Fallacy • Opinion - November 19th, 2005
Occam’s Razor dan Tes DNA Dr. Azhari

Occam’s Razor atau Pisau Occam (jika diterjemahkan bebas), adalah sebuah metode untuk memutuskan masalah yang diperkenalkan seorang ahli logika Inggris dari abad 14: William dari Ockham. Occam’s Razor yang aslinya berbahasa latin, jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia bunyinya kurang lebih:
Jika ada dua teori yang keduanya adalah sebuah dugaan, maka pilihlah yang paling sederhana.
Atau dengan kata lain jika ada dua pernyataan yang kita sendiri tidak yakin akan kebenarannya, maka pakailah pernyataan yang paling masuk akal.
Occam’s razor memegang peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan karena cara berpikir ini mengarahkan ilmuwan dan akademik untuk tidak membuat asumsi berlebihan atas sebuah fakta.
Nah, kalau ada dua teori kenapa kepolisian RI tidak melakukan uji DNA atas mayat Dr. Azhari, si tersangka pembuat bom Bali:
Teori 1: Mayat yang diduga adalah Dr. Azhari sebenarnya adalah mayat orang lain. Polri tidak ingin rahasia mereka ketahuan, karena sebenarnya Polri ditekan untuk ikut melakukan konspirasi besar AS dan Inggris untuk menyembunyikan Dr Azhari. Asal tahu aja, Al-Qaeda (organisasi induk yang mengatur Dr. Azhari dkk), adalah lembaga yang diprakarsai AS dan Inggris untuk membangun sentimen anti-muslim ke seluruh dunia.
… dan…
Teori 2: Polisi Indonesia merasa tidak perlu melakukan tes DNA mengingat mayat relatif utuh dan sidik jari masih dapat dkenali. Lagipula, jika mayat terebut dilihat saja sudah nampak seperti jenazah Dr. Azhari, tes DNA bisa memperumit masalah karena akurasi tes DNA tidak setinggi yang kita kira. Jika hasil tes DNA tidak sama, masalah bisa jauh lebih kompleks.
Manakah yang akan anda pilih? Mari fokus pada masalah yang riil :) Seperti kasus kelaparan, inflasi dua digit, dan suap dimana-mana.