hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Opinion - November 9th, 2010

Kekalahan Obama Sebelum ke Indonesia

Barack ObamaSiang nanti (9/11) Obama akan mendarat di Jakarta, untuk kemudian disambut dengan keramahan meriah ala Indonesia. Saya penasaran bagaimana Obama menikmati sambutan ini, ketika di tanah airnya, partainya baru saja kalah telak di pemilu paruh.

Partai Demokratik yang merupakan partai pendukung Obama, telah kehilangan 15% kursinya di DPR AS dalam pemilu paruh tanggal 2 November kemarin. Amerika Serikat memang mengenal pemilu paruh, di mana tiap 2 tahun sekali, isi DPR dan Senat dipilih ulang.

Pengamat menilai, kekalahan terburuk sejak 68 tahun terakhir ini disebabkan karena belum membaiknya keadaan ekonomi AS selama 2 tahun pemerintahan Obama, dan disahkannya UU Jaminan Kesehatan oleh Partai Demokratik. UU yang mereformasi sistem jaminan kesehatan AS ini menjadi amunisi kubu Republikan untuk menyerang partai Obama.

Kemarin malam, saya ngobrol dengan Bryan, mahasiswa Harvard yang sedang penelitian di Indonesia. Saya tentu penasaran, apakah dia juga kecewa, secara dia adalah relawan kampanye Obama yang diturunkan di negara bagian New Hampshire pada pemilu AS tahun 2008. Di negara bagian itu, Bryan pergi door-to-door mengajak calon pemilih untuk “mencontreng” Obama. Bryan pernah berseloroh kalau Obama “berhutang” kepadanya atas kemenangannya di New Hampshire.

Tapi tidak terlihat garis-garis kecewa sedikitpun di ekspresi Bryan. Dia cuma bilang, jika dengan peta politik baru ini kedua belah kubu bisa bekerja sama, maka hasilnya akan positif bagi negaranya. Saya mengartikan bahwa Demokrat harus lebih fleksibel dengan agenda ekonomi terkendalinya, sementara Republikan harus lebih lunak dalam mengusung faham pasar bebasnya.

Begitulah demokrasi, bukan sebuah hasil, melainkan proses. Proses tarik ulur untuk menemukan ekuiblirium yang pas, karena memang manusia tidak ada yang paling benar, sementara di lain sisi maunya banyak.

Di akhir pertemuan itu kami membahas istana Kura-Kura Ninja yang dihadiahkan oleh Sultan Brunei kepada putra mahkotanya sebagai hadiah ulang tahun. Saya mencoba mencari di Wikipedia soal itu, tapi tidak ada. Ya mungkin cuma kabar burung. Tapi di ujung artikel tentang Brunei ada satu baris yang menarik perhatian saya: “Bentuk negara: Absolut monarki”.

Saya bergidik.

19 Comments


Leave a Reply