hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

FallacyIndonesiana - June 3rd, 2010

Silogisme Bambang Soesatyo

Tak lama setelah BamSat (Bambang Soesatyo) membantah telah ditegur atasannya, anggota DPR Fraksi Golkar ini melemparkan sanggahan lagi lewat Twitter:

Logika saja: Kalau ada teguran, tentu tdk akan ada menteri yg terpaksa di dubeskan. Dan Golkar tdk akan gas pol utk membongkar Century.

Setelah membaca “logika” ini, kita mungkin akan menuduh pernyataan BamSat provokatif, menyebalkan, bodoh, dsb. Pada kenyataannya, BamSat telah “menjebak” rakyat (yang semestinya dia wakili di DPR) dengan sesat logika silogisme.

Untuk membuktikan bahwa BamSat telah “menjebak” rakyat, kita harus mengurai omongannya menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana:

  1. Jika ada teguran, maka Golkar tidak akan aktif membongkar Century.
  2. Jika Golkar tidak aktif membongkar Century, maka SMI tidak terpaksa dikirim ke World Bank

Kesimpulan: Jika ada teguran, maka SMI tidak akan terpaksa dikirim ke World Bank.

Di sini terlihat kalau BamSat “curang” dua kali.

Pertama, dia mengubah sebuah silogisme menjadi hubungan sebab-akibat biasa. Dan kedua, BamSat memakai statement yang tidak terbukti (statement ke-2). Tidak ada bukti kalau Sri Mulyani dikirim dan karena terpaksa. Dan karena statement kedua tidak terbukti, maka seluruh pernyataan Bambang Soesatyo tidak dapat diterima karena tidak logis.

Lucu juga sebetulnya, karena awalnya BamSat justru menantang kita untuk memakai logika.

11 Comments


Leave a Reply