June 2nd, 2008
Terasi Serangan FPI
Hari Minggu kemarin FPI menyerang massa AKKBB yang sedang menggelar aksi damai di Lapangan Monas. Akibat serangan ini, 12 orang dari AKKBB mengalami luka-luka.
Menurut FPI, aksi tersebut harus dibubarkan karena mendukung Ahmadiyah yang telah dinyatakan sesat oleh Bakor Pakem. Di tempat terpisah, Komandan Laskar Islam Munarman menanggapi:
Kenapa mereka mengadakan aksi untuk mendukung organisasi kriminal? AKKBB juga memasang iklan di koran untuk mendukung Ahmadiyah. Itu artinya mereka menantang kami lebih dulu. Jika tidak siap perang, jangan menantang.
—Kompas
Beginilah dinamika bernegara, memakai fallacy demi fallacy untuk mengamankan tindakan yang jelas-jelas salah. Kali ini fallacy dipakai adalah jenis red herring. Istilah red herring berasal dari ikan asap yang baunya menyengat sehingga dapat mengalihkan perhatian. Orang Indonesia punya terasi, jadi kita sebut saja ini fallacy/kesesatan jenis terasi.
Lalu terasi apa yang akan beredar dalam 1-4 hari ke depan? Mungkin opini akan diarahkan ke isu Ahmadiyah yang bertentangan dengan keyakinan, sehingga layak dihajar.
Sebetulnya sah-sah saja kalau FPI merasa benar, menuding orang lain kafir, dan menuntut Ahmadiyah dibubarkan. Yang menjadi masalah adalah ketika FPI menggunakan tindakan kekerasan ala preman untuk mempertahankan pendiriannya. Bukankah premanisme inilah yang membuat masyarakat gusar dengan keberadaan FPI?
Baca juga:
- FPI Beringas, 10 Anggota AKKBB Terluka Parah @ Kompas
- Habib Rizieq Akan Jelaskan Penyerangan FPI di Monas @ detik.com
- Munarman: Jika Tidak Siap Perang, Jangan Menantang @ Kompas
- 4 Korban Amuk FPI Masih Dirawat, Oming Gegar Otak @ detik.com
- Foto Munarman Mencekik Orang Disebar AKK-BB @ detik.com

Munarman mencekik anak buahnya sendiri - FPI Beringas Malah Dibela @ Bergerak
- LBH Jakarta Dampingi Orang Yang nyaris Dicekik Munarman @ detik.com
- Munarman Tuntut Tempo Minta Maaf @ Kompas
- Laskar FPI Umumkan Perang Melawan Ahmadiyah @ ranesi.nl
“Ya, kalau dia mengancam perang fisik, memangnya orang lain tidak punya kekuatan fisik? Memangnya hanya Hisbut Tahrir punya pasukan dua ratus ribu? Aliansi ini bisa mengerahkan banyak ribu orang. Kami tidak menggunakan itu karena kami ingin menegakkan hukum. Tapi kalau diserang dan mengajak perang, masa kita harus memberikan pipi kiri kami. Terasa sekali bahwa aparat hukum tidak berdaya. Kalau aparat hukum tidak bisa menjaga keamanan, masyarakat sendiri harus menjaga keamanannya. Dan nanti masing-masing orang mempersenjatai diri.”
—Gunawan Muhammad
Sesat logika ini disebut plurium interrogationum. Atau pertanyaan jebakan/jamak, di mana premis kedua menjebak penjawab menyetujui premis pertama. Contoh lainnya:
Maka lengkaplah pertanyaan pendek Nuh, menjadi sesat combo 3.
I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.