<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 14:28:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Internet at Liberty 2012 di Washington</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/05/internet-at-liberty-2012-di-washington.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/05/internet-at-liberty-2012-di-washington.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 00:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1667</guid>
		<description><![CDATA[Era awal Internet diisi oleh orang-orang biasa. Grassroots. Mereka mencerminkan suara masyarakat yang jujur, berpendidikan tinggi, dan terbuka. Tidak banyak yang menyadari bahwa Internet yang di kala itu masih bayi, kelak akan menjadi medium yang mempercepat perubahan sosial, mengubah paradigma bisnis, dan menggeser kekuatan politik. Jaman sekarang Internet telah dipahami betul potensinya. Mulai dari hal-hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Era awal Internet diisi oleh orang-orang biasa. <em>Grassroots</em>. Mereka mencerminkan suara masyarakat yang jujur, berpendidikan tinggi, dan terbuka. Tidak banyak yang menyadari bahwa Internet yang di kala itu masih bayi, kelak akan menjadi medium yang mempercepat perubahan sosial, mengubah paradigma bisnis, dan menggeser kekuatan politik.</p>
<p>Jaman sekarang Internet telah dipahami betul potensinya. Mulai dari hal-hal positif yang akan dibawanya, dan kerugian yang dapat ia ditimbulkan. Industri rekaman AS adalah yang termasuk menyadari kerugian yang ditimbulkan file sharing internet, dan mereka menginginkan Internet berubah melalui SOPA. Rumah Sakit Omni menyadari betapa mudahnya cerita buruk tentang pelayanan medis mereka menyebar dengan kecepatan berlipat-lipat di Internet. UU ITE menghukum pencemaran nama baik dua kali lebih berat dibanding KUHP, karena DPR menilai pencemaran nama baik di Internet lebih mudah menyebar.</p>
<p>Akan tetapi, mengubah internet berarti mengubah sifat alamiahnya yang tidak terpusat dan merdeka. Kita sudah memiliki internet dan menikmati kemerdekaannya. Mengapa mereka yang ketinggalan kereta ingin mengubah internet? Mengapa bukan KUHP yang direvisi untuk menghapus pasal karet pencemaran nama baik? Haruskah negara memblokir situs internet, apakah tidak bisa masyarakat menentukan sendiri apa yang ingin mereka lihat dan apa yang tidak?</p>
<p>Saya berharap bisa memperoleh diskusi untuk permasalahan-permasalahan itu dalam konferensi <a href="http://www.google.com/events/internetatliberty2012/index.html">Internet at Liberty 2012</a> di Washington DC tanggal 23-24 Mei 2012 ini. Konferensi ini akan mempertemukan aktivis global dengan <a href="http://www.google.com/events/internetatliberty2012/agenda2.html">kalangan akademisi, bisnis, media, pemerintah dan NGO</a> melalui seminar dan perdebatan yang nampaknya akan sangat seru. (Presentasi PowerPoint dilarang dalam acara ini).</p>
<p>Konferensi ini akan mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk memecahkan batas-batas kemerdekaan berekspresi online; hubungan yang kompleks antara teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan hak asasi manusia; cara-cara warga dan pemerintah menggunakan internet; peran penengah internat; serta isu-isu penting kebijakan dan hukum, seperti privasi dan <em>cybersecurity</em>.</p>
<p>Saya akan melaporkan catatan-catatan saya selama mengikuti Internet at Liberty sepulang dari Amerika Serikat. Selama konferensi saya akan mencoba melivetweet melalui akun Twitter @hermansaksono. Jika ada pertanyaan dan isu yang bisa saya diskusikan di sana, silahkan dikirim pada di bagian komentar posting ini. :)</p>
<p><em>DISCLOSURE: Kehadiran saya dalam Internet at Libery disponsori oleh Google Inc. Google tidak meminta saya untuk menulis tentang acara ini.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/05/internet-at-liberty-2012-di-washington.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembatalan Diskusi Irshad Manji di UGM</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/05/pembatalan-diskusi-irshad-mandji-di-ugm.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/05/pembatalan-diskusi-irshad-mandji-di-ugm.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 01:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1662</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi Irshad Manji yang sedianya diadakan di UGM dibatalkan Rektorat. Setelah dipindah ke LKiS Jogja, gerombolan dari Majels Mujahiddin Indonesia datang menyerbu. Ada apa dengan negara ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini kemajuan mundur satu langkah. UGM yang semestinya menjadi tempat lahirnya pemikiran-pemikiran baru, harus membatalkan rencana diskusi Irshad Mandji. Perguruan tinggi itu takut, mungkin takut mahasiswanya diserang, atau parah lagi dianiaya. Lagipula, bukan pertama kalinya FPI dan kelompoknya memakai kekerasan.</p>
<p>Saya memang mengharap UGM lebih berani, walaupun kenyataannya tidak. UGM memang institusi yang lebih besar daripada FPI, akan tetapi UGM tidak cukup kuat untuk meminta polisi mengamankan UGM.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/05/IM-LKiS-5.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1663" title="IM-LKiS-5" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/05/IM-LKiS-5.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>Diskusi Manji itu kemudian diadakan juga di LKiS Yogya. Dan belum lama dimulai, gerombolan Majelis Mujahiddin Indonesia menyerbu diskusi itu. Mereka memecahkan kaca perpustakaan dan menginjak-injak makanan sambil meneriakkan &#8220;Allah Maha Besar&#8221;. Adik saya yang berada di sana tidak bisa keluar karena dikepung.</p>
<p>Di telepon, adik saya menangis sambil mengatakan &#8220;Aku sedih banget negaraku dirusak orang-orang kayak gini.&#8221;</p>
<p>Malam itu pendopo LKiS, <a href="http://dianparamita.com/2012/05/09/kronologi-penyerangan-irshad-manji-lkis-jogja/">Irshad Manji hanya bisa duduk bersila menundukkan kepalanya</a>, sementara preman-preman bertabir agama itu memaki-maki, merasa bahwa kebenaran adalah milik mereka. Dan malam itu juga, Jogja yang selama ini menjadi oase dari hingar-bingar intoleransi, akhirnya kalah oleh gelombang radikalisme.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Kita semua sudah muak dengan ini. Walaupun topik lesbian bukanlah <em>flagship</em> dari pemikiran Irshad Manji, tetapi dalam beberapa hari ini diskusi telah disederhanakan menjadi itu. Pandangan Manji soal ijtihad (atau mungkin yang sedikit lebih kontroversial seperti jilbab) tidak pernah disentuh dalam perdebatan. Manji telah direduksi menjadi seorang lesbian pembawa penyakit.</p>
<p>Tapi apa yang salah dengan lesbian menyuarakan pendapatnya? Ini Indonesia. Menjadi lesbian, banci, straight adalah pilihan, dan pilihan mereka harus dilindungi negara, seperti negara harus melindungi penduduknya yang ingin beribadah di masjid, bekerja dengan upah layak, belajar di sekolah yang terbaik. Kita boleh berargumentasi bahwa pilihan menjadi lesbian adalah salah, tapi tolong pertahankan ketidaksetujuan itu dalam diskusi saja. Memakai ancaman dan kekerasan justru membuat FPI terlihat menyerah, karena tidak memiliki counter-argument yang cerdas.</p>
<p>Dan jangan lupa, argumentasi berdasar penafsiran atas kitab suci selalu bisa salah, seperti Manji yang juga bisa salah memahami Al-Quran. Manusia hanya bisa mencari kebenaran, namun tidak pernah bisa mendapatkan sepenuhnya kebenaran.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana menghentikan ini?</p>
<p style="text-align: left;">Pertama kita harus melihat Indonesia sebagai negara hukum, di mana aturan yang berlaku adalah hukum yang memfasilitasi seluruh warganya, bukan agama tertentu. Tindakan yang salah di mata hukum agama, tidak harus salah dalam hukum Indonesia. Kita bukan negara agama.</p>
<p style="text-align: left;">Kedua, kita harus membiasakan diskusi publik yang sehat, bukan diskusi yang bermain tuduh, serang sisi pribadi, dan main plintir-kiri-dan-kanan seperti yang biasa dilakukan petinggi FPI. Diskusi seperti FPI yang sangat menyederhanakan masalah memang memudahkan orang untuk berpihak, namun justru membuat pilihan yang kita ambil menjadi tidak <em>sustainable</em> karena tidak didasari pemikiran yang mantap dan mendalam.</p>
<p style="text-align: left;">Ketiga, kita harus menunjukkan bahwa FPI adalah kelompok kecil. Polisi dan pemerintah selalu dalam posisi sulit karena menindak FPI justru beresiko melukai umat islam. Faktanya adalah, FPI tidak mencerminkan umat Islam Indonesia secara keseluruhan. Mereka yang mendukung tujuan FPI juga tidak harus mendukung kekerasan FPI, karena tujuan FPI dan kekerasannya adalah dua hal yang terpisah. Kita boleh mendukung tujuan FPI, tetapi tidak boleh mendukung semua kekerasan yang mereka lakukan.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Para ekstermis ini selangkah lebih maju daripada kelompok moderat dalam menguasai pemikiran publik. Tapi masih belum terlambat, masih ada waktu untuk mencegah sebelum terlambat. Jika ancaman masa lalu Indonesia adalah rezim diktator dan ancaman masa kini adalah korupsi, maka ancaman masa depan Indonesia ada pada intoleransi dan radikalisme agama. Dan kita masih bisa mencegah itu benar-benar terjadi dengan mengubah sekeliling kita terlebih dahulu dulu.</p>
<p style="text-align: left;">Kita tidak berharap FPI dan pendukung loyalnya akan berubah, tapi kita bisa berharap masyarakat moderat menyelamatkan Indonesia dengan mencegah mereka terjebak dalam kesesatan FPI, MMI, dan kawan-kawannya.</p>
<p style="text-align: left;">Saya yakin setelah ini saya akan dimaki-maki kafir, murtad, pendukung homoseks, zionis, dan seterusnya dan seterusnya. Tapi tidak masalah. Dituduh kafir, murtad, maupun homoseks (yang saya bukan ketiganya) tidak membuat pemikiran saya menjadi salah. Pribadi saya tidak ada hubungannya dengan pendapat saya, dan itu adalah pelajaran pertama tentang diskusi yang sehat.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Baca Juga</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://crcs.ugm.ac.id/article/781/Atmosfer-Akademik-dan-Polusi-Ancaman.html">Tanggapan Zainal Abidin Baqir, Kepala CRCS UGM</a>, penyelenggara diskusi Irshad Manji di UGM.</li>
<li><a href="http://blogombal.org/2012/05/10/sulit-sekali-memahami-fpi/">Sulit sekali memahami FPI</a> via Paman Tyo</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/05/pembatalan-diskusi-irshad-mandji-di-ugm.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>70</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hugo</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/03/hugo.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/03/hugo.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 05:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Hugo tinggal di Stasiun Montparnasse, Paris. Ayahnya meninggal dalam sebuah kebakaran, dan meninggalkan robot rusak yang konon akan menuliskan sebuah pesan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/03/Hugo-Cabret.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1660" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/03/Hugo-Cabret.jpg" alt="Hugo" width="290" height="430" /></a></p>
<p>&#8220;Aku selalu membayangkan dunia ini ibarat mesin yang sangat besar. Mesin tidak pernah memiliki komponen ekstra. Semua komponen sudah pas sesuai kebutuhan. Jadi aku menyadari, jika dunia ini ibarat mesin besar, aku pasti bukan komponen tambahan. Aku ada disini karena sebuah alasan.&#8221;</p>
<p>Hugo Cabret menggumamkan itu di depan Isabelle. Hugo yang yatim piatu, tinggal di stasiun Montparnasse di Paris. Ayahnya meninggal dunia dalam sebuah kebakaran di museum, dan meninggalkan sebuah automata rusak—semacam robot mekanik—yang konon bisa menulis.</p>
<p>Di stasiun Montapransse, Hugo tinggal bersama pamannya yang pemabuk. Setiap hari ia merawat gigi dan roda jam mekanik raksasa yang menghidupkan Montparnasse, lalu sesudahnya ia memperbaiki automata yang urung diperbaiki ayahnya. Hugo yakin, automata itu akan meninggalkan pesan penting untuk ayahnya. Ketika sebuah komponen yang penting tidak ia dapatkan, Hugo akan mencuri dari toko mainan Papa George, dan kepergok.</p>
<p>Hugo, memang bukan tipikal film Scorsese. Warna film yang colorful dan hangat, membuatnya seperti film anak-anak yang bukan digarap oleh sutradara Departed dan Gangs of New York. Akan tetapi, Hugo mengeksplorasi topik yang bukan kekanak-kanakkan dan kemungkinan besar akan membuat anak-anak jenuh. Misteri mengapa George menyita buku catatan Hugo, misalnya, mengangkat isu orang dewasa.</p>
<p>Dari segi teknis, Martin Scorsese nampaknya telah menemukan tarian film 3D. Dalam Hugo, pemakaian 3D tidak dalam dosis berelbihan yang membuat lebay, tapi justru memperkuat emosi film dalam sejumlah adegan penting. Namun seorang Scorsese tetap harus tunduk pada kekurangan mendasar 3D, yaitu  membuat gambar 20% lebih gelap. Dalam menit-menit awal, film terasa terlalu gelap. Dalam menit-menit awal juga, film terasa terlalu pelan hingga akhirnya menemukan ritme yang tepat pada babak kedua.</p>
<p>Asa Butterfield, pemeran Hugo cilik yang berusia 12 tahun menunjukkan kemampuan yang piawai mengimbangi aktor kawakan Ben Kingsley yang memerankan Papa George. Asa menggiring film naik dan turun secara emosional, tanpa menjadi teatrikal seperti aktor cilik pada umumnya.</p>
<p>Akan tetapi, apa yang membuat Hugo istimewa ada pada ensembel pemain yang seperti gigi-gigi pada jam mekanik, menggerakkan film secara bersama-sama hingga awal sampai akhir, dan menjawab apakah Hugo memiliki alasan untuk ada di dunia ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/03/hugo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Artist</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/02/the-artist.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/02/the-artist.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1655</guid>
		<description><![CDATA[The Artist menceritakan puncak dan jatuhnya film bisu, saat Hollywood gandung dengan talkies, film bersuara. Uniknya, film ini disajikan tanpa suara, alias bisu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/02/The-Artist.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1656" title="The Artist" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/02/The-Artist.png" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Dimulainya era film <em>talkies</em>—film bersuara—di pertengahan 20-an, mengakhiri karir para bintang film bisu. Emil Janning, aktor pertama yang memperoleh Oscar, terpaksa pensiun karena logat Jermannya susah dipahami penonton. Demikian juga nasib Douglas Fairbanks, Mary Pickford, Gloria Swanston yang ikon Hollywood masa itu. Walaupun logat mereka baik-baik saja, tapi penonton menghendaki bintang baru untuk <em>talkies</em>.</p>
<p>The Artist menceritakan puncak karir George Valentin (Jean Dujardin) di Hollywood dan bangkitnya era <em>talkies</em>. George yang parlente dan ramah, menarik hati Peppi Miller (Bérénice Bejo), seorang gadis muda yang sedang memulai karirnya di Hollywood. Saat studio Hollywood gandrung dengan <em>talkies </em>dan berhenti membuat film bisu, nasib karir George ada di film yang ia produksi sendiri. Dan film bisu George rupanya tayang perdana pada malam yang sama dengan film <em>talkie</em> Peppi.</p>
<p>Uniknya, The Artist juga disajikan tanpa dialog, alias bisu. Dialog hanya dijelaskan dalam teks yang sekali dua kali muncul dan selebihnya adalah musik <em>silent</em>. Sang sutradara, Michel Hazanavicius memang sudah lama bercita-cita membuat film bisu. Sebagai pemanis film yang <em>charming</em> ini adalah Uggie, sebagai Jack, anjing terrier George Valentin yang pintar.</p>
<p>Walaupun memiliki premis yang mirip dengan <em>Sunset Boulevard</em>, The Artis lebih optimis dan sesekali romantis. George Valentin tidak sekadar tokoh putus asa seperti Norma Desmond di <em>Sunset</em>.</p>
<p>Pada saat indera pendengaran kita diredam karena ketiadaan dialog, maka indera-indera lain semakin terasah mengapresiasi apa yang dirasakan tokoh-tokoh &#8220;bisu&#8221; di The Artist. Pada saat yang bersamaan, saat indera kita terbuka lebar, maka indera yang tertutup itu akan mengabaikan jawaban atas pertanyaan penting film ini.</p>
<p>Tepatnya mengapa George tidak dapat atau tidak mau berpindah karir ke film <em>talkie?</em></p>
<p>Update: The Artist memenangkan Oscar untuk film, sutradara, aktor, dan musik terbaik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/02/the-artist.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Midnight In Paris</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/01/midnight-in-paris.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/01/midnight-in-paris.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 15:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1651</guid>
		<description><![CDATA[Gil Pender terpesona Paris, sementara tunangannya bosan dengan kota itu. Novelis muda itu terinspirasi Paris. Tunangannya, lebih suka menonton film Hollywood di bioskop Perancis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Midnight-in-Paris.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1652" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Midnight-in-Paris.jpg" alt="Midnight in Paris" width="300" height="442" /></a></p>
<p>Siapa yang tidak terpesona Paris? Terpesona orang-orangnya, gedung-gedungnya yang kuno, hingga kafe-kafe tempat seniman mahsyur pernah menyesap kopinya. Salah satu alasan Hemingway pindah ke kota itu tahun 1921, salah satunya karena di sanalah orang-orang dengan pikiran menarik berada.</p>
<p>Gil Pender terpesona Paris, sementara tunangannya bosan dengan kota itu. Novelis muda itu mengagumi Paris dan bagaimana Paris menginspirasi para pelukis impresionis. Sementara Inez, tunangannya, lebih suka menonton film Hollywood di bioskop Perancis.</p>
<p>Suatu malam, saat Gil menyendiri di jejalanan kota itu, ketika lonceng jam berdenting dua belas kali, sebuah mobil antik berhenti di depannya. Dari dalam muncul orang-orang berpakaian kuno yang mengajak Gil pergi bersama mereka. Pada sebuah kafe mobil itu berhenti. Dan setelah berusaha memahami apa yang terjadi di tempat itu, Gil disapa oleh Scott Fitzgerald dan kemudian dikenalkan ke Hemingway. Ernest Hemingway.</p>
<p>Banyak bagian dari Midnight in Paris mengingatkan ciri khas sang sutradara Woody Allen, seperti humornya yang minimalis dan dialognya yang cergas dan (sengaja) mengelantur. Si pemeran utama, Owen Wilson membawakan karakter Gil Pender tidak seperti Owen Wilson di film biasa. Ia memerankan Gil dengan keraguan-keraguan tersembunyi yang menggerakkan pengarang muda itu. Walaupun Mario Cottilard bukan pemeran utama, namun keberadaannya membuat film ini tambah menyenangkan.</p>
<p>Woody menjalankan tugasnya dengan baik. Semua pemeran memiliki dosis yang pas, tidak kurang dan tidak lebih. Ansamble pemain itu memerankan tokoh-tokoh historis yang berpikiran menarik, tanpa harus berlagak berlebihan. Mereka cuma, menarik.</p>
<p>Dengan drama yang tidak mendakik-dakik dan dialog yang renyah, komedi romantis (yang agak surrealis) ini sangat nyaman dinikmati. Dan sebagai bonusnya, Anda juga bisa menikmati Paris.</p>
<p>Update: Woody Allen memenangkan Oscar untuk screenplay terbaik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/01/midnight-in-paris.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Iron Lady</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/01/the-iron-lady.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/01/the-iron-lady.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 12:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1648</guid>
		<description><![CDATA[Biopic Margaret Thathcher, mantan PM Inggris ini seperti candu. Di saat Indonesia rindukan pemimpin kuat, Iron Lady mengiming-imingi apa yg tidak kita miliki.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/The-Iron-Lady.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1649" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/The-Iron-Lady.jpg" alt="The Iron Lady" width="396" height="297" /></a></p>
<p>Selama perjalanan menuju bioskop, saya tahu, saya menonton Iron Lady bukan karena tertarik melihat biografi Margaret Thatcher. Saya ke bioskop dengan harapan dikejutkan sekali lagi oleh Meryl Streep.</p>
<p><em>And she did</em>.</p>
<p>Meryl selalu membawakan peran yang baru untuk tiap karakter yang ia mainkan. Di detik-detik pertama Iron Lady, kita langsung terkejut ketika menyadari wanita tua yang bungkuk itu adalah Meryl, memerankan Thatcher tua. Sebagai orang yang masih terlalu kecil untuk mengingat Thatcher ketika masih berkuasa, Meryl mengisi imajinasi itu. Ia membawakan kelembutan wanita dan juga kerasnya pendirian seorang pemimpin Thatcherian.</p>
<p>Akan tetapi film itu sendiri terasa seperti <em>thatch</em>—atap ijuk yang berlubang-lubang. Biografi Thatcher ketika berkuasa (dan akan berkuasa) dijalin dengan Thatcher masa kini yang pikun dan demensia. Walaupun mutakhir, gaya penuturan ini tidak disertai benang merah yang kuat. Alur cerita mengambang dari awal sampai akhir, seolah ingin menjadi biografi walaupun banyak dialognya adalah karangan si penulis skenario.</p>
<p>Di saat Indonesia sedang merindukan pemimpin yang kuat, Iron Lady seperti mengiming-imingi apa yang tidak kita miliki. Bagaimana tidak, Thatcher yang cuma perempuan anak pedagang kelontong bisa mengatur pria-pria DPR Inggris dengan penuh otoriter. Thatcher yang nasionalis, penuh ketegasan <em>at-all-cost</em> ketika perang Falkland, dan tidak peduli pencitraan seperti antitesis dari SBY yang peragu dan pencari jalan tengah dan pencitra.</p>
<p>Yang tidak ditekankan film ini adalah <em>cost</em> yang dibayar untuk menikmati ketegasan Thatcher. Kebijakannya yang memberangus serikat buruh, menjatuhkan ratusan korban jiwa di Falkland, hingga pajak-per-orang yang musti dibayar orang miskin; hanya disinggung sambil lalu. Peran pajak-per-orang juga tidak ditonjolkan sebagai penyebab jatuhnya pemerintahan Thatcher.</p>
<p>Namun saya benar-benar menikmati dan kagum melihat akting Meryl. Gayanya berpidato dan memerintah sudah seperti Thatcher andai kata Meryl tidak kelewatan dramatis. Yang saya khawatirkan cuma satu, film ini memberi candu kepada generasi yang tidak mengalami era Thatcher. Candu akan pemerintah otoriter.</p>
<p>Update: Meryl Streep memenangkan Oscar ketiganya untuk film The Iron Lady.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/01/the-iron-lady.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transformers &amp; Battlestar Gallactica Universal Singapore</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/01/transformers-battlestar-gallactica-universal-singapore.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/01/transformers-battlestar-gallactica-universal-singapore.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 05:57:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1639</guid>
		<description><![CDATA[Universal Studio Singapura dibuka dua tahun yang lalu. Transformers, Battlestar Gallactica, dan Madagascar telah dibuka dua tahun kemudian. Inilah reviewnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kunjungan pertama di <a href="http://hermansaksono.com/2010/04/universal-studio-singapore.html">Universal Studios Singapore</a> dua tahun yang lalu, theme park ini sudah ketambahan tiga wahana baru: Madagascar, Battlestar Gallactica, dan Transformers. Semua terinspirasi dari film.</p>
<p>Seperti biasa, setelah berjalan menuju ujung Hollywood Boulevard kita bisa belok ke kiri untuk masuk ke Madagascar, atau ke kanan untuk menuju New York. Universal sengaja merancang jalur kiri untuk pengunjung anak-anak dan keluarga, sementara jalur kanan untuk pengunjung dewasa. Saya mengambil jalur kanan.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Transformers-The-Ride-Bumblebee-Universal-Singapore1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1642" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Transformers-The-Ride-Bumblebee-Universal-Singapore1-440x261.jpg" alt="Transformers Bumblebee di Universal Singapore" width="440" height="261" /></a></p>
<h3 id="transformers-battlestar-gallactica-universal-singapore-transformers">Transformers: The Ride</h3>
<p>Di jalur kiri kita akan menemui wahana Transformers yang baru saja dibuka awal Desember 2011 lalu. Wahana ini membawa kita ke pertempuran antara Autobot dan Decepticon. Dengan menaiki robot EVAC, pengunjung diberi tugas untuk menyelamatkan elemen Allspark dari incaran Megatron. Dan tak lama kemudian markas NEST akhirnya diserang oleh Decepticon. Bersama Bumblebee dan Optimus Prima, Anda harus menyelamatkan Allspark diantara serangan rudal Megatron dan tenaga luar biasa Devastator.</p>
<p><object width="440" height="253" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/KJz6r9b1kN4?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="440" height="253" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/KJz6r9b1kN4?version=3&amp;hl=en_US" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Saya tidak akan membocorkan spoilernya, tapi ini adalah termasuk wahana theme park terbaik yang pernah ada. Dengan menggunakan teknologi proyeksi 3D <em>high definition</em> dan berbagai efek khusus, kita akan ditarik masuk ke dalam pertarungan robot-robot raksasa di antara rimba-rimba beton kota New York.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Transformers-Allspark-Universal-Singapore1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1644" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Transformers-Allspark-Universal-Singapore1-440x295.jpg" alt="Transformers Allspark Universal Singapore" width="440" height="295" /></a></p>
<p>Wahana ini menggunakan teknologi lengan robotik KUKA yang juga digunakan untuk Harry Potter and Forbidden Journey di Universal Florida. Konon Universal memiliki hak eksklusif untuk memakai KUKA selama 10 tahun. Jadi Disney masih harus menunggu sampai 2017 kalau mau membuat wahana seperti <a href="http://hermansaksono.com/2011/08/transformers-3-dark-of-the-moon.html">Transformers</a>.</p>
<p>Mungkin karena masih pagi dan saya di Universal pada hari Jum&#8217;at, maka antriannya cuma 5 menit. Di hari sibuk, antriannya bisa mencapai 90 menit. <em>But it was worth it</em>, dan anak-anak usia 5 tahun ke atas juga bisa ikut menikmati Transformers bersama orang tuanya.</p>
<h3 id="transformers-battlestar-gallactica-universal-singapore-battlestar-gallactica">Battlestar Gallactica</h3>
<p>Rollercoaster berduel ini rusak dua minggu sebelum kunjungan pertama saya ke <a href="http://hermansaksono.com/2010/04/universal-studio-singapore.html">Universal</a>.  Setelah penyebab kerusakan itu ditemukan (tempat duduk rollercoasternya lepas), desain rollercoasternya diganti, dan diuji; 13 bulan kemudian wahana ini kembali dibuka.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Universal-Battlestar-Gallactica.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1646" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Universal-Battlestar-Gallactica-440x292.jpg" alt="Universal Battlestar Gallactica" width="440" height="292" /></a></p>
<p>Rollercoaster ini mengisahkan pertarungan antara manusia dan suku alien yang bernama Cylon. Dan sesuai namanya—duelling coaster—pengunjung akan diadu hingga nyaris tabrakan. Anda bisa memilih untuk menaiki Blue Track (alien) atau Red Track (manusia). Keduanya berbeda antrian dan berbeda kendaraan. Pada Red Track, penumpang akan duduk pada gantungan dan dibolak-balik. Sementara pada Blue Track, penumpang &#8220;cuma&#8221; duduk di atas kereta rollercoaster.</p>
<p>Saya lebih suka yang digantung (Blue Track), karena lebih seru dan menegangkan. <em>Tsah</em>! Yang kurang suka tantangan bisa naik yang duduk saja (Red Track). Menurut Universal, walaupun lebih konservatif, Red Track lebih kuat tarikan G-Force-nya. Tapi tetep, saya lebih suka Blue Track.</p>
<p>Antrian wahana ini sekitar 35 menit di hari Jum&#8217;at. Lebih lama daripada Transformers yang 5-15 menit.</p>
<h3 id="transformers-battlestar-gallactica-universal-singapore-madagascar">Madagascar: Crate Adventure</h3>
<p>Setelah memompa adrenalin di Transformers, Battlestar Gallactica, dan The Mummy; penelusuran di Universal Singapore berakhir di wahana Madagascar. Sebagai pendinginan, wahana ini oke juga sebetulnya.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Madagascar-Universal-Singapore.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1645" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Madagascar-Universal-Singapore-440x295.jpg" alt="Madagascar Universal Singapore" width="440" height="295" /></a></p>
<p>Madagascar mengkombinasikan istana boneka dengan kisah Madagascar. Alex, Marty, Gloria, dan Melman menjadi hidup ketika penumpang masuk ke wahana ini menggunakan kapal. Kisah yang dibawakan, hampir sama persis dengan film-nya. Anak-anak akan menikmatinya, orang dewasa juga akan menikmatinya untuk merenggangkan otot yang letih ketika hari sudah mulai sore.</p>
<h3>Dengan Tiga Wahana Baru</h3>
<p>Dengan diluncurkannya tiga wahana baru sejak pertama dibuka dua tahun yang lalu, Universal Studios Singapore sudah sah menjadi theme park yang dapat dikunjungi sehari penuh. Tersedia pilihan thrill-ride yang memuaskan orang dewasa, dan diimbangi pilihan wahana untuk keluarga yang membawa anak-anak. Jika dibandingkan dengan <a href="http://hermansaksono.com/2010/12/hong-kong-disneyland.html">Hong Kong Disneyland</a> yang harga tiketnya hampir sama, Universal menawarkan hiburan yang lebih banyak untuk pelancong Asia Tenggara.</p>
<p>Yang menjadi masalah di Universal Singapura adalah tempatnya yang terlalu kecil, sehingga perpindahan dari area New York ke Sci-Fi City—misalnya—terasa terlalu mendadak. Hal ini tidak terjadi di Hong Kong Disneyland. Dan mungkin karena lokasinya di Singapura, theme park ini terasa kaku dan mengatur. Di Universal, kita tidak diperbolehkan memotret isi wahana, petugas akan selalu memperingatkan dan larangan itu ditulis di sepanjang antrian. Di Hong Kong Disneyland, kita bisa terang-terangan membawa kamera dan petugas bahkan tidak melirik.</p>
<p>Hong Kong Disneyland sangat asyik dikunjungi, namun untuk ongkos yang sama Universal Singapura menawarkan lebih banyak wahana. Hong Kong Disneyland akan lebih memuaskan seteleh Grizzly Rollercoaster dibuka tahun ini, dan rumah hantu Mystic Manor tahun 2013. Namun Transformers masih akan susah dikalahkan, sampai Disney membuat wahana dengan KUKA.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/01/transformers-battlestar-gallactica-universal-singapore.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wicked Musical</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/01/wicked-musical.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/01/wicked-musical.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 07:51:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1632</guid>
		<description><![CDATA[Musikal "Wicked" menceritakan kejadian sebelum Dorothy datang dari Kansas dan kejadian di baliknya. Elphaba ternyata lebih kompleks daripada nenek sihir yang berkarakter satu dimensi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Wicked-Musical-Singapore-Glinda-Elphaba.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1634" title="Wicked Musical Singapore - Glinda Elphaba" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Wicked-Musical-Singapore-Glinda-Elphaba-440x274.jpg" alt="Wicked Musical Singapura - Glinda Elphaba" width="440" height="274" /></a></p>
<p>Awal tahun 1900-an sebuah topan besar di Kansas menerbangkan rumah si gadis cilik Dorothy Gale. Rumah ini mendarat di Oz, tepatnya di atas sang <em>Wicked Witch of the East</em>—Nenek Sihir dari Timur—dan menewaskannya. Kemudian datanglah Glinda—Sang Peri dari Utara—yang membimbing Dorothy menemui The Wizard of Oz supaya bisa kembali ke rumah.</p>
<p>Dibantu oleh Scarerow, Tin Woodsman, and Cowardly Lion, Dorothy akhirnya mengalahkan The Wicked Witch of the West—Nenek Sihir Dari Barat. Dan berkat kemampuan sihir sepatu merah rubi milik Nenek Sihir dari Timur, akhirnya Dorothy kembali ke rumahnya di Kansas.</p>
<p>Itulah kisah The Wizard of Oz yang juga difilmkan tahun 1939.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/2011/03/teater-musikal.html">Musikal</a> &#8220;Wicked&#8221; menceritakan kejadian sebelum Dorothy datang dari Kansas dan kejadian di baliknya. Elphaba, yang dilahirkan berkulit hijau, selalu menjadi bahan ejek-ejekan di Shiz University, termasuk oleh Glinda yang paling populer di kelas. Namun suatu hari, karena suatu kesalahpahaman, Elphaba dan Glinda menjadi sahabat dekat.</p>
<p>Kelak Elphaba akan menjadi The Wicked Witch of the West.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Wicked-Musical-Singapore-Elphaba-and-Glinda.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1636" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Wicked-Musical-Singapore-Elphaba-and-Glinda-440x274.jpg" alt="Wicked Musical Singapura - Elphaba and Glinda" width="440" height="274" /></a></p>
<p>Karena kemampuan sihir Elphaba, ia dan Glinda diundang ke Emerald City oleh Wizard of Oz. Namun di sana, Elphaba menyadari kalau Wizard of Oz tidak memiliki kemampuan sihir. Sang Wizard hanya ingin memperalat kemampuan sihir Glinda. Sambil menyanyikan &#8220;Defying Gravity&#8221;, Glinda terbang meninggalkan Emerald City dan kedua sahabat itu berpisah.</p>
<p>Bagi penggemar Glee mungkin ingat pada season 1 Rachel dan Kurt pernah berduet menyanyikan Defying Gravity.</p>
<p>Setting pertunjukkan ini mengulang-ulang penggunaan motif jam, karena kisah Wicked memang merupakan flashback sejak matinya Elphaba oleh Dorothy. Jika dibandingkan dengan Phantom dan <a href="http://hermansaksono.com/2011/04/the-lion-king-musical-singapura.html">Lion King</a>, set dan lighting Wicked memang terasa biasa. Demikian juga dengan kostumnya, masih terasa biasa dan repetitif.</p>
<p>Kekuatan Wicked memang pada dialog yang ngepop untuk melihat kisah Wizard of Oz dari sudut pandang tokoh antagonisnya. Elphaba bukan lagi villain yang satu dimensi, melainkan sosok yang terbuang oleh masyarakat. Demikian juga Glinda yang selama ini digambarkan baik hati, ternyata semula adalah gadis ambisius tapi agak dangkal.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Wicked-Musical-Singapore-Wizard-of-Oz.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1637" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Wicked-Musical-Singapore-Wizard-of-Oz-440x274.jpg" alt="Wicked Musical Singapura - Wizard of Oz" width="440" height="274" /></a></p>
<p>Musikal ini tidak terlalu berat untuk dinikmati. Sang penggubah lagu, Stephen Schwartz memilih aransemen pop untuk Wicked. Sayangnya musik yang seharusnya menjadi kekuatan sebuah musikal, justru terasa kurang mengugah pada saat pertama didengarkan. Mungkin karena Jemma Rix yang memerankan Elphaba nampaknya kurang dalam menyelami karakter yang keras kepala dan penuh konflik diri. Seperti ketika membawakan <em>Defying Gravity</em>, titik tertinggi musikal ini masih terasa nanggung. Untungnya Suzie Mathers lebih terampil membawakan tokoh Glinda yang selalu positif, hingga kadang terlalu positif.</p>
<p>Sejumlah elemen musik lain cukup asyik dinikmati, seperti ketika David Harris yang memerankan Fiyero membawakan <em>Dancing Through Life</em>. Lagu ini juga menbawa kita ke awal mulai persahabatan Elphaba dan Glinda. Persahabatan ini kemudian diuji pada lagu <em>I&#8217;m Not That Girl</em> dan kemudian ditutup pada lagu <em>For Good</em>. Dengan segala kekurangannya, Jemma dan Suzie bisa membawakan harmonisasi yang cantik untuk lagi penutup itu.</p>
<p>Pertunjukan Wicked akan main di Marina Bay Sands, Singapura hingga Maret 2012. Nontonlah jika sempat. Musiknya akan semakin asyik setelah beberapa kali didengarkan, tapi hiburan utamanya adalah bagaimana kisah klasik The Wizard of Oz diputarbalikkan oleh Wicked.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Wicked-Singapore-Stage.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1640" title="Wicked Singapore Stage" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Wicked-Singapore-Stage-440x292.jpg" alt="Wicked Singapore Stage" width="440" height="292" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/01/wicked-musical.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Foto: Hadiah Camdessus untuk Soeharto</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/01/hadiah-camdessus-untuk-soeharto.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/01/hadiah-camdessus-untuk-soeharto.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 02:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Foto]]></category>
		<category><![CDATA[fotoikonik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1618</guid>
		<description><![CDATA[Michael Camdessus, direktur IMF, bersedekap sambil mengawasi Soeharto yang menunduk menandatangani perjanjian IMF.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/12/IMF-Soeharto-Camdessus.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1619" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/12/IMF-Soeharto-Camdessus-440x306.jpg" alt="IMF Soeharto Camdessus" width="440" height="306" /></a></p>
<p>Tangan Michael Camdessus, direktur IMF, bersedekap sambil mengawasi Soeharto yang menunduk menandatangani perjanjian IMF. Perjanjian itu memberikan dana <em>bailout</em> untuk Indonesia menghadapi krismon (krisis moneter), dengan syarat Harto harus menjalankan <em>austerity</em>: mengencangkan anggaran nasional.</p>
<p>Walaupun banyak ekonom dunia meragukan keampuhan <em>austerity</em> untuk pemulihan ekonomi, perjanjian itu juga menghapus monopoli, potongan pajak, subsidi yang hanya dinikmati oleh anak, keluarga, dan teman Harto.</p>
<p>Foto ini diambil 15 Januari 1998. Namun lima bulan kemudian kepercayaan ekonomi tak kunjung membaik dan diktator orde baru itu akhirnya jatuh setelah berkuasa 32 tahun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/01/hadiah-camdessus-untuk-soeharto.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Foto: Biarawan Buddha Membakar Diri</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/01/biarawan-buddha-membakar-diri.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/01/biarawan-buddha-membakar-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 08:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1628</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pendeta Buddha membakar diri di jalan raya kota Saigon pada 11 Juni '63. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Burning-Monk.jpeg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1629" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Burning-Monk-440x286.jpg" alt="Biarawan Buddha Membakar Diri" width="440" height="286" /></a></p>
<p>Seorang pendeta Buddha membakar diri di jalan raya kota Saigon pada 11 Juni &#8217;63. Ia, Thích Quảng Đức, memprotes penganiayaan umat Buddha oleh pemerintah Vietnam Selatan yang Katolik-Roma. Đức akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Pagi hari itu beredar kabar kalau akan ada kejadian penting di depan kedutaan Kamboja di Saigon. Tak  lama kemudian, sekitar 350 biarawan dan biarawati berarak-arak datang. Mereka memprotes kebijakan pemerintahan presiden Ngô Đình Diệm yang mendiskriminasi umat Buddha.</p>
<p>Aksi bakar diri itu terjadi di perempatan jalan Nguyễn Đình Chiểu Street dan jalan Cách Mạng Tháng Tám.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Th%C3%ADch_Qu%E1%BA%A3ng_%C4%90%E1%BB%A9c#Self-immolation">Đức keluar dari mobil</a>, ditemani oleh dua biarawan lain. Salah satu dari mereka meletakkan bantal di jalan, dan satu lagi membuka bagasi mobil kemudian menurunkan drigen berisi 5 galon bensin. Đức duduk dengan tenang. Ia mengambil posisi meditasi lotus di atas bantal. Kemudian seorang biarawan menuangkan bensin sampai habis di atas Đức. Lalu Đức memutar tasbih sambil mengucapkan doa pendek, menyalakan korek api dan menjatuhkannya.</p>
<p>Api berkibar, membakar jubah dan badannya. Asap hitam mengepul dari Đức.</p>
<p>Orang di sekeliling kejadian itu terkejut hingga hening, tapi beberapa menjerit dan beberapa berdoa. David Halberstam, jurnalis pemenang Pulitzer menuliskan:</p>
<blockquote><p>Api itu memancar dari seorang manusia. Badannya mengering dan berkerut, kepalanya hangus dan menjadi arang. Udara penuh dengan bau daging manusia yang terbakar; manusia terbakar begitu cepat. Saya dapat mendengar suara orang-orang vietnam yang menangis. Saya terlalu terkejut untuk menangis, terlalu bingung untuk membuat catatan atau mewawancara, bahkan terlalu limbung untuk berpikir &#8230; Ia terbakar tanpa menggerakan otot sedikitpun, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, ia memancarkan ketenangan yang sangat kontras dengan tangisan yang mengelilinginya.</p></blockquote>
<p>Jasad Đức dikremasi ulang namun jantungnya disimpan di pagoda <a title="Xa Loi Pagoda" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Xa_Loi_Pagoda">Xá Lợi</a> sebagai lambang welas asih seorang Buddha.</p>
<p>Di Vietnam Selatan tahun 1963, &#8220;Krisis Buddha&#8221; sudah panas sejak satu bulan sebelumnya. Saat itu sembilan warga tak bersenjata di kota Hué ditembak oleh tentara saat memprotes kebijakan pemerintahan Ngô Đình Diệm yang melarang pengibaran bendera Buddha.</p>
<p>Aksi Dúc memulai serangkaian kejadian demi kejadian yang bergulir seperti kartu domino, hingga akhirnya menjatuhkan kekuasaan presiden Ngô Đình Diệm. Jatuhnya Diệm kemudian berlanjut pada jatuhnya Vietnam Selatan ke republik komunis Vietnam Utara pada 30 April 1975.</p>
<p>Saya tidak tahu dan saya tidak bisa menjawab andai ditanya apakah aksi Đức adalah heroik atau menyia-nyiakan. Namun dari foto ini saya tahu, lalu kemudian menjadi ingat bahwa rakyat Vietnam Selatan pernah disia-siakan oleh negaranya sendiri hanya karena mereka menganut agama lain. Foto ini, dan aksi Thích Quảng Đức, tidak akan mengubah masa lalu. Tapi ia mengingatkan agar dosa masa lalu tidak berulang-ulang lagi.<a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Burning-Monk.jpeg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/01/biarawan-buddha-membakar-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

