hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Misc


Misc - January 23rd, 2009

Jamasan Wali Blogger 2009

Jamasan Wali Blogger

Orang Jawa mengenal istilah “jamasan” yang berarti mencuci. Mensucikan. Biasanya yang dicuci adalah pusaka, seperti keris atau kereta kencana. Kalau kakimu adalah pusaka, berarti kaki itu juga boleh dijamasi.

Jamasan yang akan diadakan Sabtu besok di Alun-alun Kidul bukan tentang mencuci pusaka atau mencuci kaki. Jamasan yang ini adalah singkatan dari “Jamuan Masanginan”. Nanti kita akan menyambut rombongan Blogger Jawa Timur dan Jawa Tengah (selanjutnya disebut Blogger Timur Tengah) yang berziarah ke kota Andong.

Nah, pada acara kumpul-kumpul ini kita hendak menantang rombongan 35 blogger itu untuk ikut ritual Masangin (masuk antara dua beringin). Konon, hanya mereka yang berhati bersih yang bisa menyelesaikan tantangan ini.

Selain masanginan, kita semua bisa ngobrol-ngobrol sambil ngemil-ngemil. Gratis! Sayang kalau nggak datang. Catet tanggalnya:

Hari: Sabtu, 24 Januari 2009

Pukul: 16.00 WIB

Lokasi: Alun-alun Kidul Jogja

Informasi lengkapnya ada di sini. Sampai ketemu di lokasi!

Misc - January 5th, 2009

NavinoT Best of Indonesia

Hadiah tahun baru terbaik adalah ketika NavinoT memberikan gelar Best Newcomer 2008 untuk Cerpenista. Wow, saya tidak bisa berkata apa-apa selain mengucapkan terima kasih dan berharap Cerpenista tidak akan pernah mengecewakan siapapun. Saya juga ingin berterima kasih kepada teman-teman CahAndong dan Dagdigdug yang turut membesarkan Cerpenista.

Yang menarik, ada banyak situs lokal generasi baru yang dicatat oleh NavinoT—saya hitung ada 20. Ini adalah kemajuan yang bagus bagi industri online kita. Angkat gelas untuk semuanya!

Misc - November 27th, 2008

Penerima PKBI Blog Award

Okanegara

Seorang kawan saya yang melek informasi tiba-tiba urung membuat blog yang berisi pendidikan seks. Alasannya: takut dijerat UUP.

Anekdot ini cuma secuil cerita tentang ketidaktahuan yang bisa mencegah orang untuk berbuat baik. Dalam konteks teman saya tadi, ia mungkin belum tahu kalau materi seks untuk keperluan pendidikan diperbolehkan oleh UUP. Akan tetapi, ironi ini menunjukkan bahwa ketidaktahuan bukanlah hak orang miskin atau hak kaum terbelakang. Ketidaktahuan rupanya juga menjadi ‘kawan’ masyarakat urban yang biasa mengakses informasi setiap saat.

Maka saya sangat mengapresiasi adanya PKBI Blog Award (yang merupakan kerjasama PKBI Jogja dan CahAndong), karena penghargaan ini pasti akan mendorong blogger untuk semakin rajin berbagi informasi yang menambah pengetahuan masyarakat. Jikapun blog hanya dibaca oleh segelintir orang Indonesia, saya rasa itu bukan masalah. Informasi akan selalu menular dari mulut ke mulut. Yang penting harus ada yang mulai menyediakan informasi.

Saya mengucapkan selamat kepada Mas Oka, Mbak Widari, dan Mbak Titiana atas penghargaan ini. Semoga konsistensi Anda semua dalam berbagi menjadi inspirasi bagi blogger-blogger yang lain.

Misc - November 26th, 2008

Pesta Blogger 2008

Narsis di Auditorium BPPT

Dalam kunjungan yang pendek mengikuti Pesta Blogger 2008 sejak hari Jum’at lalu, ada banyak cerita untuk diingat dan disimpan.

Yang paling mengejutkan tentu penghargaan Blogging for Society Award yang dilimpahkan ke komunitas CahAndong. Ketika menerima award ini saya memang bingung, karena kegiatan di CA lebih banyak makan-makan dan jalan-jalan. Tapi mungkin, sekali lagi mungkin, sering kumpul bareng dan jalan bareng, membuat kami lebih dekat dan lebih kompak; sehingga kegiatan CahAndong lebih lancar.

Para tamu...

Tapi award itu baru sebagian dari cerita. Saya juga akhirnya bertemu dengan Hanny, Kepikcantik, Oelpha, Nike, Itikkecil, Anangku, Epat, Arul, Antown, Mantan Siluman, Mas Kopdang, Priyadi, Eko Juniarto, Fikri Bloggingly, Catshade, dan buanyaaaak lagi. Perhelatan besar itu juga mengobati kerinduan untuk ngobrol langsung (baca: tidak pake YM) sama teman-teman blogger seperti Goenrock, Chic, Tito, Kangtutur, … duh sapa lagi ya banyak bgt e.

Semalam sebelum acara itu, saya mengikuti acara Muktamar Blogger di depan Bunderan HI. Selain bertemu dengan pentolan BHI yang rusak-rusak itu, saya juga sempat ketemu dengan Yenni Wahid. Yang menarik, walaupun hampir semua peserta sudah kucel dan keringetan, Yenny Wahid yang dibungkus kerudung dan jas tebal warna hitam bisa nampak segar. Bahkan bedaknya tidak lengket karena peluh. Kira-kira apa rahasianya?

Jika Muktamar Blogger adalah pre-party, maka usai dari Pesta Blogger saya menuju Wetiga untuk mengikuti post-party. Jika Muktamar adalah pemanasan, maka Wetiga adalah pendinginan. Sambil melahap sate paru khas wetiga, saya ngaso di pojok sambil menonton rombongan lain ketawa ngakak-ngakak.

Post Party at Wetiga

Hari minggu esok harinya acara disambung dengan kopdar makan siang di PIM2. Bersama Antobilang, Nico, Gunawan, Hanny, Faniez, Didut, Iphan, Kepikcantik, Oelpha, Chika, Aprikot, dan Dimas, saya melakukan sesi pemotratan makanan di Sushi Tei. Hampir semua desert dipesan untuk difoto-foto buat kenangan.

Maksi Sushi

Saya suka pesta ini, dan saya benar-benar menikmatinya. Pesta ini menjalankan fungsinya yang paling utama dan paling sentral, yaitu mengumpulkan blogger-blogger dari berbagai penjuru dan berbagai minat untuk saling mengenal dan mengerti. Keakraban ini baru awalnya saja. Terima kasih untuk Panitia! Terima kasih Ndoro, Mas Iman, Mas Enda, Hanny, Balibul, Chika, Dimas, dll.

Jika diijinkan mengkritik, saya berharap acara tahun depan lebih banyak sesi bebasnya, sehingga kami punya banyak waktu untuk bersosial dan ngobrol-ngobrol. Auditorium dan selasar BPPT sepertinya juga kurang mendukung untuk bercengkerama karena terlalu sempit dan layoutnya ruwet. Tapi saya tidak ingin meributkan yang kecil-kecil, seperti lokasi, pendaftaran, acara, atau yang lain.

Karena visi kita terlalu besar untuk mempermasalahkan hal-hal kecil.

Misc - November 17th, 2008

PKBI Award

PKBI Award

Apakah Anda pernah mampir ke sebuah blog yang peduli dengan wacana kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, atau HIV/AIDS? Kalau ada, sebaiknya blog itu Anda rekomendasikan ke dalam PKBI Award. Nantinya, mereka akan diseleksi dan yang terbaik akan diundang ke Jogja untuk menerima PKBI Blog Award (dan uang saku).

Award ini diselenggarakan PKBI Jogja untuk memberikan penghargaan kepada para blogger yang peduli dan rutin menulis wacana-wacana tersebut. Di lapangan, acara ini juga dibantu oleh rekan-rekan dari CahAndong untuk aspek teknis dan penjurian.

Untuk merekomendasikan blog, Anda bisa langsung kirim email ke pkbi.award@gmail.com. Cukup cantumkan nama pemilik blog, alamat url blog, dan (kalau ada) alamat untuk menghubungi blogger tersebut. Penjelasan lebih lengkap soal award ini, bisa Anda lihat di: pkbiaward.dagdigdug.com.

Misc - October 28th, 2008

Wajah Jogja

Jogja tidaklah dibangun oleh ikon-ikon seperti Malioboro dan Tugu. Kota kecil ini dibangun oleh tokoh-tokoh kecil dengan kisah-kisah besar. Belumlah lengkap berjalan menapaki trotoar Jogja, tanpa melihat sosok-sosok sederhana itu melengkapi kompleksitas dinamika kota.

Oleh karena itu, kami meluncurkan situs Wajah Jogja, sebuah blog kecil tentang kisah para tokoh yang membuat Jogja lengkap. Ini adalah hadiah dari bloger Jogja, dalam rangka hari Blogger Nasional, hari ultah kota Jogja, dan hari Sumpah Pemuda. Sudilah Anda untuk mampir dan melihat-lihat, isinya memang belum banyak, tapi kami ingin terus mengisinya sampai ada 1001 naskah.

Gagasan ini mulai direnungkan sejak sebulan yang lalu. Waktu itu kami sedang memikirkan berbagai alternatif untuk memperingati Hari Blogger Nasional. Ada banyak wacana. Apakah membuat bakti sosial? Atau membuat pelatihan? Sekadar kumpul-kumpul rasanya kok sudah sering. Maka akhirnya kami memilih untuk membuat sesuatu yang merupakan keahlian para bloger: Menulis. Media selalu merupakan kekuatan blog, dan kita bisa mengeksploitasi kekuatan itu untuk membalas banyak hal positif yang telah diberikan Jogja.

Dan lahirlah Wajah Jogja, yang berisi cerita-cerita Jogja dari sudut pandang penghuninya. Situs ini resmi dibuka untuk khalayak umum bersamaan dengan Syukuran Hari Blogger tempo hari di Angkringan Umar Kayam.

Dari awal kami meletakkan Wajah Jogja sebagai proyek yang hidup. Artinya, ia akan terus bertambah, berkembang, dan memperbaiki diri. Dan proyek ini membutuhkan bantuan Anda supaya terus bernafas. Silahkan tulis kisah-kisah inspiratif dari tetangga, pedagang keliling, atau orang lewat. Jepret ekspresi paling keren mereka, lalu kirimkan ke wajahjogja@gmail.com.