hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Reviews - May 1st, 2010

Iron Man 2

Penggemar Terrence Howard berkecewalah. Tokoh Kolonel Rhodey yang di Iron Man pertama diperankan Howard, kini diganti oleh Don Cheadle. Cheadle, tentu saja, adalah aktor yang bagus. Tetapi Howard punya persona yang susah dialihkan ke Cheadle. Konon sutradara Jan Favreau (dia juga memerankan Happy, sopirnya Stark) tidak cocok dengan Howard. Adegan Howard di Iron Man sering diulang pengambilannya, dan beberapa dicungkil di ruang editing.

Tetapi hilangnya Howard bukan masalah Iron Man 2, masalahnya ada di gelegar Iron Man pertama yang banyak hilang-hilang di sequel ini. Konflik tentang perusahaan senjata kompetitor yang main curang misalnya, kurang mengancam. Greget adegan kelahi dengan musuh bernama Ivan Vanko (Mickey Rouke) juga berhenti di 90% dan tidak dimentokkan sampai 100% atau lebih. Penonton yang ditinggalkan dalam kondisi greget 90% tentu saja merasa geregetan. Dan ini adalah masalah besar, karena sequel kedua adalah jantung trilogi superhero.

Untung saja ada peran Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) yang mensuspensi Iron Man 2 dari karam. Walaupun karakter Tony “Iron Man” Stark (Robert Downey Jr.) tidak dieksplorasi lebih dalam, tetapi Downey sukses melantunkan beberapa sarkasme khas Stark dengan manis. Andai saja akting sangar Mickey Rouke mendapat jatah untuk menggulirkan cerita, mungkin Iron Man 2 akan luar biasa. Tetapi karena Rouke hanya berperan di perimeter pinggir, saya cuma bisa berharap Iron Man 3 nanti bisa meraih antusiasme yang banyak.

23 Comments


Leave a Reply