hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Anecdotes


Anecdotes - December 20th, 2005

Trivia #837: King Kong


Tidak seperti yang diduga semula, King Kong ternyata tidak sesukses yang dikira kebanyakan orang. Opening weekendnya cuma meraup $ 50 juta selama lima hari. Bandingkan dengan Narnia yang disebut-sebut letoy tetapi meraih $ 48 juta hanya dalam 2 hari opening weekend-nya.

Tapi ini bukan kisah bagaimana Disney batal mendanai film ini, kali ini adalah tentang trivia. Dan, trivia kali ini adalah: di tengah produksi film ini, Peter Jackson terpaksa merubah ending cerita karena salah satu aktris perempuan dalam adegan tersebut meninggal dunia. Pertanyaannya… siapakah aktris wanita tersebut?

Anecdotes - October 29th, 2005

Hey Jude

Album Hey Jude Beatles

Almarhum kakek pernah berang bukan main dengan paman saya. Hanya gara-gara lagu Beatles berjudul Hey Jude.

Di tahun 1968, saat lagu ini sedang panas-panasnya, paman yang ngefans berat dengan The Beatles menulis ‘Hey Jude’ di dinding kamar mandi. Ketika kakek—yang pengetahuannya tentang musik memang pas-pasan—membaca tulisan tersebut, beliau tersinggung luar biasa karena mengira tulisan tersebut berarti ‘Hai Yahudi’ (Jude terdengar seperti Judaisme, yang berarti Yahudi). Kakek saya yang memang sedikit pelit, merasa bahwa sindiran itu ditujukan kepada beliau. Tapi jangan khawatir, kakek saya orangnya baik dan menyenangkan, dan beliau tidak jadi marah ketika paman saya menjelaskan kalau Hey Jude itu cuma judul lagu.

Akan tetapi, walaupun lagu ini termasuk lagu Beatles yang banyak dikenal masyarakat, tidak banyak yang tahu kalau lagu ini menyimpan sebuah kisah yang indah.

Di tahun 1968, John Lenon yang sudah hidup bersama Yoko Ono, hendak bercerai dengan Cynthia Lennon. Paul McCartney yang prihatin dan bersimpati, terdorong untuk menghibur putera John dan Cynthia, Julian. Dalam sebuah perjalanan menuju rumah mereka, Paul mengarang sebuh lagu yang ditujukan kepada Julian Lennon yang berjudul ‘Hey Jules’.

Hey Jules,
Don’t make it bad
Take a sad song, and make it better

Waktu itu Cynthia Lennon terkejut ketika Paul McCartney mampir ke rumahnya, membawakan setangkai bunga mawar dan bercanda dengan Cynthia. Dia sangat tersentuh akan kepedulian Paul McCartney akan kesejahteraan mereka.

“Saya tidak dapat melupakan perhatian dan kepedulian Paul yang menemani kami saat itu. Tindakannya membuat saya merasa penting dan diperhatikan, dimana saat itu kami merasa dicampakkan dan tidak penting,” ujar Cynthia.

Akhirnya judul lagu tersebut dirubah menjadi ‘Hey Jude’ oleh Paul. Julian justru baru menyadari kalau lagu itu ditujukan untuknya 20 tahun kemudian. Tetapi dia mengakui kalau pada masa itu dia memang lebih dekat kepada Paul daripada ayah kandungnya sendiri.

Lucunya, John Lennon justru mengira kalau lagu tersebut didedikasikan kepada dirinya.

(Source: Wikipedia)

Anecdotes - September 14th, 2005

Anekdot #2: French Fries

French Fries McD

Sambil mengunyah makanan tidak sehat ini, bagaimana kalau kita ulas sedikit kisah-kisah di baliknya?

Asal-muasal

Walaupun namanya french fries alias ‘gorengan Perancis’, orang Belgia mengklaim kalau makanan ini berasal Belgia. Tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa tidak diberi nama belgian fries.

Membingungkan

Dalam bahasa Perancis, french fries dikenal dengan nama pommes frites. Frites berarti potongan-potongan kecil, tapi apel. Walaupun begitu tetap saja pommes frites di Perancis dibuat dari kentang.

Standar nama

Di Inggris dan negara-negara persemakmuran french fries lebih dikenal dengan nama chips
. Di Amerika, chips berarti keripik kentang. Keripik kentang disebut crisps di Inggris dan negara bekas jajahannya.

Dituntut

Sejak tahun 1990 McDonald’s tidak lagi menggunakan campuran minyak nabati dan lemak sapi untuk menggoreng french fries-nya. Untuk mengganti rasa lemak sapi, McDonald’s menambahkan sari rasa sapi, walaupun tidak pernah mempublikasikannya ke publik. Ketika ‘rahasia’ mereka terbongkar pada tahun 2002, aktivis Hindu dan vegetarian menuntut McDonalds.

Berlemak

Satu sajian french fries mengandung 21 gram lemak, lebih dari 2/3 batas asupan lemak per hari.

Aroma Energi Alternatif

Pada tahun 1997, Veggie Van, sebuah karavan dengan bahan bakar minyak goreng bekas menyelesaikan perjalanan sepanjang 16.000 km. Dengan kecepatan 105 km/h, Veggie Van–yang kurang lebih berarti mobil sayuran–membutuhkan 1 liter minyak goreng untuk tiap 10,5 km. Karena menggunakan minyak goreng bekas dari restoran, asap knalpot kendaraan ini mengeluarkan aroma french fries.

Politis

Karena Perancis menentang invasi ke Irak pada tahun 2003, kafetaria Parlemen Amerika Serikat–House of Representative–mengganti French Fries pada menu menjadi Freedom Fries. Menanggapi kontroversi ini, juru bicara kedutaan besar Perancis di Washington, Nathalie Liosau mengingatkan bahwa french fries adalah makanan Belgia. Dia menambahkan, ‘Saat ini kita sedang melalui masa serius untuk mengelola masalah yang serius dan kami tidak ingin terfokus pada nama yang tepat untuk kentang.’

Anecdotes - September 5th, 2005

Anekdot Rektor UGM

Rektor-rektor UGM, sejalan dengan waktu sayangnya hanya menjadi sebuah nama, rangkaian huruf. Kadang-kadang nama-nama tersebut akan menjadi legenda dan besar, dan mengikis sisi-sisi manusia dari para rektor ini. Tidak ada salahnya kita mengetahu kisah-kisah dibalik masa kepengurusan mereka.

Paling Pendek
Drs. Soepojo Padmodipoetro, M.A. adalah rektor UGM dengan masa jabatan paling pendek, kurang lebih satu tahun. Masa jabatan beliau dimulai tahun 1967 dan selesai tahun 1968.

Paling terkenal dan tidak dikenal
Prof. Dr. M. Sardjito tentunya adalah rektor yang paling dikenal masyarakat Jogja. Sayangnya Pak Sardjito ini lebih dikenal sebagai nama rumah sakit daripada rektor pertama Universitas Gadjah Mada.

Gundukan Sukadji
Polisi tidur mulai dibangun di lingkungan UGM pada masa kepengurusan Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, M.A. Akibat kebijakan beliau, warga UGM yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan polisi-polisi tidur ini menyebut polisi tidur dengan ‘gundukan Sukaji’.

Dituduh Pengkhianat
Pada masa reformasi tahun 1998, rektor UGM masa jabatan 2002-2007, Prof. Dr. Sofian Effendi, MPIA. pernah dituduh sebagai pengkhianat agenda reformasi karena membocorkan pertemuan rahasia antara Amien Rais, Afan Gaffar, Ichlasul Amal, serta sejumlah tokoh reformasi lain. Sofian menulis memo tentang rapat tersebut kepada Habibie, yang waktu itu masih menjabat sebagai wakil presiden. Menurut Sofian, hal tersebut dia lakukan untuk menyelamatkan rekan-rekannya dari tuduhan makar1.

Ramah Rakyat Kecil
Prof. Dr. Koesnadi Hardjosoemantri, S.H., M.I. bisa dibilang salah satu rektor yang paling peduli rakyat kecil. Salah satu kebijakan beliau adalah membangun ‘gubug-gubug’ bakso dan es teler di berbagai sudut UGM. Sebelumnya para pedagang keliling ini berjualan di sembarang tempat, dan alih-alih diusir mereka malah difasilitasi. Sayangnya satu-satunya gubug yang masih tersisa tinggal satu, yaitu yang terletak diantara Fakultas Ilmu Budaya dan parkiran Fakultas Ekonomi.

(Various sources; 1 Pernah Dituduh Pengkianat, Republika)

Anecdotes - March 10th, 2005

Anectdote #0: Tiramisu Quickfacts

After reading Irfan’s blogs on Tiramisu, I myself, have developed a strange infatuation with this unique dessert. Who can resist this light dessert with a hint of creamy whipped cream and subtle aroma of expresso coffee? Well not me. Anyway, thought I’d share a few facts on Tiramisu after doing some googling for a while.

  • This Italian dessert, although sounds like a Japanese food, is in fact an authentic Italian dessert originated from the town of Treviso, north eastern Italy.
  • Tirami-su means ‘pick-me-up.’ Some local legend says that Tiramisu was a popular food among high-class Venice prostitutes, and hence the name.
  • Tiramisu is a relatively new food. According to book written by Giuseppe Maffoli in 1981: “Tiramisu’ was born recently, just 10 years ago in the town of Treviso. It was proposed for the first time in the restaurant Le Beccherie.”
  • What makes this semifreddo—dessert that’s served cold but not frozen—so special is not only the flavor. The ingredients and the cooking process is also unique.
  • The classic Tiramisu, is made of ladyfingers (finger sized chiffon cake) soaked in expresso coffee, layered with zabaglione cream (a mixture of mascarpone cheese, whipping cream, egg yolks, sugar and Madeira wine), layered with the soaked ladyfinger again, sprinkled with cocoa powder and finally chilled.
  • According to Dewi, a full-time Tiramisu analyst residing in Jogja, Tiramisu is an abundance in Jogjakarta. The best tasting Tiramisu can be found in Coklat (Jl Cik Di Tiro), Gajah Wong, Jogjakarta Plaza Hotel, Novotel, and Parsley with price ranging from IDR 12000 to IDR 120.000 (the big one).

Now who wants a bite of Tiramisu?

Anecdotes - March 2nd, 2005

Top Ten Must Taste Food in Jogja

Like other cities, Jogja, my hometown, has one of the most unique selection of culinary with its distinct sweet and slightly spicy flavor. I’ve decided to compile top ten ‘Must Taste’ food if you are going to visit Jogja.

1. Nasi Gudeg
This is probably one of the most popular dish in Jogja. A plate of warm rice is served with a variety of dishes (including chicken, boiled egg, tofu, tempe) cooked in thick coconut sauce, very sweet and slightly spicy. Very Jogja and must taste. For added flavor, gudeg rice is served with Sambel Goreng Krecek, which is very spicy and hot.

2. Nasi Langgi
Another unique food. This dish is basically a serving of warm rice with Empal (Fried Beef), Abon (Preserved & Sweetened Beef), Perkedel (Potato Cake), Rolled Omelette and Sambal. Wrapped with banana leaves using special type of wrapping method, this dish gives you the ultimate culinary experience.

3. Mie Goreng Jawa (Javanese Fried Noodles)
Tired of Chinese style Fried Noodles? Give Javanese Soft-Fried Noodles a try. Unlike Chinese Fried Noodles with its fish and pork flavor, Javanese Fried Noodles is lighter but sweeter with dominant shallot flavor.

4. Ayam Goreng Kalasan (Kalasan Fried Chicken)
This popular dish is also known as Ayam Goreng Mbok Berek (Mbok Berek’s Fried Chicken). Garlic and coriander flavored and served with the crunchy kremes-kremes. Another must taste food if you visit Jogja.

5. Soto
Light and and apetiting, this type of soup is perfect as breakfast. Often served with Tempe, Perkedel (Potato Cake), and Liver Satay. Add a few drops of lime juice for extra flavor.

6. Kipo Kotagede
This infamous snack can only found in Kotagede, the original capital of Ancient Mataram Kingdom. This bite-size delicacy is made of grated coconut, sweetened with coconut sugar, wrapped with pandan-green colored tapioca dough and baked under warm coals.

7. Bakpia Pathuk
Another popular delicacy. Originated by chinese settlers, Bakpia is basically a baked sweet green bean wrapped with special wrapping. There are another variant of this snack where the green bean is substitued with black bean. Both are very tasty.

8. Jadah Kaliurang
Don’t miss this if you are visiting Kaliurang. A sweet and spicy flavored Tempe, sandwiched with cake made of rice and ketan. Unique and filling!

9. Wedang Ronde
Often served at night, this warm ginger flavored drink is mixed with peanuts, tapioca cake, and kolang-kaling. Great for extra warmth at night.

10. Wedang Bajigur
Although bajigur is a Javanese swear word, don’t let this stop you from tasting this warm drink. This unusual drink is made of sweet coconut milk with mild ginger flavor mixed with breads and preserved fruit.