April 29th, 2008
Terlalu Banyak Film Indonesia

Sampai kapankah film Indonesia kacangan harus membanjiri cineplex? Hari ini di Jogja, dari 5 studio, 3 diantaranya adalah film-film Indonesia tidak orisinil yang terasa hendak meraih keuntungan cekak semata. Namaku Dick? Extra Large? Tali Pocong Perawan? Hantu Ambulance?
Permasalahannya bukan pada saya tidak ingin memberi kesempatan film Indonesia. Saya sudah.
Permasalahannya, sudahkah kesempatan yang saya berikan dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku industri ini?
Mendaur ulang cerita horor dan komedi porno dan roman picisan tidak menunjukkan kesungguhan sama sekali.
62 Comments
-
fikri
-
betul.. setuju.. terkadang film indonesia.. masih mengejar kuantitas saja.. dan pakai aji mumpung.. mumpung film sedang ngetrend.
April 29th, 2008 at 1:11 pm -
Herman
-
Dikira masyarakat kita masih suka film yang beginian kali ya… Atau saya yang terlalu percaya bahwa masyarakat pecinta film Indonesia telah berubah?
April 29th, 2008 at 1:17 pm -
Ries
-
ML (Mau Lagi) belon diputer di sana yaa :grin:
April 29th, 2008 at 1:18 pm -
andiana
-
sayah tidak mendaur ulang roman picisan..sayalah ROMAN PICISAN itu.. hehehehe…
April 29th, 2008 at 1:28 pm -
Herman Santoso
-
Mon, nonton Forbidden Kingdom-nya kapan?
April 29th, 2008 at 1:40 pm
Aku nunguin The Battle of Redd Cliff e… Konon katanya Zhuge Liang dan Guan Yu-nya ndak semengecewakan di Three Kingdoms kemaren. -
lambrtz
-
Mari kita kembali ke 80an
April 29th, 2008 at 1:51 pm
-
Agung Wasono
-
film indonesia mulai tumbuh ternyata cuman mentos, eh.. mitos..
April 29th, 2008 at 2:05 pm -
Akhmad Fathonih
-
Ini soal posisi uang mon, agaknya posisi uang masih berapa di film-film semacam itu. Given a broader choices, pasti lebih ketahuan kemana animo masyarakat mengarah.
Yang sabar saja.
Btw, saya senang sekali melempar-lempar quote berikut ini:
“If you don’t like it, change it. If you can’t change it, change your attitude. Don’t complain”Saya kira tulisanmu ini juag bsia digolongkan dalam upaya mengubah perfilman Indoensia, dengan menyampaiakn kritikan dan menghimpun opini publik.
Jadi, lagi, ya sabar saja. Masih balita ini, baru mulai menggeliat. Sewa DVD dulu aja atau nonton tivi kabel.
April 29th, 2008 at 2:37 pm
-
kabarihari
-
Untung saya jarang nonton bioskop
April 29th, 2008 at 2:42 pm
tapi biarpun filem Indonesia kadang norak & kacangan, tapi bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri kan cukup bagus mas. -
Herman Saksono
-
tuan rumah yang norak dan kacangan ya?
April 29th, 2008 at 2:53 pm -
anima
-
menohok banget Man
April 29th, 2008 at 3:06 pm
-
yuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
-
mungkin karena orang indonesianya memang suka sama film gituan. apakah media yang merubah cara pandang masyarakat ataukah media berusaha mengikuti kemauan masyarakat??
kira2 mana yang benar??
April 29th, 2008 at 4:22 pm -
ekoprayit
-
Mau nonton film di bioskop, film2nya kayak gitu semua…
April 29th, 2008 at 4:55 pm
Mau nonton TV di rumah, acara2nya kayak gitu semua…
Ke laut aja dah!!! -
mbah joyo
-
kayaknya judul film indonesia seputar hantu aja ya?
April 29th, 2008 at 5:56 pm -
yuki tobing
-
setuju, kita hanya minta film dengan skenario yang bagus. apa boleh buat, mereka hanya mikirin pasar saja, toh kenyataannya laku2 aja film2 sampah kayak gitu.
April 29th, 2008 at 5:59 pm -
kw
-
mereka pemalas. maunya untung aja. ini bukan selera masy yang buruk. mereka hanya belum tahu seperti apa film yang bagus, karena memang masih sangat jarang.
April 29th, 2008 at 7:22 pm
-
Akhmad Guntar
-
Mungkin ada baiknya klo film Indonesia mulai mematangkan kompetensinya di bidang animasi 3D kartun yg lucu2 kayak Backom atau produk lain asal Asia. Setidaknya masih pantas ditonton oleh anak2 kita
April 29th, 2008 at 10:20 pm
-
mercuryfalling
-
yg idealis sedikit sekali.
emang itu pilem masih ada penontonnya ? oh pastilah ya. lagu kangen band aja banyak yg suka kok
April 29th, 2008 at 11:32 pm -
Totok Sugianto
-
mungkin aji mumpung saja. mumpung masih musim film pocong maka segala nama pocong bisa jadi film hehehe… saya blum bisa komentar karena blum pernah nonton film yg beginian
April 30th, 2008 at 12:09 am
-
Hedi
-
kita termasuk golongan yang udah muak, tapi yang belum muak justru lebih banyak…jadilah pelem2 model gitu mewabah…supply and demand berlaku…hiks
April 30th, 2008 at 12:33 am -
The Sandalian
-
Mon, aku juga sudah memberimu kesempatan untuk pindah platform blogging yang ramah komen namun engkau mengabaikannya.
Maka aku berjanji, ini adalah komen terakhirku di posting ini!
April 30th, 2008 at 5:48 am -
a0z0ra
-
BTW yg jadi produser film2 ini masih sama kah (Punjabi bersaudara)?
Ada rumah produksi yg bermutu - nyeni & menghibur?
Mungkin langkah pertama kita bisa support dana ke rumah2 seperti ini, biar tidak kalah lawan rumah2 produksi yg inginnya raup uang saja.
April 30th, 2008 at 7:17 am -
cK
-
bah, saya nonton film indo pun biasanya karena terpaksa.
April 30th, 2008 at 8:40 am -
cK
-
komen sekali lagi. linknya gak keluar
April 30th, 2008 at 8:41 am -
M Fahmi Aulia
-
heheh..jadi inget tulisan saya juga, intinya film2 indonesia sekarang recycle dari film tahun 80an.
April 30th, 2008 at 9:29 am
*ga cantumin link dulu…heheh..* -
maya
-
Hak hak hak .. mas dibogor itu malah lebih parah jeh.. ada 4 bioskop isinya film indo semua.. kalo pun ada film luar.. paling 2 hari dah ganti lagi.. hiks sebal
April 30th, 2008 at 9:31 am -
Ojat
-
untung aja ditempatku ga ada bioskop *grin*
April 30th, 2008 at 11:51 am -
funkshit
-
temen2 saya banyak yang bilang klo film indonesia itu bagus2 .. jadi mana yang harus saya percaya ?
April 30th, 2008 at 12:00 pm -
ekowanz
-
tali pocong perawannya kemarin keren banget ya mon….sayang setelah itu aq pulang, eh kamu malah nghelanjutin nonton namaku DICK yah
April 30th, 2008 at 12:35 pm
*ini pembunuhan karakter ga mon* -
daustralala
-
Masalahnya adalah “Siapa Anda?”
Hehehe…
April 30th, 2008 at 1:57 pm -
escoret
-
yo rasah di TONTON tho mon..!!!!
beres tho..????nntn pilm terakhir,pas 3 hr untuk selamnnya di puter.
April 30th, 2008 at 2:05 pm
habis isi2 kuburan di muncul di bioskop..aku jadi males…. -
Herman Saksono
-
@Daus:
Jawabannya adalah: konsumen film Indonesia?Hehehehe…
April 30th, 2008 at 2:09 pm -
nonadita
-
prinsip ekonomi yang sederhana saja
di mana ada permintaan
di situ ada pasarlaah (masih banyak) penonton indonesia mintanya yang gituan kok!
April 30th, 2008 at 2:32 pm -
aprikot
-
mending nonton the band of brothers berulang ulan, 10 kali pun gpp
April 30th, 2008 at 4:01 pm
-
anwarchandra
-
Namaku Dick?
*setelah mencari2..*
Oh.. ceritanya tentang kont*l yang bisa ngomong toh.~sampahMemang
April 30th, 2008 at 4:20 pm -
daustralala
-
Salah mon, jawabannya: satu orang konsumen film indonesia yang peduli dengan kualitas film tanah air.
yang tidak peduli, bahkan yang suka, buanyaaakkk…
April 30th, 2008 at 5:16 pm
-
Nur Annisa Rahmawati, ST., MM
-
man, ini herman???ya ampuuunnnn apa kabr??
April 30th, 2008 at 7:43 pm -
Paams
-
setuju! sayah udah nntn xtra large sama namaku dick. ga mutu!!
April 30th, 2008 at 8:55 pm
kuantitas oke, barengin kualitas doong! -
gamma
-
ngga pernah nonton pilem indo di bioskop! kecuali lagi ada yang mbayari..
itu juga masi milih2 deh..btw, haiiii,mon!! i’ve found u!
May 1st, 2008 at 9:25 am
-
leksa
-
aku inget satu forum online yang memasang aturan tidak dibenarkan memajang link film2 bajakan indonesia. Demi karya anak bangsa…
Tapi film2 luar bertebaran link2 nya…
*jadi pengen bikin forum khusus bajakan film dalam negeri!
May 1st, 2008 at 10:53 am -
tando-wi yahya
-
dulu emang tahun 80an ga banyak ya?
May 1st, 2008 at 2:28 pm -
Tgk. Alex
-
Saya ndak tahu apa saya harus sedih atau bersyukur bahwa di Banda Aceh tak ada bioskop lagi selama ini, yang jelas saya merasa terhindar saja dari pilem2 ndak mutu begitu. Paling apes kalo kejebak nonton DVD-nya bareng kawan2.
Ya.. Ya… Saya memang kebarat-baratan… doyannya pilem luar, konon begitu sih tudingan kalo ngeritiki pilem made in dewek, Man.
Tapi, apa yang mau dibela kalo trendnya berulang mlulu? Ini kan persis dekade 90-an lagi, jaman-jaman yang berjudul Ranjang mendominasi sinema indon?
May 1st, 2008 at 6:13 pm -
nananias
-
#daus : tidak peduli? i believe, lemme rephrase strongly believe, ini bukan melulu soal tidak peduli, they just merely don’t have the privilege to see other references.
just another case of relativity.
bravaaa man! pernah denger cerita soal an old man yang selalu berdiri di tepi pantai untuk membuang kembali ikan yang terdampar di pinggir laut. mungkin tidak akan lalu membuat semua hewan laut terselamatkan, tapi at least he makes the difference for the one he saved. satu pun can rule!
May 2nd, 2008 at 9:01 am -
fg
-
film2 hantu itu, basi deeeeeeeeh…
May 2nd, 2008 at 12:26 pm -
Nazieb
-
Cintailah produk dalam negri..
:lol:
May 2nd, 2008 at 4:47 pm -
Andry
-
halo mas, salam kenal
May 2nd, 2008 at 6:26 pm -
-tikabanget-
-
mon??? kamu selamet sampe rumah ndaaakkk??
May 3rd, 2008 at 3:33 am -
R. Topan Berliana
-
tali kolor perawan?
May 3rd, 2008 at 7:39 am -
oggix
-
aku sekarang sampe anti pati dengan pilem2 indonesia. Di jogja, dah bioskop cuman satu, isinya film indo semua, menderita deh…
May 3rd, 2008 at 10:04 pm -
believemefloria
-
ya gak usah di tonton mas, gitu aja kok repot, atau mungkin jika mas berkerja didunia perfilman bakal mempunyai perspektif yg berbeda tentang mereka.. menurut saya ini lebih baik dari pada mati suri, mereka akan belajar dari pengalaman, kalo kita tidak suka ya jgn di tonton
May 4th, 2008 at 1:05 pm
lama kelamaan mereka akan berfikir lagi membuat jenis film yg sama, mari kita sama2 belajar untuk perfilman indo yg lebih baik, thx -
chielicious
-
Saya lebih baik nonton kamen rider *yaiyalaaa* daripada ngeliatin dewi persik ‘ekting’ >.<
May 4th, 2008 at 7:58 pm -
Herman Saksono
-
believeofmaria:
ya gak usah di tonton mas, gitu aja kok repotLha saya taunya jelek setelah nonton. Gimana ya caranya nggak nonton film yang kita ndak tahu jelek apa tidak?
May 4th, 2008 at 10:43 pm -
金太郎
-
まさか家のエレベーターでフ ェ ラされるなんて思ってなかったよ。。ww
May 5th, 2008 at 8:13 am
「ここでフ ェ ラさせてくれたらもっと報 酬あげるよ♪」
って言葉に負けましたwww
途中で扉が開いた時は焦ったけど、おかげでもっとオッキしたwww
http://pak3.net/yutori/ -
dil
-
mas momon dah nonton iron man blum…
May 5th, 2008 at 7:55 pm
lumayan mengobati kekecewaan…hihihihihikhikhik… -
Herman Saksono
-
aku sudah!

Keren, karakternya menarik.
May 5th, 2008 at 8:00 pm -
BossPulsa
-
Indonesia memang banyak tiruan kok, bukan hanya Film tentunya, kalau Film aku kurang ngerti..
May 8th, 2008 at 2:45 pm
soalnya. Lihat saja acara-acara TV semua tiruan, kayak INDONESIA IDOL, AFI, Who Want to be a millionare, dan masih banyak lagi yang tiruan - tiruan gitu…
Hehehe! gimana lagi bang Herman..wong kita sejak SD/MI juga kadang sudah suka menyontek itu efeknya membuat kita gak mau berfikir kalieee ye? setuju gak?
gak tahu akh! cuma OOT lho! -
Miss Mimit
-
@Nazieb:
Cintailah produk dalam negri..Bentuk kecintaan tidak harus selalu memuji sesuatu yang sebenarnya tidak pantas dipuji. Bentuk kecintaan bisa saja mengkritik sesuatu agar lebih baik.
@believemefloria:
menurut saya ini lebih baik dari pada mati suri, mereka akan belajar dari pengalaman, kalo kita tidak suka ya jgn di tontonBagaimana caranya mereka belajar dari pengalaman kalo mereka tidak pernah dikritik?
May 9th, 2008 at 9:41 am
Kalau tidak suka jangan ditonton? Emangnya kita peramal? Sebelum nonton udah tau jelek atau tidaknya? Ha kok lucu!!! Kita tau jelek atau bagus itu kan setelah nonton Masssss. Pie je? -
silly
-
Jadi memang harus nonton dulu baru bisa bilang bagus atau enggak khan??..
saya sendiri masih mengijinkan diri saya untuk sedikit norak dengan menonton film Ind, kalo lagi pengen NGAKAK2 gak penting… duh, hari gini, sulit sekali loh bisa tertawa lepas…
Nonton Film Indonesia itu, mo film APAPUN… pasti bisa bikin kita NGAKAK2… TERBAHAK2…
Kecuali SEMUA FILM HOROR, sama sekali tidak saya tonton, jadi saya tidak tahu versi filmnya senorak apa… yg jelas pasti gak jauh2 dari yg di sinetron2 TV itu..
besides, HOROR???… duh, perasaan hidup ini udah lebih horor bukan?… semua barang naik, beras gak kebeli, minyak tanah hilang dari pasaran, gas juga langka… APA GAK KURANG HOROR TUH???
so, supaya kehibur, nonton film Indonesia dech, dan mari ngakak abreng2… setidaknya bisa jadi bahan buat posting bukan???, ahahahahhahahahaha…
May 18th, 2008 at 11:36 am
-
Miss Ander Sten
-
bahkan sampai saya komen sekarang ini,film indonesia masih sama…saya ga akan protes masalah dominasi film horor atau film komedi dewasanya….
October 6th, 2008 at 1:13 pm
Saya protes tu tentang JUDUL2 FILMnya itu lho,ga penting banget siiih…HANTU AMBULANCE,HANTU ABORSI,MAAF….HAMIL ISTRI…,ANDA PUAS SAYA LOYO,dll????
Hellllloooooooo,apa kurang ya perbendaharaan kata di kamus bahasa indonesia itu???
apa standar mutu film tu sama sekali ga penting ya???? -
de de
-
..salam
…semua komen nya menarik neh…., mungkin utk jadi bahan perbandingan…..coba ditelaah lagi para pribadi masing2 produsen pelaku film dan acara tv tersebut…..lalu bandingkan dengan teman2 para pemberi komentar…..
…sudah kah kita lebih baik dari mereka =) kalo merasa sudah lebih baik dari mereka, mari kita bikin , produksi yang lebih baik , lebih menarik, lebih bagus, lebih laku……lebih meraup keuntungan, lebih bermanfaat bagi orang laen, mampu menafkahi orang laen…..krn itu semua arah tujuan nya……
…mau bikin proyek idealis, alasan kebangsaan dan moral, silakan….yakinkan kolega2 mu dulu utk setuju dengan apa yang kalian cita2kan…lalu wujudkan investasi dan produksi nya…..
saya ga pernah punya niat sedikitpun utk nonton film indonesia di bioskop (kecuali laskar pelangi)…paling nonton di tv,…cukup utk mengantar saya setelah kerja seharian jadi tertidur….
smoga sharing saya bisa membantu….
October 31st, 2008 at 4:20 pm
de de -
Revilo
-
hahaha, singkat dan padat. Setuju banget, coba kalo para penonton setia film indonesia suatu hari serentak bilang “gua angkat tangan nonton film indonesia, gak bakal nonton lagi sampai ada yang berkualitas” Kayaknya para pembuat film baru serius menggarap film2 mereka.
Cheers,
December 8th, 2008 at 3:00 am
http://filmindonesia.blogsome.com/ -
sintaa
-
Tali pocong apa tali kutang…?
February 10th, 2009 at 1:06 pm
masa eya seh??? huauauahaaaaa
I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.