Opinion - October 28th, 2009
Tren Sesaatnya Blog
Adalah Roy Suryo yang pertama kali bilang kalau blog adalah tren sesaat. Hari ini Ndoro Kakung sepertinya mengamini postulat "tren sesaat" tersebut. (Eh iya kan Ndoro? :P )
"Blog" tiga tahun yang lalu berbeda dengan "blog" detik ini. Beberapa blogger sudah lama tidak nulis, blogwalking jarang, rss reader sepi. Itu fakta. Tapi kemanakah mereka?
Siapapun yang sering main ke Plurk atau Twitter; atau Facebook; pasti tahu kalau sebagian "keributan" blogosfir pindah ke sana. Apakah mereka ngeblog?
Itu tergantung bagaimana kita melihat "blog". Jika blog hanyaalah sekedar mesin buku harian yang bisa dikomentari, maka mereka tidak ngeblog.
Tetapi jika kita melihat blog sebagai sebuah semangat untuk mengutarakan pikiran dan menguasai suara publik, maka sebetulnya para Plurk-er, Twitter-er, Facebook-er; sedang dan sangat sibuk ngeblog. Seperti ketika Om Nukman membuka konsultasi bisnis online di twitter, dan seperti ketika Pitra Media Ide membuka sesi tanya jawab tentang blog, juga di Twitter. Pada saat ini juga Sofie kartika sedang membuka sesi tanya jawab tentang isu gender, lagi-lagi di Twitter. Yang saya rasakan, semangat berbagi ini malah lebih masif daripada 2-3 tahun yang lalu.
Mesin blog memang berevolusi, tapi spirit ngeblog telah jauh melesat.
Perincian acaranya belum diumumkan, mungkin kejutan, tapi bisa jadi ini termasuk kopdar blogger yang paling rame untuk kelas Jogja. Mungkin dedengkot tua seperti 