May 14th, 2008
Naik Bus Transjogja
Ada satu dua hal yang menarik kalau anda naik TransJogja, katakan, beda jauhlah dengan TransJakarta. Bagaimanapun juga membandingkan Jogja dengan Jakarta itu seperti membandingkan apel dan wortel.
Yang paling kentara itu penjaga halte dan kenek bus TransJogja yang rupanya sangat peduli dengan kesejahteraan para penumpangnya! Benar, mereka akan menanyakan tujuan kita, dan memberi tahu kalau sudah sampai. Kalau kita kelihatan bingung, mas-mbak yang baik itu bakal ngasih saran rute mana yang sebaiknya dipilih. Sesekali mereka mengajak kita ngobrol.
Aura guyub juga lebih terasa di TransJogja. Menurut adik saya Mimit penumpang Jogja lebih friendly. Beberapa kali dia menyaksikan dua penumpang saling asing yang berkenalan, dan kemudian ngobrol sampai ke tujuan. Backsound musik campursari dan dangdut mungkin turut berkontribusi.
Yang menganggu itu banyaknya petugas halte laki-laki (yang menurut saya) jayus. SECARA rasio petugas halte yang cewek dan yang laki itu 2 banding 1, MUNGKIN petugas laki berusaha charming dengan berlagak lucu. Padahal tidak lucu. Jadilah jayus.
30 Comments
-
kabarihari
-
dua-duanya belum pernah nyobain mas, sepertinya enakan yang di yoja yo mas?
May 14th, 2008 at 12:30 pm -
Nona Nieke,,
-
Owh,
kirain mau nyeritain kalo perbedaan TransJogja dan TransJakarta itu paling kentara terlihat dari mas2 penjaga haltenya -_____-!Tp emang beda sih mas2nya,
kalo TransJogja jayuz2 *kata mas Herman lho, bukan kata saya, secara saya gak pernah naek TransJogja xP*,
kalo TransJakarta mule banyak yg preman2
Btw, tulisan mas bagus2,
May 14th, 2008 at 1:03 pm
saya sering mampir,
tp kayanya baru kali ini meninggalkan jejak, ya
-
tando-wi yahya
-
itu sapa tuh yang pake baju putih?
May 14th, 2008 at 1:28 pm
si tika? -
yati
-
oh ya? bikin hati nyaman yak?
May 14th, 2008 at 1:29 pm
ga deg-degan takut salah naik dan salah turun?
ah, baru satu yang ngomong gini. coba tanya warga jogja yang laen ah… -
Gage Batubara
-
Emang Pangsit merangkap jadi kondektur TransJogja juga Mon?
May 14th, 2008 at 1:52 pm -
Nazieb
-
Walaaah.. TransJogja rute-nya ruwet..
May 14th, 2008 at 2:28 pm -
andaluzzia
-
hmm bedanya..
May 14th, 2008 at 3:03 pm
kalo di jogja bisa refill tiket, di jakarta blm ya? -
aprikot
-
ohh jd kamu digodain petugas laki2 itu ya mon?
May 14th, 2008 at 3:45 pm -
alle
-
waduuh pembandingnya itu loh,.. wortel sama apel
May 14th, 2008 at 3:48 pm
-
leksa
-
Halah.. ini postingan yang serupa dengan draft ku sebulan lalu

Tejo itu emang “Jogja Sekali” ..
May 14th, 2008 at 3:54 pm -
mysyam
-
ah, di transjogja tidak ada bunyi “ting tong.. pemberhentian selanjutnya, halte Cawang UKI.. bla..bla..bla..dst”
May 14th, 2008 at 4:25 pm
-
Mbilung
-
berbagi lelucon itu sulit, lebih mudah berbagi senyum
May 14th, 2008 at 4:50 pm -
fisto
-
kalo di transjogja bisa grepe2 pantat cewek juga gak?
May 14th, 2008 at 5:17 pm -
didut
-
memenag momon jayus….loh?!?
May 14th, 2008 at 6:41 pm -
cK
-
whoooooo bilang aja sebenernya kamu demen dijayuzin sama si petugas itu khaan??
*ngekek*
May 14th, 2008 at 8:10 pm -
antobilang
-
eh, gimana kalo penjaga halte itu dikursuskan sehari gitu, pengisinya pangsit. ya biar setidaknya mereka menjadi sedikit lucu, lah.
May 14th, 2008 at 9:21 pm -
Totok Sugianto
-
ah masih lebih enak naik transjakarta mon, gak ada yg ngajak ngomong, gak ada yg sok kenal sok dekat hehehe….
May 15th, 2008 at 12:07 am
-
nico wijaya
-
belum pernah naek tejo
May 15th, 2008 at 1:49 am
-
ParisParis
-
apel dan wortel? hmmm, dua2nya saya suka siy,haha
May 15th, 2008 at 7:04 am -
Akhmad Fathonih
-
Siapa yang apel siapa yang wortel mon?

Ya iyalah beda. “Secara” budaya lokalnya juga beda.
Di transjakarta juga sering kok mon orang saling asing tiba-tiba ngobrol. Tergantung orangnya lah Mon. Kamu sempat berkenalan gk sama orang asing di dalam transjogja? Hayo

Mungkin penjaganya sudah lucu Mon, untuk ukuran yang mungkin tidak sama dengan standarmu. Terlalu lucu misalnya
Who knows?Tranjakarta JMT-021, kondisinya mulai menggenaskan. Mana di bagian belakang tidak ada gantungan buat pegangan. Ugh, capeeeeee
May 15th, 2008 at 8:14 am -
kw
-
kl jam sibuk seberapa crowded mon antriannya? apakah haltenya juga sepanas kandang ayam yang lampunya 2000 watt? juga apakah jalurnya suka di serobot angkot?
semoga saja tidak.
May 15th, 2008 at 8:17 am -
ninta
-
wa.. belum pernah naik naik..
aku bingung ama rutenya je..kemaren kamu naik dari mana ke mana mon?
May 15th, 2008 at 8:20 am -
dil
-
hmm…pengen nyobain naik Tejo… tapi keliatannya kok disitu sempit ya? naeknya rebutan gak? soale kalo naek transjakarta rebutan banget, saling mendorong sangat dihalalkan, mesti ada yang mo jatoh lah..pingsan lah…terlebih di jam-jam rame..
May 15th, 2008 at 8:22 am
aaah….tapi di Tejo banyak mas-mas jayus…jadi tidak berminat.. -
escoret
-
jadi gini mon…aku dr dpn PLN mangkubumi..mau ke area jakal..!!!
ternyata hrs muter2 hingga 1,5 jam..!!!!dan habis 3rb….dan bener katamu…petugas yg cowok agak wagu..!!!!eh,bandingan apel kok ama wortel..??
*pancal momon*
May 15th, 2008 at 8:40 am -
Miss Mimit
-
YOU STOLE MY IDEA!!!!!!!!
May 15th, 2008 at 8:50 am -
heryazwan
-
Rutenya kemana aja, Mas?
May 15th, 2008 at 10:42 am
Terus ongkosnya berapa?
Nanti kalau kita ke Yogya kan nggak kesasar lagi. -
zam
-
postinganmu marai kangen Jogja..
iya.. di jakarta, hampir semua mode transportasi itu sunyi.. senyap.. individualistis.. ndak peduli.. gitulah..
May 15th, 2008 at 10:59 am -
serenity
-
Yee, di transjakarta mana bisa ngobrol, yang ada gepeng. Kalo ngotot ngobrol justru kelihatannya ngga pedulian, wong orang-orang lagi susah tahan napas berayun ke kanan dan kekiri kok ada yang nekat berayun sambil ngobrol - belum evolusi kali. Anyway inilah kelebihan di Indo, orangnya ngotot ngobrol ya sama supir, ya sama kondektur, di luar negeri ada batas yang bilang: “Please don’t talk to the driver” - “This is where you stand” - dan we all know mereka ngga punya kondektur.
May 15th, 2008 at 12:07 pm -
Chung
-
pengen nyobain transjogja, tp blm sempet2, abisnya haltenya jauh dr rumah/kantor sih.
kalo transjakarta, pernah naik… pengalaman naik transjakarta malah gepeng, abisnya bejubel sih… lha wong haltenya yg ukurannya mungkin bisa sampe 4x lebih dari luas halte transjogja aja masih bejubel.
May 15th, 2008 at 1:46 pm -
funkshit
-
klo yang dijakarta memangnya penjaga haltenya momon sekali ya ???
May 16th, 2008 at 12:55 pm
I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.