hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Anecdotes


Anecdotes - February 12th, 2008

Kedewaan Manikmaya

Ada yang menarik dalam proses replikasi naskah kuno Jawa, jelas Mas Pejalan Jauh dalam obrolan di Djendelo. Jaman dulu perbanyakan naskah dikerjakan oleh juru tulis, dan juru tulis biasanya merangkap seorang sastrawan. Makanya ketika naskah Hindi disalin ke dalam bahasa lokal, sering sang juru tulis juga mengadaptasi naskah itu supaya lebih ke-lokal-lokal-an.

Saya jadi ingat babon terjadinya alam semesta gubahan Ronggowarsito yang saduran naskah India. Di situ dituturkan bahwa setelah Betara Antaga gagal menelan gunung dan Betara Ismaya sukses menelan gunung tapi bentuk badannya jadi besar, gemuk dan tidak karuan, maka Sang Hyang Tunggal melimpahkan kuasa kedewaan ke putra bungsunya yang bernama Manikmaya.

Kemudian si putra sulung, Antaga, disuruh turun ke bumi menjadi Togog dan ditemani Bilung mendampingi tokoh-tokoh berwatak buruk. Putra kedua, Ismaya diturunkan ke bumi untuk mendampingi para satria baik hati bersama tiga anaknya Gareng, Petruk dan Bagong. Ismaya kemudian berganti nama menjadi Semar.

Manikmaya yang berparas ganteng tanpa cacat pada mulanya congkak karena merasa paling ganteng dan paling berkuasa. Ya jelas aja secara dia merajai khayangan dan menguasai alam semesta! Karena stress anaknya kok jadi belagu gitu maka Sang Hyang Tunggal mengutuk Manikmaya kelak bertaring, bercacat kaki, dan bertangan empat.

Dan kutukan itu bener-benar terjadi. Manikmaya mendapat taring gara-gara mengatai istrinya yang tidak mau melayani nafsu. Padahal waktu itu Manikmaya lagi horny banget. Ya gimana istrinya nggak nolak, lha Manik ngajak gituan di atas sapi terbang. Kalau ketahuan, apa nanti kata tetangga?

Kemudian kaki Manikmaya menjadi lemah karena nyeletuk ‘KAKI MANUSIA KALAU BARU LAHIR LEMAH YA!?” saat menyaksikan kelahiran Yesus. Dan akhirnya tangannya menjadi empat gara-gara dia tertawa terbahak-bahak melihat orang sedang sholat memakai rukuh.

Manikmaya memang mirip Shiva dalam ajaran Hindu walaupun perannya diubah oleh Ronggowarsito. Akan tetapi, peran Manikmaya dari sudut pandang ajaran Nasrani justru ditinggikan karena dia secara gaib mengawasi proses kelahiran Nabi Isa. Dari sudut pandang ajaran Islam, dia mentertawakan orang sholat.

Semestinya pujangga kerajaan Surakarta semacam Ranggawarsita memiliki motif tertentu dalam mencomot sana-sini ajaran berbagai agama. Saya tidak tahu apa alasan dia. Tapi saya tahu kalau gubahan itu diterbitkan jaman sekarang, Ranggawarsita bisa dituduh menodai ajaran agama.

Anecdotes - January 18th, 2008

Anekdot Gelar Raja-Raja Kita

Panembahan SenopatiMari kita membahas penguasa-penguasa lain negeri ini. Rupanya orang kerajaan Mataram punya cara lucu untuk memberi gelar post-mortem bagi raja yang sudah mangkat.

Contohnya adalah Panembahan Hanyakrawati—penerus Panembahan Senopati—yang meninggal dalam sebuah kecelakaan ketika berburu di daerah Krapyak. Sebagai gelar kehormatan, beliau dijuluki Panembahan Sedo Krapyak (panembahan yang mati di Krapyak).

Sri Sultan Hamengkubuwono IV, raja Kraton Yogyakarta, meninggal ketika sedang bertamasya. Kemudian, cucu-buyutnya cucu-buyut Panembahan Hanyakrawati ini mendapat gelar Sultan Seda Ing Pesiyar (sultan yang tewas ketika sedang tamasya).

Entah kenapa Panembahan Senopati tidak mendapat gelar post-mortem. Beliau justru mendapat gelar abadi karena sering nongkrong di sebelah utara Pasar Kotagede. Gelarnya adalah Ngabehi Loring Pasar (tuan yang di sebelah utara pasar).

Anecdotes - October 14th, 2007

Anekdot Opening Film

Kalau nonton film, pastikan anda sudah masuk ke bioskop sebelum opening logonya dimulai, karena nuansa sebuah film biasanya sudah dimulai sejak opening logo diputar. Omong-omong, tahukah anda kalau logo-logo punya banyak cerita?


Logo Columbia Pictures yang berbentuk perempuan memegang obor (alias ‘the torch lady’) ternyata sudah sering digonta-ganti, walaupun bentuknya kurang lebih begitu-begitu saja. Gambar yang kini kita lihat di bioskop ternyata buatan tahun ’93. Perhatikan pada logo terkini, si pemegang obor nampak lebih jangkung dan lebih langsing, mungkin untuk menyesuaikan definisi seksi masa kini.


Pernah ada selentingan kalau wanita yang menjadi inspirasi Columbia Pictures adalah Anette Bening. Tetapi rumor tersebut disanggah oleh pelukis ‘torch lady’ itu sendiri, Michael J. Deas. Alih-alih Anette Bening, sang torch lady itu rupanya seorang ibu rumah tangga dua anak bernama Jenny Joseph yang tinggal di Houston.


Logo Walt Disney Pictures yang terbaru muncul pertama kali pada tahun 2006 bareng dengan rilis Pirates of Caribbean 2. Logo yang lama sebetulnya cukup berumur karena sudah dipakai sejak 1985. Bentuknya sederhana, warna latar biru, gambar kastil Sleeping Beauty, dan tanda tangan sang maestro yang terkenal itu.


Logo yang baru terasa lebih magis karena menggunakan animasi 3D dengan efek yang serba ajaib. Sekadar info, animasi sekian detik ini dibikin olah Weta Digital, yang juga membuat efek khusus untuk trilogi Lord of the Rings dan King Kong.

Yang lucu, kalau logo yang lama jelas-jelas merupakan siluet kastil Sleeping Beauty-nya Disneyland, maka logo baru adalah perkawinan antara kastil Sleeping Beauty California dan kastil Cinderella-nya Walt Disney World Florida.

Cinderella lebih ramping dan jangkung, sementara Sleeping Beauty lebih bongsor dan gendut.

Logo Paramount yang bentuknya gunung itu dirancang pada secarik serbet oleh William W. Hodkinson ketika sedang rapat dengan Adolph Zukor, 93 tahun yang lalu.


Konon bentuk gunung itu terinpirasi oleh gunung Ben Lomond, Utah, tempat Hodkinson dibesarkan. Itu katanya tour guide-nya Ben Lomond lho.

Paramount kini berada di bawah Viacom yang juga membawahi stasion televisi CBS dan MTV. Ada mitos kalau Viacom didirikan oleh sekte rahasia freemason, karena jika logo Paramount dan CBS digabung maka akan menjadi gambar mata-dalam-piramida (eye of providence) yang merupakan simbol freemason.


Mitos ini tentunya tidak benar karena Paramount dan CBS adalah dua perusahaan terpisah yang kemudian hari diakuisisi oleh Viacom. Selain itu, eye of providence-nya freemason tidak pakai piramida kok.

Anecdotes - August 15th, 2007

Baden-Powell dan Homoseksual


Kabarnya Bapak Pramuka kita, Baden-Powell memiliki ketertarikan dengan anak laki-laki. Dalam biografi yang ditulis Tim Jeal dan diterbitkan oleh Hutchinson London, tersirat kisah-kisah Baden-Powell yang condong gay.

Diceritakan dalam buku tersebut, ketika mengunjungi bumi perkemahan Gilwell Park di hutan Epping, Baden-Powell selalu menikmati pemandangan pemuda-pemuda yang mandi telanjang di sungai. Kadang-kadang beliau menyempatkan diri untuk mengobrol dengan mereka.

Minat Baden-Powell terhadap laki-laki juga tercatat ketika dia mengunjungi rekannya AH. Tod yang tinggal di sekolah Chaterhouse. Dalam buku hariannya, dia menulis “Di rumah Tod. Foto laki-laki telanjang dan pepohonan. Mengagumkan.” Yang dimaksud adalah koleksi foto laki-laki tidak berbusana milik Tod.

Tidak pernah diketahui apakah Baden-Powell pernah melakukan hubungan dengan pria lain. Pada usia 55 tahun, dia menikah dengan Olave St. Clair Soames. Kabarnya Olave mengikat dadanya supaya rata, menutupi belahannya, dan memotong rambutnya pendek.

Selamat Hari Pramuka!

Anecdotes - June 29th, 2007

Ratatouille Amerika vs Ratatouille Jepang

Bisa dibilang summer 2007 adalah pertarungan box-office tersengit dalam sejarah. Ada Spiderman 3, Shrek The Third, Pirates of Caribbean 3, Ocean 13, Fantastic Four, Ratatouille, Transformers, Harry Potter 5, Die Hard 4, dan The Simpsons Movie. Selain jadwal rilis yang padat, hampir semuanya adalah franchise yang sudah ngetop duluan. Spiderman, Die Hard, dan Pirates adalah sekuel dari sekuel yang sukses. Sementara Transformers, Harry Potter, dan The Simpsons, semestinya semua orang pasti tahu.

Nah, dalam tiap pertarungan selalu ada yang kalah, atau mengalah. Kali ini Ratatouille yang nampaknya akan mengalah: tayang perdananya di Asia diundur satu hingga dua bulan. Dapat dimaklumi sih, karena dibandingkan pesaingnya, nama Ratatouille memang kalah pamor. Padahal film ini dipuji-puji kritikus. Di Rottentomatoes, ratingnya mencapai 95%, dan average scorenya 8,5/10. Artinya, film ini, selain disarankan untuk ditonton; kualitas cerita, dialog, dan karakter-karakternya juga sangat bagus. Atau bisa juga lihat preview 9-menitnya, untuk melihat film ini bagus atau tidak.

Poster Ratatouille Amerika

Ah sudahlah. Akan tetapi, ada sesuatu yang menarik dari poster film Pixar ini. Di Amerika (dan seluruh dunia) Disney (selaku distributor Ratatouille) memakai poster yang gambarnya Remy dikelilingi pisau-pisau dapur. Nah untuk Jepang, Disney memilih gambar Remy yang sedang menatap Linguini. Judulnya pun diganti dari jadi “Restoran Enak Remy”. Seolah-olah untuk Amerika Disney ingin menekankan aspek action film ini, sementara untuk Jepang sisi drama dan persahabatan yang dirasa perlu untuk ditonjolkan.

Poster Ratatouille Jepang

Mungkin, menurut Disney, bagi mayoritas orang Amerika, film yang sarat action lebih menarik. Sementara bagi orang Jepang, animasi yang dalem jauh lebih menarik. Tetapi saya kok lebih suka poster Jepang ya?

Ratatouille Jepang

Pertama-tama pilihan palet warna-nya lebih hangat. Lalu komposisinya lebih stabil dan meneduhkan. Perhatikan kalau bagian latar poster membentuk garis imajiner dari kiri-atas ke kanan-bawah, sementara peletakan dua tokoh utamanya membentuk garis diagonal dari kanan-atas ke kiri-bawah. Menariknya, pertemuan kedua garis itu juga berpotongan dengan garis yang menghubungkan mata kedua karakter tersebut. Tanpa sadar kita diarahkan untuk memperhatikan hubungan Remy dan Linguini. Menurut saya, desain dengan komposisi yang dalem semacam ini keren.

Anecdotes - June 25th, 2007

Seberapa Sakitkah Seandainya Diinjak Stiletto?

Para adam, coba pilih: diinjak perempuan cantik memakai stiletto warna merah, atau diinjak gajah jantan?

Percaya atau tidak, diinjak sepatu berhak-tinggi ternyata 16 kali lebih menyakitkan daripada diinjak gajah jantan dewasa.Kalau masih ingat rumus tekanan waktu pelajaran fisika dulu, besar tekanan (P) sama dengan gaya (F) dibagi luas permukaannya (A). Semakin kecil permukaannya, semakin tinggi tekanannya, semakin sakit pula injakannya:


Mari dihitung. Luas permukaan hak sebuah stiletto sama dengan 0,000113 m2 (jari-jari 6 milimeter). Sementara itu luas telapak seekor gajah jantan dewasa itu sekitar 0,15 m2. (diameter 45 cm).

Anggap saja massa perempuan yang memakai stiletto sekitar 70 kilo dan massa seekor gajah jantan ± 12.000 kilo. Dari angka-angka tadi kita dapat menghitung tekanan tiap kaki:

Kaki Luas Permukaan
(m2)
Massa
(kg)
Berat
(massa x 9,8 N)
Tekanan
(Pa)

Gajah
0,15 x 2 kaki 1 12.000 117.600 369.898

Stiletto
0,000113 70 686 6.068.648

Nah, dari hasil itung-itungan di atas, ternyata tekanan ketika diinjak stiletto sama dengan tekanan diinjak 16 gajah jantan. Kalau begini caranya, kalau harus memilih, mending diinjak perempuan cantik memakai stiletto, atau diinjak gajah jantan?

1 Luas permukaan kaki gajah dikalikan dua karena ketika berjalan gajah perpijak pada dua kaki.
Foto dipinjam dari sini. Lebih lanjut baca ini.