hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for December, 2008

Opinion - December 10th, 2008

Para Pegawai Hotel Mulia

Melihat iklan Hotel Mulia di koran hari ini terasa aneh… Apakah hotel berbintang ini sangat sepi pengunjung, hingga pegawainya tak punya kerjaan selain mengawasi calon pelanggan?

Pictures - December 9th, 2008

India di AFF Cup

Kesalahan seperti ini wajar. Cuma ada dua kemungkinan: Indonesia bosan dengan merah putih, atau India sudah masuk ASEAN.

Life - December 7th, 2008

Sate Klathak

Warung Sate Klathak

Coba telusuri jalan dari Terminal Giwangan Jogja ke selatan. Setelah perempatan lampu merah pertama berarti Anda sedang melalui ‘Jalan Sate’. Nama resminya adalah Jalan Imogiri Timur. Panggilan itu dilimpahkan karena ada banyak warung sate kambing di sepanjang jalan itu. Jenis sate yang disajikan bukan sembarang sate, melainkan khas Jogja yang disebut Sate Klathak.

Sate Klathak adalah sate kambing muda dengan bumbu garam dan sedikit merica. Potongan daging-daging itu kemudian ditusuk dengan kawat dari jeruji sepeda, lalu dibakar dengan bara arang yang panasnya sedang. Konon, sate klathak yang ngetop bisa ditemui malam hari, di dalam Pasar Jejeran Wonokromo (juga di Jalan Imogiri Timur).

Di malam hari, Pasar Jejeran memang nyaris gelap gulita. Sumber cahaya cuma berasal dari bara arang sejumlah pedagang dan beberapa lampu redup di ujung pasar. Suasananya tenang, walaupun sesekali terdengar suara percakapan beberapa pengunjung duduk bersila di tikar. Sebagai manusia yang dimanjakan dengan penglihatan superior, ambiens tenang temaram membantu kami mengapresiasi hal-hal kecil yang mudah terlewatkan andaikata pasar itu terang benderang. Hal-hal kecil tapi ‘indah’, seperti suara letupan-letupan lirih bara arang, aroma harum warung bakmi jawa, serta cita rasa teh poci gula batu yang wasgitel sempurna.

Oleh karena antrian pesanan cukup panjang, sate kami baru siap 50 menit kemudian. Tapi penungguan itu tidaklah sia-sia, karena satenya benar-benar enak. Bumbu yang minimalis membantu lidah menikmati cita rasa daging segar yang dibakar hingga matang pas. Dagingya empuk tapi tetap liat. Untuk pemula sate klathak, disedikan kuah gulai untuk membantu menikmati sate bercitarasa polos ini. Tapi saran saya, jauhkan saja gulai berbumbu itu, karena rasa tambahan akan merusak kesempurnaan rasa daging kambing bakar itu. Kalau perlu, jangan dimakan dengan nasi, karena rasa nasi juga mengubur kelezatan Sate Klathak.

Sate Klathak

Proses memasak serba sedehana ini memang bukan barang baru di bidang haute cuisine. Lazim disebut nouvelle cuisine, gerakan kuliner ini menekankan pada proses memasak yang singkat serta penggunaan bahan-bahan yang segar. Terlepas Sate Klathak pantas menyandang gelar itu atau tidak, saya benar-benar menikmati suasana temaram yang nyaman, teh anget yang pas, sate klathak yang lezat, dan teman ngobrol yang seru.

*) Dua foto keren di atas adalah hak cipta Ryansan dan Kaniav.

Reviews - December 5th, 2008

Twilight

Twilight

Tidak banyak yang bisa dipuji dari Twilight. Cerita yang biasa. Akting biasa. Sinematografi biasa. Efek visual yang biasa. Singkat kata: film percintaan biasa. Andaikata dijadikan film televisi berdurasi 2 jam, film adaptasi novel ini akan menjadi tayangan yang spesial. Sayangnya ia tayang di bioskop, jadi mau tidak mau Twillight harus rela dibandingkan dengan masterpiece yang lain.

Tapi saya tidak terlalu mempermasalahkan. Mentranslasikan buku menjadi film tidak pernah mudah. Selalu ada detail yang hilang. Penggemar novelnya pasti akan menggerutu. Akan tetapi, karena kerangka dunia Twilight sudah tercipta dalam benak masing-masing penggemarnya, mereka akan lebih mudah menerima film ini dibandingkan dengan penonton yang murni tidak tahu apa-apa.

Sebetulnya masalah saya ada pada penontonnya, atau lebih tepatnya: groupie twilight. Ini adalah groupie yang ketawa-ketawi dan mendesah penuh asmara pada adegan yang sebetulnya biasa-biasa saja. Tetapi, bagaimanapun juga, nonton film bersebelahan dengan laki-laki beraroma bawang, jauh lebih menyiksa.

LifePictures - December 1st, 2008

Malam Ini Langit Tersenyum untuk Anda

Langit tersenyum

Bulan, Venus, dan Jupiter difoto Senin, 1 Desember ’08