hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Politik - October 2nd, 2013

Government Shutdown

Ted Cruz membacakan dongeng sebelum government shutdown

Mulai 1 Oktober pemerintahan AS tidak beroperasi penuh, atau istilahnya government shutdown. Dampaknya, pelayanan pemerintah yang tidak esensial akan dihentikan dan 800.000 PNS federal akan dipulangkan tanpa gaji. Shutdown terjadi setelah DPR dan Senat (DPD) AS tidak bisa menyepakati APBN periode 2013-2014. Padahal pariode tersebut dimulai hari ini (1 Okt). Jika DPR dan Senat punya waktu satu tahun untuk menyusun APBN, kenapa hingga detik-detik terakhir tidak ada kesepakatan?

Masalah sebetulnya ada di pro-kontra undang-undang jaminan kesehatan Obama, atau biasa disebut Obamacare. DPR yang dikuasai oposisi ingin menjegal penerapan Obamacare. Minggu sebelumnya, DPR AS mencabut pendanaan Obamacare dari RAPBN 2013-2014. Namun ketika masuk ke Senat untuk divoting, RAPBN tersebut ditolak mentah-mentah. Ini tentu tidak mengejutkan. Berbeda dengan DPR yg dikuasai Partai Republikan yang oposisi, maka Senat dikuasai oleh Partai Demokratik yang merupakan benteng pertahanan kebijakan Obama.

Beberapa hari kemudian Senat menyusun RAPBN baru yang mempertahankan Obamacare dan mengirimnya ke DPR. Proses legislasi di Senat juga berlangsung alot. Untuk menunda proses voting, senator Republikan Ted Cruz pidato 18 jam non-stop. Bahkan pada pukul 9 malam, senator Texas itu mempidatokan dongeng anak-anak Dr. Seuss untuk putrinya.

Ketika RAPBN versi Senat masuk DPR, para wakil rakyat dari Partai Republikan memodifikasi RAPBN dengan menunda pelaksanaan Obamacare untuk satu tahun. Kemudian RAPBN tersebut masuk lagi di Senat pada hari Senin, 30 September. Dan para senator Demokrat kembali mempertahankan Obamacare. Sorenya DPR menyetujui RAPBN yang kembali menjegal Obamacare. Dan pukul 9 malam, Senat mempertahankan Obamacare untuk ketiga kalinya.

Oleh karena tidak ada kesepakatan hingga pukul 12, maka terjadilah government shutdown.

Dampaknya: Departmen Kehakiman akan menunda sidang sejumlah kasus dan Departemen Perumahan tidak bisa mendanai voucher perumahan masyarakat miskin. NASA, pelayanan paspor, taman nasional, dan museum Smithsonian akan tutup. Militer akan tetap beroperasi karena dianggap esensial. Polisi, transportasi publik, sekolah dan universitas negeri tetap beroperasi karena pendanaannya dari negara bagian. Namun penelitian di universitas mungkin akan tersendat karena dana hibahnya dikelola NIH dan NSF yang juga terkena shutdown.

Ada banyak alasan mengapa Republikan berhasrat menjegal Obamacare. Konsep jaminan kesehatan universal adalah hal yang masih asing di Amerika Serikat. Memelihara kesejahteraan bersama bukanlah ruh utama UUD negeri Paman Sam. Kedua, Partai Republikan, terutama faksi tea party, secara ideologis memang menentang konsep negara yang terlalu terlibat menjamin kesejahteraan umum. Mereka khawatir Obamacare akan membebani APBN AS yang kini hutangnya mencapai 75% PDB. Ketiga, seperti yang dikatakan Paul Krugman, faksi tea-party khawatir bahwa jika Obamacare berjalan, rakyat akan menyukainya, sehingga lebih susah untuk dibatalkan.

Bagi saya ini konyol, karena Republikan DPR menyandera APBN untuk kepentingan politisnya. Obamacare adalah undang-undang yang disahkan melalui DPR dan Senat; serta telah diuji keabsahannya oleh Mahkamah Agung. Mempertaruhkan operasional negara demi menjegal Obamacare adalah tindakan yang gegabah.

11 Comments

  • Nice info. Anomali, demokrat justru sosialis. Republik justru cenderung kapitalis. Sosialis di Amerika memang membahayakan.

  • motivasi Republik ini cetek banget. hanya karena mereka 2 kali kalah telak dari Obama, mereka habis2an asal oposisi sama semua kebijakan Obama. apalagi kelompok Tea Party yang, as you said earlier, racially motivated.
    untung bukan negaraku :p

  • Lega luar biasa abis baca entrinya Momon ini soalnya selama ini bingung kenapa kok bisa ada #governmentshutdown. Cuma ngerti dikit-dikit dari sana-sini. Tercerahkan di sini.

    Bengong jaya baca bagian, “… Memelihara kesejahteraan bersama bukanlah ruh utama UUD negeri Paman Sam…” Lah? Lho, jadi pemerintah ngapain dan kenapa ada kalo bukan memelihara kesejahteraan bersama? Jadi tujuannya pemerintah AS itu apa toh? *bengong*

  • Makasi mon. akhirnya ngerti juga govermentshutdown ini. Abis dari kemaren berita di CNN selalu ini (walaupun dipotong sama berita Indonesia-Australia). :D

  • diditjogja

    DPR kita di senayan ada kawan seper-konyol-an ternyata..

  • bahan cerita sempurna sorkin buat the newsroom musim ketiga

  • aku mengamini komene firman :D

  • cK

    aku penasaran kira-kira kerugian dari #government shutdown berapa besar ya? Mengingat tempat-tempat yang ditutup banyak melibatkan public area dan tourist attraction.

  • iya, abis baca twitmu soal ini, yg kepikiran adalah (sampe sekarang) betapa jahatnya republikan, kok tega-teganya menentang kebijakan yang udah pasti bermanfaat untuk masyarakat miskin. lha ini dampaknya sampe ke penyediaan tempat tinggal untuk rakyat miskin.
    ga ada demo-demo gitu ya mon, dari sipil, memprotes republikan?

    trus ngobrol ama suami tentang ini dan anggaran militer yang katanya sampe 30% dan ga mengalami pemotongan. pendapat suami sih, karena militer mendatangkan hasil. intervensi negara lain, dapat duit. tapi kasih jaminan kesehatan, mendatangkan apa? ih analisa yg item putih banget, serem >_<

    • Iya Met. Belanja militer itu bermanfaat menjaga kepentingan dan kebijakan luar negeri AS. Misalnya kalau timur tengah stabil, AS juga untung karena ketersediaan energi juga ikut stabil.

  • smakin mengerti akhirnya setelah membaca penjelasannya disini


Leave a Reply