February 28th, 2008
Kursi Gubernur Sri Sultan

Entah sudah ada berapa ribu puisi, prosa, novel—film?—untuk berkata kalau kursi dan kekuasaan adalah narkotika. Dalam Animal Farm, George Orwell bertutur tentang sebuah cita-cita tentang ‘negara’ sempurna yang harus pupus karena dikhianati oleh pemimpinnya sendiri. Dumbledore, guru spiritual Harry Potter, memilih untuk menjadi profesor sekolah sihir Hogwarts, bukan menteri, karena kursi kekuasaan adalah godaan yang terlalu berbahaya.
Oleh karena itu sebuah kursi harus dibatasi, baik seberapa lama maupun seberapa luas dia boleh diduduki. Di pertengahan 1600-an Raja Charles I dari Inggris harus mengalah pada ujung pisau pancung karena kekeuh tidak mau berbagi kursi dengan parlemen rakyat Inggris. Demikian juga monarki Perancis yang runtuh di tangan kaum paria karena sofanya terlampau absolut.
Yang kita saksikan saat ini di Jogja adalah kebalikan dari situasi negara-negara itu 400 tahun yang lalu. Rakyat justru unjuk rasa ke DPRD menuntut agar Sri Sultan (dan keturunannya) duduk sebagai Gubernur Jogja untuk selama-lamannya.






I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.