Herman Saksono

Indonesia matters

Posts Tagged ‘survival tips’

Random - February 16th, 2006

Trik kalau ditangkap polisi

Berdasar pengalaman dengan polisi kemarin, ternyata saya nyadar kalau kita belum tahu betul hal-hal apa saja yang boleh kita lakukan dan tidak boleh kita lakukan ketika ditangkap polisi. Ini sangat berbeda dengan Amerika yang warganya sudah dididik soal hukum dan hak-hak tersangka lewat acara TV dan film. Dari TV dan film, saya justru lebih banyak tahu kalau di Amerika tersangka tidak boleh ditahan lebih dari 2 × 24 jam, tersangka boleh menelepon satu kali, dan tersangka boleh tidak menjawab pertanyaan penyidik. Dan yang jelas, ketika ditangkap, tersangka selalu dibacakan Miranda Warning yang terkenal itu:

You have the right to remain silent. Anything you say can and will be used against you in a court of law. You have the right to be speak to an attorney, and to have an attorney present during any questioning. If you cannot afford a lawyer, one will be provided for you at government expense.

Sayangnya di sinetron Indonesia, hal-hal teknis ketika ditangkap polisi nyarist tidak pernah masuk cerita. Paling yang ditangkap nagis nangis atau marah-marah, sementara polisi digambarkan sebagai figur yang kering, otoriter dan kaku. Acara kriminalpun tidak lebih mendidik: dalam acara seperti itu, entah kenapa, polisi justru ditampilkan seperti tidak berperikemanusiaan dan kejam ketika menangkap tersangka yang biasanya dari golongan ekonomi bawah.

Mungkin ada rekan yang tahu, apa hak-hak kita ketika akan ditangkap polisi (terlepas kita salah atau tidak)?

Opinion - September 25th, 2005

3 Tips Ngobrol Enak Dengan Orang MLM

Hentikan Multi Level marketing (MLM)

Beberapa saat yang lalu teman saya yang menjadi pelaku kegiatan Multi Level Marketing, menelpon. Tentu saja saya panik, karena saya sudah terlalu sering diprospek Amway/ Network 21/ Tianshi/ CNI/.

Berhubung saya masih menganggap dia teman, akhirnya saya berbaik hati untuk menjawab telepon tersebut. Yah siapa tahu dia sudah insaf atau mungkin ada berita gembira untuk diceritakan… Tapi bukannya saya akan lengah dan pasrah, saya melakukan sejumlah langkah untuk mencegah dia memprospek ulang saya.

Anyway, 3 langkah untuk keluar dari obrolan jerat pelaku MLM adalah:

1. Cari tujuan utama kenapa dia ingin berbicara dengan anda

Ini adalah aturan emas. Pertama-tama anda harus mengarahkan pembicaraan untuk menggali tujuan utama kenapa dia ingin berbicara dengan anda. Seorang teman yang baik tidak perlu 5 menit untuk menyampaikan sebuah berita. Seorang pelaku MLM yang baik rela menghabiskan 60 menit dari waktu berharga anda untuk sebelum mulai membicarakan kelebihan MLM.

2. Pastikan anda yang menguasai pembicaraan.

Jika ternyata dia tidak ada memiliki berita penting untuk disampaikan kepada anda, anda bisa mulai menghindar dari jerat MLM. Arahkan pembicaraan ke hal-hal yang tidak relevan. Tanyakan kesehatannya kucingnya yang dulu terserang scabies atau motornya yang dulu kesrempet andong, atau hal-hal lain yang tidak menyerempet ke masalah K4 (karir, kesibukan, kegiatan, dan keuangan). Jangan sampai dia menguasai pembicaraan, apalagi mengarahkan pembicaraan ke masalah K4 tadi. Buat dia bingung dengan membawa obrolan anda tanpa arah.

3. Berbohong

Ketika rekan anda sudah anda buat bingung, bilang kalau anda harus pergi ke suatu tempat. Jika dia menanyakan nomor HP anda, jangan ragu-ragu untuk memberikan nomer HP anda, karena anda juga harus sedikit menjaga silaturahmi. Toh kalau anda diajak ngobrol lagi anda akan lebih terampil mengelak atau anda bisa kembali menerapkan tiga aturan tadi (terutama kalau anda punya banyak waktu luang).

Semoga bermanfaat

Opinion - February 7th, 2005

Student Protest 101

My office is just a few feet away from the famous UGM’s Roundabout (aka. Bunderan UGM), which is a popular venue for UGM students to protest against…. everything. So, everytime SBY’s administration is proposing something, I have to hear annoying march and disturbing oration. It’s not that I against them, because most of the time I go for their views. It takes quite sometime for me to realize what they are doing wrong. It’s not the content that makes me sick, but the presentation that stirs me (and the rest of Jogja community) away.

We live in a world where package is everything. Where package overshadows the actual content. By saying that, I didn’t mean that you should protest against Sumadi’s appearing on Kedaulatan Rakyat collumn every single edition, and wearing a pink and cuddly outfit. For non Jogjakartans out there, Sumadi is the person who owns the largest selling newspaper in Jogja, Kedaulatan Rakyat. And yes, he appeared on every single edition of KR.

I’m saying that student protest should package their statement in an effective manner as possible to achive the ultimate goal(s). Shouting and yelling is not effective at all. It is, infact, very ineffective.

Therefore, I decided to write several tips for student protester out there on: ‘How to protest in an effective way’:

  1. You protest to raise awareness on certain issue to the public, press, or even better international community. Don’t mix your personal sentiment to the government with the protest. It’ll make you looking like an emotionally-unstable student who has no life. TIP: Try to appeal the public by doing something that appeals them (doh!). Don’t give away flower becuse it is so overused and thus making it very ineffective.
  2. Dress and groom nicely. The other day I saw a lead protester wearing a green army jacket that seems hasn’t been washed since it was bought. And don’t get me started how ugly the hair looks. You may think that people doesnt judge the way you look, but the truth is they DO. TIP: Take a bath before protesting. If you dont take a bath often, take a regular bath a week before protesting. Wash your hair. Put on some Nivea moisturizer (or even better: Body Shop’s Tea Tree Oil Mattifying Moisture Gel&mdhash;pictured right) to enhance your skin’s complexion. On P-day, wear a clean clothes. Tucking your shirts will helps.
  3. Make a nice protest boards, because a good and visually engaging protest boards can be as effective as a good oration. Don’t just write a lame-ass phrases and write it on a piece of cardboard. TIP: Ask a friend majoring in communication and/or graphic design to design a complete visual communication tools. It doesn’t has to be expensive, but it has to be visually effective.
  4. Be a good PR. Practice your speech few days before protesting. As a friend who you think a good speeechwriter to help you wrting your speech.
  5. Drop happening-art. It sucks, weird, and making you looking like an emotionally-unstable student who has no life.
  6. Behave. Manner does matter. Act like a responsible adult.
  7. Be creative. Design an integrated concept for your protest. Create a distinct visual identity. This will helps people to recognize what you are fighting against.

Well thats about it. Happy Protesting!