Buy Soma Online Without Prescription

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for March, 2009

Politik - March 31st, 2009

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009-pks-8Dilahirkan tanpa tokoh yang memadai, Partai Keadilan Sejahtera bisa naik pamor menjadi salah satu partai yang diperhitungkan. Ini tentu saja berkat dukungan kader dan manajemen yang handal. Pantas saja jika kemudian PKS dilabeli sebagai partai Islam modern, karena manajemennya memang rapih dan profesional. Dari awal kelahirannya PKS selalu memposisikan diri sebagai partai yang bersih dan peduli. Dengan lantang PKS menolak korupsi dan mengadakan aksi sosial. Entah sekadar berdemo turun ke jalan atau sampai menurunkan orang ke daerah bencana. (Sebetulnya aneh juga ada partai yang berdemo, karena tugas partai adalah mendengarkan pendemo lalu menyalurkan aspirasi mereka di DPR. Buat apa ada Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR?) Sayangnya gaung PKS hanya terdengar di luar DPR. Di Senayan, kiprahnya terasa melempem. Jarang terdengar kader PKS melakukan langkah/gebrakan yang berarti di DPR. Dalam proses kenaikan harga BBM, misalnya, partai ini justru mendukung. PKS lebih terdengar ketika menanggapi isu-isu populer seperti Ahmadiyah, Undang-Undang Pornografi, dan Israel. Sikap PKS yang condong ke gaya keras timur tengah keras memang memantapkan semangat massanya tapi di lain sisi membuat takut orang biasa. Kader partai selalu membantah kalau PKS akan menerapkan syariah Islam secara kaku di Indonesia. Tetapi di lain sisi, aksi-aksi PKS selalu terlihat sebaliknya. Mungkin itulah kenapa akhir-akhir ini PKS seperti hendak merombak citra. Dari partai yang  sangat kanan, menjadi partai kanan-tengah. Iklan PKS yang menyabut Alm. Soeharto sebagai guru bangsa, misalnya, disinyalir untuk menetralkan wajah PKS. Langkah ini terasa tidak konsisten, mengingat status Pak Harto sebagai koruptor hingga saat ini masih mengambang. Ketidak-konsistenan ini kemudian dilengkapi dengan pernyataan dari Abdul Hadi Jamal kalau kader PKS Rama Pratama juga ikut menerima suap (bagi yang tinggal di tempurung dalam sebulan ini, Abdul Hadi Jamal adalah anggota DPR yang ditangkap KPK atas tuduhan suap). Inilah tantangan besar PKS, dapatkah partai ini memegang teguh sikap yang telah dia tanam dalam-dalam?

Politik - March 30th, 2009

Jurkam PAN Jatuh Dari Kerbau

Lesson learned: jangan berkoalisi dengan PDIP. (sumber: MetroTV)

Politik - March 27th, 2009

Partai Gerindra

partai-gerindraBisa dibilang Gerindra adalah partai baru yang gaungnya paling moncer di Pemilu 09. Dengan iklan-iklan yang merakyat dan spesifik, Gerindra berhasil meraih hati masyarakat. Biayanya tentu tidak murah: partai nomer urut 5 ini menggelontorkan dana sebesar 15 Milyar untuk mengibarkan diri di kancah pemilihan umum.

Gerindra memang dalam posisi enak, sebagai partai baru ia masih belum punya track recod apapun, sehingga bisa lincah berjanji macam-macam. “Kemewahan” seperti ini tentu tidak dimiliki oleh partai-partai muda seperti PKS dan PD.

Bukan rahasia lagi kalau partai ini akan menjadi kendaraan politik bagi eks Pangkostrad Prabowo Subianto untuk maju di pemilihan presiden 2009. Tentu saja langkah itu membuka kembali berbagai kasus kontroversial yang melekat di Prabowo seperti tuduhan penculikan aktivis ‘98, kerusuhan ’98, dan dugaan rencana kudeta atas pemerintahan Habibie. Buku Sintong Panjaitan, “Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando”, yang dirilis beberapa minggu lalu memperkuat dan melengkapi beberapa catatan masa lalu Prabowo.

Kubu Gerindra menuding Sintong hendak melakukan kampanye negatif.

Menariknya, daftar caleg Gerindra justru mengusung beberapa tokoh reformasi—seperti Desmond J. Mahesa dan Pius Lustrilanang—yang dulu sempat diculik oleh tim Prabowo. Apakah Prabowo sudah berubah? Ataukah Desmond dan Pius yang berubah? Dan yang paling penting, bisakah orang berubah?

Politik - March 25th, 2009

Review Partai Pemilu ’09

Jika tidak ada halangan, dalam beberapa hari ini saya hendak mereview beberapa partai dalam Pemilu '09. Tentunya tidak semua partai, hanya mereka yang besarnya cukup. Opini saya—tentu saja—bisa salah. Oleh karena itu saya berharap Anda bisa mengkoreksi jika salah, dan memperkuat bila betul. Saya tidak akan menghapus komentar, jadi mohon berkomentarlah dengan bijak. Sampai ketemu besok! :D

Life - March 23rd, 2009

Yesterdeath

yesterdeath

Politik - March 12th, 2009

Sebuah Ajakan Manis Supaya Tidak Golput

bush-warSiapakah yang paling bersalah atas invasi ke Irak dan krisis keuangan global selama pemerintahan Bush?

Orang itu, tak lain tak bukan, adalah orang Amerika yang memilih Bush. Nasib sebuah negara demokrasi tidaklah ditentukan oleh presiden atau para politikusnya. Hancur tidaknya bangsa ini ada di tangan Anda, warga negara sipil yang terhormat.

Terkadang kita memposisikan para anggota DPR dan presiden sebagai raja. Raja yang bijak dan peduli rakyat kecil seperti di dongeng-dongeng pengantar tidur. Tapi politikus bukan raja di negeri dongeng. Mereka manusia biasa yang punya banyak kekurangan, butuh uang, dan memiliki ego. Sama seperti saya dan Anda.

Oleh karena itu kita harus memposisikan mereka seperti seorang pembantu. Bayangkan negara kita adalah sebuah rumah bertingkat lima, yang mau nggak mau butuh pembantu untuk merawatnya. Supaya rumah besar itu tetap bersih, tidak mungkin kita berharap ada orang datang, langsung kerja giat membersihkan tiap lantai, dan pulang tidak dibayar.

Realitanya kita harus mencari pembantu yang baik, mengawasi proses kerjanya, dan memberinya reward kalau perkerjaannya bagus atau hukuman jika kerjaannya buruk. Hukumannya tentu tidak berupa sulutan rokok atau siraman air panas. Kita bangsa beradab—diberhentikan saja sudah lebih dari cukup. Mungkin dia memang tidak cocok jadi pembantu, lain kali jangan disewa lagi.

Demikian juga dalam bernegara, kita harus memilih wakil rakyat yang baik melalui pemilu. Mengawasi pekerjaannya, dan menghukumnya jika ia korupsi atau tidak bekerja sesuai harapan kita. Hukumannya gampang, jangan dipilih lagi. Itu hukuman yang tidak main-main, karena kegagalan dalam pemilihan ulang berarti akhir dari karir seorang politikus.

Nah kalau kita membiasakan budaya ini, saya yakin wajah politik kita akan lebih baik. Ini sudah terbukti dalam pemilihan presiden, para capres sudah mulai berhati-hati dalam bekerja. Takut tidak terpilih lagi. Hal yang sama bisa terjadi dengan para anggota DPR yang sekarang bisa Anda pilih langsung. Mereka juga akan lebih hati-hati. Takut dihukum rakyat.

Sayangnya memang, untuk sampai ke sana tidak akan bisa cepat. Demokrasi adalah proses yang lamban, penuh tarik ulur, tapi solid; karena tujuannya membuat semua orang happy. 10 tahun sudah bisa dibilang cepat.

Jika Anda tidak sabar, aktiflah dalam Pemilu demi anak-anak Anda. Ikutlah mencontreng demi cucu-cucu Anda, karena politik mentukan pendidikan yang akan mereka dapat, pelayanan kesehatan yang akan mereka terima, dan rasa tenteram yang akan mereka nikmati.

sawah

Design - March 11th, 2009

Smiley Momoticon

Bagi yang mendambakan emoticon alternatif yang free, sampean bisa mencoba smiley bikinan saya.

Momoticon smiley sets

Ketigabelas smiley ini boleh digunakan secara bebas dan dilepas dengan lisensi Creative Commons. Silahkan download mereka di halaman Momoticon.