Buy Soma Online Without Prescription

Patternless thoughts, pointless wisdom

Posts Tagged ‘culture’

Reports - December 13th, 2008

Festival Wayang Indonesia 2

Pada awalnya wayang kulit purwa untuk hajatan dan untuk hiburan televisi itu berasal dari galur yang sama: wayang beber. Kesenian itu lantas berevolusi menjadi wayang kulit gagrak Mataraman dan kemudian berevolusi lagi menjadi gagrak Surakarta. Barulah setelah perjanjian Giyanti diteken, dunia pewayangan terpecah menjadi dua: gagrak Solo dan gagrak Jogja. Selanjutnya, kedua aliran itu berkembang sendiri-sendiri berkat ego chauvinistik dua kerajaan itu. Baru akhir-akhir ini saja, dengan sangat perlahan-lahan, dua gagrak itu menyatu menjadi sebuah gagrak campuran. Ki Manteb misalnya sering mengadopsi bentuk wayang Jogja. Demikian juga dengan dalang Jogja, banyak yang mulai memakai gaya Solo karena lebih nyaman dimainkan. Kesenian memang seperti organisme kehidupan: berubah dan berkembang, sesuai permintaan jaman. Tugas sebuah masyarakat adalah merawat kesenian klasik sekaligus memicu kesenian baru untuk terus berkembang. Beruntunglah bangsa seperti Britania yang bisa rutin mengadakan repetoir musik klasik, sekaligus menelurkan musisi-musisi revolusioner seperti Beatles, Queen, Rolling Stones, dan Spice Girls. Wayang, terutama wayang gagrak Solo, kondisinya tidaklah terlalu mengkhawatirkan. Jumlah peminatnya boleh dikatakan lumayan. Pedalangan Solo juga tak henti mengaktualisasikan diri, baik dalam teknik memainkan maupun teknik pementasan. Sudah barang jamak menyusupkan campursari dan lawak pada tiap pementasan wayang Solo. Tapi bagaimana dengan Wayang Jogja? Wayang Sasak? Wayang Jawatimuran yang hampir punah? Wayang Cirebon? Jangankan berkembang, untuk terus hidup aja masih kembang kempis. Oleh karena itu, Anda wajib datang ke Festival Wayang Indonesia 2 untuk menjadi saksi kebudayaan kita sebelum ia benar-benar punah. Lebih bagus lagi kalau Anda mendokumentasikan pertunjukannya, sebagai rekaman, supaya tidak punah. Lebih hebat lagi kalau anda mau membaginya di Internet agar semua orang bisa mengenali kebudayaan dari ratusan tahun yang lalu. Acara ini termasuk langka, karena hanya digelar tiga tahun sekali oleh Pepadi. Festivalnya dimulai tanggal 13 Desember 2008 (hari ini) dan selesai 16 Desember 2008, mengambil tempat di Taman Budaya Societet Jogja. Ada berbagai jenis pertunjukan wayang, mulai dari wayang gagrak Jogja, Solo, Bali, hingga wayang golek Sunda, wayang Sasak, wayang Banjar, wayang Palembang, wayang Cirebon, dan masih banyak lagi. Jadwal dan info-info penting lainnya bisa dicek di pepadi.org.