Uncategorized - December 25th, 2005
Sabbatical
Dalam beberapa hari yang akan datang, saya akan ke Jakarta bersama keluarga. Mohon maaf kalau tidak ada hal baru disini selama saya pergi :)
Herman
Herman
Uncategorized - December 25th, 2005
Uncategorized - November 1st, 2005
Life - October 27th, 2005
Mas! Maya dibeli sama Autodesk!Maya yang duduknya disebelah Thomas langsung nengok kaget.
Oh bukan Maya kamu, Maya... aplikasi 3D...
Ma-i-a Hi, Ma-i-a HuKebetulan saya ikut menyanyikan lagu tersebut. Dan kebetulan Maya teman kantor saya dengar... dan nengok.
Ma-i-a Ho, Ma-i-a Ha-Ha
Dan Indonesia memilih!Lalu salah satu dari kita, biasanya secara spontan bergiliran meneriakkan: "Mike!" atau "Firman" atau finalis Indonesian Idol yang lain. Nah pada hari itu, HP saya bunyi lagi mengeluarkan jingle Indonesian Idol, dan secara spontan saya meneriakkan:
Maya!Otomatis Maya sang teman kantor langsung menoleh kaget. Haloo Maya :D
Eh, Maya!Maya staf baru Gamatecho-pun menoleh. Duh... maaf... maksudnya Maya teman saya di Friendster :D
Ini lagunya yang nyanyi Maya ya?Ups... Maya pun nengok..
Maksudku, lagunya yang nyanyi Mulan...? :D
Life - October 26th, 2005
Pagi tadi saya juengkel setengah mati. Lha gimana tidak, file html dan css desain web yang saya buat semalaman untuk teman saya, lenyap tanpa bekas. Dugaan saya sih, kemarin malam komputer saya mati mendadak dan kebetulan file html dan css tersebut masih terbuka di dreamweaver. Jadi ketika komputernya mati, kedua file tsb hilang begitu saja. Siyal, keja sampe jam 1 malam sia-sia.
Padahal, desain tsb harus diserahkan pagi ini...
Tapi untung saya sempat ingat kalau Google Desktop membuat salinan file-file saya. Dan ternyata benar, setelah searching sebentar, index.html masih ada salinannya di database Google. Yang bikin susah... file CSS yang bikinnya lama banget, ternyata tidak terselamatkan. Yah, setidaknya file html-nya masih utuh, jadi teman saya bisa kerja duluan.
Mungkin inilah indahnya filosofi xHTML 1.0 strict: Data dan Presentation (HTML dan CSS) terpisah mutlak, sehingga developer bisa bekerja paralel. Life - October 21st, 2005
Entah kenapa, setiap kali buka Google saya selalu dikira nyambung dari Hong Kong. Apakah Google punya teknologi biometri untuk mengenal pengguna berdasar kesipitan matanya? Hmmmm.
Kalau ada yang bisa membantu saya, supaya saya tidak dikira orang Hong Kong sama Google (artinya: bagimana supaya tawaran switching menjadi bahasa Hong Kong bisa hilang, atau setidaknya tawaran switchingnya menjadi bhs Indonesia) please drop me a line. Life - September 15th, 2005
Menulis surat ijin ternyata lebih susah dari yang saya kira.
Tadi pagi, adik saya mengeluh pusing-pusing dan mual sehingga tidak dapat masuk sekolah. Kebetulan Ibu saya sedang ke luar kota dan Bapak saya sudah berangkat, sehingga saya terpaksa membuatkan surat ijin sakit untuk wali kelas adik saya. Dengan time-constraint yang cukup ketat pula: harus sampai di sekolah sebelum jam 10.00 karena guru yang mengajar jam 10 sangat galak.
Sungguh sebuah timing yang sangat tepat. Sudah jam 8.00 dan kuliah saya mulai 1 jam yang lalu. Berarti telatnya nambah 30-40 menit.
Ok.... Sebelum mulai menulis ada beberapa goal yang ingin saya capai dalam surat tersebut:
1. Surat ijin harus singkat dan padat. Kalau perlu impersonal dan tidak terlalu banyak menggunakan kata-kata pemanis supaya terkesan profesional dan... impesonal. Saya tidak ingin terkesan seperti wali kelas dari tahun 70-an.
2. Surat ijin harus sebisa mungkin menggunakan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi harus tetap mudah dipahami.
Hal pertama yang saya lakukan tentunya mengganti font dari Times New Roman menjadi Myriad supaya nampak lebih menarik tapi tetap terkesan profesional. Dan tidak seperti aturan menulis surat klasik yang diajarkan sewaktu SD, semua tulisan saya buat rata kanan, termasuk tanggal dan tanda tangan.
Oiya, semua paragraf tidak saya justify.
Setelah itu saya mulai memikirkan hal yang paling penting. Isi surat. Wakz! Walaupun ibu say selalu menulis diari, proposal, dan surat menggunakan komputer, khusus untuk surat ijin sakit ibu saya tidak pernah menggunakan komputer! Makanya udah saya cari pake instant search Google Desktop tapi nggak keluar. Padahal adik saya termasuk sering ijin.
Dengan hormat, bersama surat ini saya memberitahukan bahwa Dian Paramita, siswa kelas III IPS...Oiya, seharusnya kelas III IPS ditulis kelas 3 IPS, karena kalau ditulis dengan angka romawi berarti diucapkan: 'kelas ke-tiga IPS'.
Dengan hormat, bersama ini saya memberitahukan bahwa Dian Paramita, siswa kelas 3 IPS tidak dapat mengikuti pelajaran pada Kamis, 15 September 2005 karena sakit..Hmmm... kok sepertinya nada yang saya gunakan menyebalkan sekali ya? Lagipula adik saya terkesan seperti obyek. Untunglah adik saya yang tertatih-tatih memberi surat ijin buatan ibu saya:
Dengan hormat, bersama ini saya, orang tua dari Dian Paramita, siswa kelas III IIS, memohonkan ijin untuk tidak dapat mengikuti pelajaran pada hari Kamis, 15 September 2005 karena sakit.Hahahaha, ternyata Ibu saya melakukan kesalahan standar menggunakan angka romawi untuk menunjukkan kelas. Tapi yang parah tentunya penggunaan kata 'memohonkan', yang terdengar tidak baku. Mungkin seharusnya seperti ini:
Dengan hormat, bersama ini saya, wali dari Dian Paramita, siswa kelas 12 IIS, bermaksud mengajukan permohonan ijin untuk tidak dapat mengikuti pelajaran pada hari Kamis, 15 September 2005 karena sakit.Wah sempurna! Tapi tentunya saya tidak cukup berpuas diri, sehingga saya mulai menjelaskan kepada adik saya bawha suart ini dibuat dengan tata bahasa yang lebih baik dan tipografi yang lebih berkelas. Sayangnya adik saya tidak begitu tertarik dan malah terlihat bosan ketika saya mulai menjelaskan penggunaan angka romawi yang tepat. Sialan.
Life - September 12th, 2005

Today marks the 11th day since I bought iPod mini. Yeah baby! iPod as in expensive fashionable almost-unecessary mp3-player. iPod as in Steve Job's favorite cash cow.
The verdict? Well the 3,7Gb hard disk space (its not 4Gb as advertised) seems to be more than enough even though my music collection is 6,7 Gb (Yeah not exactly big, but need to remind you that it is very well organized?). The click wheel is slick as it always be.
And of course there's the signature white earphone, which is really uber cool. But unlike Paris Hilton, it's beauty is skin deep, because not only the sound is natural & laid back, I also noticed that this little sucker's frequency response is pretty flat (which is good). For non-audiophile geek out there: flat response means the earphone is capable to reproduce