Buy Soma Online Without Prescription

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for July, 2008

Life - July 23rd, 2008

Hape Di Jakarta

hapekuSaya tidak pernah paham bagaimana mungkin hape saya selalu kehabisan daya setiap kali di Jakarta. Ini bukan kejadian sekali dua kali, tapi berkali-kali. Padahal hape bodoh ini selalu baik-baik saja kalau di Jogja. Ada banyak teori. Teori yang paling asal berkata bahwa jarak BTS di Jakarta itu terlalu jauh, sehingga hape saya harus menggunakan banyak daya. Teori kedua, yang tidak kalah ngasal, berkata sebaliknya: jarak BTS di Jakarta terlalu rapat sehingga sering terjadi handoff yang memboroskan energi di dalam batere. No comment lah. Toh bisa juga karena di Jakarta saya lebih sering nelpon. Atau di Jakarta saya lebih malas mencharge. Apapun bisa terjadi. Toh bisa juga ini memang saat yang tepat untuk membeli hape baru. Tapi saya maunya iPhone 3G. Moral dari cerita ini? Tidak semua tulisan saya dapat dipetik maknanya.

Reviews - July 19th, 2008

Batman: The Dark Knight

The Dark Knight Saya harus angkat topi untuk Christopher Nolan dan Heath Ledger atas kerja mereka di sekuel Batman berjudul The Dark Knight. Film ini seperti mengisi kerinduan menonton summer movie yang tidak cuma keren di efek, tapi juga kuat di penuturan. Nolan memilih ritme thriller untuk sekuel ini, serta menghadirkan Joker sebagai musuh yang tidak cuma jahat, tetapi juga sinting. Bukan sinting lucu, tapi sinting sosiopatik yang anarkis tulen. Hampir semua adegan Joker (diperankan oleh Alm. Ledger) terlalu menarik untuk dilewatkan. Tetapi Joker bukanlah satu-satunya bintang. Saya benar-benar menikmati penuturannya yang mengalir, serta arahan musik yang benar-benar mencekam. Nampaknya saya bakal nonton ini sekali lagi.

Opinion - July 18th, 2008

Guest Bloger

guest blogger Beberapa waktu yang lalu, Toni menawari saya untuk menulis sesuatu di blognya. Tentu saja saya tidak bisa menolak kesempatan langka ini. Dari dulu saya mengagumi blog Toni yang fokus pada isu-isu Web 2.0 tapi tidak pernah lupa menyisipkan isu-isu lokal. Jadinya ini, tentang mockup dan masterpages. Mungkin tidak begitu bagus dan amatiran, tapi itulah kehebatan blog bukan?  Ibarat ujian skripsi mini, tulisan di blog adalah titik mulai untuk mengkritisi dan memoles sebuah gagasan.

Design - July 9th, 2008

Tampilan Baru Detik

Mulai hari ini, portal berita Detik berganti wajah. Dari segi warna, nampaknya Detik masih ingin mempertahankan visual identity-nya yang warna-warni. Memang susah mengganti identitas visual kalau ciri-khasnya sudah terlanjur terkenal. Oleh karena itu, wahai para startups, sebaiknya identitas visual dipikirkan sedari awal. Dan jika sudah terlanjur basah, memang ada baiknya tetap dipikirkan, karena semakin terlambat, perbaikannya akan semakin 'mahal'. Detik Lama, Detik Baru Untuk tata letak, rupanya Detik memilih berubah total. Yang bagus adalah jatah ruang headline yang terasa lebih lapang. Yang menganggu satu, yaitu kotak biru di tengah halaman. Warnanya yang biru kontras membuat mata saya terfokus secara involunter pada bagian tengah. Padahal di bagian itu tidak ada berita atau informasi yang menjadi 'dagangan' Detik. Ini bukan masalah selera sih, cuma aspek ergonomi.

Indonesiana - July 8th, 2008

Batik

Entah seberapa sumringah Bung Karno andaikata ia singgah ke mall dan menyaksikan baju-baju batik berseliweran di mana-mana. Dikenakan gadis-gadis mutakhir hingga ibu-ibu socialite, batik sedang memulai masa jayanya dengan menjadi the 'it dress'. Bung Karno, dengan segala kekurangan dan kelebihannya adalah seorang nasionalis sejati. Pada masa pemerintahannya, ia pernah membuat program untuk menjadikan batik busana kebanggaan Indonesia. Program sang presiden sederhana saja. Para pengusaha batik—seperti yang di daerah Prawirotaman, Jogja—mendapat suplai kain katun dengan harga sangat murah. Kain bersubsidi. Harapannya, bahan baku murah mendorong harga pasar batik lebih terjangkau, dan dus populer. Akan tetapi, alih-alih dibatik, kain-kain itu dijual apa-adanya. Tanpa dibatik, tanpa apapun. Dengan harga beli murah dan dijual dengan harga pasar, para pengusaha batik itu meraup banyak untung, dari uang rakyat juga. Hari ini, jika Anda melewati rumah-rumah kuno megah di kawasan Tirtodipuran dan Prawirotaman, itu adalah sisa dari kejayaan pedagang batik coret. Apakah kejadian hampir setengah abad lampau ini terdengar familier?
Model foto: Hanny, Omith, Chika. Fotografer: Gage.

Indonesiana - July 4th, 2008

Satu Tahun Dian USD

Kemarin saya mendapat pesan melalui Yahoo Messenger:
seorang_teman: bantu forward ya..... dan pliss dirantaikan....dicari golongan darah AB, dan bersedia membantu seorang sahabat: dian_USD, ekonomi 06 kanker otak stadium 4. Hub: Ketut (081804167497). Tolong disebarkan...Thanks banget before...cuma copy paste doang udah ngebantu.. mohon maaf jika tidak berkenan
Informasi ini sudah beredar sejak satu tahun yang lalu. Setahu saya stadium 4 jarang ada yang bisa selama itu.