kalau belum kena diri sendiri, memang mudah teriak sana-siniiii…….

    Betul-betul keterlaluan. Dalam suasana orang-orang sibuk menyelamatkan korban gempa di Padang, ada umat Islam yang sibuk mencari ayat sebagai dalil bagi peristiwa tersebut. Dalam suasana orang-orang berduyun-duyun menyedekahkan hartanya untuk membantu korban, ada umat Islam yang segera mencari ayat untuk membenarkan peristiwa tersebut.

    Seandainya suatu musibah terjadi pada zaman para sahabat ra, mereka akan menahan diri untuk membuat berbagai macam komentar sehingga menanyakan sendiri kepada Rasulullah saw: “Kenapa ia terjadi?” Rasulullullah sendiri tidak akan memberi jawaban sehingga memperoleh wahyu dari Allah SWT. Ini karena sekalipun kita beriman bahwa setiap yang terjadi adalah dengan kehendak Allah, menjadi suatu kesalahan yang besar apabila kita membuat asumsi sendiri kenapa Allah melakukannya.

    Mungkin memang ada azab atau peringatan, tapi kita tidak pernah tahu. Apalagi sampai dikaitkan dengan nomor-nomor surat al-Quran untuk menjustifikasikan gempa itu adalah azab Allah
    Seenaknya saja mentafsirkan al-Quran supaya sesuai dengan pendapat sendiri…..GOBLOOoooK !!

    Sebagai umat Islam seharusnya kita bersyukur karena tidak ditimpa bencana tersebut. Salah satu cara adalah dengan membantu sebisa mungkin orang-orang yang tertimpa musibah tersebut….

    Wassalamualaikum
    Andri Vista Medina

    Reply
  • October 11, 2009 at 11:42 am
    Permalink

    Mengaitkan ayat-ayat Al Qur’an dgn kejadian tertentu tanpa merujuk kepada tafsirnya tidak bijaksama sama sekali. Contohnya adalah mengaitkan gempa Jambi yang terjadi tgl 1 Okt jam 8: 52 dengan Qur’an surat 8: 52. Saya sedih membacanya. Mengapa? Karena menyamakan kondisi Jambi dengan ayat ini kurang bijaksana.
    Sebelumnya saya tuliskan kembali ayat yg dimaksud (artinya) :
    (“keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal:52)
    “Mereka” dalam ayat ini adalah orang-orang kafir Quraisy musyrikin. Mereka mendustakan Rasul, kemudian dimatikan dengan cara yang sangat mengerikan di Perang Badar. Ruh mereka dicabut dengan paksa oleh malaikal maut. Dari mana kita tahu? dari dua ayat sebelumnya (ayat 50 dan 51) karena ini adalah rangkaian cerita. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Anfal: 50-52).
    Nah.. setelah mengetahui tafsirnya, apakah Anda juga sedih jika saudara-saudara kita di Jambi disamakan dengan mereka dan disamakan pula dengan Fir’aun & pengikutnya.
    Apa yg akan dikatakan oleh orang yang menulis pesan itu jika gempa terjadi di daerahnya kemudian ayat ini dipasangkan kepadanya?
    NB.Sekedar berbagi, saya pernah baca di sebuah buku mengenai sebuah dzikir/doa yang bisa kita baca untuk melindungi diri kita dari gempa
    semoga bermanfaat

    Reply
  • October 11, 2009 at 2:00 pm
    Permalink

    @aco
    itu yg saya pikir pertama kali membaca sms tersebut via FB. lah, kalo gitu kan, yg paling tepat digempain (dalam konteks cara pandang sekilas saya) : las vegas noh? ^^. Kok yg Padang yg muslim?

    @momon
    hm…
    >>Saya rasa mustahil ya berharap Anda memakai akal?<<
    duh, akalmu terbentur pada batasan yg diciptakan Mon. Akalmu bisa menjangkau Ketiadaan ga? Void? … Nol??? Zero?? apa konsep Kosong? Puyeng… ^^

    Lah, pernah denger ayat.. “Allah mewahyukan lebah membuat sarang”??? Nonsense kan? “Wong mereka mondar-mandir sendiri tho?”. Tapi, iman bro! << (Tentu setelah diteliti, ada kebingungan : kok bisa mereka membangun sesuatu yg sedimikian rumit, … otak aja seuprit — lebah punya otak g sih?)

    So, jangan Tuhankan Akal kawan. Akalmu lemah.
    @sayyid : ayat (Fussilat : 11-12). itu yg membuat saya mantap beriman. Mon, pakai logika disini. Sederhana aja. Qur’an 1400 tahun yg lalu, … kenapa fakta ilmiah yg disampaikan bisa sinkron sama dunia ilmiah abad 21? Kesimpulan??? “Agama yang benar”. Karenanya banyak Ilmuwan barat masuk islam kan? Ini bukan Hoax tho??”

    Agak kecewa dengan posting momon yg ini. *lah cuekin aja sih. hihi*

    Jangan menertawakan orang yg menundukkan akalnya pada wahyu loh. Tau yg paling kuat penolakanny pada wahyu? Iblis.

    “saya pikir komen ini banyak celahnya, tapi silahkan..”

    Reply
  • October 11, 2009 at 2:23 pm
    Permalink

    @momon : nambah dikit tentang betapa tidak “Rasionalnya” Tuhan
    liat telapak tangan kananmu, lihat tiga garis guratan utamanya. membentuk angka apa? kira2 spt ini kan : |/\ ? itu apa? angka 18 dalam penomoran Arab. So… ada apa dgn angka 18???

    Tentu banyak aspek yg bs dilihat dari angka 18, tapi, coba cek di Al-Qur’an. Surat dengan nomor ke – 18 adalah.. Surat Al-Kahfi. “Cuma” tentang tujuh pemuda yang melarikan diri dari kejaran tentara pemerintah karena berdakwah “Tiada Tuhan Selain Allah”. Kemudian mereka bersembunyi di Goa, selama .. 300 tahun. Saat ragu, mereka diperlihatkan tulang belulang anjing mereka (yang adalah salah satu hewan yang masuk surga termasuk juga semut dan burung Hud-Hud Nabi Sulaiman). Saat bangun mereka nyangka baru semalaman saja. Setelah dicek dengan belanja ke pasar, ternyata uang mereka sudah menjadi uang kuno. Dsb.

    Ok. bukan itu permasalahannya. Tau nasihat Nabi Muhammad SAW tentang Surat ke |/\ itu? Baca seluruhnya setiap malam Jum’at maka kamu akan dilindungi dari berbagai macam fintah (mara bahaya), meskipun Dajjal muncul. Juga, hafalkan 10 ayat pertama dan atau 10 ayat terakhir, agar di saat kemunculan Dajjal, kamu akan bisa terhindar.

    Dengan logika yg simpel saja, aku menyimpulkan, angka 18 di tangan kanan seluruh manusia, adalah pesan sangat besar, betapa mudahnya selamat dari marabahaya terbesar dari jaman Nabi Adam sampai manusia terakhir nanti : baca Al-Kahfi tiap malam Jum’at. Dan hafalkan 10 awal/akhir.

    Nah, pertanyaannya? Kau akan amalkan tidak?
    Kusimpulkan : Tidak kan?
    ^^ (berburuk sangka deh saya ini)
    Kenapa? Karena semua amalan, tidak hanya dilandaskan dengan pengetahuan semata. Namun dengan Gelora Cinta. Itu yang membuat dirimu akan beramal yang paling berat sekalipun : bolak-balik 5x tiap hari ke masjid u/ sholat berjama’ah. Itu, dear Momon, nilainya ga bs dibandingkan dengan …. semua yang disinari matahari. * ga berlebihan lho pengandaian ini ^^
    * padahal logika sudah dipermudah.

    Reply
  • October 11, 2009 at 2:30 pm
    Permalink

    ah ya. dikit. bg yg asing tentang Dajjal. Well, yah, mungkin bisa multi tafsir. namun, semua agama sama2 punya konsep pengabaran tentang Makhluk ini. Kalau di Kristen (maaf, lupa, Protestan dan atau Katolik), Beast 666. Atau Antichrist.
    tapi sih, ga usah terlalu mikir ada di jaman itu deh. soalnya, kudu dimulai dengan 3 tahun kekeringan dulu di dunia ini. pas muncul, dia akan memaksa semua penduduk negara untuk mengakuinya Tuhan. Nolak? Langsung kering kerontang. Mengakui? Makmur.

    Nah, setelah itu Nabi Isa turun…. dan… ^^

    * Ini komentarku yg … paling Tidak pakai akal? Boleh. Solusi? gampang : jangan pernah baca Al-Kahfi, aku baca. Tunggu aja.

    Mudah kan?
    hehe
    * taruhannya, kalau Dajjal ga muncul, aku tetep mendapatkan ketenangan karena membaca Kitab Suci. Kalau Dajjal muncul … ya aku akan kuat sekali. Ga da ruginya

    Pardon me… :)

    Reply
  • October 19, 2009 at 6:58 pm
    Permalink

    woy, herman saksono lu blom tau aja…
    11 September berarti 11/9 ada bangunan yang berlantai 109 itu runtuh. Gedung yang runtuh itu di lantai dasarnya terdapat tempat ibadah kaum yahudi…

    sesuai dengan ayat qur’an juz 11 surat ke – 9 ayat ke – 109 yang berbunyi:
    “Maka apakah orang – orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaanNya itu yang baik, ataukah orang – orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu JATUH bersama – sama dengan MEREKA ke dalam NERAKA JAHANNAM? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang – orang yang zalim.

    Harusnya lu takjub, bukan malah maki2. tu gedung WTC Amrik.

    Reply
  • October 19, 2009 at 7:19 pm
    Permalink

    wah kayak belum tau aja kalau WTC itu 112 lantai…

    Reply
  • October 22, 2009 at 11:54 pm
    Permalink

    makanya kalo mo tobat tuh harus dilakukan kapan aja jangan cuma kalo mo ada bencana baru tobat makanya allah gak mo ngasih tahu kapan bencana itu datang biar umatnya ketakutan

    Reply
  • October 23, 2009 at 12:00 am
    Permalink

    bertobatlah secepatnya anggap aja kiamat sudah dekat biar semangat cari pahala

    Reply
  • October 25, 2009 at 9:05 am
    Permalink

    Jawaban eko sw mencerahkan nih. Thank ya. Gak sengaja mampir blog ini dari tweetingnya ndorokakung…

    Reply
  • October 26, 2009 at 5:30 pm
    Permalink

    Dimana-mana, malapetaka terjadi, Mesjid dilindungi olwh Allah, nyaris tiada yang rusak! Umat bergeletakan tiada tertolong!
    Apa Allah lebih sayang mesjid dari pada umat? Jangan-jangan ada ilah lain yang sesungguhnya menciptakan umat manusia?
    Begitu juga orang Arab, warga dunia kesayangan Allah, nyaris tidak terlihat bantuannya di setiap malapetaka. Tetapi dana Arab untuk membangun mesjid lancaaaar ke seluruh Indon.
    Jangan-jangan justru mereka yang kafir, yang SUDAH menampilkan kasih-sayang dengan sesama itu, penyembah Tuhan yang benar.
    Tiada Tuhan selain Yang Rahman! (Sahadat Tauhid?)

    Reply
  • October 27, 2009 at 10:53 am
    Permalink

    #eko sw
    kalo penjelasan huruf /\| yg ada di tangan kiri gimana mas tafsirnya?

    kok yg di jadikan tafsir cuma huruf di tangan kanan sajah?

    Reply
  • October 28, 2009 at 10:55 am
    Permalink

    wah jadi inget film “knowing” mirip mirip

    Reply

Leave a Reply to Herman Cancel reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.