Indonesiana - January 21st, 2011
Bangsa Yang Minder adalah Bangsa Yang Digarap
Sebetulnya yang berhak untuk marah ketika Kedutaan AS di Jakarta minta duit 100.000 USD (untuk membiayai Facebook, Twitter, dan YouTube) adalah para taxpayer Amerika Serikat. Karena itu duit dari mereka.
Jika kemudian akibat dari bocoran Wikileaks itu yang marah justru orang Indonesia, menurut saya adalah sesuatu yang ajaib.
13 Comments
-
Jadi Pesta Blog 2011 bakalan masi ada apa nggak? *eh
-
waaa … ada iklan motorr
-
Aku gak merasa dimanfaatkan sih. Lebih ngerasa memanfaatkan malah.. Hihi..
-
[...] hal ini, saya sependapat dengan Mas Momon kalau sebenarnya yang lebih pantes marah itu pembayar pajak di Amerika sana, karena duit mereka [...]
-
ini postingan berbayar ya?
~ lirik iklan y*m*h* ~
-
Humm.. kok saya ga terima ‘percikan’ dr kedubes itu ya.. :))
-
siapa memanfaatkan siapa jadi nggak jelas. kita memanfaatkan media (buat berbagi ide), trus media memanfaatkan kita (buat cari duit), trus ada orang memanfaatkan media (buat menjustifikasi ideologi), trus media memanfaatkan orang .. haa media tu orang bukan ya?
-
internet itu memang milik AS kan yah? :p
-
Saya gak dapet apa2 tuh… emang yg di manfaatkan dapet duit ? :D
-
Macam pemilu aja lah, ambil kaosnya jangan pilih orangnya :P
-
tapi coba deh, kayaknya kalo berita yg sama itu terjadi pada lembaga lain, misal dpr, kayaknya komentarnya blogger bakal berbeda deh :p -parttime blogger, bukan pecinta dpr
-
Dalam praktik diplomasi hal ini merupakan hal yg wajar karena merupakan bagian dari diplomasi publik.
http://arisheruutomo.com/2011/01/25/diplomasi-publik-2-0-dan-blogger/
