June 29th, 2007
Ratatouille Amerika vs Ratatouille Jepang
Bisa dibilang summer 2007 adalah pertarungan box-office tersengit dalam sejarah. Ada Spiderman 3, Shrek The Third, Pirates of Caribbean 3, Ocean 13, Fantastic Four, Ratatouille, Transformers, Harry Potter 5, Die Hard 4, dan The Simpsons Movie. Selain jadwal rilis yang padat, hampir semuanya adalah franchise yang sudah ngetop duluan. Spiderman, Die Hard, dan Pirates adalah sekuel dari sekuel yang sukses. Sementara Transformers, Harry Potter, dan The Simpsons, semestinya semua orang pasti tahu.
Nah, dalam tiap pertarungan selalu ada yang kalah, atau mengalah. Kali ini Ratatouille yang nampaknya akan mengalah: tayang perdananya di Asia diundur satu hingga dua bulan. Dapat dimaklumi sih, karena dibandingkan pesaingnya, nama Ratatouille memang kalah pamor. Padahal film ini dipuji-puji kritikus. Di Rottentomatoes, ratingnya mencapai 95%, dan average scorenya 8,5/10. Artinya, film ini, selain disarankan untuk ditonton; kualitas cerita, dialog, dan karakter-karakternya juga sangat bagus. Atau bisa juga lihat preview 9-menitnya, untuk melihat film ini bagus atau tidak.
Ah sudahlah. Akan tetapi, ada sesuatu yang menarik dari poster film Pixar ini. Di Amerika (dan seluruh dunia) Disney (selaku distributor Ratatouille) memakai poster yang gambarnya Remy dikelilingi pisau-pisau dapur. Nah untuk Jepang, Disney memilih gambar Remy yang sedang menatap Linguini. Judulnya pun diganti dari jadi “Restoran Enak Remy”. Seolah-olah untuk Amerika Disney ingin menekankan aspek action film ini, sementara untuk Jepang sisi drama dan persahabatan yang dirasa perlu untuk ditonjolkan.
Mungkin, menurut Disney, bagi mayoritas orang Amerika, film yang sarat action lebih menarik. Sementara bagi orang Jepang, animasi yang dalem jauh lebih menarik. Tetapi saya kok lebih suka poster Jepang ya?

Pertama-tama pilihan palet warna-nya lebih hangat. Lalu komposisinya lebih stabil dan meneduhkan. Perhatikan kalau bagian latar poster membentuk garis imajiner dari kiri-atas ke kanan-bawah, sementara peletakan dua tokoh utamanya membentuk garis diagonal dari kanan-atas ke kiri-bawah. Menariknya, pertemuan kedua garis itu juga berpotongan dengan garis yang menghubungkan mata kedua karakter tersebut. Tanpa sadar kita diarahkan untuk memperhatikan hubungan Remy dan Linguini. Menurut saya, desain dengan komposisi yang dalem semacam ini keren.












Jaman saya masih TK dulu, kakek saya biasa memberi sedekah sekitar Rp 25 - Rp 50 buat pengemis yang biasanya mangkal di Kantor Pensiun. Menurut
I regard that mind is meant to be free and moving mind to mass is a destiny. I can be geeky when it comes to movies, art and culinary, but really, I am simply a man with an irregularity, or many.