<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Feb 2010 01:40:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dari Cat Ba ke Lan Ha Bay</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/cat-ba.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/cat-ba.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 01:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1036</guid>
		<description><![CDATA[
Pulau Cat Ba ditempuh melalui jalan darat yang panjang dan dua kali menyeberang laut memakai feri. Ketika Anda berangkat jam 1 siang, maka Cat Ba menyambut kedatangan Anda sekitar pukul 8 malam. Di atas feri Anda bisa bergumul langsung dengan orang-orang desa Vietnam, sementara jika langit sudah gelap dan kita cukup beruntung maka sesekali plankton-plankton [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.06.Lan_Ha_Bay-Picking_Corals.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1046" title="07.06.Lan_Ha_Bay-Picking_Corals" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.06.Lan_Ha_Bay-Picking_Corals-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Pulau Cat Ba ditempuh melalui jalan darat yang panjang dan dua kali menyeberang laut memakai feri. Ketika Anda berangkat jam 1 siang, maka Cat Ba menyambut kedatangan Anda sekitar pukul 8 malam. Di atas feri Anda bisa bergumul langsung dengan orang-orang desa Vietnam, sementara jika langit sudah gelap dan kita cukup beruntung maka sesekali plankton-plankton yang memancarkan cahaya akan muncul sejenak di permukaan laut untuk kemudian hilang lagi.</p>
<p>Resor Cat Ba sudah hening pada pukul 8 malam. Masih ada kehidupan turisme di mana-mana, tapi mereka tidak menimbulkan suara dan kebisingan. Keheningan Cat Ba yang merata sungguhlah menyenangkan, apalagi di pagi hari.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Cat_Ba-Panorama.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1041" title="Cat Ba Morning" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Cat_Ba-Panorama-439x106.jpg" alt="Cat_Ba-Panorama" width="439" height="106" /></a></p>
<p>Daya tarik utama pulau ini adalah gugusan bukit-bukit karst di Ha Long Bay. Menelusuri teluk ini memerlukan waktu setidaknya 6 jam. Karena kami hanya punya 3 jam, maka mbak-mbak dari My Ngoc Tours menyarankan menyewa kapal sendiri menelusuri Lan Ha Bay, lalu mendarat sejenak di Pulau Monyet yang berpasir putih.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.01.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1042" title="Lan Ha Bay" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.01.Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Saya bisa mencoba menceritakan keagungan Lan Ha Bay, tapi saya yakin akan gagal. Bentukan batu-batu tinggi bertabir kabut dan suara kapal mengiris lautan sedingin giok terlalu luas untuk dijejalkan dalam kata-kata.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.02.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1043" title="07.02.Lan_Ha_Bay" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.02.Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.02.Lan_Ha_Bay.jpg"></a><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.03.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1044" title="07.03.Lan_Ha_Bay" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.03.Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.04.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1045" title="07.04.Lan_Ha_Bay" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.04.Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.05.Lan_Ha_Bay-Washing_Hands.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1047" title="07.05.Lan_Ha_Bay-Washing_Hands" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/07.05.Lan_Ha_Bay-Washing_Hands-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/cat-ba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Hanoi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/muda-di-hanoi.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/muda-di-hanoi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Rumusnya sederhana saja sebetulnya. Orang Utara mendendam Selatan karena mau bersekutu dengan Amerika, sementara orang Selatan jengkel dengan orang Vietnam Utara karena mendatangkan komunisme. Tapi rumus ini sudah menemui uzurnya. Dua pertiga populasi negara agraris ini lahir setelah 1975, mereka tidak lagi memperdulikan konflik kakek neneknya. Generasi ini mengagumi barat dan sibuk menjalani hidup.

Perhatikan jalan-jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumusnya sederhana saja sebetulnya. Orang Utara mendendam Selatan karena mau bersekutu dengan Amerika, sementara orang Selatan jengkel dengan orang Vietnam Utara karena mendatangkan komunisme. Tapi rumus ini sudah menemui uzurnya. Dua pertiga populasi negara agraris ini lahir setelah 1975, mereka tidak lagi memperdulikan konflik kakek neneknya. Generasi ini mengagumi barat dan sibuk menjalani hidup.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/08.02.Hanoi-Night-Hawker.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1049" title="Hanoi-Night_Hawkers" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/08.02.Hanoi-Night-Hawker-375x500.jpg" alt="" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Perhatikan jalan-jalan di Old Quarter Hanoi yang bergaya kolonial Perancis. Pada malam minggu, anak-anak muda menambah sesaknya jalan-jalan kecil kota tua itu. Cowok dan cewek berjalan-jalan gembira mengenakan pakaian keren dan trendy gaya desainer Italia. Beberapa dari mereka makan enak di warung-warung kaki lima yang meniupkan aroma melaparkan.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Teens.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1050" title="Hanoi-Teens" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Teens-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Hanoi mirip dengan Bandung dan Jogja, karena di kota ini ada banyak universitas terkemuka. Menjelang tahun ajaran baru, calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa akan tumpah ke kota ini untuk mengikuti semacam SPMB.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/08.04.Hanoi-Night-DOCO.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1051" title="DOCO Donut atau JCO Donut?" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/08.04.Hanoi-Night-DOCO-375x500.jpg" alt="" width="375" height="500" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Tepat di samping Old Quarter ada danau Hoan Kiem yang berarti “pedang yang dikembalikan”. Konon di sinilah Kaisar Le Loi mengembalikan pedang yang ia gunakan untuk mengusir penjajah dari negeri China kepada seekor kura-kura emas raksasa. Fragmen dari epos ini bisa ditonton di pertunjukan Wayang Air, atau lebih dikenal dengan Water Puppet Theatre yang lokasinya tepat disebelah utara danau ini.</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/ljSut-MBNCo&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/ljSut-MBNCo&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: left;">Sedikit kontras dengan Old Quarter yang penuh lampu-lampu kecil aneka warna dan toko-toko yang unik; danau Hoan Kiem lebih sepi. Ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam yang tersisa adalah taman yang tenang dan dikelilingi pantulan-pantulan lampu motor. Bangku-bangku yang menghadap danau semua diisi oleh muda-mudi yang berpegangan tangan, bermesraan, dan—beberapa—berciuman.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Hoan_Kiem_Lake.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1052" title="Hanoi-Hoan_Kiem_Lake" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Hoan_Kiem_Lake-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Tidak terlihat preman yang memalaki atau pedagang yang mengurangi romantisme malam. Paling hanya kakek-kakek yang jogging di malam hari.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Hoan_Kiem_Lake_Morning.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1054" title="Hanoi-Hoan_Kiem_Lake_Morning" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Hoan_Kiem_Lake_Morning-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Akan tetapi pagi di Hanoi adalah sesuatu yang sedikit berbeda. Suasana tidak seperti malam hari yang hiruk pikuk, tapi penduduknya masih menyempatkan diri jajan di gang-gang kecil Old Quarter.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Morning_Streetfoods.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1053" title="Hanoi-Morning_Streetfoods" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-Morning_Streetfoods-440x293.jpg" alt="" width="440" height="293" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Karena harus segera kembali ke Jakarta, kami tidak sempat melihat-lihat semua toko-tokonya yang lucu, warung-warung yang baunya lezat, dan menelusuri semua trotoarnya satu persatu sambil berusaha memahami apa yang membuat mereka beda dengan <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html">Saigon</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-People1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1057" title="Hanoi-People" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Hanoi-People1-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/muda-di-hanoi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nafas Komunis di Saigon</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 02:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[
Lalu lintas di Saigon benar-benar gila. Lampu merah kehilangan derajatnya ketika motor dan motor tampak bergerak semaunya sendiri. Menyeberang jalan adalah neraka bagi turis-turis bule, walaupun bagi orang Indonesia ini hanya sedikit tidak beradab. Dan di jalan-jalan utama mereka, bendera-bendera merah dengan gambar palu arit itu berjajar tegak merayakan 80 tahun Vietnam.
Di salah satu jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon.01.Communist.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1032" title="Communism" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon.01.Communist-375x500.jpg" alt="Bendera komunis di jalan" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Lalu lintas di Saigon benar-benar gila. Lampu merah kehilangan derajatnya ketika motor dan motor tampak bergerak semaunya sendiri. Menyeberang jalan adalah neraka bagi turis-turis bule, walaupun bagi orang Indonesia ini hanya sedikit tidak beradab. Dan di jalan-jalan utama mereka, bendera-bendera merah dengan gambar palu arit itu berjajar tegak merayakan 80 tahun Vietnam.</p>
<p><span id="more-1031"></span>Di salah satu jalan itu, tepat di samping patung Jendral Tran Nguyen Han, berdirilah pasar Behn Thanh yang menjual segalanya: buah-buahan, ikan, beras, kopi, cindera mata, pakaian, pho, banh mi. Bagi pelancong Indonesia, lapak oleh-oleh yang bisa ditawar adalah daya tarik utamanya.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Benh_Thanh_Market.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1033" title="Memotret dagangan di pasar Behn Thanh" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Benh_Thanh_Market-375x500.jpg" alt="Benh Thanh Market" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Memperhatikan sudut-sudut Saigon terasa benar kalau ruh komunisme sudah lenyap di sini. Di antara patung raksasa Ho Chi Minh sang bapak bangsa penganut komunisme itu berdiri hotel Rex berbintang lima, department store Tax, opera house, menara Sheraton, dan gerai Louis Vuitton. Ngerinya kudeta berdarah Presiden Ngo Dinh Diem di istana Guang Long 47 tahun silam, kini hanya tersisa menjadi bangunan museum untuk prewedding.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Museum.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1034" title="Prewedding di Museum Ho Chi Minh" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Museum-439x293.jpg" alt="" width="439" height="293" /></a></p>
<p>Tanda-tanda represi terhadap agama juga tidak kasat mata. Katedral Notre Dame bikinan Perancis masih menaungi kekhusukan di dalamnya, sementara umat-umat yang sembahyang membawa dupa terus datang dan pergi di Pagoda Ratu Giok.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Chatedral_and_Pagoda.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1035" title="Katedral Notre Dame Saigon dan Pagoda Jade Queen" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Chatedral_and_Pagoda-440x293.jpg" alt="" width="440" height="293" /></a></p>
<p>Vietnam nampak (sedang?) melupakan kegetiran masa lalunya. Penduduknya merayakan hari-hari mereka dengan mencari nafkah. Dan pariwisata termasuk bisnis yang menggiurkan. Tempat makan siang kami, Quan An, dijejali turis-turis asing yang mengantri tempat duduk.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Lunch.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1037" title="Saigon-Lunch" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Lunch.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Di sini saya mencoba pho dengan mi dari daging cumi, tapi sayang rasanya kurang fantastis. Sementara sekantong ceri yang dibeli di pinggir jalan membikin mules sehingga saya tidak bisa menikmati Istana Pemersatuan Vietnam.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Reunification_Palace.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1038" title="Reunification Palace" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Reunification_Palace-440x98.jpg" alt="" width="440" height="98" /></a></p>
<p>Ketika waktu sudah menyentuh pukul lima sore, ribuan sepeda motor mengalir memenuhi jalan-jalan kota Ho Chi Minh dan merayapinya seperti semut. Seperti mengenal maghrib, motor-motor itu berkurang sedikit ketika matahari tenggelam dan lampu-lampu menyala satu per satu.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QOvOIy-IVmw&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/QOvOIy-IVmw&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>Lampu-lampu itu agak lebih meriah ketika mendekati tahun baru Imlek. Pohon-pohon tinggi di jantung kota dirias dengan lampu-lampu kecil dan ornamen bunga dipasang melintang di atas jalan. Sebelum menonton Saigon dari lantai 23 Sheraton, untuk terakhir kalinya kami duduk di bawah opera house dan memperhatikan keramaian kota yang terang dan hidup ini. Sudah tidak ada lagi komunisme ataupun trauma perang.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Louis_Vuitton.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1039" title="Di bawah Opera House menghadap Louis Vuitton" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Saigon-Louis_Vuitton-440x234.jpg" alt="" width="440" height="234" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam Morning</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-morning.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-morning.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 00:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Tiap kota memiliki pagi yang berbeda-beda. Gaya mereka menggambarkan siang yang mengikutinya, dan malam yang menutupnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;">Saigon</h2>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Saigon.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1027" title="Saigon Morning" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Saigon-375x500.jpg" alt="" width="375" height="500" /></a></p>
<p>Derau mesin-mesin motor tidak membuat Saigon pagi kehilangan denyut-denyut yang membuatnya hidup. Di taman kota, balita, remaja, dan orang tua berolahraga sambil menghirup udara pagi yang tidak berasa asap knalpot. Mereka dikelilingi jajaran gedung-gedung yang dicat pastel untuk menyembunyikan garis-garis kakunya, sementara jajaran pohon-pohon yang tinggi melengkapi garis-garis itu.</p>
<p><span id="more-1022"></span><br />
<h2 style="text-align: center;">Cat Ba</h2>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Lan_Ha_Bay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1028" title="Lan Ha Bay Morning" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Lan_Ha_Bay-374x500.jpg" alt="" width="374" height="500" /></a></p>
<p>Di pagi hari para pelaut pulau Cat Ba berlayar melewati lautan warna giok menuju gugusan bukit-bukit karst di Ha Long Bay. Kapal-kapal mereka membelah udara sejuk yang semula diam, menyingkap satu-demi-satu tirai kabut yang dingin.</p>
<h2 style="text-align: center;">Hanoi</h2>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Hanoi_1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1030" title="Morning at Tho Xuong lane" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Morning.Hanoi_1-374x500.jpg" alt="Hanoi " width="374" height="500" /></a></p>
<p>Hanoi terdiri dari bangunan-bangunan sedikit menceng yang bercatkan semua warna pastel yang pernah ada. Waktu bergerak sedikit lambat di Hanoi, penduduknya menikmati pagi dengan sarapan di gang-gang kecil, duduk menghadap danau di tengah kota, atau berkendara motor agak lebih pelan.</p>
<p>Berikutnya adalah Ho Chi Minh City, alias <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/nafas-komunis-di-saigon.html">Saigon</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-morning.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnamese Foods</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnamese-foods.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnamese-foods.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 01:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[Makanan bercerita banyak soal manusia dan budaya yang membungkusnya. Dari makanan akan kelihatan budaya bertani mereka dari sayuran yang digunakan, budaya berternak atau bernelayan dari lauknya, dan cara menikmati makanan lewat aroma bumbu-bumbunya.
Pho Bo
Setelah terdampar di Saigon dan panik kehilangan simcard Halo, kami mencicipi pho di perempatan jalan Pham Ngu Lau dan Cong Quynh. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makanan bercerita banyak soal manusia dan budaya yang membungkusnya. Dari makanan akan kelihatan budaya bertani mereka dari sayuran yang digunakan, budaya berternak atau bernelayan dari lauknya, dan cara menikmati makanan lewat aroma bumbu-bumbunya.</p>
<h2>Pho Bo</h2>
<p>Setelah terdampar di Saigon dan panik kehilangan simcard Halo, kami mencicipi pho di perempatan jalan Pham Ngu Lau dan Cong Quynh. Ini memang pho terenak yang pernah saya cicipi, karena pho-pho berikutnya rasanya meleset jauh. Pho di warung Pho Quynh ini sempurna: kuahnya wangi, dagingnya empuk, dan mie berasnya yang licin enak banget diseruput panas-panas. Apalagi kalau ditemani kopi pahit Vietnam.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.01.Foods_.Pho-Bo-Bo-Kho.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1016" title="Noodle Soup" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.01.Foods_.Pho-Bo-Bo-Kho-440x330.jpg" alt="Pho Bo" width="440" height="330" /></a><br />
<span id="more-1015"></span><br />
<h2>Banh Mi</h2>
<p>Sebagai mantan koloni Perancis, roti baget lumrah menjadi menu sarapan di jalan-jalan Saigon. Tentu saja karena di Vietnam, maka bagetpun memakai tepung beras. Banh Mi ini kami beli di trotoar jalan Pham Ngu Lau, dan bisa dibilang seperti Vietnam dalam sepotong roti karena isinya memuat segala hal yang khas sana: daging asap vietnam, cilantro, ketumbar, serai, sayuran segar, dan kecap ikan.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.02.Foods_.Banh-Mi.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1018" title="Sandwhich Vietnam" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.02.Foods_.Banh-Mi-440x330.jpg" alt="Banh Mi" width="440" height="330" /></a></p>
<h2>Banh Cuon</h2>
<p>Setelah capek buanget jalan-jalan menelusuri hiruk-pikuk Saigon, kami mencicipi Banh Cuon otentik di resto Huang Lai. Kulitnya yang nyaris transparan itu dibuat dengan tepung beras, dan diisi suun, udang rebus, daun ketumbar yang wangi, dan serai segar.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.03.Foods_.Lumpia.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1017" title="Lumpia Basah Vietnam" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.03.Foods_.Lumpia-440x330.jpg" alt="Banh Chuon" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Beras nampak menjadi bagian penting bangsa Vietnam. Ini terlihat dari mie tepung beras, roti tepung beras, bahkan kulit lumpia tepung beras. Menariknya, mereka tidak terjebak dalam penyajian beras yang ditanak untuk mencari kenyang.</p>
<h2 id="page-heading">Đồ Nướng Trung Ho</h2>
<p>Sepulang nonton pertunjukan boneka air di Hanoi, perut-perut yang kelaparan ini mengandalkan hidung untuk mencari makan malam yang lezat. Hidung ini terpancing ke sebuah lapak berasap di perempatan jalan Hang Bong dan Duong Thanh.</p>
<p>Saya dan Hanny memilih baget, salmon, enoki, dan sate daging, lalu mengambil duduk di bangku-bangku plastik yang belum dipakai orang. Yang pertama datang adalah roti baget yang dibakar dengan madu. Enak, manis, dan bikin merinding! Lalu datang lagi salmon bakar! Enak dan bikin meleleh! Lalu sate demi sate datang. Kemudian jamur enoki bakar yang enak. Lalu baget bakarnya datang lagi. Lalu enoki! Sehingga kami berakhir dalam kondisi blenger.</p>
<div id="attachment_1021" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.05.Foods_.ChineseBarbecue.jpg"><img class="size-medium wp-image-1021" title="Chinese Barbecue" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.05.Foods_.ChineseBarbecue-440x330.jpg" alt="Bakar-Bakar ala Cina" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Chinese Barbecue</p></div>
<div id="attachment_1019" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.04.Foods_.Vietnamese-Barbecue.jpg"><img class="size-medium wp-image-1019" title="Chinese Barbecued Salmon" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.04.Foods_.Vietnamese-Barbecue-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Salmon Bakar</p></div>
<div id="attachment_1020" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.05.Foods_.Barbecued_Enoki.jpg"><img class="size-medium wp-image-1020" title="Barbecued Enoki" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/01.05.Foods_.Barbecued_Enoki-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Enoki Bakar</p></div>
<h2>Buah-Buahan</h2>
<p>Buah-buahan tropis yang dijual di Vietnam tidak beda jauh dengan yang di Indonesia. Tapi kebanyakan ukurannya lebih wah daripada punya kita: jambu air lebih gede, srikaya lebih gede, manggis lebih gede. Dan ini bikin saya agak malu kalau mau memplokamirkan negara saya sebagai tanah gemah ripah loh jinawi. Tapi jambu airnya gak lebih manis daripada punya kita kok.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Fruits.012.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1026" title="Lapak buah di pasar Behn Thanh" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Fruits.012-374x500.jpg" alt="Buah-buahan" width="374" height="500" /></a></p>
<p>Tidak semua makanan yang saya cicipi enak lho. Pho di Cat Ba misalnya, rasanya kurang nendang dan mie berasnya gampang hancur; lumpia di dekat jalan Pasteur Saigon kulitnya kering; buah longan di Behn Thanh agak terlalu matang. Tapi begitu dapat yang enak, memang enak banget.</p>
<p>Berikutnya adalah tentang <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-morning.html">pagi</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnamese-foods.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam Close-Ups</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-close-ups.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-close-ups.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 02:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[lemongrass]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[Most journey begins with a distance. When the yet to be discovered continent embarks its course, Colombus saw only a mere dot in the vast water surface.

This story starts in close ups and will unhurriedly take you back farther to see the big picture.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Most journey begins with a distance. When the yet to be discovered continent embarks its course, Colombus saw only a mere dot in the vast water surface.</p>
<p>This story starts in close ups and will unhurriedly take you back farther to see the big picture.</p>
<div id="attachment_1006" class="wp-caption aligncenter" style="width: 385px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.01.StillLife-Vietnamese_Cherry.jpg"><img class="size-medium wp-image-1006  " title="Vietnamese Cherry" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.01.StillLife-Vietnamese_Cherry-375x500.jpg" alt="Vietnamese Cherry" width="375" height="500" /></a><p class="wp-caption-text">Vietnamese cherry that made me drowsy</p></div>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_1007" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.02.StillLife-Broom-Ho_Chi_Minh_City.jpg"><img class="size-medium wp-image-1007  " title="Broom" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.02.StillLife-Broom-Ho_Chi_Minh_City-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">An artsy broom we met</p></div>
<div id="attachment_1008" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.03.StillLife-Longan_Ice_Cream-Huong_Lai.jpg"><img class="size-medium wp-image-1008  " title="Longan Ice Cream at Huong Lai Restaurant" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.03.StillLife-Longan_Ice_Cream-Huong_Lai-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">One scoop of longan ice cream for two</p></div>
<div id="attachment_1009" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.03A.StillLife-Saigon_From_23.jpg"><img class="size-medium wp-image-1009 " title="Mojito in Shimmers" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.03A.StillLife-Saigon_From_23-440x329.jpg" alt="Sheraton Saigon" width="440" height="329" /></a><p class="wp-caption-text">Saigon from the 23rd</p></div>
<div id="attachment_1010" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><img class="size-medium wp-image-1010" title="Monkey Island" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.04.StillLife-Corals-Monkey_Island_Lan_Ha_Bay-440x330.jpg" alt="Corals" width="440" height="330" /><p class="wp-caption-text">Corals at Monkey Island, Lan Ha Bay</p></div>
<div id="attachment_1011" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.05.StillLife-Street_Marker-Hanoi.jpg"><img class="size-medium wp-image-1011" title="Street Markers" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.05.StillLife-Street_Marker-Hanoi-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Porcelain Street Markers in Hanoi</p></div>
<div id="attachment_1012" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.06.StillLife-Highlands_Cofee-Hanoi.jpg"><img class="size-medium wp-image-1012 " title="Hoàn Kiếm Lake" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.06.StillLife-Highlands_Cofee-Hanoi-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Highlands Coffee is Vietnam&#39;s Starbucks</p></div>
<div id="attachment_1013" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.07.StillLifeStreetSnacks.jpg"><img class="size-medium wp-image-1013" title="Street Snacks" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/00.07.StillLifeStreetSnacks-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Hanoi Street Sweets</p></div>
<p>Next is <a href="http://hermansaksono.com/2010/02/vietnamese-foods.html">Vietnamese Foods</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/vietnam-close-ups.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Tahun Ngeblog</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/lima-tahun-ngeblog.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/lima-tahun-ngeblog.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 01:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Popping Toughts]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata saya sudah mengisi blog ini lima tahun lamanya. Dua Februari, lima tahun silam, saya membuat janji seperti ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/06/rip.jpg"><img class="aligncenter" title="Graveyard" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/06/rip.jpg" alt="" width="350" height="497" /></a></p>
<p>Dua Februari, lima tahun silam, saya membuat <a href="http://hermansaksono.com/2005/02/page/4">janji</a> ini:</p>
<blockquote><p>This should be my first post on this blog. Here, you will find my personal rants, a tad of random thoughts, and some annoying quick-facts. Please note that this blog represents my very inner ego, which, quite frankly doesnt represents me in real life.</p>
<p>Anyway, have fun!</p>
<p>Herman</p></blockquote>
<p>Syukur, hingga saat ini saya masih menulis keluh-kesah, pikiran-pikiran acak, dan fakta-fakta gak penting. Saya tidak bangga dengan ini, tapi saya bangga dengan warga komunitas online Indonesia yang sudah memanfaatkan medium internet untuk membuat perubahan-perubahan besar lewat social-media.</p>
<p>Kita memang telah melalui jurang dan bukit. Ketika UU ITE digolkan dan menulis di internet dipidanakan, kita melewati jurang. Tetapi itu bukan apa-apa ketika kita telah mengumpulkan koin untuk mendukung Prita, ketika Facebook digunakan untuk membela yang teraniaya, ketika blog digunakan untuk menggalang kepedulian terhadap korban bencana, ketika masyarakat twitter mengawasi jalannya sidang Pansus Bank Century, ketika Prita dinyatakan tidak bersalah, ketika 1500 blogger Indonesia berkumpul sebagai satu bangsa. Jurang kita tidak sedikit, tetapi puncak-puncak yang terlewati jauh lebih tinggi.</p>
<p>Jika Anda berkenan, saya mohon doa restunya agar bisa ngeblog lima tahun lagi saja supaya bisa menjadi saksi atas hal-hal besar yang akan Anda lahirkan.</p>
<p>Herman</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/lima-tahun-ngeblog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lilin Kematian</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/lilin-kematian.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/lilin-kematian.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 01:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Lilin-Kematian.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-987" title="Lilin-Kematian" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Lilin-Kematian-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/lilin-kematian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan-makan</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/makan-makan.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/makan-makan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 02:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[People]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[Ciri-ciri negara miskin itu setiap kali ada teman yang lagi senang, ultah, jadian, atau yang lain, pasti akan dimintai makan-makan.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ciri-ciri negara miskin itu setiap kali ada teman yang lagi senang, ultah, jadian, atau yang lain, pasti akan dimintai makan-makan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/makan-makan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Logo Starbucks Itu Aneh</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/logo-starbucks-itu-aneh.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/logo-starbucks-itu-aneh.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 01:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[Aneh di mananya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Putri-Duyng-Starbucks.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-985" title="Putri-Duyung-Starbucks" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Putri-Duyng-Starbucks-164x500.jpg" alt="Putri-Duyung-Starbucks" width="164" height="500" /></a></p>
<p>Karena seumur-umur saya belum pernah liat yang namanya putri duyung bisa split.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/logo-starbucks-itu-aneh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wajah Korban KCB</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/wajah-korban-kcb.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/wajah-korban-kcb.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 01:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[
Potret kesedihan pemenang CD OST Ketika Cinta Bertasbih GRATIS itu.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1004" title="CD OST KBC Gratis" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/kaset-cd-kcb-hadiah-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p style="text-align: center;">Potret kesedihan pemenang CD OST <a href="http://hermansaksono.com/2009/06/ketika-cinta-bertasbih.html">Ketika Cinta Bertasbih</a> GRATIS itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/wajah-korban-kcb.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pempek di Jogja</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/pempek-di-jogja.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/pempek-di-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 05:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=988</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak pempek di Jogja. Manakah yang enak? Kami mencoba lima warung di kota Jogja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda di Jogja, dan tiba-tiba ingin makan pempek Palembang! Gawat!  Oleh karena itulah tim <a href="http://hermansaksono.com/2010/01/ramen-di-jogja.html">Tur De Ramen</a> kembali turun ke jalan, mencicipi lima warung pempek, dan menuliskan pengalaman mengenyangkan ini supaya kalau Anda pengen pempek Palembang di Jogja, setidaknya Anda tidak perlu tanya-tanya tukang becak atau dinas pariwisata.</p>
<h2>Pempek Mang Pari 19 alias Pempek Tamsis</h2>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1.-Pempek-Tamsis-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-989   aligncenter" title="Kapal Selam, Pempek Tamsis" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1.-Pempek-Tamsis-KapalSelam-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Pempek Jalan Taman Siswo yang naik daun di pertengahan dekade 2000-an ini sekarang punya cabang di Jalan Kaliurang. Selain menyediakan pempek dan tekwan, warung ini juga menyediakan <a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Puding_Telur.jpg">agar-agar telur</a> (yang walaupun cukup enak, tidak dibahas di sini <img src='http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ).  Saya kurang mengerti kenapa warung ini ngetop, karena pempeknya agak sepi rasa ikan, walaupun kenyalnya pas. Kalau mau dibilang murah, sebetulnya ada warung-warung lain yang menjual pempek di bawah Rp 8000.  Untuk cuka-nya, harum bawangnya nendang, sayang agak terlalu manis.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1.-Pempek-Tamsis-Tekwan.jpg"><img class="size-medium wp-image-990   aligncenter" title="Tekwan, Pempek Tamsis" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1.-Pempek-Tamsis-Tekwan-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Kami juga mencicipi tekwannya. Dan seperti pempeknya, kekenyalannya pas. Namun kuahnya lebih mirip kuah bakso daripada kuah tekwan.</p>
<h2>Pempek 26</h2>
<p>Jalan Kaliurang</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2.-Pempek-26-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-991   aligncenter" title="Kapal Selam Topping Ayam, Pempek 26" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2.-Pempek-26-KapalSelam-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Pempek ini menambah sentuhan baru dengan membubuhkan topping ayam (atau topping cumi di atas pempeknya—sesuai pesanan). Di sini, yang dimaksud topping adalah suwiran dada ayam rebus dengan rasa Royco atau cumi goreng crispy. Apa mau dikata, toppingnya bukan gimmick yang mengesankan; untungnya pempek kapal selam yang disajikan (Rp 8000) bisa berdiri di atas kelezatannya sendiri berkat cita-rasa ikan tenggiri yang tidak terlalu ditahan-tahan. Tekstur pempeknya yang terlalu kenyal mungkin akan sedikit menganggu para penganut aliran pempek otentik.  Lucunya, cuka disajikan dalam vas bunga warna putih, walaupun asamnya pas, tapi terlampau manis buat saya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2.-Pempek-26-Tekwan.jpg"><img class="size-medium wp-image-992   aligncenter" title="Tekwan, Pempek 26" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2.-Pempek-26-Tekwan-380x285.jpg" alt="Tekwan, Pempek 26" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Pempek 26 juga menjual tekwan, sayang bakso tekwannya terlalu kenyal dan bagian luarnya lembek karena dimasak terlalu lama. Kuahnya cukup dekat dengan rasa tekwan, tapi enak kenapa juru masaknya terlalu banyak memasukkan seledri dan udang kurang segar, sehingga rasanya jadi meleset.</p>
<h2>Pempek Ulu Bundar</h2>
<p>Utara Mirota Kampus</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3.-Ulu-Bundar-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-993   aligncenter" title="Kapal Selam, Pempek Ulu Bundar" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3.-Ulu-Bundar-KapalSelam-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Ini adalah golongan warung pempek murah, dengan harga kapal selam Rp 5000 saja. Dengan harga segitu rasa ikan tenggirinya telah memanjakan lidah saya. Tekstur pempeknya agak terlalu renyah ketika dikunyah, mungkin karena digoreng terlalu lama. Tapi itu termaafkan karena bisa diimbangi rasa dan harga yang as.  Cuka-nya lumayan, andaikata tidak terlalu kental asamnya, bisa dibilang enak.</p>
<h2>Pempek Ny. Kamto</h2>
<p>Bu Kamto mendirikan warungnya tahun 1984, tepat di gang kecil seberang Toko Ramai. Sejak saat itu ia menjadi legenda perpempekan Jogja. Sekarang cabangnya ada di Plaza Ambarrukmo, Jalan Kaliurang, dan Jalan Gejayan; jadi bisa dibilang ini adalah pempek yang paling gampang dicari.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-994   aligncenter" title="Kapal Selam, Pempek Kamto" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-KapalSelam-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Setelah rasa pempeknya sempat kehilangan &#8220;kekamtoan&#8221; di pertengahan 2000-an, Kamto bangkit lagi dengan citarasa yang mendekati citarasa pempek di tahun-tahun awalnya. Dari kesemuanya, pempek Kamtolah yang ketika selesai dimakan membikin rindu cita rasa tenggiri lagi. Dengan harga bersaing dengan pempek yang lain—Rp 9000—ukurannya sama besar dan teksturnya lumayan empuk.  Untuk cukanya, sepertinya memang bukan keistimewaan Kamto: rasanya agak tersaturasi.  <a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-Tekwan.jpg"></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-Tekwan.jpg"><img class="size-medium wp-image-995   aligncenter" title="Tekwan, Pempek Kamto" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-Tekwan-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Pempek Kamto juga menyediakan tekwan (Rp 9000) yang cita rasa kuahnya persis seperti tekwan bikinan nenek saya. Saya cuman agak menyesalkan bakso-bakso tekwannya tidak seperti bikinan nenek yang kenyal dan tidak putus dalam sekali gigitan. Tapi selebihnya oke.</p>
<h2>Pempek Raja Rasa</h2>
<p>Jalan Mataram</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/5.-RajaRasa-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-996   aligncenter" title="Kapal Selam, Raja Rasa" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/5.-RajaRasa-KapalSelam-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Lokasinya di sebelah pusat pariwisata Jogja yang bernama Malioboro, dan sebetulnya agak aneh membuka warung pempek di situ mengingat turis umumnya tidak mencari makanan khas Palembang ketika mereka main ke Jogja. Tapi, dengan harga Rp 5000, pempek ini enak. Tenggirinya harum dan berbekas di lidah, tapi saya sedikit berharap teksturnya lebih kenyal.  Cukanya, bisa dibilang terenak dari kelima yang kami coba. Walaupun encer, tapi asem dan manisnya pas.</p>
<h2>Manakah yang paling enak?</h2>
<p>Walaupun cita-rasa selalu pulang ke selera, tapi saya paling suka Pempek Kamto karena rasa tenggirinya yang paling membekas. Untuk cuka pempek, yang paling enak justru di Warung Raja Rasa karena tidak terlalu sigrak.</p>
<p>Itu soal rasa. Soal harga, saya yang tinggal di daerah utara cenderung ke pempek Ulu Bundar utaranya Mirota Kampus karena dekat dan rasanya lumayan. Akan tetapi, pempek Raja Rasa memang lebih enak untuk pempek dengan rentang harga di bawah Rp 5000.</p>
<p>Untuk tekwan, sayangnya belum ada yang menggantikan cita rasa tekwan masakan almarhum nenek saya. Jika harus memilih, kuah tekwan Pempek Kamto paling enak, walaupun bakso-bakso tekwannya kelewat empuk.</p>
<p>Jangan lupa baca review <a href="http://choro.wordpress.com/2010/01/26/yang-marathon-pempek/">Choro</a>, <a href="http://langsungenak.com/baca/2010/01/26/tour-de-pempek-van-djokdja-pt-one.html">Medina</a> (<a href="http://langsungenak.com/baca/2010/01/26/tour-de-pempek-van-djokdja-pt-two.html">part 2</a>), dan <a href="http://alle.wordpress.com/2010/01/26/pempek-kota-gudeg/">Alle</a>.  Jangan baca <a href="http://sangperi.blogspot.com/">Sangperi</a> maupun <a href="http://funk.shit.la/">Funkshit</a>, karena mereka ikut makan tapi nggak nulis. Pengecualian untuk Bang <a href="http://www.kristupa.com/">Kristupa</a> yang walaupun ikut makan dan tidak ikut menulis tapi sudah mengajari teknik memotret makanan supaya terlihat ledzat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/pempek-di-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spinning Pansus Century</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/spinning-pansus-century.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/spinning-pansus-century.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 03:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Nation]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Pansus Century saya lihat sering spinning. Setelah kecerdasan mereka dijatuhkan di titik nadir oleh saksi-saksi semacam Boediono dan Sri Mulyani, malamnya (biasanya di TVOne) mereka akan bilang begini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1002" title="Pansus DPR Century" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Pansus-DPR-Century-440x330.jpg" alt="" width="440" height="330" /></p>
<p><em>Spin Doctoring</em> adalah cara komunikasi yang zalim. Orang media tahu betul <em>spinning</em> itu seperti apa. Misalnya PT. Awul Awul Sejahtera melakukan kesalahan fatal. Lalu juru bicaranya membuat pertemuan pers yang <em>spinning</em> fakta sehingga PT. Awul Awul Sejahtera tidak terlihat salah. Bisa jadi yang terlihat salah jusru pemerintah, masyarakat sekitar, pelanggan, atau gempa bumi.</p>
<p>PT. Awul Awul Sejahtera bisa diganti perusahaan, instansi, rumah sakit, atau konglomerat lain.</p>
<p>Pansus Century saya lihat sering <em>spinning</em>. Setelah kecerdasan mereka dijatuhkan di titik nadir oleh saksi-saksi semacam Boediono dan Sri Mulyani, malamnya (biasanya di TVOne) mereka akan bilang:</p>
<blockquote><p>&#8220;Jawaban Pak Boediono terlalu abstrak.&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;Jawabannya terlalu berputar-putar.&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;Jawaban saksi membingungkan.&#8221;</p></blockquote>
<p>Padahal sudah jelas kalau mereka tidak dianiaya. Mereka cuma bodoh.</p>
<p>Masalahnya, jaman sekarang persidangan disiarkan langsung. <em>Spinning</em> sudah tidak laku. Jika anggota pansus mengaku-ngaku dianiaya, sementara lewat televisi masyarakat tahu mereka tidak teraniaya, maka itu disebut dengan tolol.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/spinning-pansus-century.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ruby Alamsyah dan SMS Roy Suryo</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/ruby-alamsyah-dan-sms-roy-suryo.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/ruby-alamsyah-dan-sms-roy-suryo.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 14:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Nation]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=998</guid>
		<description><![CDATA[Saya percaya jaman sudah berubah. Pengetahuan yang disembunyikan, tidak akan kemana-mana. Tentu saja dia tidak akan menghasilkan efek negatif, karena dia juga tidak pernah akan menghasilkan hal positif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tweetphoto.com/9549979"><img class="aligncenter size-medium wp-image-999" title="atm-skimming" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/atm-skimming-380x285.jpg" alt="" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Saya percaya jaman sudah berubah. Pengetahuan yang disembunyikan, tidak akan kemana-mana. Tentu saja dia tidak akan menghasilkan efek negatif, karena dia juga tidak pernah akan menghasilkan hal positif.</p>
<p>Ketika masyarakat diperlihatkan cara kerja skimming ATM, maka secara jelas dan langsung masyarakat telah dilibatkan untuk waspada dan mencegah modus kejahatan seperti ini. Posisi masyarakat sudah satu sama sama para maling itu.</p>
<p>Jadi kalau ada orang yang menyatakan keberatannya kepada Ruby lewat SMS, saya kasihan sama orang itu karena dua hal: satu karena dia hidup di masa lalu, dan kedua karena di jaman twitter, facebook, email; dia masih terjebak di SMS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/ruby-alamsyah-dan-sms-roy-suryo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Up in the Air</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/up-in-the-air.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/up-in-the-air.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 04:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[Ryan Bingham tinggal di udara. Kabin kelas satu adalah rumahnya, lounge bandara tempat ia sarapan, dan kamar Hilton adalah tempat ia kencan. Tujuan hidupnya mengumpulkan satu juta mil point frequent flyer, dan—sejujurnya—Bingham menikmati gaya hidup itu. Jika ada satu tempat yang susah ia nikmati, adalah satu: apartemen sesak di alamat suratnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Up_in_the_Air_Poster.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-983" title="Up in the Air" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Up_in_the_Air_Poster.jpg" alt="Up in the Air" width="300" height="444" /></a></p>
<blockquote><p>Malam ini, ribuan orang akan pulang ke rumah, disambut anjing yang meloncat-loncat gembira dan riuhnya putra-putri mereka. Ribuan orang akan tidur nyenyak di samping pasangannya ketika bintang-bintang telah menggelinding maju dari peraduannya. Dan satu dari bintang-bintang itu, yang sedikit lebih terang, adalah lampu sayapku.</p></blockquote>
<p>Ryan Bingham tinggal di udara. Kabin kelas satu adalah rumahnya, <em>lounge</em> bandara tempat ia sarapan, dan kamar Hilton adalah tempat ia kencan. Tujuan hidupnya mengumpulkan satu juta mil poin <em>frequent flyer</em>, dan—sejujurnya—Bingham menikmati gaya hidup itu. Jika ada satu tempat yang susah ia nikmati, adalah satu: apartemen sesak di alamat suratnya.</p>
<p>Pekerjaan Bingham (George Clooney) adalah berkeliling Amerika membantu bos-bos yang terlalu pengecut untuk memecat bawahannya. Dengan kata lain: juru pecat—profesi yang di era resesi melejit tajam. Tapi gaya hidupnya yang terisolasi terancam berubah total ketika anak kemarin sore lulusan Cornell merancang ulang aturan main kantornya. Pemecatan tidak lagi dilakukan melalui tatap muka, tetapi lewat webcam, melalui internet. Tidak ada lagi yang namanya hidup di udara.</p>
<p>Anak kemarin sore itu adalah Natalie Kenner (Anna Kendrick). Dan bosnya menyuruh Bingham mementori Natalie supaya ngelotok benar dengan industri pemecatan. Tentu saja hubungan mereka tidak gampang. Natalie yang naif dan meyakini cinta, pernikahan, dan membesarkan anak, adalah antitesis dari Bingham. Permasalahannya bukan apakah mereka akan cocok, tapi bagaimana mereka dapat saling mengubah, apalagi dengan munculnya sosok Alex (Vera Farmiga), seorang eksekutif wanita yang seperti replika Bingham tetapi punya vagina.</p>
<p>Di sini George Clooney memang memerankan tokoh keahilannya, suave, parlente, keren. Dan walaupun topik PHK memang tema yang sangat aktual, film adaptasi novel ini tidak meninggalkan cabikan yang mendalam. Setidaknya tidak meninggalkan cabikan yang mendalam bagi juri Golden Globe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/up-in-the-air.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Thirteenth Tale—Dongeng Ketiga Belas</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/the-thirteenth-tale.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/the-thirteenth-tale.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 00:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[books]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[“Beritahu aku, apakah kau percaya hantu?”—The Thirteenth Tale]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://anakharam.multiply.com/photos/photo/90/100"><img class="size-medium wp-image-973 aligncenter" title="The Thirteenth Tale—Dongeng Ketiga Belas" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/the-thirteenth-tale-337x500.jpg" alt="The Thirteenth Tale—Dongeng Ketiga Belas" width="337" height="500" /></a></p>
<p>“Beritahu aku, apakah kau percaya hantu?”</p>
<p>Itu ditanyakan Vida Winters, novelis kawakan yang menemui senja. Di rumahnya yang besar, dengan korden-korden serta karpet tebal sehingga berisik tersunyikan, Vida mengundang penulis muda Margaret Lea untuk menerbitkan biografinya.</p>
<p>Biografi Vida Winters adalah misteri bagi dunia literatur Inggris. Puluhan penulis mencoba mewawancarai masa lalunya, dan kesemuanya berakhir menjadi cerita yang berbeda-beda. Di usianya yang semakin tua dan dikejar waktu, Vida mengundang Margaret untuk  mendokumentasikan kisah keluarga Angelfield, rumah besarnya yang tua dan nyaris ambruk, serta semua penghuninya—hidup atau mati.</p>
<blockquote><p>Kebencianku bukan terhadap pencinta kebenaran, melainkan pada kebenaran itu sendiri. Bantuan apa, penghiburan macam apa yang terkandung dalam kebenaran, jika dibandingkan dengan dongeng? Apa gunanya kebenaran, pada tengah malam, dalam kegelapan, ketika angin meraung seperti beruang dalam cerobong asap? Ketika kilat menerakan bayang-bayang di dinding kamar tidur dan hujan mengetuk-ngetuk jendela dengan kuku-kukunya yang panjang? Tidak. Ketika perasaan takut dan dingin membekukanmu menjadi patung di tempat tidur, jangan berharap kebenaran dengan tulangnya yang keras berbungkus kulit akan datang menolongmu. Karena yang kaubutuhkan adalah kenyamanan sebuah dongeng. Dusta yang memberikan perasaan aman yang membuai dan menenangkan.</p></blockquote>
<p>Ketika Margaret semakin tenggelam oleh dongeng Vida Winters, rahasia demi rahasia mulai terkupas, dan kedua wanita itu harus menghadapi masa lalu yang selama ini menghantui mereka.</p>
<p>The Thrteenth Tale, novel Dianne Satterfield, memadukan sisi seram masa lalu Vida Winters dengan penuturan yang romantik, membuat narasi mengalir mencekam tanpa kehilangan keindahannya. Mengacu ke <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gothic_fiction">Wikipedia</a>, gaya ini mendekati aliran literatur gothic Inggris seperti terdapat di Jane Eyre, yang juga sering disinggung di novel ini.</p>
<p>Agak berbeda dengan lumrahnya novel suspense, gaya bercerita Satterfield mengijinkan saya untuk tidak tergesa-gesa. Hentinya satu bab bukan seperti titik tolak untuk segera menuju bab sambungannya, melainkan ruang kosong untuk bernafas sejenak.</p>
<p>Terimakasih <a href="http://beradadisini.wordpress.com">Hanny</a> atas rekomendasinya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/the-thirteenth-tale.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Avatar Versi Indonesia</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/inilah-avatar-versi-indonesia.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/inilah-avatar-versi-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 15:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kekonyolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[

FAIL!

foto dari Deon dan Somemandy.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-975" title="avatar-indonesia" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/avatar-indonesia-380x285.jpg" alt="avatar-indonesia" width="380" height="285" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-976" title="naytiri-indonesia" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/naytiri-indonesia-380x285.jpg" alt="naytiri-indonesia" width="380" height="285" /></p>
<p style="text-align: center;">FAIL!</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">foto dari <a href="http://twitter.com/deon">Deon</a> dan <a href="http://twitpic.com/ysie5">Somemandy</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/inilah-avatar-versi-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramen di Jogja</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/ramen-di-jogja.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/ramen-di-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 05:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba saja ada warung ramen yang berjamuran di Jogja. Saya mau menceritakan kesan-kesan mencicipi 5 warung ramen di sekitar jalan Kaliurang Jogja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah demam iga bakar, lalu gandrung bebek goreng, berikutnya Jogja mau mabuk ramen. Tiba-tiba saja ada warung ramen yang berjamuran di kota yang sibuk sendiri ini. Saya mau menceritakan kesan-kesan mencicipi 5 warung ramen di sekitar jalan Kaliurang dalam 7 jam bersama <a href="http://alle.wordpress.com/">Alle</a>, <a href="http://choro.wordpress.com">Choro</a>, <a href="http://sangperi.wordpress.com">Lina</a>, dan <a href="http://ariprasetyo.com">Funkshit</a>.</p>
<h2>Ramen</h2>
<p>Jalan Kaliurang, Depan Superindo</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-967" title="ramen-ramen" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1ramen-ramen-380x285.jpg" alt="Ramen" width="380" height="285" /></p>
<p style="text-align: left;">Jangan tanya nama warungnya apa, karena papan nama yang terpasang cuma bertuliskan “Ramen” saja, tanpa merek. Diracik oleh mas-mas dengan baju chef Jepang, ramen “Ramen” tergolong otentik Jepang. Mie ramen-nya, walaupun sedikit kematangan, tetap licin dan kenyal di lidah. Sayangnya kuahnya terasa kurang utuh, ada rasa yang hilang di antara kaldu shoyu, ayam, dan ikan. Mungkin kurang garam juga. Dengan harga Rp 10.000 per mangkuk, ramen “Ramen” bisa dibilang lumayan banget, apalagi Anda bisa minta sayurannya dibanyakin.</p>
<h2>Samurai Ramen</h2>
<p>Jalan Kaliurang, tepat pertigaan Merapi View</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-968" title="Samurai Ramen" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2samurai-ramen-380x285.jpg" alt="Samurai Ramen" width="380" height="285" /></p>
<p>Saya agak bingung ini ramen macam apa. Walaupun mereknya “Samurai” tapi rasanya seperti fusi antara ramen, soto, tom yum, dan sop vietnam. Soto karena memakai suwiran ayam goreng, telur puyuh dan bawang goreng; tom yum karena asem, dan sop vietnam karena ada rasa kayu manisnya. Mustinya dinamai ASEAN ramen saja. Saya tidak bilang rasanya nggak enak, cukup layak makan malah, tapi ini bukan ramen. Agak berat melepas Rp 9000 kalau niatnya makan ramen.</p>
<h2>Sapporo Ramen</h2>
<p>Jalan Kaliurang, seberang kebun buah naga</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-969" title="Sapporo Ramen" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3sapporo-ramen-380x285.jpg" alt="Sapporo Ramen" width="380" height="285" /></p>
<p>Suasananya sederhana sekali, cuma warung tempel biasa. Satu sisi ditutup anyaman, satu sisi dipasang tulisan “tidak buka cabang di tempat lain”. Miso Ramen yang kami pesan rasa kuahnya terlalu asem, tanpa ada kehangatan miso. Dagingya seperti daging rebus saja, dan sayurannya cuma kubis dan parutan wortel. Dengan harga Rp 12000 per mangkok, ramen Sapporo jadi terasa mahal.</p>
<h2>Sentana Bistro</h2>
<p>Jalan Kaliurang sebelum Ring Road</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-970" title="Ramen Sentana Bistro" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4sentana-bistro-380x285.jpg" alt="Ramen Sentana Bistro" width="380" height="285" /></p>
<p>Suasana jajan gaya Jepang lekat dengan restoran sepi pengunjung ini. Begitu masuk Anda langsung dikasih gulungan handuk dingin, sencha <em>complimentary</em>, dan salad kentang. Miso ramennya enak. Kentalnya kuah miso cocok banget dimaem anget-anget di saat hujan. Per mangkuk Rp 23.000, lebih mahal daripada yang lain, tapi isinya juga lebih lengkap. Ada bakso ikan merah-putih (kamaboko), cacahan ayam masak teriyaki, dan sayuran standar ramen. Sayangnya seluruh kelezatannya harus turun satu strip karena mie ramennya masih kurang licin di mulut.</p>
<h2>Shilla</h2>
<p>Ring Road Utara, sekompleks sama Happy Puppy</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-971" title="Ramen Shilla" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/5-shilla-380x285.jpg" alt="Ramen Shilla" width="380" height="285" /></p>
<p>Porsi shoyu ramennya gede, bisa untuk 2-3 orang. Tidak begitu otentik sebetulnya, karena ada rasa-rasa Indonesia yang bersembunyi di tiap sudut mangkuk. Tetap enak sih, walaupun bisa lebih enak jika rasa Royco-nya tidak membekas di lidah. Dengan harga Rp 23.000 per mangkuk, sebetulnya isinya bisa lebih dari sekedar ayam rebus, bok choi dan taoge. Jika memang diniati menjadi ramen porsi besar, mengapa mie ramennya cuma seperti mie telur biasa ya?</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Saya jatuh hati dengan miso ramennya Sentana Bistro, kuah misonya yang kental menggenjot stamina badan. Tapi dengan harga 23.000, memang agak kemahalan untuk kelas Jogja. Ramen “Ramen” depan Superindo Jalan Kaliurang bisa menjadi pilihan alternatif yang lebih murah meriah.</p>
<p>Baca juga review <a href="http://alle.wordpress.com/2010/01/18/berburu-ramen-di-jogja/">Alle</a> dan <a href="http://choro.wordpress.com/2010/01/18/yang-marathon-ramen/">Choro</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/ramen-di-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanah Longsor Berbasis Komunitas</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/tanah-longsor-berbasis-komunitas.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/tanah-longsor-berbasis-komunitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 01:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[finds]]></category>
		<category><![CDATA[kekonyolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2010/01/tanah-longsor-berbasis-komunitas.html</guid>
		<description><![CDATA[
Eh, kayak gini kan udah ada sejak lama?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/l-1600-1200-4bd20b19-fbac-4b5c-b0b2-5828c0a1888e.jpeg"><img class="size-full wp-image-364 aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/l-1600-1200-4bd20b19-fbac-4b5c-b0b2-5828c0a1888e.jpeg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Eh, kayak gini kan udah ada sejak lama?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/tanah-longsor-berbasis-komunitas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Departures (Okuribito)</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/departures-okuribito.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/departures-okuribito.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 03:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[Orang Jepang mengenal ritual nōkan. Mensucikan jenazah di hadapan keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi ia yang mangkat. Diago Kobayashi mengira dia melamar ke agen travel, bukan agen nōkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-961" title="departures" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/departures-334x500.jpg" alt="departures" width="334" height="500" /></p>
<p>Orang Jepang mengenal ritual nōkan. Mensucikan jenazah di hadapan keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi ia yang mangkat.</p>
<p>Diago Kobayashi (Masahiro Motoki) tidak pernah bercita-cita menjadi juru nōkan. Cita-citanya adalah menjadi pemain cello. Dia terpaksa melamar menjadi nōkan di desa tempat ia besar setelah kelompok simponinya di Tokyo bubar. Itupun tanpa sengaja lantaran koran salah mencetak lowongan kerja di agen “Departures” (keberangkatan) di mana mustinya dicetak “Departed” (kemangkatan). Diago mengira dia melamar ke agen travel, bukan agen nōkan.</p>
<p>Tetapi penghormatan kepada jenazah tidak jauh berbeda dengan musik klasik yang musti diperlakukan dengan hormat dan lembut. Semakin lama seni baru itu ia geluti, Diago menemukan detak hidup baru dan menguak potongan hidup yang selama ini telah ia tinggalkan. Dan seperti kehidupan, Departures tidak melulu soal hal-hal pahit, dalam beberapa saat selalu ada kekonyolan yang membuat ceritanya utuh.</p>
<p>Maka sudah pada tempatnya jika film Yōjirō Takita memenangkan Oscar untuk film bahasa asing terbaik dan Academy Awards Jepang, juga untuk film terbaik. Kepiawaian Masahiro Motoki memainkan perannya mendorong alur cerita mengalir dengan penuh hati-hati, menyelami kerapuhan hidup.</p>
<p>Ini adalah salah satu film bagus yang pernah saya tonton dan akan nangkring dalam rak ingatan di mana film favorit dijajarkan dengan rapih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/departures-okuribito.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
