Indonesiana - March 4th, 2010
Ironi Keputusan Pansus Century
10 Comments
-
nice conclusion.
yess!!!!
#1!!!! -
mending kalau kasusnya ditangani oleh KPK, kalau sama yang lain gimana?
-
masalah kebijakan diserahkan ke DPR yang penuh dengan nuansa politik.
tujuan mereka kan cuma satu: ingin melengserkan posisi Menkeu (yg sangat krusial dlm kehidupan bernegara) sehingga bisa diisi dengan kader dari partai mereka. mengingat ibu ani yg tidak punya backing politik sama sekali.jika rencana itu berhasil, apa yang akan terjadi?
bisa tetap berlanjutkah reformasi birokrasi yang sudah digodok dengan sangat baik oleh ibu ani nanti?*jadi prihatin deh*
-
Namanya DPR pasti banyak akal lainnya. Sudah dengar kalo mereka sekarang kasak kusuk soal ketua KPK sekarang ???? Niatnya jelas berupaya naro orang yang pro Pansus sebagai ketua KPK….. Jadi hasil dari KPK akan senada dengan suara DPR pro Pansus. Masalahnya adalah apakah kita akan percaya pada ketua KP hasil pilihan DPR…. Pilihan DPR sebelumnya jelas-jelas menuai kontravesi dan ada kepentingan politik terselubung di dalamnya (saya berusaha untuk tidak bilang bahwa Antashari Azhar salah atau benar)
Menurut saya Ketua KPK selanjutnya sebaiknya tidak dipilih oleh DPR melainkan oleh semacam konsorsium yang mewakili elemen-elemen hukum di Indonesia termasuk oleh lembaga-lembaga pengawasan korupsi yang dapat dipercaya……
-
Setelah KPK?
-
Akhirnya tamat juga sinetron itu
-
sinetron beranggaran 2.5M
endingnya udah bisa ditebakgk ada yg spesial
-
itu sidang DPR atau maen sinetron seh ? liat aja di foto isinya artes-artes smoa
Huh!!
-
lumayan malem-malem dapet hiburan sinetron paripurna
-
“Track recordnya tidak seburuk Golkar.”
huahahaaaaaa…. punch line-nya nyelekit-nyelekit geli.
Sy tuh sedih sebenernya ngeliat mereka bersorak-sorak gembira karna opsi C menang. Mereka kan harusnya nangis krn opsi C itu kan artinya ada borok di negara ini. Negara sendiri punya borok (asumsinya kan opsi C itu ada yg salah) kok malah ditepuk tangani?

