October 27th, 2005
Menyinggung Maya
Beberapa minggu terakhir saya dipermalukan berkali-kali oleh…saya sendiri… gara-gara nama rekan kantor baru saya Maya, sama persis dengan banyak hal di dunia ini.
Kejadian #1
Ketika Alias, perusahaan software aplikasi 3D ternama dibeli oleh Autodesk, saya langsung berteriak ke rekan kantor saya Thomas:
Mas! Maya dibeli sama Autodesk!
Maya yang duduknya disebelah Thomas langsung nengok kaget.
Oh bukan Maya kamu, Maya… aplikasi 3D…
Kejadian #2
Lagu favorit teman-teman di ruangan adalah Dragoste Din Tei yang populer karena Numa-Numa Dance. Beberapa hari yang lalu, rekan kantor saya, Andi, memutar lagu tersebut. Kebetulan liriknya seperti ini:
Ma-i-a Hi, Ma-i-a Hu
Ma-i-a Ho, Ma-i-a Ha-Ha
Kebetulan saya ikut menyanyikan lagu tersebut. Dan kebetulan Maya teman kantor saya dengar… dan nengok.
Duh…errrrr…aku nyanyi Dragoste Din Tei lho. Bukan manggil kamu… ![]()
Kejadian #3
Saya menggunakan jingle Indonesian Idol untuk ringtone HP saya. Nah, saya dan rekan kantor saya, Andi dan Thomas, punya kebiasaan ketika ringtone ini bunyi, salah satu dari kami meneriakkan:
Dan Indonesia memilih!
Lalu salah satu dari kita, biasanya secara spontan bergiliran meneriakkan: “Mike!” atau “Firman” atau finalis Indonesian Idol yang lain. Nah pada hari itu, HP saya bunyi lagi mengeluarkan jingle Indonesian Idol, dan secara spontan saya meneriakkan:
Maya!
Otomatis Maya sang teman kantor langsung menoleh kaget. Haloo Maya ![]()
Kejadian #4
Kemarin saya browsing di Friendster, dan menemukan teman lama di SMA yang baru saja terdaftar di Friendster. Saking excited-nya saya pun langsung berteriak:
Eh, Maya!
Maya staf baru Gamatecho-pun menoleh. Duh… maaf… maksudnya Maya teman saya di Friendster ![]()
Kejadian #5
Waktu itu Andi saya lagi muter lagunya Ratu yang baru pasca keluarnya Pinkan Mambo. Nah spontan saya langsung tanya ke Andi:
Ini lagunya yang nyanyi Maya ya?
Ups… Maya pun nengok..
Maksudku, lagunya yang nyanyi Mulan…?
Duh..
You heard that right! Few days ago, a taxi driver offered me the joy of sex-for-pay.
I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.