hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for January, 2008

Uncategorized - January 17th, 2008

Orang Jawa Tidak Kenal Biru

Konon orang Jawa kuno itu tidak mengenal istilah ‘biru’ untuk menyebut sesuatu yang berwarna seperti langit atau laut. Sebagai gantinya dipakai istilah ‘ijo’ untuk biru dan hijau. Artinya, partainya Amien Rais itu ‘wernoné ijo’.

Ini beneran. Temen saya menemui ketidakwajaran ini ketika mengunjungi desa-desa pelosok yang masih jauh dari peradaban modern. Orang-orang desa rupanya tidak kenal ‘biru’, karena biru itu ‘ijo’. Saya curiga kalau istilah ‘biru’ di Bahasa Jawa sebetulanya merupakan serapan dari Bahasa Melayu. Untunglah suku Jawa tidak sendirian, karena orang Thailand dan Vietnam juga begitu.

Masalahnya jadi agak rumit kalau kita mencermati Perjanjian Gianti pada tahun 1755 ketika kerajaan Mataram dibagi dua menjadi Kasunanan Solo dan Kasultanan Yogyakarta. Setelah perjanjian itu, Pangeran Mangkubumi mulai membangun kratonnya. Supaya tidak sama dengan kraton Solo yang ciri khas-nya biru, Kasultanan Yogya memilih warna hijau. Lantasss… bagaimana bisa orang jaman dulu membedakan warna Solo dan warna Yogya, kalau kedua-duanya disebut ‘ijo’?

‘Bagaimana pula dengan Buto Ijo?’, tanya Tomas. Jangan-jangan julukan itu maksudnya makhluk besar yang kebiruan. Kebiruan karena pucat akibat anemia. Emang buto bisa anemia? Bisa aja kalau lima organ tubuhnya sudah tidak berfungsi.

Politik - January 15th, 2008

Memaafkan Hitler


Sudikah anda memaafkan Hitler? Mungkin saya tidak terlalu keberatan, secara Hitler juga tidak pernah salah sama saya, anda, atau tetangganya tetangga anda.

Tapi, bagi jutaan keluarga yang tercerai-berai dan dibantai selama holocaust, urusannya tidak semudah itu. Kediktatoran semacam Hitler tidak cuma menyebabkan kerugian jiwa dan materi, tapi juga trauma yang sangat besar dan mendalam. Kediktatoran lain, seperti di Indonesia, juga meninggalkan negara dalam keadaan bobrok dan korup.

Oleh karena itu, seperti Mbak Yati bilang, mari kita serahkan saja urusan maaf-memaafkan kepada orang yang pernah dizholimi. Bukan yang lain.

Perkara ada orang-orang yang dizholimi, tapi tidak merasa dizholimi, itu memang sebuah ketidakwajaran.
(Jadi, sudikah saya memaafkan Hitler? Walaupun Hitler tidak pernah melukai saya secara langsung, tetapi bagaimanapun juga yang namanya tanggung jawab moral kepada jutaan orang tak bersalah yang telah dia binasakan, selalu ada.)

Pictures - January 10th, 2008

Menurut AirAsia Jogja Adalah Kota Kuno

Saya tahu ini dari mas Sugiyanta. Apakah yang dimaksud ‘kuno’ itu ‘katro’, atau yang lain?

Uncategorized - January 9th, 2008

Soal Ujian PPSDM

Ibu saya nitip soal ujian. Yang ikut kuliah ibu saya silahkan menjawab, yang nggak ikut boleh menjawab juga.

  1. Karyawan malas bekerja. Jelaskan mengapa?
  2. Berikan solusi bagi organisasi kerja, berkaitan dengan karyawan yang malas bekerja, berdasarkan jawaban anda pada no. 1 di atas dengan menampilkan bagan disertai penjelasannya.
  3. Berikan evaluasi terhadap system kepegawaian di Pegawai Negeri.
  4. Jelaskan praktek pengelolaan SDM yang banyak terjadi di Indonesia!
  5. Jelaskan cara mengukur kinerja dari sisi hasil, dan apa kelemahannya?
  6. Bagaimanakah nuansa psikologis agar kegiatan penyusunan rencana stratejik mencapai hasil yang maksimal?
  7. Jika seorang karyawan prestasinya rendah dalam beberapa kali periode penilaian, apa yang anda lakukan sebagai manajer?
  8. Berikan contoh evaluasi kinerja yang obyektif bagi seorang karyawan administrasi dalam bentuk sebuah lembar penilaian disertai indikator kinerja kualitatif dan kuantitatif.
  9. Apa yang mungkin terjadi dalam Gap Analysis dan apa yang akan anda lakukan berkaitan dengan kemungkinan itu dalam Action Programming?
  10. Bagaimanakah manajemen sumber daya manusia yang align dengan rencana stratejik?
  11. Apa saja kendala yang dihadapi dalam menerapkan sistem evaluasi kinerja yang bertujuan untuk memanage kinerja?
  12. Berikan contoh evaluasi kinerja yang subyektif dalam bentuk sebuah lembar penilaian kinerja dan jelaskan bagaimana cara meminimalkan subyektivitas tersebut dan bagaimana jika karyawan bersekongkol?
  13. Apa saja sumber data dalam melakukan analisis kebutuhan pelatihan?