Tentang Pembantaian Umat Islam dan April Mop


Hari ini kantor berita Antara memajang berita bertajuk ‘Umat Islam Tak Pantas Rayakan April Mop‘. Ada beberapa poin di situ:

  • Pada tanggal 1 April 1487, kekuasaan khalifah Islam di Spanyol kalah karena diserang tentara salib.
  • Granada adalah salah satu kota yang diserang.
  • Penduduk Granada muslim yang tersisa kemudian disuruh pergi dengan kapal. Di dermaga kapal mereka justru dibantai hingga air laut menjadi merah.
  • Pengkhianatan ini kemudian diperingati sebagai April Mop.

Akan tetapi ada sejumlah fakta yang tidak sahih. Dari hasil googling dan wikiing diketahui:

  • 25 November 1492, Abu Abdullah—pemimpin terakhir Granada—dan Raja Ferdinand menandatangani Pakta Granada.
  • Dalam pakta tersebut, Abu Abdullah menyerahkan kekuasaan atas Granada ke tangan Raja Ferdinand dan Ratu Isabel. Penduduk Granada tetap boleh tinggal dan menganut Islam.
  • 2 Januari 1492, Granada resmi diserahkan ke Ferdinand dan Isabel. 29 November 1492, Pakta Granada resmi diratifikasi.
  • Tahun 1499 Cardinal Francisco Jiménez de Cisneros memerintahkan baptis paksa sehingga menuai protes. Tahun 1501, pakta dilanggar, penduduk muslim diharuskan memilih pindah agama atau emigrasi. Mayoritas penduduk memilih pindah agama.

Melihat banyaknya pertentangan dengan catatan sejarah, memuat berita yang sensitif semacam ini adalah pilihan yang gegabah. Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, asal muasal April Mop masih tekateki.

Hoax tersebut sudah beredar sejak Maret 1997 (semula berbahasa Inggris). Dari hasil googling juga, ternyata hoax ini sudah pernah diulas sejak tahun 2007 kemarin oleh mas yang alim ini. Dan juga di sini dan sana. Semua dalam bahasa Indonesia.

Yah, seandainya media konvensional semacam Antara bersedia googling sebentar saja.

Update

Benarkah Ponsel Rentan Disambar Petir?


Ternyata 3 orang dokter dari Northwick Park, London, melaporkan kalau seorang gadis 15 tahun tercidera oleh petir ketika sedang berbicara dengan HP. Saat itu gadis cilik ini sedang berjalan-jalan di taman ketika petir bersahut-sahutan. Demikian diliput oleh detikcom dan juga BBC. NBC juga melaporkan berita yang mirip. Kasus yang sama juga pernah terjadi di Kuala Lumpur: Sri Damansara tersambar petir ketika sedang masuk mobil dan menggunakan HP.

Analisis ketiga dokter pertama kali dimuat di British Medical Journal. Menurut Ram Dhillon, FRCS, salah satu dari ketiga dokter tersebut, HP meneyebabkan cidera lebih parah. Pada umumnya petir membut kulit terbakar, tetapi karena gadis cilik tadi memegang HP (yang mengandung logam), kerusakan menjadi masuk dan merusak organ-organ yang lebih dalam.

Dengan kata lain memegang sendok, kabel, egrang, dan payung juga sama berbahayanya seperti membawa HP. Uang recehan di saku juga berbahaya.

Tetapi menurut meterologis Dennis Feltge dari National Weather Service Inggris, kekeliruan utama yang dilakukan gadis tersebut adalah berjalan-jalan diluar saat ada petir. Cara paling aman untuk menghindari petir adalah berlindung di bawah gedung yang tertutup. Dia menambahkan kalau jumlah logam di dalam HP sangat kecil untuk dapat menarik petir.

Valentine Hoax

Dari teman:

VALENTINE adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari ‘kasih sayang’ kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..sebarkan pada semua..moga kita diberkati Allah swt…

Lagi-lagi pesan berantai. Saya jadi bingung lho, bukan karena pesan tersebut berbahasa Melayu, melainkan karena setahu saya Valentina dirayakan untuk mengenang St. Valentine dan kisah cintanya Legenda versi ini sepertinya lebih populer karena sudah dimuat dimana-mana, dari majalah Kawanku sampai buletin Jum’atan. Lucunya kedua legenda ini sangat berbeda dan malah bertolak belakang. Biasanya itu adalah ciri-ciri sebuah hoax.

Dan benda apa yang faktanya berbeda dan saling bertolak belakang?

Hoax bu guruu!!!!

Setelah browsing sedikit, ternyata kerajaan Islam Spanyol jatuh pada Februari 1492, walaupun begitu tidak pernah ada catatan yang jelas apakah kesandungnya tepat tanggal 14 Februari. Jika dikombinasikan dengan kombinasi argumen yang maksa, pesan berantai tadi dapat divonis sebagai hoax.

Selanjutnya dari Wikipedia diketahui bahwa asal muasal perayaan Valentine sudah dimulai pada jaman Romawi. Hari raya ini disebut dengan Lupercalia dan dirayakan tiap 15 Februari untuk menyembah dewa kesuburan dan hutan yang bernama Faunus. Upacara ini dipimpin oleh sejumlah pendeta romawi yang disebut Luperci. Tradisinya, seekor anjing dan dua ekor kambing akan disembelih, untuk kemudian kulitnya digunakan sebagai busana para pendeta Luperci. Setelah itu para Luperci akan berkeliling kota dan para gadis akan menghampiri mereka untuk dipecut. Konon, pecutan ini dapat menjaga kesuburan perempuan.

Untuk mengalihkan tradisi politeisme Roma ini, pada tahun 496 M, Paus Gelasius I meresmikan tanggal 14 Februari sebagai jamuan bernama St. Valentine Day. Tidak jelas kenapa nama Valentine dipilih, selain karena tercatat ada tiga orang santo yang bernama Valentine, hubungan antara St. Valentine dengan ‘kasih sayang’ tidak begitu jelas. Diduga nama tersebut dipilih karena adanya legenda tentang St. Valentine yang memiliki kisah cinta yang tragis. Pada tahun 1969, gereja menghapus tanggal 14 Februari sebagai hari raya karena kisah St. Valentine diduga hanya sebuah legenda.

Langkah Paus Gelasius I sedikit mirip dengan televisi swasta kita yang mengislamkan tayangan mistis agar lebih diterima masyarakat. Bedanya, kalau Paus Gelasius I mengangkat tradisi kuno yang tidak jelas menjadi kegiatan agama yang positif, televisi swasta kita mengangkat acara mistis tidak jelas menjadi acara dakwah yang terlihat positif :)

Anyway, kita bisa menyimpulkan kalau kisah St. Valentine hanya sebuah legenda. Apa itu legenda? Legenda adalah hoax yang sudah tua. Dan setidaknya sekarang ada alasan untuk tidak dituduh kafir kalau kita merayakan kasih sayang di hari Valentine. Tapi berkasih sayang bisa setiap hari lho.

Seminar Psikopat

Pada tanggal 21 & 22 Januari 2006 besok akan ada Seminar Akbar Nasional Psikopat. Seminar yang akbar dan nasional ini memang menghadirkan pembicara yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung: 40 orang. Anda dapat melihat posternya di situs hukumonline.com.

Yang menarik tentunya tagline seminar ini:

Tahukah anda? Ada ledakan laporan: 3 diantara 10 orang di Amerika adalah psikopat.

Pernyataan ini dapat mendorong orang untuk menafsirkan bahwa 30% dari 297 juta penduduk AS—atau kurang lebih 89 juta orang—menderita psikopat. Sebuah angka yang sangat fantastis, apalagi banyak orang Amerika yang menentukan hajat hidup masyarakat dunia.

Sayangnya event organizer Seminar Psikopat tidak mencantumkan sumber angka 3/10 sehingga kita tidak bisa mengkaji lebih lanjut asal angka itu. Tetapi tentunya rasio 3/10 tidak diambil dari seluruh 297 juta penduduk AS, melainkan melalui pengamatan atas sejumlah sampel. Entah 100.000 orang, 10.000 orang atau cuma 100 orang.

Misalnya saja, dalam penelitian ini diamati 10.000 orang sampel dari sebuah populasi. Lalu berdasar pengamatan, 3000 diantaranya menunjukkan gejala psikopat. Dari sini, dengan mudah dapat dibuat rasio 3 dari tiap 10 orang adalah psikopat. Masih masuk akal.

Tetapi, dari angka 3/10 tidak dapat serta-merta disimpulkan kalau dari 297 juta penduduk AS, ada 89 juta orang yang psikopat. Karena jika jumlah sampel diperbesar, rasio 3/10 tidak dapat dipakai begitu saja. Tentunya ada penjelasan yang lebih ilmiah, tapi itu jatah ahli statistik untuk menjelaskan.

Akhirnya poster seminar yang ilmiah ini terlihat sedikit kurang serius karena menggunakan sebuah slogan yang kontroversial, tetapi sedikit menyesatkan.

Agak mirip, tapi pola pikir yang disebut prosecutor’s fallacy sering menjerat (dan membebaskan) orang di pengadilan, hanya dengan mentranslasikan sebuah rasio probabilitas dari sebuah sampel yang kecil ke sampel yang sangat besar.

Terlepas dari itu, mungkin ini adalah seminar yang menarik :)

Misteri Nomor Penerbangan 11 September

Saya mendapat pesan berantai dari teman baik saya:

Creepy!oh man, this is seriously crazy … Steps : 1. Open up a blank Word document. 2. Type in Q33 NY in capitals (this is the flight number of the 1st plane to hit the WTC) (world trade center) 3. Highlight it. 4. Change the font size to 48. 5. Change the actual font to wingdings, I suggest u tO tRy (forward dr temen..)

Hmmmm. Mari kita coba sama-sama… Ketik Q33 NY….

Lalu fontnya diganti Wingdings…

Uh! Ada gambar pesawat yang akan menabrak dua gedung, lambang kematian, dan bintang Daud. Hiiiii serammmm!

Jika saja penjelasannya semudah itu, dunia akan lebih enak. Tapi Q33 NY bukan nomor penerbangan pesawat-pesawat yang menabrak WTC pada tanggal 11 September lalu. Adalah American Airlines penerbangan 11 dan United Airlines penerbangan 175 yang menabrak gedung kembar.

Maaf infonya basibanget.

Occam’s Razor dan Tes DNA Dr. Azhari


Occam’s Razor atau Pisau Occam (jika diterjemahkan bebas), adalah sebuah metode untuk memutuskan masalah yang diperkenalkan seorang ahli logika Inggris dari abad 14: William dari Ockham. Occam’s Razor yang aslinya berbahasa latin, jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia bunyinya kurang lebih:

Jika ada dua teori yang keduanya adalah sebuah dugaan, maka pilihlah yang paling sederhana.

Atau dengan kata lain jika ada dua pernyataan yang kita sendiri tidak yakin akan kebenarannya, maka pakailah pernyataan yang paling masuk akal.

Occam’s razor memegang peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan karena cara berpikir ini mengarahkan ilmuwan dan akademik untuk tidak membuat asumsi berlebihan atas sebuah fakta.

Nah, kalau ada dua teori kenapa kepolisian RI tidak melakukan uji DNA atas mayat Dr. Azhari, si tersangka pembuat bom Bali:

Teori 1: Mayat yang diduga adalah Dr. Azhari sebenarnya adalah mayat orang lain. Polri tidak ingin rahasia mereka ketahuan, karena sebenarnya Polri ditekan untuk ikut melakukan konspirasi besar AS dan Inggris untuk menyembunyikan Dr Azhari. Asal tahu aja, Al-Qaeda (organisasi induk yang mengatur Dr. Azhari dkk), adalah lembaga yang diprakarsai AS dan Inggris untuk membangun sentimen anti-muslim ke seluruh dunia.

… dan…

Teori 2: Polisi Indonesia merasa tidak perlu melakukan tes DNA mengingat mayat relatif utuh dan sidik jari masih dapat dkenali. Lagipula, jika mayat terebut dilihat saja sudah nampak seperti jenazah Dr. Azhari, tes DNA bisa memperumit masalah karena akurasi tes DNA tidak setinggi yang kita kira. Jika hasil tes DNA tidak sama, masalah bisa jauh lebih kompleks.

Manakah yang akan anda pilih? Mari fokus pada masalah yang riil :) Seperti kasus kelaparan, inflasi dua digit, dan suap dimana-mana.