Uncategorized - October 16th, 2007
Posts Tagged ‘art and design’
Reviews • Uncategorized - October 14th, 2007
Anekdot Opening Film
Kalau nonton film, pastikan anda sudah masuk ke bioskop sebelum opening logonya dimulai, karena nuansa sebuah film biasanya sudah dimulai sejak opening logo diputar. Omong-omong, tahukah anda kalau logo-logo punya banyak cerita?

Logo Columbia Pictures yang berbentuk perempuan memegang obor (alias ‘the torch lady’) ternyata sudah sering digonta-ganti, walaupun bentuknya kurang lebih begitu-begitu saja. Gambar yang kini kita lihat di bioskop ternyata buatan tahun ’93. Perhatikan pada logo terkini, si pemegang obor nampak lebih jangkung dan lebih langsing, mungkin untuk menyesuaikan definisi seksi masa kini.

Pernah ada selentingan kalau wanita yang menjadi inspirasi Columbia Pictures adalah Anette Bening. Tetapi rumor tersebut disanggah oleh pelukis ‘torch lady’ itu sendiri, Michael J. Deas. Alih-alih Anette Bening, sang torch lady itu rupanya seorang ibu rumah tangga dua anak bernama Jenny Joseph yang tinggal di Houston.

Logo Walt Disney Pictures yang terbaru muncul pertama kali pada tahun 2006 bareng dengan rilis Pirates of Caribbean 2. Logo yang lama sebetulnya cukup berumur karena sudah dipakai sejak 1985. Bentuknya sederhana, warna latar biru, gambar kastil Sleeping Beauty, dan tanda tangan sang maestro yang terkenal itu.

Logo yang baru terasa lebih magis karena menggunakan animasi 3D dengan efek yang serba ajaib. Sekadar info, animasi sekian detik ini dibikin olah Weta Digital, yang juga membuat efek khusus untuk trilogi Lord of the Rings dan King Kong.
Yang lucu, kalau logo yang lama jelas-jelas merupakan siluet kastil Sleeping Beauty-nya Disneyland, maka logo baru adalah perkawinan antara kastil Sleeping Beauty California dan kastil Cinderella-nya Walt Disney World Florida.
Cinderella lebih ramping dan jangkung, sementara Sleeping Beauty lebih bongsor dan gendut.
Logo Paramount yang bentuknya gunung itu dirancang pada secarik serbet oleh William W. Hodkinson ketika sedang rapat dengan Adolph Zukor, 93 tahun yang lalu.

Konon bentuk gunung itu terinpirasi oleh gunung Ben Lomond, Utah, tempat Hodkinson dibesarkan. Itu katanya tour guide-nya Ben Lomond lho.
Paramount kini berada di bawah Viacom yang juga membawahi stasion televisi CBS dan MTV. Ada mitos kalau Viacom didirikan oleh sekte rahasia freemason, karena jika logo Paramount dan CBS digabung maka akan menjadi gambar mata-dalam-piramida (eye of providence) yang merupakan simbol freemason.

Mitos ini tentunya tidak benar karena Paramount dan CBS adalah dua perusahaan terpisah yang kemudian hari diakuisisi oleh Viacom. Selain itu, eye of providence-nya freemason tidak pakai piramida kok.
Uncategorized - July 3rd, 2007
Gaya Berpakaian Orang Tokyo




Satu hal yang paling menyegarkan dari gaya berpakaian orang Jepang adalah adanya ekspresi individu. Disini, berpakaian diperlakukan seperti seni yang dinamis dan ekpresif. Ada kebebasan yang tetap memperhatikan estetika. Ada mix-and-match untuk membentuk pola, dan merusak pola itu sekaligus. Ada effort pastinya.
Sudahkah anda meluangkan cukup effort untuk berpakaian?
Reviews • Uncategorized - June 29th, 2007
Ratatouille Amerika vs Ratatouille Jepang
Bisa dibilang summer 2007 adalah pertarungan box-office tersengit dalam sejarah. Ada Spiderman 3, Shrek The Third, Pirates of Caribbean 3, Ocean 13, Fantastic Four, Ratatouille, Transformers, Harry Potter 5, Die Hard 4, dan The Simpsons Movie. Selain jadwal rilis yang padat, hampir semuanya adalah franchise yang sudah ngetop duluan. Spiderman, Die Hard, dan Pirates adalah sekuel dari sekuel yang sukses. Sementara Transformers, Harry Potter, dan The Simpsons, semestinya semua orang pasti tahu.
Nah, dalam tiap pertarungan selalu ada yang kalah, atau mengalah. Kali ini Ratatouille yang nampaknya akan mengalah: tayang perdananya di Asia diundur satu hingga dua bulan. Dapat dimaklumi sih, karena dibandingkan pesaingnya, nama Ratatouille memang kalah pamor. Padahal film ini dipuji-puji kritikus. Di Rottentomatoes, ratingnya mencapai 95%, dan average scorenya 8,5/10. Artinya, film ini, selain disarankan untuk ditonton; kualitas cerita, dialog, dan karakter-karakternya juga sangat bagus. Atau bisa juga lihat preview 9-menitnya, untuk melihat film ini bagus atau tidak.
Ah sudahlah. Akan tetapi, ada sesuatu yang menarik dari poster film Pixar ini. Di Amerika (dan seluruh dunia) Disney (selaku distributor Ratatouille) memakai poster yang gambarnya Remy dikelilingi pisau-pisau dapur. Nah untuk Jepang, Disney memilih gambar Remy yang sedang menatap Linguini. Judulnya pun diganti dari jadi “Restoran Enak Remy”. Seolah-olah untuk Amerika Disney ingin menekankan aspek action film ini, sementara untuk Jepang sisi drama dan persahabatan yang dirasa perlu untuk ditonjolkan.
Mungkin, menurut Disney, bagi mayoritas orang Amerika, film yang sarat action lebih menarik. Sementara bagi orang Jepang, animasi yang dalem jauh lebih menarik. Tetapi saya kok lebih suka poster Jepang ya?

Pertama-tama pilihan palet warna-nya lebih hangat. Lalu komposisinya lebih stabil dan meneduhkan. Perhatikan kalau bagian latar poster membentuk garis imajiner dari kiri-atas ke kanan-bawah, sementara peletakan dua tokoh utamanya membentuk garis diagonal dari kanan-atas ke kiri-bawah. Menariknya, pertemuan kedua garis itu juga berpotongan dengan garis yang menghubungkan mata kedua karakter tersebut. Tanpa sadar kita diarahkan untuk memperhatikan hubungan Remy dan Linguini. Menurut saya, desain dengan komposisi yang dalem semacam ini keren.
Uncategorized - October 20th, 2005
Berang berang
Sebenarnya bikinnya dah lama banget. Tapi terus nggak diterusin.

Uncategorized - April 23rd, 2005
My First Car
I don’t normally model cars because I prefer to create organic stuff (ie. characters), but due to circumstances I have to model this car.
This car is based on BMW blueprint I found at jpracing.racerplanet.com. Modelled using the ‘ol editable poly and meshsmooth, this one took about 25 working hours to model. Still a work in progress, because some of the mesh is a little off and the details are lacking.
Critics and suggestions are welcome.
Uncategorized - February 7th, 2005
SCTV is so gay

I hate when companies changed their logo just for fancy’s sake. Some recent logo changes were good (BII, Excelcommindo) because logo adjustment were necessary to suit their new philosphy. But take Indosat for example, it’s new logo is making Indosat looking like a weak newcomer in communications industry. And list goes on.
But the award for worst new logo goes to SCTV for it lame ass logo hyped as Satu untuk Semua. Not only it looks amateurish, its philosphy doesnt seem to serve anything.
Even worse, 20 were poisoned during the logo’s launch event. The culprit: Boxed Rice that was served during the event!



