Indonesiana - December 13th, 2007
“Saya persilakan anda untuk mati…”
- Semua orang berharap orang sakit yang masuk rumah sakit keluar dalam keadaan sembuh
- Dokter berharap semua pasien yang masuk rumah sakit keluar dalam keadaan sembuh
- Beberapa penyakit menyebabkan kematian
- Harapan tidak sama dengan usaha
9 Comments
-
Silakan memberi komentar disini. Semakin banyak sawerannya, semakin asik goyangannya.
-
Bacaan yang asyik dan menggelitik.
Menurut saya kematian harus dipandang dengan sudut pandang yang benar. Pandangan saya terhadap kematian saya tuangkan dalam posting-posting saya di http://WWW.MyBecause.com.
Jika ada yang ingin nyentil dan beri saweran, silahkan kesana dan beri komentar. Saya akan sangat berterima kasih….
Thanks God.Salam hangat dari Banjarmasin.
Isyaias Sawing
MyBecause.com
MySurfingNotes.blogspot.com -
karena faktor ekonomi?bukankah sebagian org mlh berlomba2 check up k rs d negeri tetangga…
sudut pandang yg berbeda kadang bs membuat kt lebih menyadari rahmat tuhan.. -
buat saya, premis keempat itu bergantung pada “business minded” rumah sakit…
-
OOT: Blog sampeyan wis mlebu Top 100 Kang ^_^
-
koq iseh posted by HermanSaksono?
-
Lho lho lho, sebentar. paragraf pertama saja sudah tidak akurat:
“Pilihannya adalah bagaimana Anda mati…”
Cara mati itu bukan pilihan, you cannot choose how to die.
-
1. Semua orang berharap orang sakit yang masuk rumah sakit keluar dalam keadaan sembuh
2. Dokter berharap semua pasien yang masuk rumah sakit keluar dalam keadaan sembuhPremis pertama dan kedua berusaha menunjukkan kalau ‘dokter’ bukan bagian dari ‘semua orang’. Saya kurang jelas apa maksud sebenarnya pembedaan premis ini.
Yang jelas ongkos ke dokter di Indonesia murah lho. Pernahkah anda bisulan di Indonesia bayar Rp 500 ribu. Di Afrika saya harus bayar lebih dari itu untuk sekedar bisul saya ‘dilihat’ dokter dan diberi 15 butir tablet antibiotik.
-
hmm…menarik, menurut saya, Arian itu jelas sintal dan jelas ^_^ saya juga temannya, dokter yang sintal dan jelas juga
. anyaway, saya suka tulisan2mu. keep on writing.
