Uncategorized - January 15th, 2008
Memaafkan Hitler

Sudikah anda memaafkan Hitler? Mungkin saya tidak terlalu keberatan, secara Hitler juga tidak pernah salah sama saya, anda, atau tetangganya tetangga anda.
Tapi, bagi jutaan keluarga yang tercerai-berai dan dibantai selama holocaust, urusannya tidak semudah itu. Kediktatoran semacam Hitler tidak cuma menyebabkan kerugian jiwa dan materi, tapi juga trauma yang sangat besar dan mendalam. Kediktatoran lain, seperti di Indonesia, juga meninggalkan negara dalam keadaan bobrok dan korup.
Oleh karena itu, seperti Mbak Yati bilang, mari kita serahkan saja urusan maaf-memaafkan kepada orang yang pernah dizholimi. Bukan yang lain.
Perkara ada orang-orang yang dizholimi, tapi tidak merasa dizholimi, itu memang sebuah ketidakwajaran.
(Jadi, sudikah saya memaafkan Hitler? Walaupun Hitler tidak pernah melukai saya secara langsung, tetapi bagaimanapun juga yang namanya tanggung jawab moral kepada jutaan orang tak bersalah yang telah dia binasakan, selalu ada.)
34 Comments
-
Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang
-
mungkin butuh tingkatan sufi untuk bisa seiklas ini…
Mudah mudahan saya bisa. -
Makanya harus ada hukum..supaya yang ikhlas dan yang gak ikhlas sama-sama merasa ada keadilan..
Yang penting diadili dulu..ini kita lagi ngomongin sapa tho?
yang lagi sakit itu bukan? hee.. -
i think: beda generasi beda persepsi. anak muda skarang sudah gk takut lagi dengan logo PKI atau NAZI bahkan menjadikannya sbagai permen. toh seandainya muncul PKI ataupun NAZI dijaman skarang mungkin sudah berbeda dan apa mungkin bertahan di pemerintahan yg hybrid sperti ini. soal trauma itu mesti akan berangsur-angsur hilang seiring dengan munculnya generasi baru. KECUALI menjadi dogma.
-
hukum harus tetap ditegakkan..
preseden buruk kalo ampe penyelesaian kasusnya dihentikan..
memaafkan memang cara yang terlihat elegan..
tapi, apakah ada permintaan maaf sampe detik ini..???
hmmmm -
lho holocaust itu ada tho?? katanya mitos ?
-
mana yang paling sulit?
minta maaf atau memaafkan?
atau sama-sama sulit…
-
mungkin yg dizalimi itu ya tetap merasa dizalimi, tapi mereka sudah memaafken…jadi, ya semoga orang2 yg dizalimi tersebut memaafken daripada dosa orang2 yang sudah menzalimi
-
holocaust? punya si agnostic philantropisme itu. bah !
-
“Perkara ada orang-orang yang dizholimi, tapi tidak merasa dizholimi, itu memang sebuah ketidakwajaran.”
aihhh, munkin bukan ndak merasa,cuma uda lupa…. -
Sangat setuju dengan poin Herman. Anda tidak akan bisa merasakan apa yang dirasakan mereka sampai anda sendiri yang menjadi victim.
Untuk dapat mempermudah proses memaafkan maka orang yang berbuat kesalahan terhadap anda perlu dulu untuk mengaku berbuat salah. Tapi kalau sudah meninggal atau hampir meniggal bagaimana ya….
-
impactnya hitler pada batin, impactnya si eyang, lahir batin. sampe sekarang.
*hoaaagghh baru bangun
-
lho? ini juga?
memaafkan itu sebenernya relatif mudah mas, tp melupakan itu yang sulit. kalau gampang ingat jadi nya susah maafin. nah lho. sekarang piye caranya melupakan? yang ga ngalamin aja sakit hati,apalagi yg ngalamin.
nah lho, panjang kan? -
Ini nada sindiran buat mbah kakung kah???
-
menjadi pemaaf tidak akan membuat hidup kita menderita kok, dan untuk apa memendam dendam malahan membuat energi positif kita jadi tersumbat
-
daripada ntar ngebayangin di blakang lo, mending di maap in
-
ini bab mbah harto kah?
-
kalo mau memaafkan…ya dimaafkan aja gak usah pake diumumkan tapi jika gak mau memaafkan…ya gak perlu “ngompori” ntar malah bikin bumi ini semakin panas. Biasa-biasa aja Dab.
-
Hati-hati dengan memaafkan, walaupun itu nampak cantik diatas kitab suci, tapi kita harus mempertimbangkan implikasinya masak-masak.
Jika Pak harto kita maafkan, berarti lain hari kalau ada koruptor yang sakit-sakitan, berarti bisa dimaafkan. Kalau ada diktator sekarat berarti bisa dimaafkan juga.
Ini berkaitan dengan sikap moral bangsa ini. Memaafkan bukan urusan gampang.
-
ini tntng hitler versi indonesa bkn ya?
-
Oh aku tau! Ini tentang Hitler Indonesa yang dah jadi ‘Cyborg’ itu ya?
-
Kita semua akan “ditimbang” oleh NYA.Mana yang berat..kebaikkan atau kejahatan.
So…berpikirlah berkali-kali sebelum berbuat…tul? -
Makanya..sebagai pribadi yang ga pernah punya masalah, saya mah memaafkan aja semua salah..ya tho..bukannya maaf itu indah..
-
penggemar si hitler juga banyak lho, sama kayak penggemar pak Harto, juga banyak…
heran yak??
-
yah paman GOBER
-
aku malah pingin hitler hidup lagi. buat mbunuhi yahudi2 itu. lagian emang holocaust itu beneran?? kenapa paletina nggak dianggep tragedi??
-
wahhh, ini keren nihh..klo saya sihh gak ada urusan sama hitler, hitler gak akan begini klo tentara yahudi pada jaman hitler kecil dulu, tidak melempar daging yang dibeli hitler untuk ibunya kepada anjing.
-
Aku nangkapnya ini tentang Pak Harto, tapi kok yang comment gak ada komentar mengenai Pak Harto.
Maaf-memaafkan sih urusan pribadi, tapi kalo hukum harus konsisten dan jalan terus. Itu pendapat pribadiku.
-
mangnye holocaust beneran? katanya bo’ongan…..
-
Kok malah mbahas holocaust sih

-
lho, mas mon…
mohon mangap, lama ndak main2 kesini. baru nyadar ternyata mas mon udah duluan nulis entry yang mirip dengan entry terbaru saya, gyayayaya… -
Lho nggak papa dooong, malah bagus itu. Saya juga cuma terinpirasi oleh yati (dari bergerak.blogspot.com). Berarti kan opini semacam ini tidak cuma saya rasakan sendiri, tetepi juga dirasakan orang lain.
-
Jangan lupakan jasa pak harto juga donk ..
Jangan munafik lah, coba ngacung buat yang ga pernah jalan di jalan beraspal yang bagus, bagi yang ga merasakan enaknya dolar Rp. 2000.
Klo ga bisa berbuat lebih baik, jangan sok-sok menjelekkan
-
Rakyat Kecil dengernya lagu2 Obbie Messakh kali ya… coba dengerin lagunya Iwan Fals dong bro… kalo gak ngerti siapa itu Iwan Fals, coba tanya sama tukang becak, tukang sapu, pengangguran, tukang bensin eceran, sarjana muda, guru zinah body montok yang cuma bisa beli tahu, pak oemar bakrie, tukang koran di pancoran, tukang semir sepatu di depan istana… dan masih banyak lagi…
bayi Palestina menangis karena tahu di dunia ini tidak ada lagi Hitler yang berpotensi menghilangkan predator utamanya di Israel. bayi Indonesia menangis karena di dunia ini gak ada lagi Harto… yang mati setelah ngambil duit susunya jauh-jauh hari… biar gak ada predator, kematian mengintainya setiap saat…
