hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for November, 2005

November 25th, 2005

Siapakah model Playboy dari Indonesia yang pertama?

Tiara Lestari? Bukan.

Percaya atau tidak, sejarah keterlibatan Indonesia dengan Playboy sudah dimulai puluhan tahun yang lalu. Adalah Helfi Artistin Katrina (putri sulung dua seniman kondang Jogja: Kartika Affandi dan Saptohoedojo) yang pertama berpose di majalah Playboy pada tahun 1976.

Saya mengetahui hal ini ketika membaca CV milik Bu Helfi Dirix. Saat itu, Bu Helfi sedang menjadi juri lomba menggambar anak-anak dalam sebuah event komik dan animasi di Benteng Vredeburg Jogja. Lucu juga ada tulisan ‘Model Majalah Playboy’ tercampur dengan kegiatan beliau menjadi penari dan pelukis.

Sayang, karena waktu itu saya sibuk mengurusi kepanitiaan, saya tidak dapat bertemu langsung dengan beliau. Tapi, berdasar dari apa yang saya dengar dari teman-teman saya, cucu kesayangan almarhum Affandi ini adalah orang yang mengagumkan.

Saat ini, Bu Helfi tinggal di Hotel Rivercastle, Yogyakarta, yang dikelola bersama suaminya, Dr. Viscount Dirix de Riviere.

November 24th, 2005

Di UGM, wanita itu tidak beda dengan Agrobisnis


Sebagai Universitas tertua di Indonesia, UGM memiliki banyak pusat studi. Tercatat ada 24 pusat studi resmi di UGM, seperti Pusat Studi Lingkungan Hidup, Pusat Studi Jepang, Pusat Studi Pariwisata, Pusat Studi Agrobisnis, Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian, dan tentunya ada: Pusat Studi Wanita.

???

Atau dengan kata lain, wanita adalah obyek. Obyek penelitian yang tidak jauh berbeda dengan Jepang, Lingkungan Hidup, dan Agrobisnis. Tidak jelas apa yang sudah diberikan Pusat Studi ini, tapi sepertinya kehadirannya justru memperkuat image kalau wanita adalah obyek untuk diamati, bukan subyek yang memiliki peran yang sama dengan yang lain.

November 19th, 2005

Occam’s Razor dan Tes DNA Dr. Azhari


Occam’s Razor atau Pisau Occam (jika diterjemahkan bebas), adalah sebuah metode untuk memutuskan masalah yang diperkenalkan seorang ahli logika Inggris dari abad 14: William dari Ockham. Occam’s Razor yang aslinya berbahasa latin, jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia bunyinya kurang lebih:

Jika ada dua teori yang keduanya adalah sebuah dugaan, maka pilihlah yang paling sederhana.

Atau dengan kata lain jika ada dua pernyataan yang kita sendiri tidak yakin akan kebenarannya, maka pakailah pernyataan yang paling masuk akal.

Occam’s razor memegang peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan karena cara berpikir ini mengarahkan ilmuwan dan akademik untuk tidak membuat asumsi berlebihan atas sebuah fakta.

Nah, kalau ada dua teori kenapa kepolisian RI tidak melakukan uji DNA atas mayat Dr. Azhari, si tersangka pembuat bom Bali:

Teori 1: Mayat yang diduga adalah Dr. Azhari sebenarnya adalah mayat orang lain. Polri tidak ingin rahasia mereka ketahuan, karena sebenarnya Polri ditekan untuk ikut melakukan konspirasi besar AS dan Inggris untuk menyembunyikan Dr Azhari. Asal tahu aja, Al-Qaeda (organisasi induk yang mengatur Dr. Azhari dkk), adalah lembaga yang diprakarsai AS dan Inggris untuk membangun sentimen anti-muslim ke seluruh dunia.

… dan…

Teori 2: Polisi Indonesia merasa tidak perlu melakukan tes DNA mengingat mayat relatif utuh dan sidik jari masih dapat dkenali. Lagipula, jika mayat terebut dilihat saja sudah nampak seperti jenazah Dr. Azhari, tes DNA bisa memperumit masalah karena akurasi tes DNA tidak setinggi yang kita kira. Jika hasil tes DNA tidak sama, masalah bisa jauh lebih kompleks.

Manakah yang akan anda pilih? Mari fokus pada masalah yang riil :) Seperti kasus kelaparan, inflasi dua digit, dan suap dimana-mana.

November 12th, 2005

Enak mana? Mayangsari atau?

Enakan mana?

November 11th, 2005

Membongkar Skandal Foto Mesra Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo

Setelah melihat foto mesra (yang diduga) mantan-sinden Mayangsari berciuman dengan (yang diduga) Bambang Trihatmodjo… ada satu hal yang cukup menarik. Coba perhatikan foto dibawah ini:

Bandingkan tone kulit wajah dengan badan si mirip Mayangsari. Perhatikan bahwa wajah ‘Mayangsari’ terlihat putih dan pucat. Saking putihnya, kulit wajahnya sampai kemerahan.

Sekarang perhatikan kulit tubuh ‘Mayangsari’. Terlihat kalau kulitnya kuning kecoklatan khas ras Malaya. Ini pertanda kalau ‘Mayangsari’ adalah pemakai rutin krim pemutih Tull Jye. Hal ini ditandai dengan tona kulit yang tidak rata antara badan dengan wajah.

Maaf ‘Mayangsari’, putihnya kulit anda cuma tipuan obat-obatan semata. :P

November 11th, 2005

Fotolog: Saphir Square

Hari Kamis kemarin, saya dan teman-teman saya mengunjungi mall baru, tepatnya ITC baru namanya Saphir Square yang terlatak di batas Kota Yogyakarta, Jl Solo.

Tampak saya dan Chori di depan eskalator. Sebelah kanan adalah pintu masuk ke supermarket Diamond yang cukup tersembunyi.

Sayuran yang ditawarkan oleh supermarket ini cukup segar dan ranum, atau mungkin telah diberi perlakuan agar ‘nampak’ segar dan ranum.

Di bagian ikan-ikan, supermarket ini menambahkan value untuk konsumennya dengan membakarkan dan menggorengkan gratis ikan yang anda beli. Tapi jangan salah, mereka tidak bersedia memasakkan katak untuk anda.

Suermerket ini juga menjual daging babi, mulai dari kaki, kikil, dada dll. Tapi saya tidak menemukan hidung babi dijual disitu. Tampak Dina, teman saya, akan mengancam saya dengan menuangkan semur daging babi yang haram ke baju saya.

Disana juga dijual banyak Spam. Jumlahnya cukup banyak dan bertumpuk-tumpuk, yang seharusnya cukup membuat MSN Hotmail Spam Filter gentar.

Dan ternyata, selain menjadi personil Ratu, lirik lagu band asal Rumania, aplikasi 3D, dan peserta Indonesian Idol, Maya juga membuat buku kuis.

November 9th, 2005

Rajin blogging bisa menyelamatkan nyawa anda

Rajin blogging bisa menyelamatkan nyawa anda. Atau setidaknya dalam kasus Simon Ng, rajin nge-blog membantu menangkap orang yang membunuhnya.

Simon Ng (19)—seorang warga Queens, New York—ditemukan tewas di rumahnya pada hari Kamis, 12 Mei 2005. Kakak perempuannya, Sharon Ng, ditemukan sekarat akibat luka tusukan, dan meninggal satu jam kemudian di rumah sakit. Polisi New York berhasil mengusut pelaku pembunuhannya berkat salah satu entri dalam blog Simon.

Di dalam blognya, Simon menyebutkan si pelaku pembunuhan atas dirinya berada di dalam rumahnya. Beberapa saat kemudian, sang pelaku membunuh Simon Ng. Kakak perempuannya yang pulang beberapa jam kemudian juga langsung digorok oleh si pelaku.

(Source: NY Daily News )